Selasa, 3 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » Sepotong Pepaya di Halaman, Sejuta Harapan di Tangan Warga

Sepotong Pepaya di Halaman, Sejuta Harapan di Tangan Warga

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
  • visibility 835
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI tengah hiruk-pikuk kota Palembang yang kadang lebih panas dari sambal ulekan mertua, datanglah kabar segar, seperti semangka di siang bolong Wali Kota Ratu Dewa resmi mencanangkan Gerakan Kota Palembang Menanam Buah, bukan menanam janji, bukan pula menanam utang, tapi buah-buahan beneran!

Acaranya dimulai dengan tanam-tanam manja di pelataran Masjid Agung. Ada rambutan, kelengkeng, mungkin sebentar lagi duren ikut nebeng, seperti orang tua yang bangga anaknya bisa nyiram tanaman, Pak Wali juga langsung turun tangan, bukan cuma kasih pidato sambil senyum tipis kayak di baliho.

“Palembang ini harus hijau, tapi yang berguna, jangan cuma tanaman hias, tanamlah yang bisa disantap,” begitu kira-kira makna ucapan beliau. Ini menarik, karena biasanya kota ditanami pohon-pohon yang daunnya doang yang rimbun, buahnya nihil, mirip janji kampanye kadaluwarsa.

Pepatah bilang, “Lebih baik menanam nangka di halaman sendiri, daripada menunggu mangga jatuh dari langit”. Maka langkah ini patut diapresiasi, siapa tahu kelak, kalau lapar tengah malam, tinggal petik jambu dari pekarangan, daripada nyalain ojek online sambil ngucek dompet yang tinggal berisi uang kembalian parkir.

Gerakan ini juga bisa jadi solusi diplomatis untuk tetangga-tetangga yang suka pinjam mangga tapi gak pernah balikin bijinya. Nah, kalau semua orang nanam sendiri, setidaknya budaya “meminjam buah permanen” bisa terkikis.

Kalau gerakan ini sukses, mungkin ke depan OPD gak cuma sibuk bikin laporan, tapi juga ngurusin siapa yang lupa nyiram pohon sawo di kantor. Camat bisa bagi-bagi bibit sirsak saat rapat mingguan. Dan bayangkan RT-RW bikin lomba buah paling cepat berbuah ngalahin sinetron stripping yang episodenya gak habis-habis.

Ini bukan sekadar gaya-gayaan, di tengah krisis pangan dunia, di mana harga cabai bisa mengalahkan kurs dollar, Palembang bisa jadi pelopor “urban farming” yang gak sekadar selfie di kebun, tapi juga panen serius. Ya, siapa tahu nanti muncul profesi baru  influencer buah lokal.

Wali Kota juga ngajak masyarakat, komunitas, sampai tingkat RT untuk berkolaborasi, dalam bahasa kerennya semua harus pegang cangkul, bukan cuma pegang mic. Kalau ini berhasil, barangkali satu kota bisa berubah jadi kebun buah berjamaah, bukan cuma taman kota yang rindang, tapi juga stasiun LRT bisa jadi tempat nyicip buah kersen sambil nunggu kereta.

Gerakan menanam buah ini adalah bentuk cinta paling manis, setelah teh manis buatan ibu, gerakan yang nggak cuma enak di konsep, tapi juga bisa dimakan hasilnya, karena sejatinya, kota yang hebat bukan yang penuh gedung tinggi, tapi yang halaman rumah warganya ditumbuhi pepaya tanpa ribut-ribut urusan tanah warisan.

Sambut langkah ini dengan riang, Warga Palembang, ambil cangkulmu!. Gali halamanmu!, tanam buahmu!, siapa tahu, 10 tahun lagi, ketika anak cucu kita tanya “Kenapa halaman kita penuh duku, Pak?”. Kita bisa menjawab dengan bangga “Karena dulu Wali Kota suruh tanam, dan Bapak ikut, bukan cuma ikut komentar di Facebook!”.

Karena seperti kata pepatah baru “Daripada debat tak berbuah di grup WA, mending tanam buah beneran di rumah!”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Palembang Raih Penghargaan 10 Besar Festival Gapura Cinta Negeri

    Palembang Raih Penghargaan 10 Besar Festival Gapura Cinta Negeri

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.344
    • 0Komentar

    “Partisipasi dan antusiasme masyarakat di dalam menyemarakkan festival gapura tahun ini, memperlihatkan bahwa semangat itu masih ada di antara kita. Kami berharap tahun depan animo peserta semakin bertambah dan semakin meriah,”

  • Milad ke -60, Bank SumselBabel Ajak 325 Santri/wati Khataman Al – Quran

    Milad ke -60, Bank SumselBabel Ajak 325 Santri/wati Khataman Al – Quran

    • calendar_month Senin, 6 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.317
    • 0Komentar

    Dapat mengkhatamkan Al Quran sebanyak 10 kali yang dilakukan secara bersama sama antara seluruh pegawai Bank Sumsel Babel dengan santri dan santriwati

  • 6 Nama Ini Merapat ke Istana Negara, Jadi Menterikah ?

    6 Nama Ini Merapat ke Istana Negara, Jadi Menterikah ?

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.005
    • 0Komentar

    ADA enam orang tokoh yang dipanggik ke Istana Negara untuk menemui Presiden Joko Widodo, enam nama tersebut berpotensi untuk mengisi kabinet Jilid II Jokowi-Ma’ruf, mengutip Detik.com, Senin [21/10/2019]. Sebelum pelantikan minggu kemarin Jokowi pernah menyebutkan akan mengenalkan nama-nama pembantunya di kabinet jilid II. Terlihat enam orang tersebut kompak mengenakan pakai kameja putih, seperti Ketua Mahkamah Konstitusi […]

  • Wabup Muba Datangi Kantor BPKH II, Ada Apa ?

    Wabup Muba Datangi Kantor BPKH II, Ada Apa ?

    • calendar_month Kamis, 26 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.390
    • 0Komentar

    “Mudah-mudahan usulan tersebut akan dapat disetujui oleh Menteri KLHK, untuk dapat menjadi areal penggunaan lain (APL) atau non kawasan hutan, sebagai bagian dari resolusi konflik yang nyata bagi konflik struktural yang berkepanjangan,”

  • Gambo, Batik Khas Jumputan Muba yang Mendunia Berasal dari Limbah Alami Getah Gambir

    Gambo, Batik Khas Jumputan Muba yang Mendunia Berasal dari Limbah Alami Getah Gambir

    • calendar_month Sabtu, 2 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 636
    • 0Komentar

    HARI Batik Nasional adalah hari perayaan nasional Indonesia untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi pada 2 Oktober 2009 oleh UNESCO, dan Sabtu (2/10/2021) hari batik nasional kembali diperingati secara bersamaan di Indonesia. Bicara soal batik, sejak tahun 2017 Ketua TP PKK Muba Thia Yufada Dodi Reza menjadi inisiator pembuatan […]

  • “Pasar Murah Palembang, Obat Inflasi Rakyat”

    “Pasar Murah Palembang, Obat Inflasi Rakyat”

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.274
    • 0Komentar

    DI PALEMBANG, ada satu kisah yang bikin emak-emak lebih semangat daripada nonton sinetron jam tujuh malam. Namanya Pasar Murah Pemkot Palembang. Wali Kota H. Ratu Dewa, yang biasanya sibuk dengan urusan birokrasi, tiba-tiba turun langsung meninjau. Lengkap dengan kupon yang dibagikan, warga Rusunawa Kasnariansyah pun antre dengan wajah penuh harapan. Lho, kenapa?, karena di pasar […]

expand_less
WordPress Archive Karma – Blog & Magazine Elementor Template Kit Karma – Responsive WordPress Theme Kartwow WP – Multipurpose WooCommerce Responsive Theme Kasal – Wedding & Event Planner Elementor Template Kit Kaskad – City Guide WordPress Theme Kastell – WordPress Theme for Single Properties and Apartments Kaswara | Modern Visual Composer Addons Katana Fruits – HTML5 Game Kate & Steve – Wedding Invitation Elementor Template Kit Katerio – Magazine & Blog WordPress Theme