Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » THR ASN Palembang Rp149 Miliar Cair, Bagaimana PPPK Paruh Waktu?

THR ASN Palembang Rp149 Miliar Cair, Bagaimana PPPK Paruh Waktu?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
  • visibility 140
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LEBARAN Idul Fitri 1447 H tinggal 8 hari lagi, satu kabar langsung membuat ribuan aparatur sipil negara di Palembang menarik napas lega. Pemerintah Kota Palembang mulai mencairkan tunjangan hari raya (THR) dengan total anggaran mencapai Rp149 miliar.

Uang dalam jumlah besar itu tidak hanya masuk ke rekening pegawai negeri sipil. Dana tersebut juga mengalir ke berbagai kategori aparatur lain di lingkungan pemerintah kota. Di tengah kabar baik itu, muncul satu pertanyaan yang cukup banyak dibicarakan bagaimana nasib PPPK paruh waktu?

Pertanyaan itu wajar muncul. Dalam beberapa tahun terakhir, status pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) sering menjadi perbincangan di banyak daerah.

Sebagian bekerja penuh waktu, sebagian lainnya menjalankan tugas dengan sistem paruh waktu.

Mereka tetap menjalankan fungsi pelayanan publik, tetapi sering berada di wilayah abu-abu dalam berbagai kebijakan kesejahteraan.

Karena itu, setiap kali pemerintah mengumumkan kebijakan terkait tunjangan atau insentif, perhatian langsung tertuju kepada kelompok ini.

Di Palembang, perhatian itu akhirnya mendapat jawaban.

Pemerintah kota memastikan PPPK paruh waktu tetap masuk dalam kategori aparatur yang menerima THR tahun ini. Artinya, kebijakan pencairan tunjangan hari raya tidak hanya berhenti pada ASN yang berstatus PNS atau PPPK penuh waktu.

Kepastian ini sekaligus menutup kekhawatiran yang sempat muncul di kalangan pegawai kontrak. Banyak dari mereka sebelumnya bertanya-tanya apakah skema tunjangan tahun ini akan berlaku secara inklusif atau tidak.

Dengan keputusan tersebut, cakupan penerima THR di lingkungan Pemerintah Kota Palembang menjadi lebih luas.

Bukan hanya PNS dan PPPK penuh waktu yang mendapatkan haknya. Pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) juga termasuk dalam daftar penerima.

Tak hanya itu. Pejabat negara di lingkungan pemerintah kota juga masuk dalam skema pembayaran tunjangan tersebut, termasuk wali kota, wakil wali kota, serta pimpinan dan anggota DPRD.

Jika dihitung secara keseluruhan, dana Rp149 miliar itu akan mengalir kepada sekitar 23 ribu pegawai serta puluhan pejabat negara di lingkungan Pemkot Palembang.

Jumlah itu bukan angka kecil.

Dalam konteks ekonomi lokal, pencairan dana sebesar itu biasanya langsung memicu pergerakan konsumsi masyarakat. Belanja kebutuhan Lebaran meningkat, toko pakaian mulai ramai, dan pasar tradisional kembali hidup.

Efek domino dari pencairan THR sering terasa hingga ke sektor informal.

Pedagang makanan, penjual kue kering, hingga pelaku usaha kecil biasanya ikut merasakan dampaknya. Setiap rupiah yang berpindah dari rekening pemerintah ke kantong pegawai akan kembali berputar di ekonomi kota.

Itulah sebabnya banyak daerah melihat THR bukan sekadar tunjangan pegawai, melainkan juga suntikan likuiditas bagi ekonomi lokal menjelang hari raya.

Di Palembang, momentum itu datang lebih awal.

Pemerintah kota menjadwalkan proses pencairan mulai berjalan Rabu ini (11 Maret 2026). Setelah tanggal tersebut, setiap organisasi perangkat daerah dapat mengajukan permintaan pembayaran ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah.

Proses administrasi itu menjadi pintu terakhir sebelum dana benar-benar masuk ke rekening para pegawai.

Bagi sebagian aparatur, momen ini selalu menjadi salah satu waktu yang paling ditunggu setiap tahun. THR bukan sekadar tambahan penghasilan, tetapi juga menjadi bagian penting dari persiapan menghadapi Lebaran.

Kebijakan yang mencakup PPPK paruh waktu juga memberi sinyal bahwa pemerintah mulai melihat peran mereka dalam sistem pelayanan publik secara lebih proporsional.

Pemerintah Kota Palembang sendiri menyebut kebijakan ini sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan aparatur di lingkungan pemerintah daerah.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan  pencairan tunjangan tersebut mengikuti ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2026 tentang pemberian THR dan gaji ke-13 bagi aparatur negara.

“Besaran THR yang diterima pegawai adalah satu bulan gaji ditambah satu bulan TPP atau TPG. Pembayaran tunjangan hari raya mulai kita laksanakan Rabu, 11 Maret 2026. Kepala SKPD dapat menyampaikan permintaan pembayaran THR ke BPKAD,” kata Ratu Dewa.(***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Sumsel Bentuk Bapemperda

    DPRD Sumsel Bentuk Bapemperda

    • calendar_month Senin, 11 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.452
    • 0Komentar

    RAPAT Paripurna XXXVIII Provinsi Sumatera Selatan dengan agenda Penjelasan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BAPEMPERDA)  Provinsi terhadap Tata Tertib DPRD Provinsi Sumsel dilanjutkan Pembentukan Pansus, dihadiri Wakil Gubernur H Mawardi Yahya. Rapat paripurna berlangsung di Auditorium DPRD Provinsi Sumsel, Senin (11/10/2021). Dengan Agenda Persetujuan Pembentukan Panitia Khusus Badan Pembentukan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Selatan terhadap Perubahan […]

  • 13 Diamankan, Tiga Diantaranya WNA,  Polisi Ungkap Pinjol Iligal

    13 Diamankan, Tiga Diantaranya WNA, Polisi Ungkap Pinjol Iligal

    • calendar_month Kamis, 18 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 785
    • 0Komentar

    DITTIPIDEKSUS Bareskrim Polri menangkap total 13 tersangka jaringan aplikasi pinjaman online (pinjol) ilegal yang meneror seorang ibu di Wonogiri, Jawa Tengah, hingga bunuh diri karena terlilit utang akibat permasalahan tersebut. Polisi membeberkan peran ke-13 tersangka tersebut, di mana 3 di antaranya merupakan warga negara asing (WNA). Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen. Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., […]

  • Catatan Kecil dari Konferprov  PWI Sumsel 2019

    Catatan Kecil dari Konferprov  PWI Sumsel 2019

    • calendar_month Senin, 28 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.612
    • 0Komentar

    PERHELATAN suksesi PWI Provinsi Sumsel yang disebut Konferprov PWI Sumsel 2019 telah tuntas. Berbagai agenda usai dilaksanakan, termasuk diantaranya pemilihan Ketua PWI Provinsi periode 2019-2024, yang menetapkan H Firdaus Komar sebagai ‘jawaranya’. Juga, pemilihan Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Sumsel periode yang sama –meski kurang mendapat gereget– telah memutuskan H Kurnati Abdulah sebagai ‘komandannya’. […]

  • Wejangan khusus untuk stakeholders penyelenggara perhajian di Indonesia dari Kemenag

    Wejangan khusus untuk stakeholders penyelenggara perhajian di Indonesia dari Kemenag

    • calendar_month Senin, 16 Des 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.395
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan agar semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan haji untuk menjadikan penyelenggaraan ibadah haji yang terbaik. Jangan pernah ada yang membisniskan jemaah haji. Ini merupakan hajat besar dalam penyelenggaraan rukun Islam yang kelima. Menag memberi wejangan khusus untuk stakeholders penyelenggara perhajian di Indonesia. Menag minta semua pihak menjaga kesucian […]

  • Pesan untuk Para Santri di Hari Santri Nasional

    Pesan untuk Para Santri di Hari Santri Nasional

    • calendar_month Jumat, 22 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 868
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin memberikan perhatian dari berbagai sektor keagamaan. Apresiasi yang diungkapkan itu memang sangat berasalan, sebab selama beberapa tahun terakhir ini Pemkab Muba telah memperlihatkan bukti ril di bidang keagamaan. Diantaranya bantuan sembako berupa beras, bantuan langsung tunai dan bantuan dana hibah untuk seluruh pondok pesantren di Kabupaten Muba. Hal ini disampaikan oleh […]

  • Guru Sumsel Pecahkan Rekor AI, Dari Kapur ke Robot

    Guru Sumsel Pecahkan Rekor AI, Dari Kapur ke Robot

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.493
    • 0Komentar

    DULU guru identik dengan kapur tulis, papan hijau, dan bunyi penghapus yang “ngebul” kayak mesin pabrik roti, kini wajah pendidikan di Sumatera Selatan berubah total. Coba pikirkan, 12.003 guru dari SD sampai SMA/SMK serentak ikut pelatihan kecerdasan buatan (AI). Bukan main!. Bahkan, saking hebohnya, kegiatan ini resmi tercatat di Guinness World Records, jadi bukan hanya […]

expand_less
WordPress Archive SearchWP Term Synonyms SearchWP WooCommerce Integration SearchWP WordPress Plugin SearchWP WP Document Revisions Integration SearchWP WP Job Manager Integration SearchWP WPML Integration SearchWP Xpdf Integration Seavor Sea Adventure & Travel Elementor Template Kit Sebian – Multi-purpose WordPress WooCommerce Theme SecuPress Pro