Kamis, 10 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan Kaki Bukit » Pasar Murah Tiap Ramadan, Apakah Sistem Pangan Kita Kuat?

Pasar Murah Tiap Ramadan, Apakah Sistem Pangan Kita Kuat?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
  • visibility 127
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SETIAP Ramadan, pemerintah di berbagai daerah kembali menggelar pasar murah untuk menahan kenaikan harga bahan pokok. Tradisi operasi pasar murah Ramadan ini hampir selalu muncul ketika permintaan pangan meningkat menjelang Idul Fitri. Ketika harga cabai, telur, atau daging ayam mulai bergerak naik, pasar murah menjadi salah satu cara cepat pemerintah menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Di Sumatera Selatan, langkah serupa kembali terlihat tahun ini. Pemerintah Provinsi Sumsel membuka Operasi Pasar Murah Ramadan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dibuka Sekretaris Daerah Sumsel, Edward Candra, dengan dukungan Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan serta sejumlah BUMN dan BUMD.

Melalui program pasar murah Ramadan ini, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Komoditas yang dijual antara lain beras, telur ayam, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, cabai merah besar, cabai rawit, hingga daging ayam ras, daging beku, serta ikan giling kakap dan tenggiri.

Bagi masyarakat, operasi pasar murah tentu memberikan manfaat langsung. Ketika harga cabai atau daging ayam mulai naik menjelang Ramadan dan Idul Fitri, keberadaan pasar murah membantu menahan lonjakan harga di tingkat konsumen. Banyak keluarga merasa sedikit lebih lega karena kebutuhan dapur masih bisa dijangkau.

Namun di balik manfaat tersebut, muncul pertanyaan yang layak dipikirkan bersama mengapa pasar murah Ramadan hampir selalu hadir setiap tahun?

Ketika harga mulai naik, pemerintah menggelar operasi pasar murah. Ketika situasi pasar kembali stabil, program tersebut berakhir. Tahun berikutnya, pola yang sama kembali terjadi. Jika siklus ini terus berulang, pasar murah berisiko dipandang bukan lagi sebagai kebijakan darurat, melainkan agenda rutin yang muncul setiap Ramadan.

Padahal persoalan pangan jauh lebih luas daripada sekadar fluktuasi harga menjelang hari besar keagamaan. Stabilitas harga bahan pokok sangat bergantung pada kekuatan sistem pangan, mulai dari produksi, distribusi, hingga kemampuan masyarakat memenuhi sebagian kebutuhan pangannya sendiri.

Pengalaman sejumlah negara menunjukkan bahwa ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada intervensi pasar jangka pendek.

Di Singapura, pemerintah mendorong pengembangan pertanian perkotaan atau urban farming sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan. Di tengah keterbatasan lahan, berbagai ruang dimanfaatkan untuk menanam sayuran dan tanaman pangan, mulai dari atap gedung hingga area komunitas. Program ini tidak sepenuhnya menggantikan kebutuhan impor pangan, tetapi mampu memperkuat pasokan lokal.

Jepang juga bisa jadi contoh sebab kebun komunitas berkembang sebagai ruang bersama warga untuk menanam sayuran. Program ini tidak hanya meningkatkan produksi pangan skala kecil, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat bahwa sebagian kebutuhan pangan dapat dihasilkan sendiri.

Di beberapa kota lain di dunia, pendekatan serupa juga berkembang. Pertanian skala kecil di lingkungan perkotaan, kebun keluarga, hingga kebun komunitas menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan lokal.

Pengalaman tersebut menunjukkan  kekuatan sistem pangan sering kali tumbuh dari kombinasi kebijakan pemerintah dan partisipasi masyarakat.

Gagasan

Di Sumatera Selatan, pemerintah daerah sebenarnya telah mendorong langkah serupa melalui Gerakan Sumsel Mandiri Pangan. Program ini mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan sederhana seperti cabai, sayuran, atau tanaman pangan lain.

Gagasan ini memiliki potensi besar. Jika semakin banyak rumah tangga menanam sebagian kebutuhan pangannya sendiri, tekanan permintaan terhadap pasar dapat berkurang, terutama untuk komoditas yang sering mengalami fluktuasi harga.

Namun hingga kini, gerakan tersebut belum sepenuhnya menjadi kebiasaan luas di masyarakat. Sejumlah tempat, program ini masih terlihat pada kegiatan tertentu atau komunitas tertentu. Padahal kekuatan konsep mandiri pangan justru terletak pada partisipasi masyarakat secara luas.

Ketika kebiasaan menanam kebutuhan pangan menjadi bagian dari budaya sehari-hari, dampaknya terhadap stabilitas harga bisa terasa lebih nyata.

Karena itu, pasar murah Ramadan tetap memiliki peran penting sebagai solusi jangka pendek ketika harga bahan pokok mulai bergejolak. Intervensi pemerintah memang diperlukan agar masyarakat tidak langsung terdampak oleh lonjakan harga di pasar.

Namun pada saat yang sama, langkah jangka panjang juga perlu diperkuat. Penguatan produksi pangan lokal, distribusi yang lebih efisien, serta perluasan gerakan mandiri pangan menjadi bagian penting dari upaya membangun sistem pangan yang lebih tangguh.

Jika strategi jangka panjang ini berjalan secara konsisten, pasar murah tidak lagi selalu menjadi agenda yang ditunggu setiap Ramadan. Sebaliknya, masyarakat akan memiliki sistem pangan yang lebih kuat, di mana lonjakan permintaan musiman tidak langsung berubah menjadi kenaikan harga yang signifikan di pasar.

Pada akhirnya, ketahanan pangan tidak hanya diukur dari seberapa sering operasi pasar murah digelar. Yang lebih penting adalah seberapa kuat sistem pangan dibangun, sehingga masyarakat dapat menghadapi perubahan harga dengan lebih siap tanpa harus selalu bergantung pada solusi darurat setiap tahun. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • COVID-19 Muba Kemarin Ada Penambahan 1 Konfirmasi Positif

    COVID-19 Muba Kemarin Ada Penambahan 1 Konfirmasi Positif

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 766
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penananganan COVID-19 Muba, Selasa (18/8/2020) mengkonfirmasi penambahan satu kasus positif COVID-19. Penambahan satu kasus ini merupakan kasus ke 75 konfirmasi di Muba. “Penambahan 1 kasus konfirmasi merupakan warga dari Kecamatan Lais dan sudah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Sekayu,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. Lanjutnya, saat ini […]

  • Bayi Usia 4 Bulan Asal Muaraenim Sembuh dari COVID-19

    Bayi Usia 4 Bulan Asal Muaraenim Sembuh dari COVID-19

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 817
    • 0Komentar

    BAYI  berusia 4 bulan asal Kab Muaraenim yang di isolasi akhirnya dinyatakan sembuh. “Bayi usia 4 bulan asal Muara Enim yang dirawat beberapa bulan lalu sembuh dari positif COVID-19,” ujar Yusri, Senin [4/5/2020]. Sementara itu untuk ODP lanjut Yusri jumlahnya mencapai 4.210 orang, jumlah ODP yang selesai dalam pemantauan sebanyak 3.236, dan jumlah ODP yang […]

  • Masak Ada Oknum Sepakbola Atur Skor, Menpora Sesalkan Ada Oknum Tidak Bertanggung Jawab

    Masak Ada Oknum Sepakbola Atur Skor, Menpora Sesalkan Ada Oknum Tidak Bertanggung Jawab

    • calendar_month Senin, 21 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.269
    • 0Komentar

    MENTERI Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali sesalkan ada oknum tidak bertanggung jawab yang merusak citra sepakbola karena mengatur skor dalam kompetisi Liga 3. Sikap tegas itu disampaikan Menpora menyusul adanya kabar telah ditetapkan beberapa nama-nama oleh pihak berwajib sebagai tersangka dalam pengaturan skor di kompetisi Liga 3 Zona Jawa Timur. (foto:rayki/kemenpora.go.id). […]

  • Cerita Serius dari Tempat Liburan

    Cerita Serius dari Tempat Liburan

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 650
    • 0Komentar

    PRAKTIK korupsi sering kali seperti angin tak terlihat, tapi terasa dampaknya, sulit ditunjuk siapa pelakunya. Ia berjalan pelan, menyusup dalam sistem, dan kerap bersembunyi di balik senyum, tanda tangan, atau proposal yang tampak sah. Tapi tidak semua tempat begitu. Ada juga yang memilih untuk meluruskan jalan, memperkuat niat, dan membangun tata kelola yang bersih. Nah, […]

  • “Ngopi Sambil Nyiram Hutan, Cerita Jambore Anti-Kabut Asap di Kaltim!”

    “Ngopi Sambil Nyiram Hutan, Cerita Jambore Anti-Kabut Asap di Kaltim!”

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 711
    • 0Komentar

    DI SUATU pagi yang agak-agak panas tapi masih bisa ditahan, ribuan pasang kaki berderap masuk ke hutan. Bukan buat camping ceria atau cari sinyal buat unggah konten, tapi buat satu misi mulia ngusir si api dari hutan Kalimantan Timur. Yup, tanggal 6 sampai 8 Agustus 2025, Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) yang kalau disingkat […]

  • Jaringan 5G Buka Peluang Akses Ekonomi Lebih Luas

    Jaringan 5G Buka Peluang Akses Ekonomi Lebih Luas

    • calendar_month Kamis, 8 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.338
    • 0Komentar

    PEMERINTAH tengah melakukan berbagai upaya dalam peningkatan pelayanan kualitas jaringan telekomunikasi 5G. Sehingga, banyak peluang ekonomi yang bisa dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh elemen masyarakat melalui penggunaan ruang digital. “Kita tengah melakukan perkembangan teknologi dan layanan berbasis untuk menyediakan layanan yang berkualitas bagi masyarakat,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate ketika Rapat Dengar […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Buy Again | Repeat Orders On WooCommerce WooCommerce Canada Post Shipping Method WooCommerce Cardstream Payment Gateway Plugin WooCommerce Cart Add-ons WooCommerce Cart Notices WooCommerce Cart Plugin – Ultimate Shopping Cart Solution WooCommerce Cart Reports WooCommerce Cart Variation Switcher | Change Variant in Cart WooCommerce Cart – WooCart Pro WooCommerce Catalog Mode