Rabu, 4 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » “Jangan Biarkan UMKM Jadi Figuran dalam Film Ekonomi Kota”

“Jangan Biarkan UMKM Jadi Figuran dalam Film Ekonomi Kota”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
  • visibility 775
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di pelataran Benteng Kuto Besak, pagi yang biasanya hanya dipenuhi angin sungai dan suara pedagang jagung bakar, mendadak berubah jadi ajang “Met Gala”-nya pelaku UMKM seantero Palembang, lengkap dengan spanduk warna-warni, stan kuliner yang bikin perut pengunjung berdendang, dan tentu saja pidato resmi dari Ratu Dewa, sang Wali Kota yang makin hari makin fasih menyebut “ekonomi kreatif” tanpa keseleo lidah.

Sungguh, acara Pesona UMKM dan Kuliner Halal Nusantara 2025 ini bukan kaleng-kaleng, karena dari sate padang sampai kopi liberika lokal, dari pempek sampai rendang, semua berkumpul rukun dalam satu lapangan, seolah-olah mereka sedang reuni akbar alumni rasa dan aroma nusantara.

Namun, mari kita sisir pelan-pelan, dibalik gegap gempita pameran stan dan demo masak halal itu, pertanyaannya adalah, apakah UMKM kita ini memang sudah naik kelas, atau baru sekadar naik panggung?. Nah, itu pertanyaannya..

Sebab,  jangan sampai, UMKM hanya dipanggil saat seremoni, difoto waktu bazar, lalu dibiarkan jualan sendiri di kolong jembatan, ibarat undangan ke pesta, tapi hanya diminta bawa nasi bungkus dan disuruh duduk di emperan.

Ratu Dewa benar, bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi, tapi seperti tulang punggung yang terlalu sering dipikul beban berat tanpa pijat refleksi, lama-lama bisa keseleo juga, sebab 93.147 UMKM yang tercatat itu bukan angka ajaib yang bisa naik sendiri, perlu pendampingan, pelatihan, modal, dan yang lebih penting pasar!.

Modal Rp 5 juta per UMKM?. Ya syukur sih, tapi kalau habis buat beli etalase dan bayar listrik, terus gimana digitalisasi dan inovasinya?. Ini ibarat mau lari maraton tapi cuma dikasih sandal jepit dan satu botol aqua.

Kota-kota, seperti Bandung dan Surabaya sudah jauh melesat dengan co-working space gratis, incubator business, dan digital marketing training yang real, bukan sekadar seminar foto bersama. Bahkan di luar negeri, Seoul punya “Seoul Business Agency” yang memfasilitasi UMKM masuk ke pasar global. Bukan cuma difoto saat pameran, tapi dijemput pas produksi, didampingi saat ekspor, dan dibantu saat goyah.

Ajakan kolaborasi lintas sektor oleh Ratu Dewa juga menarik, tapi tolonglah jangan sampai hanya jadi kalimat pembuka pidato, kolaborasi itu bukan cuma duduk satu meja lalu minum teh botol bareng. Namun kerja bareng dari hulu ke hilir, dari desain kemasan sampai urusan ekspor. Kalau BUMN dan BUMD hanya nongol di stan pameran setahun sekali, lalu foto-foto pakai seragam, itu bukan kolaborasi. Itu lebih cocok disebut sebagai wisata seragam batik musiman.

Pepatah lama bilang, “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, berdagang-dagang dahulu, viral-viral kemudian”. Eh, agak dimodifikasi sedikit sih. Tapi intinya, UMKM harus disiapkan untuk tahan lama, bukan hanya ramai sesaat.

Kita boleh bangga dengan pempek yang sudah mendunia, namun jangan sampai pempeknya ke mana-mana, pelakunya tetap di mana-mana. Harus ada akselerasi agar UMKM tak hanya dikenal karena rasa, tapi juga karena daya tahan, jangan sampai UMKM kita ibarat lontong sayur di pagi hari laku cepat, tapi cepat basi kalau tidak diurus.

Ingat, ekonomi kreatif bukan cuma soal kreasi produk, tapi juga sistem pendukungnya. Jangan sampai pelaku UMKM disuruh digitalisasi, tapi sinyal di pasar tradisional masih nyangkut di tiang listrik.

Ajang Pesona UMKM ini, seperti pesta makan besar. Ramai, seru, lezat. Tapi pesta bukan tujuan akhir, justru inilah saat yang pas untuk mengukur apakah kita siap menjadikan UMKM bukan cuma bahan kampanye, tapi benar-benar motor penggerak ekonomi?.

Kalau pemerintah serius, bantu mereka naik kelas bukan cuma naik tenda, mulai dari akses pasar digital, pembiayaan lunak, hingga inkubasi produk berbasis ekspor. Kalau perlu, ajak universitas dan praktisi masuk dapur UMKM, bukan hanya kasih brosur dan salam tempel.

Dan kalau kita berhasil, bukan tak mungkin Palembang bisa seperti Chiang Mai di Thailand, kota yang mengubah UMKM jadi destinasi wisata dunia lewat festival, pemasaran digital, dan dukungan penuh dari pemerintahnya.

Sebab Palembang bukan cuma kota pempek. Ia kota ide, kota rasa, dan kota yang bisa menjelma pusat ekonomi kreatif halal dengan cita rasa global, asal niatnya jangan cuma sampai ke spanduk. Jadi, mari jangan biarkan UMKM jadi “tameng upacara”. saatnya mereka jadi headliner, bukan figuran!.

Jadi, pesta UMKM dan Kuliner Halal Nusantara 2025 ini ibarat dapur yang baru saja dibersihkan mengkilap, wangi, tapi jangan lupa masakannya belum tentu siap saji. Boleh kita tepuk tangan buat semangat pemerintah kota, boleh kita salut pada ribuan pelaku usaha yang bangkit dari keterpurukan, tapi jangan buru-buru deklarasi sukses sebelum mereka benar-benar mandiri dan merdeka secara ekonomi.

Karena membina UMKM itu bukan cuma soal bagi-bagi tenda dan spanduk pameran. Ini soal menyiapkan infrastruktur, pasar, teknologi, serta mentalitas bertumbuh. Jangan sampai UMKM kita seperti mobil bagus yang bensinnya tinggal dua tetes. Melaju sebentar, mogok kemudian.

Sehebat apapun niat Ratu Dewa dan jajarannya, kalau tak disokong dengan keberlanjutan program, ya hasilnya cuma sebatas lomba stan dan demo masak tahunan. Padahal yang dibutuhkan UMKM adalah ladang, bukan sekadar panggung. Mereka perlu ruang usaha yang aman, akses digital yang lancar, pelatihan yang aplikatif, dan kolaborasi yang nyata bukan basa-basi sambil ngopi di sela acara.

Lihat kota seperti Makassar, yang sudah membentuk Lorong Wisata sebagai etalase UMKM per kampung,  Chiang Mai-vietnam  yang memadukan tradisi dan digitalisasi untuk mengekspor kerajinan hingga ke Eropa, UMKM Palembang optimis bisa, asal jangan cepat puas dan jangan hanya mengejar liputan media lokal.

Sebab  pada akhirnya, UMKM yang kuat bukan hanya menciptakan omzet, tapi juga menciptakan martabat. mereka bukan penggembira di perayaan HUT Kota, tapi fondasi dari ekonomi yang berdaulat, jika UMKMa benar-benar ingin menjadikan Palembang sebagai pusat ekonomi kreatif halal, jangan biarkan UMKM kita terus jadi tamu undangan saatnya mereka jadi tuan rumah![***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nilai Ekspor Sumsel Meningkat

    Nilai Ekspor Sumsel Meningkat

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 681
    • 0Komentar

    BERDASARKAN data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada Kamis, 2 Juni 2022, mencatat nilai  Ekspor pada April 2022 mengalami kenaikan 8,46 persen. Sedangkan dibandingkan pada April 2021 nilai ekspor tumbuh tinggi menjadi 62,65 persen. Naiknya perkembangan ekspor tersebut juga terjadi di beberapa sektor diantaranya sektor nonmigas pada April 2022 mencapai […]

  • Harus Terus Dicegah, Kemaren Kasus Covid Harian Terendah

    Harus Terus Dicegah, Kemaren Kasus Covid Harian Terendah

    • calendar_month Minggu, 13 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 605
    • 0Komentar

    CATATAN kasus konfirmasi harian Sabtu (12/3/2022) menunjukkan penurunan cukup signifikan menjadi 14.900 kasus. Angka itu lebih rendah daripada kasus per 1 Februari 2022 lalu yang sempat menyentuh angka 16.021 kasus dan pandemi itu harus terus dicegah. Angka keterisian rumah sakit (RS) juga terus turun per hari ini menjadi 23 persen dibandingkan Jumat (11/3/2022) lalu yang […]

  • Hujan Lebat Selama Empat Jam Picu Banjir Beberapa Kampung di Kabupaten Lebak

    Hujan Lebat Selama Empat Jam Picu Banjir Beberapa Kampung di Kabupaten Lebak

    • calendar_month Selasa, 14 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 967
    • 0Komentar

    HUJAN berintensitas tinggi dan berdurasi panjang menjadi salah satu pemicu banjir dua kecamatan di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada Senin malam (13/9). Banjir terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Tidak ada laporan korban jiwa akibat banjir tersebut. Hujan selama empat jam serta drainase yang ada di pemukiman mengakibatkan banjir di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Rangkasbitung dan […]

  • Maksimalkan Pencegahan Pandemi Covid, Indonesia Kembali Tambah Vaksin

    Maksimalkan Pencegahan Pandemi Covid, Indonesia Kembali Tambah Vaksin

    • calendar_month Kamis, 18 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 697
    • 0Komentar

    INDONESIA kembali menerima donasi vaksin COVID-19 AstraZeneca dari pemerintah Australia. Kali ini, dalam kedatangan tahap ke-123, vaksin AstraZeneca yang tiba di tanah air berjumlah1,2 juta dosis vaksin jadi untuk memaksimalkan pencegahan Covid. Menurut Direktur Asia Timur dan Pasifi Kementerian Luar Negeri, Santo Darmosumarto, dukungan kerja sama vaccine dose sharing dari Australia ini merefleksikan kuatnya Kemitraan […]

  • Resmi, Aplikasi Satu Data Palembang Bisa di Akses Warga, Silahkan Coba !

    Resmi, Aplikasi Satu Data Palembang Bisa di Akses Warga, Silahkan Coba !

    • calendar_month Rabu, 2 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.073
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Palembang meresmikan Aplikasi Satu Data Palembang. Diketahui, Aplikasi Satu Data Palembang merupakan aplikasi yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat guna mendapatkan informasi terkait data-data dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Kota Palembang. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Palembang, Edison mengatakan, […]

  • Peremajaan Sawit di Muba Penopang Perekonomian Nasional, Tak Hanya Konsen dengan PSR, Hilirisasinya Juga Berjalan

    Peremajaan Sawit di Muba Penopang Perekonomian Nasional, Tak Hanya Konsen dengan PSR, Hilirisasinya Juga Berjalan

    • calendar_month Rabu, 30 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 846
    • 0Komentar

    SEBAGAI daerah yang pertama, tercepat, serta sukses dalam implementasi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Kabupaten Musi Banyuasin dibawah kepemimpinan Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA terus menjadi perhatian dari banyak pihak. Sorotan dialamatkan pada upaya Muba melakukan PSR hingga menjadi penopang perekonomian nasional dari sektor perkebunan. Inisiasi Bupati Dodi Reza dalam peremajaan atau […]

expand_less
WordPress Archive Lovims – Nonprofit WordPress Theme Lovus – Wedding Planner WordPress Theme Lucci – WooCommerce WordPress Theme Lucille – Music WordPress Theme Lucky – Magazine and Blog WordPress Theme LuckyWP Table of Contents for AMP Lumburr – Handmade & Ceramics WordPress Theme Lumi – Tech Startup WordPress Theme Lumia – Multipurpose Shopify Theme OS 2.0 – Multilanguage – RTL Support Lumilux – Jewelry and Accessories WooCommerce Theme