13.337 Mahasiswa Indonesia Kuliah di Malaysia, Ada 5 Peluang Pendidikan untuk Padang
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kemdiktisaintek.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Sebanyak 13.337 mahasiswa Indonesia tercatat sedang menempuh pendidikan di Malaysia hingga Maret 2026. Besarnya mobilitas mahasiswa tersebut membuka ruang bagi Padang untuk memperluas kerja sama pendidikan internasional, terutama melalui lima peluang yang ditawarkan Malaysia.
Peluang itu mencakup graduate pass, pendidikan transnasional, pertukaran pelajar dan akademisi, dual qualification, serta Beasiswa Internasional Malaysia untuk jenjang magister dan doktoral.
Tawaran tersebut mengemuka dalam Seminar Pendidikan bertajuk “Sinergi Best Practice, Inovasi Sekolah, dan Kerja Sama Global untuk Padang Juara” di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), akhir pekan lalu.
Forum tersebut mempertemukan pemerintah daerah, perguruan tinggi, pendidik, dan mitra pendidikan internasional.
Chief Executive Officer (CEO) Education Malaysia Global Services (EMGS) Novie Tajuddin mengatakan Indonesia dan Malaysia memiliki hubungan yang dekat dalam bidang pendidikan. Menurutnya, kedua negara masih memiliki ruang besar untuk memperluas mobilitas mahasiswa dan akademisi serta kerja sama antarlembaga pendidikan.
“Indonesia dan Malaysia memiliki hubungan yang sangat dekat, termasuk dalam bidang pendidikan. Kami melihat banyak peluang yang dapat dikembangkan bersama, khususnya untuk memperluas mobilitas mahasiswa, pertukaran akademisi, serta kerja sama antarlembaga pendidikan,” kata Novie.
Data EMGS hingga Maret 2026 mencatat 13.337 menyebutkan mahasiswa Indonesia sedang belajar di Malaysia. Angka ini besarnya arus pendidikan antara kedua negara serta potensi pasar dan jejaring yang dapat dikembangkan lebih jauh oleh daerah.
Peluang kerja sama itu, setidaknya untuk Padang sejalan dengan agenda pemerintah kota untuk memperluas akses pendidikan bagi generasi muda sekaligus membuka koneksi dengan jejaring internasional.
Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan pemerintah kota ingin menjadikan pendidikan sebagai pintu bagi generasi muda untuk mengenal dunia dan membuka ruang agar jejaring internasional hadir di Padang.
“Kami ingin pendidikan menjadi pintu bagi anak-anak Padang untuk melihat dunia, sekaligus membawa dunia datang ke Padang. Karena itu, kerja sama internasional harus kita manfaatkan untuk membuka lebih banyak kesempatan belajar, pertukaran, riset, dan pengembangan kapasitas bagi generasi muda,” ujar Fadly.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menilai penguatan pendidikan daerah menjadi bagian penting untuk mempercepat pembangunan nasional.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak cukup hanya membangun infrastruktur, tetapi juga harus memperkuat kualitas manusia melalui pendidikan, riset, dan inovasi.
“Kemajuan sebuah bangsa tidak bisa dilakukan dari pusat saja. Kekuatan dan pondasi utamanya justru berakar dari daerah. Inisiatif seperti yang dilakukan Kota Padang inilah yang akan mengakselerasi kemajuan bangsa Indonesia,” kata Fauzan.
Padang sendiri memiliki modal pembangunan manusia yang relatif kuat. Pada 2025, kota tersebut mencatat IPM 84,93 dan menjadi yang tertinggi di Sumatera Barat selama empat tahun berturut-turut.
Pada dimensi pendidikan, rata-rata lama sekolah masyarakat mencapai 11,64 tahun, sementara harapan lama sekolah mencapai 16,58 tahun.
Fauzan mengatakan perguruan tinggi memiliki posisi penting untuk menghubungkan pendidikan dengan riset, inovasi, dan kebutuhan pembangunan daerah. Kerja sama internasional dinilai perlu diarahkan pada manfaat yang dapat dirasakan langsung masyarakat.
“Kota global tidak dibangun hanya dengan infrastruktur. Kota global dibangun oleh manusia yang berpikiran global. Kalau Padang ingin menjadi kota global, pendidikan harus menjadi salah satu fondasi utamanya,” ujarnya.
Seminar tersebut diikuti 2.334 peserta terdiri atas kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan dari berbagai jenjang. Kegiatan juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama pendidikan.
Fauzan mendorong pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan mitra internasional membangun ekosistem pendidikan yang saling terhubung agar kerja sama tidak berhenti pada penandatanganan kesepakatan.
“Mari kita jadikan pendidikan sebagai gerakan bersama. Pemerintah daerah membangun ekosistemnya, perguruan tinggi menghadirkan pengetahuan dan inovasi, dunia usaha membuka ruang bagi talenta, dan mitra internasional memperluas jejaring,” katanya. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
