Pemerintahan

Warga Palembang Rasakan Kembali Suara Balai Kota

ist

SEJAK sirine dan lampu skylight di Gedung Kantor Wali Kota kembali aktif pada Senin (16/2), warga Palembang mulai merasakan ritme baru kota. Bunyi sirine yang familiar menandai waktu istirahat dan pulang kerja, sekaligus memberikan pengalaman audio-visual yang memadukan tradisi dan kehidupan modern.

Sirine berbunyi setiap Senin hingga Kamis pukul 12.00 WIB, dan Jumat pukul 11.30 WIB, sementara lampu skylight menyala bersamaan sebagai penanda visual. Warga mengamati penanda ini sebagai pengingat waktu yang lebih nyata dibanding alarm digital.

Meski sirine berbunyi rutin, alat ini tetap menjadi bagian dari Early Warning System (EWS). Jika berbunyi di luar jadwal, masyarakat diminta segera mencari informasi resmi terkait kemungkinan keadaan darurat, termasuk banjir atau cuaca ekstrem.

Selain menandai waktu istirahat dan pulang kerja, sirine juga membantu warga menyesuaikan ritme sehari-hari. Kebetulan, pengaktifan ini bertepatan dengan bulan Ramadan, sehingga sirine dan lampu skylight kini juga menandai waktu Imsak dan berbuka puasa, memberikan pengingat tambahan bagi warga yang berpuasa.

Sejak beberapa hari terakhir, warga melaporkan pengalaman baru suara sirine menjadi titik acuan ritme sehari-hari, sementara lampu skylight menambah dimensi visual. Fenomena ini juga menghadirkan keterhubungan warga dengan sejarah kota, mengingat Gedung Balai Kota adalah warisan kolonial Belanda yang dikenal sebagai Gedung Toren.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palembang, Kemas Haikal SKom, menjelaskan, “Sirine dan lampu skylight mulai beroperasi secara rutin pada Senin, 16 Februari 2026. Sirine akan berbunyi sesuai jadwal yang telah ditentukan.”

Wali Kota Palembang, H. Ratu Dewa, menambahkan, “Pengaktifan kembali sirine ini menghidupkan simbol historis kota. Dahulu sirine digunakan sebagai penanda waktu istirahat dan pulang kerja, dan selama Ramadan berfungsi sebagai penanda Imsak dan berbuka puasa.” (***)

To Top