Infrastruktur & Transportasi

Perjalanan Banyuwangi ke Nusa Tenggara Barat Semakin Cepat, Kenapa Ya ?

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi pembukaan lintasan kapal Ro-Ro dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Gilimas di Nusa Tenggara Barat. “Saya senang melihat ada suatu pergerakan dari Banyuwangi menuju Lembar atau sebaliknya, juga dari Banyuwangi menuju Gilimas. Kami akan terus kembankan angkutan Roro (penyeberangan) menjadi lebih efektif,” kata Menhub di Pelabuhan Ketapang, belum lama ini.

Menhub mengatakan, dengan dibukanya lintas Penyeberangan dari Banyuwangi ke Nusa Tenggara Barat menambah jumlah rute penyeberangan ke daerah Nusa Tenggara Barat yang tadinya hanya dari Surabaya.

“Oleh karena itu saya ucapkan selamat kepada Ibu Bupati Banyuwangi, Dirjen Perhubungan Darat, ASDP, dan operator, Gapasdap. Ini harus di rawat dengan baik dan profesional. Dengan adanya lintasan baru ini berarti kegiatan perdagangan antara Banyuwangi dengan Lombok dan sekitarnya akan semakin baik,” tutur Menhub.

Menhub mengungkapkan, dengan dibukanya lintasan ini juga akan mengurangi kemacetan di Pulau Bali dan mengurai kepadatan pada lintas-lintas lainnya seperti lintas Ketapang – Gilimanuk dan Padangbai – Lembar pada saat peak season. Saat ini angkutan barang dari Banyuwangi dapat langsung menggunakan kapal penyeberangan menuju daerah NTB, tanpa harus melalui Bali.

Biaya angkutan logistik pun akan lebih efisien. Selain lebih efisien untuk angkutan logistik, juga lebih murah biaya transportasinya untuk kegiatan pariwisata. “Para turis dari Banyuwangi yang mau ke NTB menggunakan angkutan penyeberangan bisa langsung ke Pelabuhan Lembar, jadi lebih murah biayanya. Sebelumnya mereka harus ke Bali dulu, lalu jalan darat, lalu naik kapal lagi pasti lebih mahal biayanya,” kata Menhub.

Dengan adanya pelayanan lintas Penyeberangan Ketapang-Lembar yang saat ini berjumlah 6 (enam) unit kapal Ro-Ro dengan jadwal keberangkatan 3 kali dalam sehari, dapat meningkatkan konektifitas penumpang maupun kendaraan antar pulau jawa dan pulau NTB, akan terus dilakukan evaluasi untuk ketersediaan dan penambahan kapasitas. Kemenhub (***) Ril

 

 

Comments

Terpopuler

To Top