Selasa, 6 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Kecelakaan Kerja, Benarkah Hanya Human Error Saja?

Kecelakaan Kerja, Benarkah Hanya Human Error Saja?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
  • visibility 346
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SETIAP kali kecelakaan kerja terjadi, ada satu kalimat yang selalu muncul paling cepat, kadang bahkan lebih sigap dari petugas P3K, human error. Pendek, praktis, dan entah kenapa terasa sangat melegakan bagi banyak pihak.

Begitu kalimat itu keluar, seolah -olah masalah langsung rapi, berkas bisa ditutup, dan sistem boleh lanjut kerja tanpa diajak ngobrol serius.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli  ingin menampar pikiran kita pelan-pelan, kecelakaan kerja bukan sekadar kelalaian individu.

Selama ini, rangkaian kecelakaan kerja memang sering dikaitkan dengan human error, sekitar delapan dari sepuluh kasus. Sisanya baru dikaitkan dengan kegagalan alat atau kondisi lingkungan kerja.

Sekilas kelihatan jelas manusia ceroboh, alat mah baik-baik saja. Tapi kalau dibongkar sampai ke akar, dari porsi human error itu ternyata cuma sekitar sepertiganya yang benar-benar murni kesalahan individu.

Sisanya mayoritas lahir dari sistem yang bocor, organisasi longgar, prosedur hidup di map, pengamanan lebih sering dicek saat audit daripada saat kerja. Jadi kalau 70 persen kesalahan manusia dipicu oleh sistem, kenapa yang selalu disalahkan manusianya?

Kocaknya, istilah human error jadi kambing hitam paling rajin lembur. Semua kesalahan dititipkan ke situ, sementara sistem berdiri santai sambil cuci tangan, pakai sabun wangi, bilang, “Saya nggak tahu apa-apa.”

Di lapangan, pemandangan makin ironis. Spanduk K3 berdiri gagah, tulisannya besar, warnanya nyala-nyala, pesannya galak. Tapi spanduk tidak bisa menggantikan SOP yang cuma dihafal setengah hati.

Spanduk juga nggak bisa menghentikan target produksi yang datang sambil teriak, “Ayo cepat, waktu mepet!” Akhirnya, keselamatan kerja diposisikan sebagai niat baik, bukan kebutuhan mutlak.

Yassierli di laman resmi kemnaker baru-baru ini juga mengingatkan, penurunan angka kecelakaan tidak otomatis berarti tempat kerja aman.

Bisa jadi memang ada perbaikan, tapi bisa juga karena laporan yang tak pernah naik atau keberuntungan masih nongkrong. Risiko kecelakaan besar tetap mengintai kalau pengendalian bahaya tidak dibangun konsisten.

Ibarat motor tua, bodinya dicat baru, tapi remnya belum tentu pakem.

Pekerja pun sering jadi pihak yang paling serba salah. Mau patuh prosedur, target mendesak. Mau berhenti karena kondisi tidak aman, takut dicap menghambat kerja. Mau melapor, khawatir dianggap ribet.

Akhirnya, jalan tengah yang dipilih adalah berharap semuanya aman-aman saja. Padahal keselamatan tidak pernah bisa diserahkan pada doa semata.

Di sinilah pentingnya sistem. SOP yang jelas dan jalan, panitia K3 yang aktif, inspeksi rutin bukan formalitas, investigasi insiden yang ujungnya perbaikan nyata, bukan sekadar laporan cantik.

Sistem

Keselamatan tidak boleh bergantung pada keberanian individu. Sistem yang sehat justru membuat pekerja bisa bekerja dengan tenang tanpa harus merasa sedang main tebak-tebakan dengan risiko.

Pendekatan ini dikenal sebagai people-centric safety. Pekerja tidak lagi diposisikan sebagai sumber masalah, tapi bagian dari solusi. Mereka dilibatkan, didengar, dan dilindungi oleh sistem yang masuk akal. Bukan diminta patuh dalam kondisi yang sebenarnya tidak aman.

Oleh karena itu K3 itu bukan soal angka semata, karena dibalik setiap insiden, ada keluarga menunggu di rumah, ada anak yang menunggu ayahnya pulang, ada masa depan yang bisa berubah hanya karena satu sistem yang lalai.

Menaker menekankan  keselamatan kerja menyangkut nyawa, kesehatan, dan masa depan pekerja serta keluarganya, kalimat serius, tapi dampaknya sangat nyata.

Menyalahkan pekerja memang mudah dan cepat. Tapi membenahi sistem adalah pekerjaan rumah yang sesungguhnya.

Selama kecelakaan kerja terus dipersempit menjadi urusan human error, cerita yang sama akan terus berulang. Lokasinya boleh beda, tanggalnya boleh ganti, tapi polanya tetap itu-itu saja.

Bekerja itu untuk hidup, bukan untuk mempertaruhkan hidup. Pulang selamat seharusnya menjadi hak, bukan bonus karena hari itu sedang mujur.

Mungkin, seperti yang diingatkan Menaker, sudah waktunya kita berhenti sibuk mencari siapa yang salah, lalu mulai jujur bertanya sistem apa yang selama ini kita biarkan gagal menjaga manusia di dalamnya?. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PELUANG KERJA : “Magang Rasa Internasional, Ketika Anak BLK Main di Dapur Austria”

    PELUANG KERJA : “Magang Rasa Internasional, Ketika Anak BLK Main di Dapur Austria”

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 730
    • 0Komentar

    ANAK muda zaman sekarang jika ditanya, “Mau ke luar negeri buat ngapain?”, biasanya jawabannya terbagi dua pertama, ingin kuliah tapi dompet bilang “tidak”, dan kedua, ingin kerja tapi visa bilang “belum tentu”. Nah, kabar baik baru-baru ini datang dari Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Austria buka pintu buat program magang vokasi, bukan magang yang disuruh fotokopi sama […]

  • Jalan Provinsi Rusak, Bupati Muba Lakukan Tanggap Darurat Jalan

    Jalan Provinsi Rusak, Bupati Muba Lakukan Tanggap Darurat Jalan

    • calendar_month Selasa, 12 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.287
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Muba – Curah hujan tinggi beberapa hari belakangan membuat Jalan Provinsi di Kabupaten Musi Banyuasin [Muba] tepatnya di Km 8 Seberang Jembatan Musi Jalan Soak Baru-Plakat Tinggi rusak parah, Selasa (12/2/2019). Tidak hanya itu, akibat kerusakan jalan tersebut kondisi di lokasi menyebabkan macet panjang dan membuat kendaraan roda empat antri untuk melintas, bahkan ada truk Angkutan barang yang terbalik dilokasi. Banyak […]

  • Perhatian Khusus Ganjar kepada Kesehatan Mental Diapresiasi

    Perhatian Khusus Ganjar kepada Kesehatan Mental Diapresiasi

    • calendar_month Kamis, 14 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 801
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Diah Setia Utami meminta bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo merancang secara rinci program-program untuk merawat kesehatan mental di kalangan anak muda. Ia setuju problem kesehatan mental dijadikan persoalan prioritas di tingkat nasional. “Iya, memang ini (kesehatan mental) kan sebelumnya sudah menjadi perhatian yang cukup […]

  • PINGGIR JALAN: Opung Tambal Ban Si Raja Ban RE Martadinata, Dari Sepeda Ontel Sampai Truk Peti Kemas

    PINGGIR JALAN: Opung Tambal Ban Si Raja Ban RE Martadinata, Dari Sepeda Ontel Sampai Truk Peti Kemas

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 880
    • 0Komentar

    DI PINGGIR Jalan RE Martadinata, tepatnya di Sei Selayur, Kalidoni Palembang, ada satu “kerajaan kecil” yang dikelola oleh Opung, si jago tambal ban legendaris. Dari tahun 1985 sampai sekarang, Opung ini sudah jadi legenda hidup yang siap menyambut segala keluhan ban bocor — mulai dari sepeda ontel, motor, angkut mobil, mobil pribadi, sampai truk besar […]

  • Teknologi Penambang ASIC Revolusioner Bitmanu Bentuk Kembali Lanskap Kripto

    Teknologi Penambang ASIC Revolusioner Bitmanu Bentuk Kembali Lanskap Kripto

    • calendar_month Kamis, 15 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.701
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, NEW YORK, (GLOBE NEWSWIRE) – Lanskap crypto global baru-baru ini mengalami munculnya sensasi baru dalam bentuk rangkaian penambang ASIC dari Bitmanu. Banyak pendukung industri menganggap rig penambangan ini tidak lain adalah keajaiban teknologi yang berpotensi mengubah cara penambangan crypto akan dilakukan di tahun-tahun mendatang.   Fitur paling mencolok dari penambang Bitmanu adalah tingkat […]

  • Bertambah 16 Kasus Sembuh, 22 Positif, 1 Meninggal Dunia di Muba

    Bertambah 16 Kasus Sembuh, 22 Positif, 1 Meninggal Dunia di Muba

    • calendar_month Sabtu, 9 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.250
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, mengkonfirmasi penambahan 16 kasus sembuh, 22 terkonfirmasi positif, dan 1 kasus meninggal dunia.  “Ada penambahan 16 kasus sembuh 22 positif dan 1 meninggal dunia per 9 Januari 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP, Sabtu (9/1/2021). Povi merinci, adapun penambahan kasus positif yakni diantaranya […]

expand_less
WordPress Archive Tabbed Gallery for Elementor – Galerie Tabion – Metro Tab Accordion Switcher CSS Table Rate Shipping by Class, Weight, Price, Quantity & Volume for WooCommerce Table Rate Shipping for WooCommerce Tablenator | Advanced Tables for Visual Composer TableTrack – The Complete SaaS Restaurant Management Solution Tabligh – Islamic Institute & Mosque WordPress Theme + RTL Tacon – A Showcase Portfolio WordPress Theme Tacticool | Shooting Range & Gun Store WordPress Theme Tactiko – Tactical & Military Shop WooCommerce Theme