Pemerintahan

Mata Pemerintah Belum Optimal, Warga Jadi Kunci Bersih

ist

KOTA Palembang telah memasang banyak CCTV sebagai “mata pemerintah” untuk memantau kebersihan dan perilaku warga.

Namun, kenyataannya, kamera pengawas itu belum bisa menjangkau seluruh sudut kota, terutama di pinggiran hingga tingkat RT.

Teknologi saja tidak cukup, sebab perubahan nyata tetap bergantung pada kesadaran masyarakat.

Kesadaran itu dimulai dari hal sederhana, anak-anak yang terbiasa membuang sampah pada tempatnya akan tumbuh menjadi generasi peduli lingkungan. Keluarga memiliki peran penting menanamkan kebiasaan ini sejak dini.

Sementara ketua RT yang aktif bisa menjadi pengawas sekaligus pendidik, memastikan pesan peduli lingkungan sampai ke seluruh warga.

Sinergi ini penting agar kebersihan menjadi budaya, bukan hanya kewajiban yang dipaksakan.

Meskipun CCTV membantu memantau aktivitas, efektivitasnya tetap terbatas jika warga sendiri tidak peduli. Budaya bersih tidak bisa hanya diandalkan pada aparat atau teknologi. Setiap individu memiliki tanggung jawab, mulai dari membuang sampah pada tempatnya hingga ikut menjaga lingkungan sekitar.

Dengan begitu, alat pengawasan dan kesadaran sosial berjalan seiring, saling melengkapi.

Meski pemerintah serius, tantangan tetap ada. CCTV yang banyak terpasang belum menjangkau seluruh wilayah, sehingga pengawasan di tingkat lingkungan masih terbatas. Di sinilah peran masyarakat kembali diuji. Kesadaran individu, kerja sama keluarga, dan keterlibatan RT menjadi fondasi untuk membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.

Bahkan anak-anak juga memiliki peran strategis dalam perubahan sosial ini.

Dengan membiasakan mereka menjaga lingkungan sejak kecil, mereka belajar disiplin dan menjadi agen perubahan bagi keluarga dan tetangga.

Perubahan besar dimulai dari hal kecil, kebiasaan sederhana di rumah bisa menular ke lingkungan lebih luas.

Baru-baru ini, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, hadir di Musholla Al Ikhlas, Jalan Faqih Usman, Lorong Sungai Goren 1, Kecamatan Seberang Ulu I, dalam rangka Safari Ramadhan.

Wali Kota menekankan pentingnya memakmurkan masjid, peduli anak yatim, dan menjaga kebersihan lingkungan.

Ia mengingatkan warga yang membuang sampah sembarangan bisa dikenai sanksi sesuai Perda dan Perwali. Selain itu, bantuan hibah musholla diserahkan langsung untuk mendukung renovasi, termasuk pemasangan keramik dan kipas angin agar jamaah lebih nyaman.

Pengurus musholla menyambut hangat kehadiran Wali Kota dan menyampaikan doa untuk kesehatan Wali Kota beserta keluarga.

Acara ini dirangkai dengan Sholat Isya dan Tarawih berjamaah, sekaligus menjadi momen silaturahmi antara pemerintah dan warga.

Meski pemerintah serius, tantangan tetap ada. CCTV yang banyak terpasang belum menjangkau seluruh wilayah, sehingga pengawasan di tingkat lingkungan masih terbatas. Di sinilah peran masyarakat kembali diuji. Kesadaran individu, kerja sama keluarga, dan keterlibatan RT menjadi fondasi untuk membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.

Dengan kolaborasi aktif antara pemerintah, warga, dan keluarga, Palembang dapat menciptakan kota yang bersih, nyaman, dan harmonis. CCTV memang menjadi mata pemerintah, tetapi hati dan kesadaran warga adalah kunci yang membuat kota benar-benar bersih.

Safari Ramadhan sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga masjid, peduli sosial, dan kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. (***)

To Top