Jumat, 16 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » WFH Hemat BBM, Pelayanan Tetap? Ini Ujian Sumsel

WFH Hemat BBM, Pelayanan Tetap? Ini Ujian Sumsel

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
  • visibility 123
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PANASNYA  tensi geopolitik global yang bikin harga energi dunia ikut berdenyut tak menentu, efeknya pelan-pelan terasa sampai ke daerah. Bukan lagi sekadar berita luar negeri yang lewat di layar ponsel, tapi mulai menjelma jadi kebijakan nyata, Work From Home (WFH) demi menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Dan di Sumatera Selatan, wacana itu sudah masuk meja rapat.

Rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Sumsel, kemarin awalnya terlihat seperti rutinitas menyusun jadwal kerja, mendadak naik kelas jadi ruang diskusi isu global yang “turun gunung” ke daerah.

Di forum itu, muncul satu pertanyaan sederhana tapi menggelitik kalau WFH diterapkan untuk hemat BBM, apakah benar-benar efektif?

Atau jangan-jangan, ini cuma hemat di atas kertas?

Pertanyaan itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Sumsel, H. Nopianto. Ia menyoroti kesiapan pemerintah daerah jika kebijakan WFH benar-benar diterapkan oleh pemerintah pusat. Sebab, kebijakan ini bukan sekadar memindahkan meja kerja dari kantor ke rumah, tapi menyangkut sistem, budaya kerja, hingga pelayanan publik.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, H. Edward Candra, tidak menampik  arah kebijakan memang mengarah ke sana.

Ia menegaskan, pemerintah daerah pada prinsipnya siap mengikuti kebijakan pusat sebagai bagian dari upaya efisiensi energi.

Namun, ada satu catatan penting yang langsung jadi garis tebal dalam diskusi, pelayanan publik tidak boleh terganggu sehingga menuimbulkan dilema.

Di satu sisi, WFH diyakini bisa mengurangi mobilitas ASN, yang otomatis menekan konsumsi BBM. Tapi di sisi lain, tidak semua lini pemerintahan bisa “dipindahkan” ke rumah. Ada layanan yang tetap harus tatap muka, ada urusan yang tidak bisa diselesaikan lewat layar.

Artinya, sebagian tetap jalan seperti biasa.

Lalu pertanyaannya, seberapa besar sebenarnya penghematan yang bisa dicapai?

Kalau diibaratkan, ini seperti mengurangi pemakaian air di rumah, tapi kran utama tetap terbuka. Hematnya ada, tapi apakah signifikan?

Edward Candra sendiri mengakui, hingga saat ini pihaknya masih menunggu arahan teknis dari pemerintah pusat. Artinya, skema pelaksanaan WFH belum final apakah akan bergiliran, parsial, atau menyasar sektor tertentu saja.

Yang jelas, kata dia, unit kerja yang bersentuhan langsung dengan masyarakat akan tetap beroperasi normal.

“Pelayanan publik harus tetap prima,” tegasnya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal kebijakan WFH di daerah tidak bisa disalin mentah-mentah dari pusat, harus ada penyesuaian bahkan juga harus ada kompromi antara efisiensi dan pelayanan.

Inilah tantangan sesungguhnya dimulai lantaran  kalau bicara jujur, WFH bukan hal baru.

Pandemi COVID-19 sudah pernah “memaksa” sistem ini berjalan. Tapi pengalaman itu juga meninggalkan catatan, tidak semua sektor siap, tidak semua ASN adaptif, dan tidak semua daerah punya infrastruktur digital yang memadai.

Sekarang, ketika WFH kembali muncul bukan karena krisis kesehatan, tapi krisis energi.

Singkronisasi 

Nah, pertanyaannya apakah kita sudah benar-benar belajar dari pengalaman?

Atau ini hanya  mengulang cerita lama dengan alasan baru?

Di sisi lain, rapat Bamus DPRD Sumsel juga membahas penyusunan jadwal strategis kegiatan pimpinan dan anggota dewan hingga Juni 2026 bukan hanya  agenda administratif.

Ritme kerja legislatif ditentukan, misalnya apa yang dibahas, kapan diputuskan, dan sejauh mana sinkronisasi dengan eksekutif berjalan.

Ketika isu global seperti energi masuk ke dalam pembahasan, artinya arah kebijakan daerah ke depan juga akan ikut terpengaruh dengan kata lain, rapat ini bukan cuma soal jadwal, tapi soal arah.

Sinkronisasi antara DPRD dan pemerintah provinsi menjadi kunci, terutama dalam memastikan program pembangunan tetap berjalan di tengah tekanan eksternal.

Bahkan jangan sampai fokus ke penghematan energi justru mengganggu target pembangunan.

Karena pada akhirnya, masyarakat tidak terlalu peduli apakah ASN bekerja dari rumah atau dari kantor.

Yang mereka pedulikan sederhana, yaitu urusan selesai, layanan cepat, dan tidak dipersulit.

Oleh karena itu, WFH akan benar-benar diuji bukan di atas kertas kebijakan, tapi di lapangan pelayanan.

Apakah benar bisa hemat tanpa mengorbankan kualitas layanan?
Atau justru membuka celah baru bagi inefisiensi yang tak terlihat?

Jawabannya belum ada hari ini. Tapi satu hal yang pasti, ketika isu global sudah sampai ke meja rapat daerah, maka keputusan yang diambil bukan lagi soal teknis semata melainkan soal bagaimana daerah bertahan dan beradaptasi di tengah perubahan zaman, kesimpulannya Sumatera Selatan, mau tidak mau, sedang berada di masalah itu. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soal Klaim Lahan SMKN 3 Kayuagung, Pesan Kajari OKI : Jangan Sampai Korbankan Kepentingan Masyarakat

    Soal Klaim Lahan SMKN 3 Kayuagung, Pesan Kajari OKI : Jangan Sampai Korbankan Kepentingan Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 9 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 783
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, OKI – Kepala Kejaksaan Negeri Kayuagung, Dicky Darmawan, SH meminta kepada anggota masyarakat yang mengklaim lahan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Kayuagung untuk tidak mengganggu ketertiban umum. “Ya tadi pagi saya bertemu dengan yang bersangkutan (ahli waris H. Jalil). Kita minta ini harus diselesaikan dengan baik dan benar jangan sampai mengganggu kepentingan publik” […]

  • Dirikan Institut Penelitian Kota Cerdas & Institut Penelitian Energi Cerdas,  PolyU Peroleh Dukungan Yayasan Amal Otto Poon

    Dirikan Institut Penelitian Kota Cerdas & Institut Penelitian Energi Cerdas, PolyU Peroleh Dukungan Yayasan Amal Otto Poon

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 678
    • 0Komentar

    HONG KONG SAR Berkat sumbangan dermawan dari Otto Poon Charitable Foundation (Yayasan), Universitas Politeknik Hong Kong (PolyU) telah mendirikan dua lembaga penelitian untuk mendukung upaya penelitian Universitas di bidang kota pintar dan energi berkelanjutan. Kedua lembaga penelitian tersebut diberi nama Otto Poon Charitable Foundation Smart Cities Research Institute (SCRI) dan Otto Poon Charitable Foundation Research […]

  • Siswi Karo Koma Usai Vaksin HPV, Komnas KIPI Bongkar Fakta Sebenarnya

    Siswi Karo Koma Usai Vaksin HPV, Komnas KIPI Bongkar Fakta Sebenarnya

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, – Kasus seorang siswi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, sempat menimbulkan pertanyaan setelah kondisinya memburuk hingga mengalami penurunan kesadaran dan koma usai menerima vaksin HPV. Perhatian pun mengarah pada dugaan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Apakah kondisi serius tersebut memang berkaitan dengan imunisasi HPV? Pertanyaan itu kemudian ditelusuri melalui investigasi di lapangan dan kajian […]

  • Global Wakaf  Corp Bangun Pabrik CPO di Muba

    Global Wakaf  Corp Bangun Pabrik CPO di Muba

    • calendar_month Rabu, 24 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.255
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU – PT Global Wakaf Corporation berkolaborasi dengan PT Perkebunan Musi Banyuasin Lestari akan membangun pabrik  kelapa sawit /Crude palm oil [CPO] di Muba kapasitas 30 ton/jam. “Baru kali pertama dalam sejarah di Indonesia, ada Pemerintah Daerah yang mendirikan perusahaan melibatkan Lembaga Wakaf, kerjasama ini akan saya angkat dan dijadikan model pertama di Indonesia, […]

  • “Time to Stand Out” dengan Samsung dan Lazada Super Brand Day 2023

    “Time to Stand Out” dengan Samsung dan Lazada Super Brand Day 2023

    • calendar_month Sabtu, 20 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 739
    • 0Komentar

    Sale satu hari terbesar Samsung di Lazada menyajikan penawaran luar biasa, kolaborasi brand eksklusif, dan pengalaman belanja menarik lainnya di seluruh Asia Tenggara pada tanggal 24 Mei     Bersiaplah untuk sale besar-besaran Samsung pada tanggal 24 Mei karena Samsung Electronics Co, Ltd bermitra dengan Lazada, pionir platform eCommerce di Asia Tenggara, untuk edisi keenam […]

  • Sisir Inovasi Petani, Pemkab Muba Gandeng BPTP Sumsel

    Sisir Inovasi Petani, Pemkab Muba Gandeng BPTP Sumsel

    • calendar_month Rabu, 27 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 751
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) resmi melakukan Penandatanganan Nota Kesepakatan dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Selatan, Senin (25/4/2022) di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate.   Dikatakan, Plt Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi SIP, dengan ini mengajukan kerja sama diseminasi hasil pertanian (RDHP) dan inovasi teknologi pertanian serta pendampingan pelayanan pertanian di wilayah […]

expand_less
WordPress Archive Knox | Multi-Business Modern WordPress Theme Knox – Technology & Apps Template Kit Koach – Life Coach & Counseling Elementor Template Kit Kodai – Asian Restaurant Elementor Template Kit Kodelaw – Lawyer Attorney Elementor Template Kit Koffe – Cafe & Coffee Shop Template Kit KoKa – MultiPurpose WooCommerce Theme Kold – Air Conditioner & HVAC Repair Service Elementor Template Kit Kologi – Charity NonProfit Elementor Template Kit Kolumn – Blog WordPress Theme