Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Anak Main Game, Emak yang Meriang, Saatnya Industri Game Disuguhi Tanggung Jawab, Bukan Cuma Level Naik!

Anak Main Game, Emak yang Meriang, Saatnya Industri Game Disuguhi Tanggung Jawab, Bukan Cuma Level Naik!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
  • visibility 670
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ANAK-anak sekarang disuruh milih antara PR Matematika dan nge-push rank Mobile Legends, jawabannya jelas PR bisa ditunda, tapi turnamen global nggak nunggu.

Dunia sudah berubah memang,  dulu anak-anak main petak umpet di halaman, sekarang mereka main adu jotos virtual di medan perang digital, lengkap dengan skin legendaris dan emoticon nangis palsu.

Tapi, jangan buru-buru mencak-mencak ke anak, karena seperti kata pepatah lama yang dimodifikasi zaman now  “Kalau anak tenggelam dalam game, bukan salah gamenya saja, tapi siapa yang kasih pelampungnya juga perlu diajak ngobrol”.

Masuklah Meutya Hafid, sang Menteri Komunikasi dan Digital belum lama ini,  yang datang seperti healer dalam game RPG menyuntikkan perhatian pada isu yang sering dilewatkan perlindungan anak dalam industri game nasional.

Dalam forum IWIG (Indonesian Woman in Game), ia tak sekadar hadir sebagai tamu, tapi sebagai pembawa quest baru untuk para pengembang game buatlah game yang bukan cuma seru, tapi juga bertanggung jawab.

Faktanya, game bukan sekadar permainan, ia bisa menjadi arena belajar, tempat bersosialisasi, bahkan ladang cuan. Tapi juga bisa jadi biang keladi rusaknya jam tidur, turunnya nilai sekolah, hingga meningkatnya kemampuan ngomel emak-emak karena anaknya jadi zombie digital.

Meutya benar, kita tidak sedang membahas larangan total, Game tidak dilarang, tapi yang ditunda adalah akses yang belum waktunya.

Ibarat durian, enak dimakan kalau sudah matang, tapi kalau belum cukup umur, bisa bikin perut mulas, apalagi kalau dikunyah sambil rebahan dan main TikTok bareng.

Melalui PP TUNAS 17/2025, pemerintah bikin semacam “pagar hidup” digital, pengembang game wajib kasih klasifikasi usia yang ketat.

Game dengan kekerasan tinggi atau potensi bikin anak kecanduan, harusnya ditaruh di etalase tinggi hanya bisa dijangkau remaja tangguh dengan pengawasan, bukan bocil yang baru bisa baca “Next Level”.

Indonesia Game Rating System (IGRS) juga disorot, sistem ini mirip label makanan halal, tapi buat game. Biar orang tua bisa baca dulu sebelum anaknya main. Karena tanpa IGRS, banyak orang tua seperti belanja di warung remang-remang tidak tahu apa yang dibeli, tahu-tahu anaknya sudah jadi jago cheat dan mulai ngomong kasar dengan logat robotik.

Sistem ini bukan cuma pelindung anak, tapi juga tameng bagi pengembang. Kalau sudah kasih rating jelas, pengembang nggak perlu ketar-ketir dituduh menyesatkan anak bangsa. Sekali lagi, ini bukan soal sensor, tapi soal tanggung jawab, karena seasyik-asyiknya nge-loot item langka, tanggung jawab adalah kunci menang paling epic dalam hidup.

Nah, Kita juga tidak bisa menutup mata, game punya manfaat besar, ia bisa melatih strategi, kerja tim, bahkan membuka jalan karier baru sebagai atlet e-sport. Tapi ketika tidak ada batasan umur dan waktu, yang terjadi adalah ledakan stres, isolasi sosial, hingga ketidakseimbangan antara dunia nyata dan maya.

Anak-anak bisa jadi hebat di dunia fantasi, tapi gagap bersosialisasi di dunia nyata. Anak bisa jago taktik perang, tapi takut minta sambel ke warung sebelah.

Yang tak kalah menggembirakan, forum ini juga jadi panggung buat para perempuan pengembang game dari berbagai daerah.

Akhirnya, emak-emak tidak hanya jadi korban game anak-anak, tapi juga bisa jadi produsen game edukatif yang kece badai.

Meutya menekankan pentingnya hal ini, perempuan bukan cuma target pasar, tapi kreator perubahan. Game itu seperti sambal, kalau diracik dengan takaran pas, bisa bikin nikmat luar biasa.

Tapi kalau dikasih ke anak kecil tanpa pengawasan, siap-siap masuk IGD batin. Maka, regulasi yang adil tapi tegas adalah bentuk sayang negara pada generasi muda.

Buat para pengembang bikinlah game yang keren, tapi jangan lupa kasih label usia. Buat orang tua jangan cuma marah karena anak main terus, tapi pelajari juga apa yang mereka mainkan. Dan buat negara jangan cuma ngatur, tapi terus dampingi agar ruang digital jadi taman bermain, bukan ladang jebakan.

Kalau anak-anak kita sibuk menaklukkan monster digital, pastikan mereka tetap bisa menaklukkan PR, menghormati orang tua, dan tahu bahwa di balik layar gadget, ada kehidupan nyata yang lebih seru dan penuh level menantang. Intinya jangan sampai anak-anak menang di game, tapi kalah dalam hidup.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kesetaraan Gender, Ribuan “Kaum Hawa” dari 13 Kelompok Usaha di Desa Dibantu Modal Usaha, Pj Bupati Muba Bakal Garap Limbah Ini

    Kesetaraan Gender, Ribuan “Kaum Hawa” dari 13 Kelompok Usaha di Desa Dibantu Modal Usaha, Pj Bupati Muba Bakal Garap Limbah Ini

    • calendar_month Senin, 5 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 947
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu- Dukung keseteraan gender di 13 Desa Kabupaten Musi Banyuasin [Muba], ribuan kaum hawa dibantu modal usaha, bantuan ini disalurkan dalam upaya mendukung ketangguhan perekonomian.Bantuan itu disalurkan untuk 2.630 orang yang  tergabung di 13 Kelompok Usaha Ekonomi.”Ini upaya konkrit kita untuk terus mendukung kesetaraan gender di Muba, Alhamdulillah hari ini kaum hawa mendapatkan bantuan modal […]

  • Main Bareng Off-Road Adventure

    Main Bareng Off-Road Adventure

    • calendar_month Senin, 10 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 767
    • 0Komentar

        Sumselterkini.co.id, Muba – Pj Bupati Muba mengatakan sangat berantusias mengikuti kegiatan main bareng off-road adventure tersebut.   “Kegiatan ini juga ada bakti sosialnya, untuk membantu masyarakat yang ada di desa yang kita temui,” ujar Apriyadi.   Ia juga mengatakan selain olahraga, off-road adventure ini merupakan ajang silaturahmi juga mengenal lingkungan sekitar.   “Ini […]

  • Sekda Optimis UMKM Sumsel Mampu Tingkatkan Roda Perekonomian Sumsel 

    Sekda Optimis UMKM Sumsel Mampu Tingkatkan Roda Perekonomian Sumsel 

    • calendar_month Minggu, 24 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 752
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H. Herman Deru melalui Sekda Sumsel S. A Supriono resmi menutup Kegiatan Festival Ramadhan Jajan Bukoan yang digelar sejak 8 April 2022 di Museum Tekstil, dan berakhir pada,  Minggu (24/4) sore. Festival Ramadhan yang digelar Indonesia Council of Small Business (ICSB) Regional Sumsel bekerjasama dengan TP PKK Sumsel dan Ikatan Istri Pegawai dan […]

  • Selain Salurkan Bantuan, Ini Dilakukan Wabup OKI Terhadap Warga Terdampak Kabut Asap  

    Selain Salurkan Bantuan, Ini Dilakukan Wabup OKI Terhadap Warga Terdampak Kabut Asap  

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 747
    • 0Komentar

    WAKIL Bupati Ogan Komering Ilir, H.M. Djakfar Shodiq memastikan warga yang dievakuasi akibat terdampak kabut asap akibat kebakaran lahan di areal dekat PT RAJ Sepucuk, Kayuagung terlayani. “Bukan banyaknya bantuan yang diberikan, tapi pelayanan dan kehadiran pemerintah ditengah bencana yang mereka alami yang kita pastikan” ungkap Wabup Shodiq saat mengunjugi warga lingkungan 4 RT 8/9 Pancur, Kelurahan Kedaton, Kecamatan […]

  • Babak Baru Angkutan Batubara

    Babak Baru Angkutan Batubara

    • calendar_month Rabu, 7 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.483
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG –  Besok, tepatnya pada  8 November 2018 jalan umum di Sumsel dipastikan steril dari angkutan truk batubara menyusul resmi di cabutnya  Pergub No 23 tahun 2012. Kepastian itu diungkapkan Gubernur Sumsel Herman Deru (HD) melalui Sekda Sumsel Nasrun Umar, saat jumpa pers di Ruang Rapat Bina Praja Selasa (6/11) siang. “Dengan segala pertimbangan […]

  • Butuh Komitmen Tanggulangi Karhutlah

    Butuh Komitmen Tanggulangi Karhutlah

    • calendar_month Rabu, 4 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 992
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  OKI – Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutlah jadi peristiwa yang serius ditanggapi oleh Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir agar tida semaki meluas dengan memperkuat sinergitas dimulai dari desa. Bupati OKI melalui Asisten bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Antonius Leonardo, M.Si menyampaikan perlu adanya komitmen dan pandangan yang sama untuk penanganan Karhutla di […]

expand_less
WordPress Archive YITH WooCommerce Multi-Step Checkout Premium YITH WooCommerce Multi Vendor Premium YITH WooCommerce Name Your Price Premium YITH WooCommerce One-Click Checkout Premium YITH WooCommerce Order Tracking Premium YITH WooCommerce PDF Invoice and Shipping List Premium YITH WooCommerce Points and Rewards Premium YITH WooCommerce Popup Premium YITH WooCommerce Product Add-Ons & Extra Options YITH WooCommerce Product Bundles Premium