Senin, 2 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Hasil Rapat Bersama, Pulau Di Indonesia Capai 17 Ribu

Hasil Rapat Bersama, Pulau Di Indonesia Capai 17 Ribu

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 31 Agt 2021
  • visibility 616
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HASIL Rapat Tindak Lanjut Koordinasi Data Pulau yang dipimpin Badan Informasi Geospasial (BIG) pada Senin, 23 Agustus 2021 menyepakati jumlah pulau di Indonesia menjadi 17 ribu. Ini berarti ada penambahan 229 pulau jika dibandingkan dengan yang tercatat pada Gazeter Republik Indonesia pada 2020, yaitu 16.771 pulau.

“Rapat Tindak Lanjut Koordinasi Data Pulau juga menyepakati tindak lanjut yang perlu dilaksanakan pada 2022, yaitu penelaahan dengan mengikutsertakan kementerian/lembaga (K/L) serta pemerintah daerah,” kata Kepala Pusat Pemetaan Kelautan dan Lingkungan Pantai (PKLP) BIG Yosef Dwi Sigit Purnomo, seperti dikutip dalam rilis BIG, Senin (30/8/2021).

Sigit menjelaskan, ada sejumlah data yang akan ditelaah. Pertama, objek yang terindikasi bukan pulau. “Objek pulau yang bergabung karena adanya reklamasi dan objek yang belum dilakukan verifikasi unsur rupabumi pada 2021 dari data hasil survei Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga masuk dalam daftar telaah,” lanjut Sigit.

Penelaahan juga dilakukan pada objek hasil verifikasi unsur rupabumi 2021 yang masih menunggu kelengkapan informasi dari pemerintah daerah. Terakhir, telaah dilakukan pada objek hasil pendataan survei toponim yang dilakukan BIG pada 2021 dan 2022.

Selain penelaahan, Sigit menilai perlu dilakukan pembahasan terkait definisi pulau yang disepakati K/L dengan mempertimbangkan masukan dari pemerintah daerah. Langkah ini dibutuhkan agar pemerintah pusat dan daerah memiliki pemahaman yang sama mengenai pulau.“Termasuk soal perdebatan apakah pulau reklamasi dihitung dalam gazeter,” tambah Sigit.

Saat ini, penetapan pulau dilakukan berdasarkan empat syarat, yaitu ada area lahan daratan; terbentuk secara alami, bukan hasil reklamasi; dikelilingi oleh air; serta selalu berada di atas pasut tinggi. Selain itu, Undang-undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan, pada pasal 1 ayat (3), menyebutkan bahwa pulau adalah wilayah daratan yang terbentuk secara alamiah yang dikelilingi air dan berada di atas permukaan air pada waktu air pasang.

Sebagai catatan, Rapat Tindak Lanjut Koordinasi Data Pulau diikuti oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pusat Hidro-oseanografi TNI Angkatan Laut, dan Badan Informasi Geospasial.

Gazeter Republik Indonesia Tahun 2021 rencananya diterbitkan pada 30 November 2021. Sebelum diterbitkan, Gazeter perlu melewati proses pengumuman yang dilakukan pada 24 Agustus-4 Oktober 2021. Setelah itu, akan dilakukan penelaahan ulang terhadap tanggapan pada 5-25 Oktober 2021.

Proses selanjutnya, yaitu pengajuan Surat Keputusan (SK) Penetapan Nama Rupabumi Baku oleh Kepala BIG pada 26 Oktober-12 November 2021. Terakhir, proses layout. Data lengkap dapat diakses masyarakat melalui aplikasi sinar.big.go.id.InfoPublik (***)

Ril

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menanti Lailatul Qadar, Jangan Spekulasi Waktu  Oleh Muhammad Nasril Lc

    Menanti Lailatul Qadar, Jangan Spekulasi Waktu Oleh Muhammad Nasril Lc

    • calendar_month Kamis, 6 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.144
    • 0Komentar

    BULAN suci Ramadan 1442 H kini telah memasuki fase akhir. Tinggal menghitung hari, bulan yang penuh kemuliaan ini akan segera meninggalkan kita. Tidak ada manusia yang bisa memastikan apakah ia akan kembali bertemu Ramadan tahun depan atau tidak. Saat ini adalah momentum yang tepat untuk mengevaluasi serangkaian amalan selama hari-hari Ramadan yang telah berlalu. Pada […]

  • Tujuan & asa dari Musrenbang OKI

    Tujuan & asa dari Musrenbang OKI

    • calendar_month Kamis, 28 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 992
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2025-2045 serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2025 di Aula Bappeda OKI, Rabu 27 Maret 2024. Kepala Bappeda OKI, Aidil Azwari mengatakan visi Indonesia Emas 2045 adalah Negara Nusantara Berdaulat Maju dan Berkelanjutan. […]

  • Rilis Buku Putih, Microsoft Di Dukung ODI, Berbagi Data Kunci untuk Pecahkan Tantangan Ekonomi & Sosial Terbesar di Asia

    Rilis Buku Putih, Microsoft Di Dukung ODI, Berbagi Data Kunci untuk Pecahkan Tantangan Ekonomi & Sosial Terbesar di Asia

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.524
    • 0Komentar

    MICROSOFT hari ini, dengan dukungan dari Open Data Institute (ODI), merilis buku putih yang mengungkapkan pelajaran untuk membantu pemerintah dan organisasi di Asia sepenuhnya menyadari manfaat berbagi dan kolaborasi data. Ditemukan bahwa membangun fondasi kepercayaan melalui privasi, keamanan, dan tata kelola; kolaborasi antara pemangku kepentingan sektor publik dan swasta; dan tindakan oleh pemerintah untuk menciptakan […]

  • CATATAN KAKI : Sumsel-Palembang Tak Masuk Peta Ekraf Nasional, Kreatifkah Kita!

    CATATAN KAKI : Sumsel-Palembang Tak Masuk Peta Ekraf Nasional, Kreatifkah Kita!

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.202
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  – Belum lama ini, saya membaca dan melihat peta dalam rilis resmi pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) di Indonesia dari situs resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Indonesia memang luas ‘Dari Sabang Sampai Merauke’. Di situ terang-benderang terlihat kota-kota dan provinsi yang masuk dalam radar pengembangan ekraf nasional. Mulai dari Aceh, Riau, Sumatera Barat, [perwaklan […]

  • “Minyak Murah Lebih Langka dari Jodoh? Emak-Emak  Buktikan Bisa Dapat!”

    “Minyak Murah Lebih Langka dari Jodoh? Emak-Emak  Buktikan Bisa Dapat!”

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.096
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Cari minyak goreng murah itu lebih susah dari cari gebetan yang setia, tapi jangan remehkan kekuatan emak-emak Palembang! Begitu Pasar Murah Ramadan dibuka, mereka langsung masuk mode ninja: sigap antre, gercep ambil barang, dan cekatan bayar. Dalam hitungan menit, stok langsung menipis. Yang masih jomblo? Ya tetap jomblo, tapi setidaknya dapur aman! Kalau ada […]

  • Ramaikan Asian Games, Palembang Bikin Lomba Kampung Hias

    Ramaikan Asian Games, Palembang Bikin Lomba Kampung Hias

    • calendar_month Jumat, 4 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.263
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Rencananya lomba ini akan diikuti 18 Kecamatan di Kota Palembang yang terbagi menjadi 72 Kampung di Kota Palembang. Perlombaan Kampung Hias sendiri sengaja diadakan dalam rangka menyemarakkan Asian Games 2018 yang akan digelar Agustus mendatang. “Jadi Perlombaan Kampung Hias ini ada pemenangnya, Juara satu, dua dan tiga. Untuk Pemenang juara pertama mendapat […]

expand_less
WordPress Archive Booknetic - Square Payments Addon Booknetic - Stripe Payments Addon Booknetic - Taxes Addon Booknetic - User Role Manager Addon Booknetic - Webhook ( Zapier, IFTTT, etc ) Addon Booknetic - WhatsApp Notifications Addon Booknetic - WooCommerce Integration Addon Booknetic - WordPress Booking Plugin for Appointment Scheduling Booknetic - Zoom Integration Addon Bookory - Book Store WooCommerce Theme