Kamis, 29 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Kecelakaan Kerja, Benarkah Hanya Human Error Saja?

Kecelakaan Kerja, Benarkah Hanya Human Error Saja?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
  • visibility 358
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SETIAP kali kecelakaan kerja terjadi, ada satu kalimat yang selalu muncul paling cepat, kadang bahkan lebih sigap dari petugas P3K, human error. Pendek, praktis, dan entah kenapa terasa sangat melegakan bagi banyak pihak.

Begitu kalimat itu keluar, seolah -olah masalah langsung rapi, berkas bisa ditutup, dan sistem boleh lanjut kerja tanpa diajak ngobrol serius.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli  ingin menampar pikiran kita pelan-pelan, kecelakaan kerja bukan sekadar kelalaian individu.

Selama ini, rangkaian kecelakaan kerja memang sering dikaitkan dengan human error, sekitar delapan dari sepuluh kasus. Sisanya baru dikaitkan dengan kegagalan alat atau kondisi lingkungan kerja.

Sekilas kelihatan jelas manusia ceroboh, alat mah baik-baik saja. Tapi kalau dibongkar sampai ke akar, dari porsi human error itu ternyata cuma sekitar sepertiganya yang benar-benar murni kesalahan individu.

Sisanya mayoritas lahir dari sistem yang bocor, organisasi longgar, prosedur hidup di map, pengamanan lebih sering dicek saat audit daripada saat kerja. Jadi kalau 70 persen kesalahan manusia dipicu oleh sistem, kenapa yang selalu disalahkan manusianya?

Kocaknya, istilah human error jadi kambing hitam paling rajin lembur. Semua kesalahan dititipkan ke situ, sementara sistem berdiri santai sambil cuci tangan, pakai sabun wangi, bilang, “Saya nggak tahu apa-apa.”

Di lapangan, pemandangan makin ironis. Spanduk K3 berdiri gagah, tulisannya besar, warnanya nyala-nyala, pesannya galak. Tapi spanduk tidak bisa menggantikan SOP yang cuma dihafal setengah hati.

Spanduk juga nggak bisa menghentikan target produksi yang datang sambil teriak, “Ayo cepat, waktu mepet!” Akhirnya, keselamatan kerja diposisikan sebagai niat baik, bukan kebutuhan mutlak.

Yassierli di laman resmi kemnaker baru-baru ini juga mengingatkan, penurunan angka kecelakaan tidak otomatis berarti tempat kerja aman.

Bisa jadi memang ada perbaikan, tapi bisa juga karena laporan yang tak pernah naik atau keberuntungan masih nongkrong. Risiko kecelakaan besar tetap mengintai kalau pengendalian bahaya tidak dibangun konsisten.

Ibarat motor tua, bodinya dicat baru, tapi remnya belum tentu pakem.

Pekerja pun sering jadi pihak yang paling serba salah. Mau patuh prosedur, target mendesak. Mau berhenti karena kondisi tidak aman, takut dicap menghambat kerja. Mau melapor, khawatir dianggap ribet.

Akhirnya, jalan tengah yang dipilih adalah berharap semuanya aman-aman saja. Padahal keselamatan tidak pernah bisa diserahkan pada doa semata.

Di sinilah pentingnya sistem. SOP yang jelas dan jalan, panitia K3 yang aktif, inspeksi rutin bukan formalitas, investigasi insiden yang ujungnya perbaikan nyata, bukan sekadar laporan cantik.

Sistem

Keselamatan tidak boleh bergantung pada keberanian individu. Sistem yang sehat justru membuat pekerja bisa bekerja dengan tenang tanpa harus merasa sedang main tebak-tebakan dengan risiko.

Pendekatan ini dikenal sebagai people-centric safety. Pekerja tidak lagi diposisikan sebagai sumber masalah, tapi bagian dari solusi. Mereka dilibatkan, didengar, dan dilindungi oleh sistem yang masuk akal. Bukan diminta patuh dalam kondisi yang sebenarnya tidak aman.

Oleh karena itu K3 itu bukan soal angka semata, karena dibalik setiap insiden, ada keluarga menunggu di rumah, ada anak yang menunggu ayahnya pulang, ada masa depan yang bisa berubah hanya karena satu sistem yang lalai.

Menaker menekankan  keselamatan kerja menyangkut nyawa, kesehatan, dan masa depan pekerja serta keluarganya, kalimat serius, tapi dampaknya sangat nyata.

Menyalahkan pekerja memang mudah dan cepat. Tapi membenahi sistem adalah pekerjaan rumah yang sesungguhnya.

Selama kecelakaan kerja terus dipersempit menjadi urusan human error, cerita yang sama akan terus berulang. Lokasinya boleh beda, tanggalnya boleh ganti, tapi polanya tetap itu-itu saja.

Bekerja itu untuk hidup, bukan untuk mempertaruhkan hidup. Pulang selamat seharusnya menjadi hak, bukan bonus karena hari itu sedang mujur.

Mungkin, seperti yang diingatkan Menaker, sudah waktunya kita berhenti sibuk mencari siapa yang salah, lalu mulai jujur bertanya sistem apa yang selama ini kita biarkan gagal menjaga manusia di dalamnya?. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Subsidi Pulsa 200 Ribu dan Kuota 105 GB Kemendikbud, Benarkah ?

    Subsidi Pulsa 200 Ribu dan Kuota 105 GB Kemendikbud, Benarkah ?

    • calendar_month Jumat, 21 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 864
    • 0Komentar

    BEREDAR sebuah pesan berantai di media sosial WhatsApp berupa link subsidi pulsa dengan narasi bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan subsidi pulsa senilai Rp200 ribu dan kuota 105 Gigabyte (GB). Disebutkan subsidi pulsa tersebut berlaku hingga tanggal 21 Juni 2021. Faktanya, klaim bahwa link tersebut merupakan subsidi pulsa dan kuota dari Kemendikbud adalah tidak […]

  • Libur Lebaran, Mendes Minta Desa Wisata Terapkan Protokol Kesehatan

    Libur Lebaran, Mendes Minta Desa Wisata Terapkan Protokol Kesehatan

    • calendar_month Minggu, 9 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 948
    • 0Komentar

    MEMASUKI libur lebaran 2021, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar meminta desa-desa wisata yang dibuka menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditentukan. “Yang penting prokesnya, terus fasilitas cuci tangan dan lain-lain disiapkan. Karena kalau tidak dibuka ya kasihan juga, dan BUMDes butuh juga,” ungkapnya saat melakukan kunjungan kerja ke Desa […]

  • Meriahkan HUT Muba ke 67 Tahun,  Pemkab Muba Gelar Festival Randik 

    Meriahkan HUT Muba ke 67 Tahun,  Pemkab Muba Gelar Festival Randik 

    • calendar_month Kamis, 21 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 887
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Dalam rangka memeriahkan HUT Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) ke-67 tahun, Pemkab Muba melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muba bakal menggelar kegiatan Festival Randik, yang akan mulai dilaksanakan bertepatan hari jadi Muba pada 28 September 2023 mendatang. Untuk kesuksesan dan kelancaran  kegiatan Festival Randik tersebut, diadakannya rapat bersama Kepala Perangkat Daerah Muba yang terkait. […]

  • Pakaian Adat Masih Menjadi Simbol Pemersatu Bangsa di HUT RI ke-73, SBY Tak Hadir

    Pakaian Adat Masih Menjadi Simbol Pemersatu Bangsa di HUT RI ke-73, SBY Tak Hadir

    • calendar_month Jumat, 17 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.007
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Manta Presiden RI ke – 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak terlihat dalam acara detik-detik Peringatan Hari ulang tahun Republik Indonesia (RI) ke -73 di  Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (17/8/2018). Terlihat mantan presiden RI ke-3 BJ Habibie dan istri mantan presiden RI ke-4 (Gus Dur)  ikut menghadiri acara tersebut. Habibie menggunakan pakaian […]

  • Sinergi Pemkot Palembang & Kodim 0418, Langkah Strategis untuk Kesejahteraan Rakyat

    Sinergi Pemkot Palembang & Kodim 0418, Langkah Strategis untuk Kesejahteraan Rakyat

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 867
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Hari pertama bekerja setelah mengikuti retreat di Magelang, Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama Wakil Wali Kota Prima Salam langsung menunjukkan keseriusan mereka dalam menjalankan roda pemerintahan dengan melakukan audiensi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda). Langkah awal ini menunjukkan komitmen mereka untuk memperkuat sinergi antara pemerintah kota dan berbagai institusi strategis, termasuk jajaran […]

  • Kecamatan di Muba Sudah Bisa Cetak KTP Elektronik

    Kecamatan di Muba Sudah Bisa Cetak KTP Elektronik

    • calendar_month Rabu, 11 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 829
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin terus melakukan terobosan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat terutama layanan kependudukan. Hari ini, Selasa (10/5/2022), sebagai wujud komitmen meningkatkan pelayanan publik tersebut, Plt Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi SIP menyerahkan mesin cetak KTP elektronik Dinas Kependudukan da Catatan Sipil Muba untuk 12 kecamatan dalam Kabupaten Muba, di Halaman Kantor Camat Batang […]

expand_less
WordPress Archive Tabbed Gallery for Elementor – Galerie Tabion – Metro Tab Accordion Switcher CSS Table Rate Shipping by Class, Weight, Price, Quantity & Volume for WooCommerce Table Rate Shipping for WooCommerce Tablenator | Advanced Tables for Visual Composer TableTrack – The Complete SaaS Restaurant Management Solution Tabligh – Islamic Institute & Mosque WordPress Theme + RTL Tacon – A Showcase Portfolio WordPress Theme Tacticool | Shooting Range & Gun Store WordPress Theme Tactiko – Tactical & Military Shop WooCommerce Theme