Minggu, 18 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemprov Sumsel » Koperasi Merah Putih, Desa Seharusnya Tak Lagi Jadi Anak Tiri Ekonomi

Koperasi Merah Putih, Desa Seharusnya Tak Lagi Jadi Anak Tiri Ekonomi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
  • visibility 849
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,-Di tengah geliat Kampung Sukodadi yang biasanya sibuk dengan suara wajan goreng tempe dan anak-anak main lato-lato, hari itu suasananya beda. Koperasi Kelurahan Merah Putih tiba-tiba jadi pusat semesta, semacam “minimarket rasa negara” yang mendadak dikunjungi rombongan pejabat pusat.

Tapi ini bukan kunjungan iseng sambil makan pempek, melainkan bagian dari misi besar memastikan koperasi desa nggak lagi hidup segan mati pun ogah. Yang ditengok pun bukan bangunan kosong penuh rak berdebu, tapi koperasi yang isinya komplet dari jamur tiram sampai layanan Brilink, dari ayam potong sampai pupuk subsidi. Lengkap sudah, tinggal tambahin tempat ngopi, bisa jadi tempat nongkrong paling strategis se-kecamatan.

Bayangkan, satu kelurahan punya grosir sendiri. Bukan grosir yang cuma jualan bantal dan guling, tapi jualan harapan dan kemandirian ekonomi, mulai dari jamur, ayam, ikan patin, sampai beras dan pupuk semua ada. Kalau ini bukan definisi mini-Indonesia, kita harus revisi Kamus Besar Kehidupan Sehari-hari.

Pak Zul begitu Zulkifli Hasan akrab disapa, ibarat orang tua bijak di kampung yang kasih wejangan sambil nunjuk lumbung padi. Beliau bilang, koperasi ini bukan pakai duit APBD, bukan juga APBN. Murni usaha rakyat, bukan hasil endorse dari artis TikTok. Ini penting, karena koperasi yang sehat itu seperti cinta sejati tidak tergantung dana dari luar, tapi dari kepercayaan dan komitmen dua pihak. Dalam hal ini, rakyat dan koperasi.

Dan kita patut mengapresiasi, sebab program koperasi ini bukan koperasi simpan kenangan, tapi koperasi simpan masa depan. “Biar tiap desa nggak beli barang kemahalan,” kata Pak Zul. Lah iya, masak mau beli tepung saja harus ke kota, macam zaman kakek-nenek kita naik sepeda puluhan kilometer cuma buat beli sabun cap beruang.

Menariknya lagi, koperasi ini juga jadi pusat layanan. Ada Brilink, apotek, bahkan Pustu. Lengkap sudah, cuma belum ada kursus dangdut dan pelatihan stand-up comedy. Tapi tenang, mungkin itu versi 2.0 nanti.

Sebagai penutup acara, ditandatanganilah MOU dengan berbagai BUMN strategis dari Bulog sampai Pertamina Patra Niaga, dari BRI sampai Pupuk Indonesia. Wah, koperasi ini nggak main-main, ini semacam Avengers versi ekonomi kerakyatan. Kalau ini sukses, bisa jadi bahan studi banding internasional. Siapa tahu, koperasi Sukodadi nanti buka cabang di Singapura, atau minimal di Jakarta Timur.

Dan itulah makna koperasi kelurahan hari ini ketika desa tidak lagi jadi tempat mencari alamat, tapi jadi pusat ekonomi rakyat. Di mana warga tak hanya belanja, tapi juga bisa jualan, nabung, dan dapat layanan kesehatan.

Sukodadi hari ini memberi pelajaran penting perubahan itu tak melulu harus dari rapat panjang berlembar-lembar notulen, kadang cukup dari satu koperasi yang serius, satu gubernur yang cepat tanggap, dan satu menteri yang tahu bahwa keadilan pangan bukan slogan, tapi soal jarak dan harga.

Kalau semua desa punya koperasi seperti ini, bisa jadi ke depan yang antre beli beras bukan rakyat ke kota, tapi malah kota ke desa, dan saat itu terjadi, jangan kaget kalau nanti kita temukan ekspatriat dari Jakarta tinggal di Sukodadi karena katanya, “Di sini belanja lebih hemat, dan ayamnya organik”. Tertawa boleh, tapi koperasi ini serius. Jadi, mari kita grosirkan masa depan, jangan ecerkan nasib rakyat.

Sukodadi hari ini bukan cuma dikunjungi menteri dan gubernur, tapi dikunjungi juga harapan, harapan bahwa koperasi bukan sekadar bangunan dengan spanduk kusam dan pengurus yang jarang masuk kantor. Tapi benar-benar jadi dapur kedua warga, tempat hidup dimulai dan ekonomi dilayani. Di era di mana harga telur naik turun macam perasaan ditinggal pas lagi sayang-sayangnya, kehadiran koperasi semacam ini adalah oase di tengah gurun ketidakpastian.

Pak Zulkifli Hasan dan Herman Deru tak sedang pamer pencitraan, mereka sedang mendemonstrasikan bahwa kolaborasi antara pusat dan daerah itu bisa kok berhasil, asal niatnya bukan mau numpang selfie. Koperasi Kelurahan Merah Putih ini ibarat warung kelontong zaman now nyambung ke BUMN, nyambung ke layanan digital, dan nyambung juga ke hati rakyat.

Dan kalau boleh kita kasih gambaran lebih dramatis, koperasi ini seperti powerbank buat ekonomi rakyat. Saat HP kehidupan warga mulai ngedrop karena inflasi, kemiskinan, dan kebutuhan harian yang makin pedas kayak sambal ulek, koperasilah yang colokin kabel dan bilang. “Tenang, kuy recharge bareng-bareng!”.

Kita tak butuh koperasi yang hanya aktif pas Rakernas, kita butuh koperasi yang aktif pas emak-emak butuh minyak goreng, pas petani cari pupuk, dan pas simbok butuh beli obat anak. Jadi koperasi ini bukan tempat simpan brosur, tapi tempat simpan mimpi.

Dan kalau semua daerah di Indonesia bisa punya koperasi sekeren ini, jangan-jangan nanti yang belajar ke kita itu bukan cuma dari provinsi lain, tapi negara tetangga. Siapa tahu nanti ada Koperasi Merah Putih Cabang Kuala Lumpur, atau Sukodadi Branch of People’s Cooperative Singapore Division.

Marilah kita rawat koperasi ini seperti kita rawat cinta lama yang bersemi kembali penuh perhatian, dijaga stabilitasnya, dan jangan disia-siakan, jangan sampai koperasi ini jadi cerita manis di awal, lalu tergeletak di sudut sejarah karena minim perhatian. Karena ingat, “Boleh kita tak punya warisan banyak, tapi jangan sampai tak mewariskan sistem ekonomi kerakyatan yang tangguh”.

Jadi, kalau hari ini kita masih mengeluh harga mahal, penghasilan pas-pasan, dan akses ekonomi jauh dari jangkauan, mungkin jawabannya bukan di supermarket gede atau toko online luar negeri, tapi di seberang jalan, di koperasi kelurahan yang kita bangun sendiri pelan-pelan tapi pasti. Mari grosirkan impian, jangan ecerkan harapan. Mari kita jadikan koperasi bukan hanya soal dagang, tapi soal martabat.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sanksi Tegas Bagi Pelanggar Aturan THR, Apa Saja Sanksinya

    Sanksi Tegas Bagi Pelanggar Aturan THR, Apa Saja Sanksinya

    • calendar_month Sabtu, 8 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 702
    • 0Komentar

    MEMASUKI masa rentang waktu H-7 Lebaran, Kementerian Ketenagakerjaan memperkuat aspek pengawasan dan penegakan hukum untuk memastikan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pekerja/buruh berjalan lancar dan sesuai ketentuan. Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, meminta para Gubernur, Walikota, dan Bupati untuk turun tangan langsung dalam menyelesaikan setiap pengaduan THR yang masuk ke Posko THR yang telah dibentuk, […]

  • Polisi Sumsel Turun Lapangan Dorong Petani dan Ojol Berdaya

    Polisi Sumsel Turun Lapangan Dorong Petani dan Ojol Berdaya

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 125
    • 0Komentar

    POLDA Sumatera Selatan turun langsung ke lapangan untuk mendukung petani dan pengemudi ojek online, akhir pekan lalu. Kapolda Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho memimpin penanaman lahan serentak dan pendampingan langsung buruh serta ojol, sebagai bagian dari program ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Langkah nyata ini menunjukkan polisi bukan sekadar menjaga keamanan, tetapi juga menjadi mitra […]

  • MUI Muba Gelar Rakerda 

    MUI Muba Gelar Rakerda 

    • calendar_month Minggu, 15 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 987
    • 0Komentar

    “MUI yang sudah mengawal dari awal Perda ini, dan termasuk juga mengawal pelaksanaannya,”

  • KKP Pulangkan Nelayan Indonesia Yang Sempat Terdampar di Perairan Thailand

    KKP Pulangkan Nelayan Indonesia Yang Sempat Terdampar di Perairan Thailand

    • calendar_month Minggu, 25 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 920
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng Kementerian Luar Negeri dan Pemerintah Daerah Aceh, KKP memulangkan nelayan Indonesia yang terdampar di wilayah perairan Thailand. “Alhamdulillah berkat kerja sama pihak-pihak terkait yang terus berkoordinasi, khususnya Kementerian Luar Negeri dan Pemda Aceh, sehingga kita bisa memulangkan nelayan kita dari Thailand,” terang Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan […]

  • Peringati HPN Ke-75, PWI Muara Enim Berbagi Kepada Kaum Dhuafa

    Peringati HPN Ke-75, PWI Muara Enim Berbagi Kepada Kaum Dhuafa

    • calendar_month Senin, 15 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 932
    • 0Komentar

    MUARA ENIM I Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) Ke-75, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Muara Enim menggelar kegiatan berbagi paket sembako kepada kaum dhuafa dan masyarakat kurang mampu. Kegiatan yang didukung penuh PT Bukit Asam Tbk tersebut, turut dihadiri Manager Humas, Adm dan Korporat Tbk Iko Gusman beserta staf, bertempat di Rumah Jurnalis […]

  • Pj Bupati Muba ajak ASN lapor SPT tahunan OP 2023

    Pj Bupati Muba ajak ASN lapor SPT tahunan OP 2023

    • calendar_month Kamis, 22 Feb 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 878
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pj Bupati Muba H Apriyadi Mahmud mengimbau dan mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk aktif melaksanakan kewajiban perpajakannya secara tepat waktu kepada kantor pelayanan pajak Sekayu. “Saya atas nama pemerintah kabupaten Muba mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada yang sudah melaporkan SPT tahunan orang pribadi tahun pajak 2023,”ucapnya. Hal ini disampaikannya saat membuka […]

expand_less
WordPress Archive Breakdance Pro GPL Bredh – Multipurpose Web Hosting with WHMCS Template BreezyCV – Resume Theme Brentwood – Golf Course WordPress Theme Bricks Builder - Build WordPress Sites That Rank Bridely | Wedding & Event Management WordPress Theme Bridey – Bridal Store WooCommerce WordPress Theme Bridge - Creative Elementor and WooCommerce WordPress Theme Bridget – Magazine and Blog WordPress Theme Briefcase Elementor Widgets