Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Selama Pandemi Masih Ada, PPKM Terus Diberlakukan sebagai Instrumen Pengendalian COVID-19

Selama Pandemi Masih Ada, PPKM Terus Diberlakukan sebagai Instrumen Pengendalian COVID-19

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 24 Agt 2021
  • visibility 734
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akan tetap menjadi instrumen penanganan selama pandemi COVID-19 masih ada di Indonesia.

“Saya banyak memperoleh pertanyaan apakah PPKM akan dilanjutkan atau dihentikan. Saya ingin menjelaskan bahwa selama COVID-19 ini masih menjadi pandemi, PPKM ini akan tetap digunakan sebagai instrumen untuk mengendalikan mobilitas dan aktivitas masyarakat,” tegas Menko Marves Luhut dalam konferensi pers secara virtual, di Jakarta, Senin (23/8/2021).

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan memperpanjang PPKM Jawa-Bali dari 24 hingga 30 Agustus 2021. Pada perpanjangan ini sejumlah daerah mengalami penurunan level.

“Pemerintah memutuskan mulai 24 Agustus hingga 30 Agustus 2021 beberapa daerah bisa diturunkan levelnya dari level 4 ke level 3,” kata Presiden.

Luhut mengindikasikan akan terjadi perubahan skema penerapan PPKM. Level PPKM kemungkinan akan diturunkan menjadi Level 2 dan 1. Syaratnya, kasus COVID-19 menunjukan tren menurun di level sebelumnya.

“Oleh karena itu, evaluasi akan dilakukan setiap minggu sehingga perubahan situasi dapat direspon secara cepat,” lanjut Menko Marves Luhut.

Seperti diketahui, kebijakan PPKM pertama kali diterapkan Juli 2021 lalu dengan status PPKM darurat. Status itu kemudian berubah menjadi PPKM Level 2-4 yang diterapkan sampai 2 Agustus 2021, dan masih terus diperpanjang pemerintah beberapa kali sampai hari ini.

Menko Marves Luhut menambahkan, seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden, Untuk periode penerapan PPKM Level 4, 3, dan 2 periode 24-30 Agustus 2021 wilayah aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, Semarang Raya dan Surabaya Raya mengalami penurunan Level, dari PPKM Level 4 ke Level 3 pada minggu ini, sehingga kabupaten /kota yang masuk ke Level 3 bertambah menjadi sebanyak 67 kabupaten/kota. Untuk level 2 jumlahnya bertambah menjadi 10 kabupaten/kota.

Terkait keputusan ini nantinya akan dituangkan dalam Instruksi Mendagri secara lebih mendetail.

Khusus untuk wilayah aglomerasi Bali, Malang Raya Solo Raya serta Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), untuk saat ini masih pada level 4, tetapi pihaknya memperkirakan akan turun menjadi Level 3 pada beberapa minggu ke depan dengan perbaikan yang
terus menerus dalam penanganan COVID-19, terutama agar meningkatkan kesembuhan lebih cepat dan menekan laju kematian.

Dalam evaluasi level PPKM di atas, Pemerintah kembali memasukkan data indikator kematian sebagai penilaian Asesmen Level sesuai acuan yan ditetapkan oleh WHO. Hal ini terjadi karena perbaikan
data kematian di beberapa wilayah yang sudah lebih baik, dan telah kasus-kasus kematian yang sebelumnya tidak terlaporkan sudah banyak dilaporkan.

Namun, dalam beberapa hari kedepan akan kembali terjadi kenaikan tren kasus konfirmasi dan juga kasus kematian akibat tabungan kasus konfrimasi dan kematian yang dikeluarkan oleh beberapa Kabupaten/Kota.

Terkait angka kematian yang masih tinggi di beberapa wilayah ini, Luhut mengatakan, dalam arahannya, Presiden meminta secara khusus untuk segera dilakukan pengecekan dan intervensi di lapangan.

Salah satu penyebab tingginya angka kematian adalah masih enggannya masyarakat untuk melakukan isolasi terpusat sehingga terjadi perburukan ketika melakukan isolasi mandiri yang menyebabkan telatnya mereka dibawa ke fasilitas kesehatan.

“Untuk itu, lagi-lagi Pemerintah terus menghimbau dan mengajak masyarakat yang terkonfirmasi positif COVID-19 agar dapat segera masuk ke dalam pusat-pusat Isolasi yang telah disediakan jaminan Obat-obatan, tenaga kesehatan, dan makanan. Izinkan saya menyampaikan bahwa Positif COVID-19 bukanlah Aib yang harus ditutupi, mari cegah sedari dini. Supaya kita tentunya bisa saling menjaga dan terhindar dari pandemi ini,” tuturnya. InfoPublik (***)

Ril

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bangkitkan Prestasi Olahraga Lewat PORKAB, Wabup OKI : Jaga Sportivitas

    Bangkitkan Prestasi Olahraga Lewat PORKAB, Wabup OKI : Jaga Sportivitas

    • calendar_month Kamis, 14 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 889
    • 0Komentar

    WAKIL Bupati OKI, H.M. Dja’far Shodiq membuka secara resmi Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Ogan Komering Ilir tahun 2021 yang digelar berbasis zona dan penerapan Protokol Kesehatan (ProKes). Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kab. OKI, Muhammad Refly, S.Sos, MM dalam laporannya menyampaikan Pekan Olahraga Kabupaten ini merupakan agenda regular 4 tahun sekali. “Guna menerapkan Protokol Kesehatan […]

  • Agar Tak Jadi Buruh di Tanah Sendiri, Gubernur Minta Kadin Bina Petani

    Agar Tak Jadi Buruh di Tanah Sendiri, Gubernur Minta Kadin Bina Petani

    • calendar_month Sabtu, 15 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.175
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumsel Herman Deru meminta Kamar Dagang Indonesia [Kadin] Sumsel membina petani agar petani tidak jadi buruh di Tanahnya sendiri. “Harusnya Kadin sudah ada wilayah binaan sendiri. Misalnya perkebunan, jadi mulai dari penanaman dan lain-lain disitu semua. Ini bisa jadi wadah untuk beraktifitas sosial juga. Goal nya ini untuk kesejahteraan petani,” jelas […]

  • <i>Anjal</i> Marak Di Jalan Protokol Palembang, Sekda Sidak Langsung

    Anjal Marak Di Jalan Protokol Palembang, Sekda Sidak Langsung

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.484
    • 0Komentar

    GUNA  menindaklanjuti maraknya Anak Jalanan (Anjal) yang menjadi kriteria Dinas Sosial kota Palembang. Sekretaris Daerah kota Palembang, Ratu Dewa lakukan peninjauan langsung di Jalan Protokol wilayah kota Palembang, salah satunya yaitu di Jakabaring, Jalan Gubernur H. A Bastari, Palembang, Senin (11/05). “Kita lihat, bahwa di jalan-jalan protokol cukup ramai, maka dari itu pada hari ini […]

  • Begini Cara Polres Muba Kenalkan Bahaya Narkoba di Kalangan Milenial

    Begini Cara Polres Muba Kenalkan Bahaya Narkoba di Kalangan Milenial

    • calendar_month Kamis, 17 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 869
    • 0Komentar

    Polres Musi Banyuasin – Polres Musi Banyuasin [Muba] menggelar acara sosialisasi Millenial Road Sefety dan pemutaran film bahaya narkoba yang diselenggarakan pada hari Rabu, kemarin. di Lapangan Gelanggang Remaja Sekayu. Kegiatan sosialisasi dan pemutaran film bahaya narkoba tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti yang dihadiri kaum millenial Kota Sekayu yang sedang berkumpul […]

  • Pingin Gak Ada Lagi Bau Sampah, Palembang Coba Jurus Baru, Ini Dilakukan Pak Wali & Wakilnya

    Pingin Gak Ada Lagi Bau Sampah, Palembang Coba Jurus Baru, Ini Dilakukan Pak Wali & Wakilnya

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.213
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Bayangin aja, tiap hari Palembang kayak dapet hadiah 1.500 ton sampah, ia juga .., gokil gak tuh? Ini bukan sekadar tumpukan plastik dan bungkus makanan, namun  ancaman serius buat lingkungan dan kesehatan. Kalau dibiarkan, Palembang bisa jadi kota dengan ikon baru,  bukan Jembatan Ampera, tapi ‘Gunung Sampah Raksasa’. bisa jadi… Masalah ini bukan cuma […]

  • BOR Menurun, Covid Secara Nasional Terkendali

    BOR Menurun, Covid Secara Nasional Terkendali

    • calendar_month Senin, 21 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 721
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) memastikan, penambahan angka Bed Occupancy Ratio (BOR) Rumah Sakit (RS) perawasan COVID-19 secara nasional pada Minggu (20/2/2022), masih terkendali naik hanya satu persen, dibandingkan akhir pekan lalu. Kemenkes pada Minggu (20/2/2022) juga mencatat penurunan signifikan kasus konfirmasi COVID-19 menjadi 48.484, dibanding kasus konfirmasi Sabtu, 19 Februari 2022 yang mencapai 59.384. Juru Bicara […]

expand_less
WordPress Archive MainWP Rocket MainWP Spinner MainWP Sucuri Extension MainWP Team Control Extension MainWP Time Capsule MainWP UpdraftPlus MainWP URL Extractor MainWP WooCommerce Shortcuts MainWP WooCommerce Status MainWP WordFence