Senin, 17 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Anak Main Game, Emak yang Meriang, Saatnya Industri Game Disuguhi Tanggung Jawab, Bukan Cuma Level Naik!

Anak Main Game, Emak yang Meriang, Saatnya Industri Game Disuguhi Tanggung Jawab, Bukan Cuma Level Naik!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
  • visibility 652
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ANAK-anak sekarang disuruh milih antara PR Matematika dan nge-push rank Mobile Legends, jawabannya jelas PR bisa ditunda, tapi turnamen global nggak nunggu.

Dunia sudah berubah memang,  dulu anak-anak main petak umpet di halaman, sekarang mereka main adu jotos virtual di medan perang digital, lengkap dengan skin legendaris dan emoticon nangis palsu.

Tapi, jangan buru-buru mencak-mencak ke anak, karena seperti kata pepatah lama yang dimodifikasi zaman now  “Kalau anak tenggelam dalam game, bukan salah gamenya saja, tapi siapa yang kasih pelampungnya juga perlu diajak ngobrol”.

Masuklah Meutya Hafid, sang Menteri Komunikasi dan Digital belum lama ini,  yang datang seperti healer dalam game RPG menyuntikkan perhatian pada isu yang sering dilewatkan perlindungan anak dalam industri game nasional.

Dalam forum IWIG (Indonesian Woman in Game), ia tak sekadar hadir sebagai tamu, tapi sebagai pembawa quest baru untuk para pengembang game buatlah game yang bukan cuma seru, tapi juga bertanggung jawab.

Faktanya, game bukan sekadar permainan, ia bisa menjadi arena belajar, tempat bersosialisasi, bahkan ladang cuan. Tapi juga bisa jadi biang keladi rusaknya jam tidur, turunnya nilai sekolah, hingga meningkatnya kemampuan ngomel emak-emak karena anaknya jadi zombie digital.

Meutya benar, kita tidak sedang membahas larangan total, Game tidak dilarang, tapi yang ditunda adalah akses yang belum waktunya.

Ibarat durian, enak dimakan kalau sudah matang, tapi kalau belum cukup umur, bisa bikin perut mulas, apalagi kalau dikunyah sambil rebahan dan main TikTok bareng.

Melalui PP TUNAS 17/2025, pemerintah bikin semacam “pagar hidup” digital, pengembang game wajib kasih klasifikasi usia yang ketat.

Game dengan kekerasan tinggi atau potensi bikin anak kecanduan, harusnya ditaruh di etalase tinggi hanya bisa dijangkau remaja tangguh dengan pengawasan, bukan bocil yang baru bisa baca “Next Level”.

Indonesia Game Rating System (IGRS) juga disorot, sistem ini mirip label makanan halal, tapi buat game. Biar orang tua bisa baca dulu sebelum anaknya main. Karena tanpa IGRS, banyak orang tua seperti belanja di warung remang-remang tidak tahu apa yang dibeli, tahu-tahu anaknya sudah jadi jago cheat dan mulai ngomong kasar dengan logat robotik.

Sistem ini bukan cuma pelindung anak, tapi juga tameng bagi pengembang. Kalau sudah kasih rating jelas, pengembang nggak perlu ketar-ketir dituduh menyesatkan anak bangsa. Sekali lagi, ini bukan soal sensor, tapi soal tanggung jawab, karena seasyik-asyiknya nge-loot item langka, tanggung jawab adalah kunci menang paling epic dalam hidup.

Nah, Kita juga tidak bisa menutup mata, game punya manfaat besar, ia bisa melatih strategi, kerja tim, bahkan membuka jalan karier baru sebagai atlet e-sport. Tapi ketika tidak ada batasan umur dan waktu, yang terjadi adalah ledakan stres, isolasi sosial, hingga ketidakseimbangan antara dunia nyata dan maya.

Anak-anak bisa jadi hebat di dunia fantasi, tapi gagap bersosialisasi di dunia nyata. Anak bisa jago taktik perang, tapi takut minta sambel ke warung sebelah.

Yang tak kalah menggembirakan, forum ini juga jadi panggung buat para perempuan pengembang game dari berbagai daerah.

Akhirnya, emak-emak tidak hanya jadi korban game anak-anak, tapi juga bisa jadi produsen game edukatif yang kece badai.

Meutya menekankan pentingnya hal ini, perempuan bukan cuma target pasar, tapi kreator perubahan. Game itu seperti sambal, kalau diracik dengan takaran pas, bisa bikin nikmat luar biasa.

Tapi kalau dikasih ke anak kecil tanpa pengawasan, siap-siap masuk IGD batin. Maka, regulasi yang adil tapi tegas adalah bentuk sayang negara pada generasi muda.

Buat para pengembang bikinlah game yang keren, tapi jangan lupa kasih label usia. Buat orang tua jangan cuma marah karena anak main terus, tapi pelajari juga apa yang mereka mainkan. Dan buat negara jangan cuma ngatur, tapi terus dampingi agar ruang digital jadi taman bermain, bukan ladang jebakan.

Kalau anak-anak kita sibuk menaklukkan monster digital, pastikan mereka tetap bisa menaklukkan PR, menghormati orang tua, dan tahu bahwa di balik layar gadget, ada kehidupan nyata yang lebih seru dan penuh level menantang. Intinya jangan sampai anak-anak menang di game, tapi kalah dalam hidup.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gandeng PSF-SDO, Muba Tingkatkan Kualitas Pendidikan

    Gandeng PSF-SDO, Muba Tingkatkan Kualitas Pendidikan

    • calendar_month Rabu, 23 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 919
    • 0Komentar

    Sumselterkini.coid, Babat toman – Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dalam program pengembangan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Musi Banyuasin, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bersama Putera Sampoerna Foundation – School Development Outreach (PSF-SDO) mengadakan kegiatan Ekspedisi Pendidikan tahun pertama Lighthouse School Program (LSP) di SMPN 1 Babat Toman, Selasa (22/01/2019). LSP adalah […]

  • Positif Covid di Palembang 55 Kasus, Total di Sumsel 1.596 Kasus

    Positif Covid di Palembang 55 Kasus, Total di Sumsel 1.596 Kasus

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.110
    • 0Komentar

    TOTAL positif covid-19 di Palembang bertambah 55 orang, total menjadi 1.009 kasus,  sementara total kemarin positif covid-19 di Sumsel menjadi 1.596 kasus. Dari 55 kasus baru tersebut, 47 pasien dari Kota Palembang. Dengan penambahan ini, Palembang dengan status zona oranye mencatat kasus positif total 1.009 pasien hingga, Kamis (18/6/2020). “Kasus baru 55 orang, (rincian) Palembang […]

  • TCL Siap Persembahkan Rangkaian Produk Terbaru Tahun Ini

    TCL Siap Persembahkan Rangkaian Produk Terbaru Tahun Ini

    • calendar_month Kamis, 18 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 594
    • 0Komentar

    BANGKOK, THAILAND –  TCL, merek elektronik konsumen terkemuka dan merek TV teratas nomor dua di dunia, mengumumkan acara peluncurannya di Asia Pasifik dengan penuh semangat, yang akan diluncurkan pada tanggal 25 Mei 2023, bertempat di Centara Grand, Centralworld, kota Bangkok, Thailand. Inilah acara peluncuran yang diadakan oleh TCL untuk pertama kalinya di wilayah Asia Pasifik […]

  • Perjalanan Banyuwangi ke Nusa Tenggara Barat Semakin Cepat,  Kenapa Ya ?

    Perjalanan Banyuwangi ke Nusa Tenggara Barat Semakin Cepat, Kenapa Ya ?

    • calendar_month Senin, 26 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.055
    • 0Komentar

    MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi pembukaan lintasan kapal Ro-Ro dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Gilimas di Nusa Tenggara Barat. “Saya senang melihat ada suatu pergerakan dari Banyuwangi menuju Lembar atau sebaliknya, juga dari Banyuwangi menuju Gilimas. Kami akan terus kembankan angkutan Roro (penyeberangan) menjadi lebih efektif,” kata Menhub di Pelabuhan […]

  • BNPB Pusat dan BPBD gelar pelatihan relawan covid 19

    Warga Sumsel Dilatih Jadi Relawan Covid 19

    • calendar_month Senin, 18 Okt 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 760
    • 0Komentar

    SEDIKITNYA 200 warga Sumsel berasal dari ormas dan lembaga serta Instansi dilatih jadi relawan Covid 19. Penggalangan dan peningkatan kapasitas Relawan Covid 19 yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat berlangsung di Hotel Aston Jalan Basuki Rahmat Palembang. Kegiatan pelatihan relawan covid -19 hari Minggu (17/10/21) diikuti oleh 200 peserta dari ormas dan lembaga […]

  • Gubernur Bangga Kopi  Empat Lawang Dikenal Hingga Manca Negara

    Gubernur Bangga Kopi  Empat Lawang Dikenal Hingga Manca Negara

    • calendar_month Kamis, 12 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 726
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru menjadi sebagai Narasumber pada acara Sarasehan HUT ke-15 Kabupaten Empat Lawang dengan tema “Empat Lawang Menuju Kancah Nasional” yang digelar secara virtual di Command Center Kantor Gubernur Sumsel, Rabu (11/5). Herman Deru menilai tema “Empat Lawang Menuju Kancah Nasional” yang diselenggarakan oleh Harian Umum Sriwijaya Post itu sangatlah menarik. Bahkan […]

expand_less
WordPress Archive YITH WooCommerce Multi-Step Checkout Premium YITH WooCommerce Multi Vendor Premium YITH WooCommerce Name Your Price Premium YITH WooCommerce One-Click Checkout Premium YITH WooCommerce Order Tracking Premium YITH WooCommerce PDF Invoice and Shipping List Premium YITH WooCommerce Points and Rewards Premium YITH WooCommerce Popup Premium YITH WooCommerce Product Add-Ons & Extra Options YITH WooCommerce Product Bundles Premium