Kamis, 8 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Anak Main Game, Emak yang Meriang, Saatnya Industri Game Disuguhi Tanggung Jawab, Bukan Cuma Level Naik!

Anak Main Game, Emak yang Meriang, Saatnya Industri Game Disuguhi Tanggung Jawab, Bukan Cuma Level Naik!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
  • visibility 662
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ANAK-anak sekarang disuruh milih antara PR Matematika dan nge-push rank Mobile Legends, jawabannya jelas PR bisa ditunda, tapi turnamen global nggak nunggu.

Dunia sudah berubah memang,  dulu anak-anak main petak umpet di halaman, sekarang mereka main adu jotos virtual di medan perang digital, lengkap dengan skin legendaris dan emoticon nangis palsu.

Tapi, jangan buru-buru mencak-mencak ke anak, karena seperti kata pepatah lama yang dimodifikasi zaman now  “Kalau anak tenggelam dalam game, bukan salah gamenya saja, tapi siapa yang kasih pelampungnya juga perlu diajak ngobrol”.

Masuklah Meutya Hafid, sang Menteri Komunikasi dan Digital belum lama ini,  yang datang seperti healer dalam game RPG menyuntikkan perhatian pada isu yang sering dilewatkan perlindungan anak dalam industri game nasional.

Dalam forum IWIG (Indonesian Woman in Game), ia tak sekadar hadir sebagai tamu, tapi sebagai pembawa quest baru untuk para pengembang game buatlah game yang bukan cuma seru, tapi juga bertanggung jawab.

Faktanya, game bukan sekadar permainan, ia bisa menjadi arena belajar, tempat bersosialisasi, bahkan ladang cuan. Tapi juga bisa jadi biang keladi rusaknya jam tidur, turunnya nilai sekolah, hingga meningkatnya kemampuan ngomel emak-emak karena anaknya jadi zombie digital.

Meutya benar, kita tidak sedang membahas larangan total, Game tidak dilarang, tapi yang ditunda adalah akses yang belum waktunya.

Ibarat durian, enak dimakan kalau sudah matang, tapi kalau belum cukup umur, bisa bikin perut mulas, apalagi kalau dikunyah sambil rebahan dan main TikTok bareng.

Melalui PP TUNAS 17/2025, pemerintah bikin semacam “pagar hidup” digital, pengembang game wajib kasih klasifikasi usia yang ketat.

Game dengan kekerasan tinggi atau potensi bikin anak kecanduan, harusnya ditaruh di etalase tinggi hanya bisa dijangkau remaja tangguh dengan pengawasan, bukan bocil yang baru bisa baca “Next Level”.

Indonesia Game Rating System (IGRS) juga disorot, sistem ini mirip label makanan halal, tapi buat game. Biar orang tua bisa baca dulu sebelum anaknya main. Karena tanpa IGRS, banyak orang tua seperti belanja di warung remang-remang tidak tahu apa yang dibeli, tahu-tahu anaknya sudah jadi jago cheat dan mulai ngomong kasar dengan logat robotik.

Sistem ini bukan cuma pelindung anak, tapi juga tameng bagi pengembang. Kalau sudah kasih rating jelas, pengembang nggak perlu ketar-ketir dituduh menyesatkan anak bangsa. Sekali lagi, ini bukan soal sensor, tapi soal tanggung jawab, karena seasyik-asyiknya nge-loot item langka, tanggung jawab adalah kunci menang paling epic dalam hidup.

Nah, Kita juga tidak bisa menutup mata, game punya manfaat besar, ia bisa melatih strategi, kerja tim, bahkan membuka jalan karier baru sebagai atlet e-sport. Tapi ketika tidak ada batasan umur dan waktu, yang terjadi adalah ledakan stres, isolasi sosial, hingga ketidakseimbangan antara dunia nyata dan maya.

Anak-anak bisa jadi hebat di dunia fantasi, tapi gagap bersosialisasi di dunia nyata. Anak bisa jago taktik perang, tapi takut minta sambel ke warung sebelah.

Yang tak kalah menggembirakan, forum ini juga jadi panggung buat para perempuan pengembang game dari berbagai daerah.

Akhirnya, emak-emak tidak hanya jadi korban game anak-anak, tapi juga bisa jadi produsen game edukatif yang kece badai.

Meutya menekankan pentingnya hal ini, perempuan bukan cuma target pasar, tapi kreator perubahan. Game itu seperti sambal, kalau diracik dengan takaran pas, bisa bikin nikmat luar biasa.

Tapi kalau dikasih ke anak kecil tanpa pengawasan, siap-siap masuk IGD batin. Maka, regulasi yang adil tapi tegas adalah bentuk sayang negara pada generasi muda.

Buat para pengembang bikinlah game yang keren, tapi jangan lupa kasih label usia. Buat orang tua jangan cuma marah karena anak main terus, tapi pelajari juga apa yang mereka mainkan. Dan buat negara jangan cuma ngatur, tapi terus dampingi agar ruang digital jadi taman bermain, bukan ladang jebakan.

Kalau anak-anak kita sibuk menaklukkan monster digital, pastikan mereka tetap bisa menaklukkan PR, menghormati orang tua, dan tahu bahwa di balik layar gadget, ada kehidupan nyata yang lebih seru dan penuh level menantang. Intinya jangan sampai anak-anak menang di game, tapi kalah dalam hidup.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPKM Darurat Dibuka Bertahap, Jika Tren Kasus Covid-19 Menurun

    PPKM Darurat Dibuka Bertahap, Jika Tren Kasus Covid-19 Menurun

    • calendar_month Rabu, 21 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 915
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo menyatakan bahwa pemerintah terus memantau penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang telah berlangsung sejak 3 Juli 2021 lalu. Menurut Presiden, relaksasi penerapan PPKM Darurat akan dilakukan secara bertahap mulai tanggal 26 Juli 2021, dengan catatan tren kasus Covid-19 mengalami penurunan. “Kita selau memantau, memahami dinamika di lapangan, dan juga […]

  • Kabar Gembira Bagi Pengusaha Kecil, PKL dan Warung Kecil Dapat Bantuan Tunai Rp1,2 Juta

    Kabar Gembira Bagi Pengusaha Kecil, PKL dan Warung Kecil Dapat Bantuan Tunai Rp1,2 Juta

    • calendar_month Minggu, 10 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 886
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo meluncurkan Program Bantuan Tunai untuk Pekerja Kaki Lima (PKL) dan Warung di Kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu (9/10/2021). “Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim bantuan tunai untuk pedagang kaki lima dan warung-warung kecil lewat TNI dan Polri, saya nyatakan dimulai.” kata Presiden Joko Widodo melalui siaran virtual yang ditayangkan Sekretariat […]

  • HUT TNI ke-74, Bupati Muba Menembak Bareng dengan Kapolda & Pangdam

    HUT TNI ke-74, Bupati Muba Menembak Bareng dengan Kapolda & Pangdam

    • calendar_month Senin, 30 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.016
    • 0Komentar

    MENGENAKAN safety lengkap disertai satu unit pistol. Bupati Muba Dodi Reza menembak bersama Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Irwan SIP MHum, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Firli Bahuri, dan Komandan Pomdam II/Swj Kolonel Cpm Siagian Donald Meyer Baringin SIP, Senin (30/9/2019) dalam rangkaian Lomba Tembak Pistol Eksekutif Memperingati HUT ke-74 TNI Tahun 2019 di Lapangan Tembak Mapomdam II/Sriwijaya […]

  • Atlet Tapak Suci Muba Sumbang Emas Kontingen Sumsel di PON XX Papua

    Atlet Tapak Suci Muba Sumbang Emas Kontingen Sumsel di PON XX Papua

    • calendar_month Rabu, 13 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 977
    • 0Komentar

    PUTRI daerah asli Muba, Fransika Sandra Dewi atlet pencak silat dari perguruan Tapak Suci Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sukses meraih medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) XX-2021 Papua. Atlet binaan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Musi Banyuasin dan juga atlet PPLPD Muba ini menjadi yang terbaik di kelas tanding F 70-75 kg putri. Pada […]

  • Dukung Sektor Wisata, Menparekraf Apresiasi id42ner Gelar Jamnas di Palembang

    Dukung Sektor Wisata, Menparekraf Apresiasi id42ner Gelar Jamnas di Palembang

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 669
    • 0Komentar

    KOMINITAS Toyota Fortuner Club of Indonesia (id42ner) sukses menyelenggarakan Jambore Nasional (Jamnas) ke-3 sekaligus perayaan Anniversary ke-15. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, pada tanggal 26-28 Mei 2022 di Palembang, Sumatera Selatan ini dihadiri sebanyak 298 unit kendaraan.   “Alhamdulillah, acara Jamnas sekaligus Anniversary kami di Palembang berlangsung aman dan lancar. Kami melihat para peserta […]

  • Putusan MK bisa jadi trigger Golkar keluar dari koalisi Prabowo

    Putusan MK bisa jadi trigger Golkar keluar dari koalisi Prabowo

    • calendar_month Selasa, 17 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 986
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal usia capres-cawapres bisa jadi pemicu hengkangnya Partai Golkar dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), koalisi parpol pengusung bacapres Prabowo Subianto. Sebagai parpol terbesar setelah Gerindra di KIM, menurut Karyono, Golkar jadi parpol yang paling “dirugikan” dengan putusan itu. “Masuknya Gibran sebagai […]

expand_less
WordPress Archive YITH WooCommerce Multi-Step Checkout Premium YITH WooCommerce Multi Vendor Premium YITH WooCommerce Name Your Price Premium YITH WooCommerce One-Click Checkout Premium YITH WooCommerce Order Tracking Premium YITH WooCommerce PDF Invoice and Shipping List Premium YITH WooCommerce Points and Rewards Premium YITH WooCommerce Popup Premium YITH WooCommerce Product Add-Ons & Extra Options YITH WooCommerce Product Bundles Premium