Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Beasiswa KNB 2025 – Rendang, Pendidikan Tinggi & Diplomasi Indonesia Lebih Tajam dari Rudal

Beasiswa KNB 2025 – Rendang, Pendidikan Tinggi & Diplomasi Indonesia Lebih Tajam dari Rudal

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
  • visibility 854
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NGOMONGIN diplomasi, bayangan orang biasanya langsung ke gedung kaca tinggi dengan pendingin udara pol-polan, orang-orang berdasi, dan wajah serius seperti lagi main catur. Tapi Indonesia punya jurus beda, bukan rudal, bukan kapal perang, bukan pula pidato panjang yang bikin ngantuk, jurusnya sederhana ruang kuliah dan piring rendang.

Inilah yang namanya Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) 2025.  Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, kemarin resmi membuka program ini di kantor Kemdiktisaintek, dengan semangat, beliau bilang

“Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya, ketika kembali ke negara asal, majukanlah negeri kalian. Indonesia dan negara kalian akan maju bersama”

Kalimatnya sederhana, tapi dampaknya bisa lebih besar daripada slogan iklan sabun.

Program ini lahir pada tahun 1992 di momentum Konferensi 10 Tahun Gerakan Nonblok. Awalnya hanya untuk mempererat persaudaraan, tapi sekarang sudah naik kelas jadi salah satu soft power diplomacy Indonesia. Nama beasiswanya pun sekarang terdengar keren KNB Scholarship.

Negara lain bikin branding pendidikan dengan cara bikin kampus serba futuristik. Indonesia? Cukup dengan keramahan, gotong royong, dan bonus sambal terasi. Kata pepatah Jawa, urip iku urup , hidup itu harus memberi manfaat. Nah, lewat KNB inilah Indonesia berbagi ilmu sekaligus menyalakan pelita persahabatan antarbangsa.

Tahun 2025, sebanyak 250 mahasiswa asing resmi jadi penerima beasiswa KNB. Mereka tersebar di 34 perguruan tinggi Indonesia dengan rincian 40 mahasiswa program Sarjana, 175 mahasiswa program Magister, 35 mahasiswa program Doktoral.

Bayangkan kelas internasional di Jogja, Bandung, atau Surabaya, mahasiswa dari Afrika duduk sebangku dengan mahasiswa dari Pasifik. Ada yang ngobrol bahasa Arab, ada yang ketawa pakai bahasa Portugis, dan ada juga yang bingung waktu pertama kali disuruh antre beli cilok. Suasana kampus jadi kaya halte TransJakarta rame, penuh bahasa asing, tapi tetap tertib kalau ada yang mau rebutan kursi.

Bandingkan dengan Amerika punya Fulbright, Jepang punya MEXT, Korea punya GKS, Turki punya Türkiye Scholarship. Semuanya keren, tapi Indonesia hadir dengan gaya sendiri KNB Scholarship.

Bedanya apa? Kalau negara lain kadang punya misi politik tersembunyi, Indonesia cukup bawa misi “ayo kawan, belajar dulu, makan rendang belakangan.” Pepatah Minang bilang, kalau perut kenyang, pikiran lapang. Nah, mahasiswa asing ini bukan hanya belajar teori di kelas, tapi juga belajar cara makan sambal tanpa kaget.

Itulah soft power sejati rendang lebih kuat daripada rudal. Rudal bikin takut, tapi rendang bikin kangen.

Salah satu penerima beasiswa KNB 2025 adalah Nomvuselelo Nxumalo asal Eswatini, ia tahu soal KNB dari kakaknya, yang bantu proses pendaftaran. Motivasi Nomvuselelo sederhana: ingin dapat pendidikan lebih baik, peluang lebih luas, dan kesempatan untuk terus belajar.

Coba bayangkan, beasiswa Indonesia bisa promosi cuma lewat “iklan kakak-adik”. Kalau iklan sabun butuh artis top, KNB cukup butuh keluarga yang saling dukung. Inilah bukti kalau kebaikan itu menular, seperti wifi gratisan yang sinyalnya sampai ke tetangga.

Banyak yang lupa, program KNB bukan cuma memberi manfaat bagi mahasiswa asing, tapi juga mahasiswa Indonesia. Dengan adanya teman dari 46 negara, mahasiswa lokal dapat pengalaman Internasional tanpa harus keluar negeri.

Anak kos di Palembang bisa belajar bahasa Spanyol gara-gara sering main Mobile Legends bareng teman dari Amerika Latin. Mahasiswa di Malang yang tadinya grogi ngomong bahasa Inggris, jadi pede karena tiap hari diskusi tugas dengan teman dari Ethiopia.

Pepatah Jawa bilang, witing tresno jalaran soko kulino  cinta tumbuh karena terbiasa, begitu pula dengan toleransi dan wawasan global lahir dari kebiasaan belajar bareng teman yang berbeda budaya.

Jangan salah kira, KNB bukan sekadar “bagi-bagi beasiswa”. Ini investasi diplomasi jangka panjang, mahasiswa asing yang hari ini kuliah di Indonesia, bisa saja 10–20 tahun lagi jadi pejabat, diplomat, atau pengusaha besar di negaranya.

Ketika membuat kebijakan, mereka mungkin akan ingat. “Saya pernah makan bakso di Malang, pernah ikut lomba balap karung di Bandung, pernah belajar gotong royong di Jogja”. Itulah modal sosial yang nggak bisa dihitung dengan rupiah.

Kalau Amerika menanam pengaruh lewat Hollywood, kita menanam lewat ruang kuliah dan warung angkringan. Murah, meriah, tapi efeknya tahan lama.

Ada pepatah bilang, ilmu ibarat padi, makin berisi makin merunduk, semakin pintar, harusnya semakin rendah hati dan berbagi. Nah, Beasiswa KNB 2025 adalah wujud nyata pepatah itu. Indonesia tidak hanya menimba ilmu untuk dirinya sendiri, tapi juga membagi kepada bangsa lain.

Ilmu itu ibarat air, semakin dibagi semakin mengalir dan percaya deh, berbagi ilmu jauh lebih awet dibanding berbagi utang.

Program Beasiswa KNB 2025 bukan sekadar program pendidikan, melainkan senjata diplomasi lunak Indonesia. Dengan 250 mahasiswa asing dari 46 negara, Indonesia tidak hanya memperkuat ekosistem akademik, tapi juga menanam benih persahabatan global.

Negara lain mungkin mengandalkan rudal untuk dihormati, tapi Indonesia cukup dengan rendang, nasi goreng, dan ruang kuliah. Dan justru itulah yang bikin kita istimewa.

Jadi, kalau ada yang tanya apa rahasia diplomasi Indonesia? Jawab saja dengan santai “KNB Scholarship, ruang kuliah, dan sepiring rendang. Itu lebih tajam dari rudal”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pingin Jaga Alam & Ramah Lingkungan Hingga Lebih Hemat, Sejumlah RM di Muba Ngaku Gak Main Lagi Wadah Makanan Pake Stryofoam & Plastik, Jadi Gunakan Apa Dong ? Boleh Tebak ! Bupati : Kita Uji Klinis Agar Bisa di Eksplore untuk  Produk Lainnya

    Pingin Jaga Alam & Ramah Lingkungan Hingga Lebih Hemat, Sejumlah RM di Muba Ngaku Gak Main Lagi Wadah Makanan Pake Stryofoam & Plastik, Jadi Gunakan Apa Dong ? Boleh Tebak ! Bupati : Kita Uji Klinis Agar Bisa di Eksplore untuk  Produk Lainnya

    • calendar_month Sabtu, 12 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.058
    • 0Komentar

    RAMAH lingkungan dan getol menekan penggunaan plastik, inilah upaya yang terus digencarkan Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA di Bumi Serasan Sekate. Kini, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) tidak hanya sebagai daerah penghasil kreasi pelepah pinang yang dimanfaatkan menjadi wadah makanan pengganti stryofoam dan plastik, namun ramai-ramai warga dan pemilik Rumah Makan (RM) […]

  • Petenis Sumsel Berjaya di Kejuaraan Rakuwat Cup Jambi

    Petenis Sumsel Berjaya di Kejuaraan Rakuwat Cup Jambi

    • calendar_month Minggu, 10 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.016
    • 0Komentar

    Petenis Sumsel berjaya di ajang Kejuaraan Tenis Kelompok Umur dan Prestasi, “Rakuwat Cup I”, yang berlangsung di Provinsi Jambi. Pada partai final ganda putra, dua petenis Sumsel yang akan berlaga di PON mendatang, Rafidia Muhammad dan Jones Pratama berhasil mengalahkan petenis tuan rumah Randi Purnomo/Azmi dengan skor 8-4 pada sistem pertandingan best of eight. “Ajang […]

  • Harno : Ini Peringatan untuk Pemilik Reklame

    Harno : Ini Peringatan untuk Pemilik Reklame

    • calendar_month Kamis, 6 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 956
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG  – Walikota Palembang Harnojoyo  mengatakan deklarasi Program Optimalisasi Penerimaan Daerah melalui Penertiban Reklame di Wilayah Kota Palembang bersama Pimpinan KPK sesuai Perda Nomor 10 Tahun 2010. Tujuannya agar penyelenggara reklame lebih tertib, indah sesuai estetika dan tidak bertentangan dengan norma kesusilaan dan ketentraman umum. “Pajak reklame ini potensial sekali menambah PAD  selain 10 […]

  • Tujuan & asa dari Musrenbang OKI

    Tujuan & asa dari Musrenbang OKI

    • calendar_month Kamis, 28 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 967
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2025-2045 serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2025 di Aula Bappeda OKI, Rabu 27 Maret 2024. Kepala Bappeda OKI, Aidil Azwari mengatakan visi Indonesia Emas 2045 adalah Negara Nusantara Berdaulat Maju dan Berkelanjutan. […]

  • Wagub Suntik Vaksin Covid-19 Dosis Pertama, Gubernur sudah

    Wagub Suntik Vaksin Covid-19 Dosis Pertama, Gubernur sudah

    • calendar_month Rabu, 24 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 899
    • 0Komentar

    Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Mawardi Yahya (MY) hari ini, Rabu (24/3/2021) menjalani penyuntikan vaksinasi dosis pertama di RSUD Siti Fatimah Prov. Sumsel. Setelah melakukan observasi selama 30 menit, Wagub menjelaskan mengapa dirinya menunggu cukup lama untuk dilakukan vaksinasi yang harusnya terjadwal 20 hari yang lalu, “kenapa saya baru dilakukan vaksinasi sekarang, itu terkait dengan […]

  • Negara Wilayah Fasifik Mari Bersatu,  Atasi COVID-19, RI Serukan Penguatan Kerja Sama Ekonomi

    Negara Wilayah Fasifik Mari Bersatu, Atasi COVID-19, RI Serukan Penguatan Kerja Sama Ekonomi

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 786
    • 0Komentar

    INDONESIA menyerukan negara-negara di wilayah Pasifik agar memperkuat kerja sama ekonomi, sekaligus menuju pemulihan pascapandemi COVID-19. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi, melalui keterangan tertulis dalam pembukaan pameran Pacific Exposition yang berlangsung secara virtual, kemaren. “Selain perdagangan dan investasi, kita juga harus memperkuat kerja sama di bidang infrastruktur kesehatan, pariwisata pascapandemi, […]

expand_less
WordPress Archive Alico – Insurance WordPress Alico - Insurance WordPress Theme Alike – WordPress Custom Post Comparison Alim – Islamic Institute & Mosque WordPress Theme + RTL Alinan – Personal Blog / Vlog WordPress Theme Alinan WP – A Personal WordPress Blog and Vlog Theme Aliomatic – AliExpress Affiliate Money Generator Plugin for WordPress Alipay Cross Border Online Payment Alister Bank – Credits & Banking Finance WordPress Theme Alit – Minimalist Responsive Woocommerce WordPress Theme