Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » “Jangan Biarkan UMKM Jadi Figuran dalam Film Ekonomi Kota”

“Jangan Biarkan UMKM Jadi Figuran dalam Film Ekonomi Kota”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
  • visibility 764
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di pelataran Benteng Kuto Besak, pagi yang biasanya hanya dipenuhi angin sungai dan suara pedagang jagung bakar, mendadak berubah jadi ajang “Met Gala”-nya pelaku UMKM seantero Palembang, lengkap dengan spanduk warna-warni, stan kuliner yang bikin perut pengunjung berdendang, dan tentu saja pidato resmi dari Ratu Dewa, sang Wali Kota yang makin hari makin fasih menyebut “ekonomi kreatif” tanpa keseleo lidah.

Sungguh, acara Pesona UMKM dan Kuliner Halal Nusantara 2025 ini bukan kaleng-kaleng, karena dari sate padang sampai kopi liberika lokal, dari pempek sampai rendang, semua berkumpul rukun dalam satu lapangan, seolah-olah mereka sedang reuni akbar alumni rasa dan aroma nusantara.

Namun, mari kita sisir pelan-pelan, dibalik gegap gempita pameran stan dan demo masak halal itu, pertanyaannya adalah, apakah UMKM kita ini memang sudah naik kelas, atau baru sekadar naik panggung?. Nah, itu pertanyaannya..

Sebab,  jangan sampai, UMKM hanya dipanggil saat seremoni, difoto waktu bazar, lalu dibiarkan jualan sendiri di kolong jembatan, ibarat undangan ke pesta, tapi hanya diminta bawa nasi bungkus dan disuruh duduk di emperan.

Ratu Dewa benar, bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi, tapi seperti tulang punggung yang terlalu sering dipikul beban berat tanpa pijat refleksi, lama-lama bisa keseleo juga, sebab 93.147 UMKM yang tercatat itu bukan angka ajaib yang bisa naik sendiri, perlu pendampingan, pelatihan, modal, dan yang lebih penting pasar!.

Modal Rp 5 juta per UMKM?. Ya syukur sih, tapi kalau habis buat beli etalase dan bayar listrik, terus gimana digitalisasi dan inovasinya?. Ini ibarat mau lari maraton tapi cuma dikasih sandal jepit dan satu botol aqua.

Kota-kota, seperti Bandung dan Surabaya sudah jauh melesat dengan co-working space gratis, incubator business, dan digital marketing training yang real, bukan sekadar seminar foto bersama. Bahkan di luar negeri, Seoul punya “Seoul Business Agency” yang memfasilitasi UMKM masuk ke pasar global. Bukan cuma difoto saat pameran, tapi dijemput pas produksi, didampingi saat ekspor, dan dibantu saat goyah.

Ajakan kolaborasi lintas sektor oleh Ratu Dewa juga menarik, tapi tolonglah jangan sampai hanya jadi kalimat pembuka pidato, kolaborasi itu bukan cuma duduk satu meja lalu minum teh botol bareng. Namun kerja bareng dari hulu ke hilir, dari desain kemasan sampai urusan ekspor. Kalau BUMN dan BUMD hanya nongol di stan pameran setahun sekali, lalu foto-foto pakai seragam, itu bukan kolaborasi. Itu lebih cocok disebut sebagai wisata seragam batik musiman.

Pepatah lama bilang, “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, berdagang-dagang dahulu, viral-viral kemudian”. Eh, agak dimodifikasi sedikit sih. Tapi intinya, UMKM harus disiapkan untuk tahan lama, bukan hanya ramai sesaat.

Kita boleh bangga dengan pempek yang sudah mendunia, namun jangan sampai pempeknya ke mana-mana, pelakunya tetap di mana-mana. Harus ada akselerasi agar UMKM tak hanya dikenal karena rasa, tapi juga karena daya tahan, jangan sampai UMKM kita ibarat lontong sayur di pagi hari laku cepat, tapi cepat basi kalau tidak diurus.

Ingat, ekonomi kreatif bukan cuma soal kreasi produk, tapi juga sistem pendukungnya. Jangan sampai pelaku UMKM disuruh digitalisasi, tapi sinyal di pasar tradisional masih nyangkut di tiang listrik.

Ajang Pesona UMKM ini, seperti pesta makan besar. Ramai, seru, lezat. Tapi pesta bukan tujuan akhir, justru inilah saat yang pas untuk mengukur apakah kita siap menjadikan UMKM bukan cuma bahan kampanye, tapi benar-benar motor penggerak ekonomi?.

Kalau pemerintah serius, bantu mereka naik kelas bukan cuma naik tenda, mulai dari akses pasar digital, pembiayaan lunak, hingga inkubasi produk berbasis ekspor. Kalau perlu, ajak universitas dan praktisi masuk dapur UMKM, bukan hanya kasih brosur dan salam tempel.

Dan kalau kita berhasil, bukan tak mungkin Palembang bisa seperti Chiang Mai di Thailand, kota yang mengubah UMKM jadi destinasi wisata dunia lewat festival, pemasaran digital, dan dukungan penuh dari pemerintahnya.

Sebab Palembang bukan cuma kota pempek. Ia kota ide, kota rasa, dan kota yang bisa menjelma pusat ekonomi kreatif halal dengan cita rasa global, asal niatnya jangan cuma sampai ke spanduk. Jadi, mari jangan biarkan UMKM jadi “tameng upacara”. saatnya mereka jadi headliner, bukan figuran!.

Jadi, pesta UMKM dan Kuliner Halal Nusantara 2025 ini ibarat dapur yang baru saja dibersihkan mengkilap, wangi, tapi jangan lupa masakannya belum tentu siap saji. Boleh kita tepuk tangan buat semangat pemerintah kota, boleh kita salut pada ribuan pelaku usaha yang bangkit dari keterpurukan, tapi jangan buru-buru deklarasi sukses sebelum mereka benar-benar mandiri dan merdeka secara ekonomi.

Karena membina UMKM itu bukan cuma soal bagi-bagi tenda dan spanduk pameran. Ini soal menyiapkan infrastruktur, pasar, teknologi, serta mentalitas bertumbuh. Jangan sampai UMKM kita seperti mobil bagus yang bensinnya tinggal dua tetes. Melaju sebentar, mogok kemudian.

Sehebat apapun niat Ratu Dewa dan jajarannya, kalau tak disokong dengan keberlanjutan program, ya hasilnya cuma sebatas lomba stan dan demo masak tahunan. Padahal yang dibutuhkan UMKM adalah ladang, bukan sekadar panggung. Mereka perlu ruang usaha yang aman, akses digital yang lancar, pelatihan yang aplikatif, dan kolaborasi yang nyata bukan basa-basi sambil ngopi di sela acara.

Lihat kota seperti Makassar, yang sudah membentuk Lorong Wisata sebagai etalase UMKM per kampung,  Chiang Mai-vietnam  yang memadukan tradisi dan digitalisasi untuk mengekspor kerajinan hingga ke Eropa, UMKM Palembang optimis bisa, asal jangan cepat puas dan jangan hanya mengejar liputan media lokal.

Sebab  pada akhirnya, UMKM yang kuat bukan hanya menciptakan omzet, tapi juga menciptakan martabat. mereka bukan penggembira di perayaan HUT Kota, tapi fondasi dari ekonomi yang berdaulat, jika UMKMa benar-benar ingin menjadikan Palembang sebagai pusat ekonomi kreatif halal, jangan biarkan UMKM kita terus jadi tamu undangan saatnya mereka jadi tuan rumah![***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inovasi Terbanyak, SMK se Sumsel Pecahkan Rekor MURI

    Inovasi Terbanyak, SMK se Sumsel Pecahkan Rekor MURI

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 883
    • 0Komentar

    SEKOLAH Menengah Kejuruan (SMK) se-Sumsel keberhasilan memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) dalam Pameran Produk Terbanyak se Indonesia. Penghargaan Rekor Muri tersebut diserahkan langsung oleh Senior Manager Museum Rekor Dunia Indonesia Triyono yang diterima Wakil Gubernur Provinsi Sumsel H. Mawardi Yahya, bertempat di Ballroom Hotel Swarna Dwipa Palembang, Jumat (26/11). Terkait dengan diterimanya rekor […]

  • Wagub Pastikan Arus Mudik Masih Lancar

    Wagub Pastikan Arus Mudik Masih Lancar

    • calendar_month Minggu, 2 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 919
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel H.Mawardi Yahya didampingi Sekda Sumsel H Nasrun Umar, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irawan memantau Pospam kapalbetung (Kayu Agung Palembang Dan Betung) dan Pospam Nilakandi – Kertapati di kawasan jembatan flyover keramasan untuk jalur mudik 2019, Sabtu (1/6) pagi. Rombongan ini berangkat setelah sebelumnya Wagub Mawardi Yahya […]

  • Ikan Purba Coelacanth Ditemukan di Pulau Talise, 18 Ekor Ungkap Fakta Baru Habitatnya

    Ikan Purba Coelacanth Ditemukan di Pulau Talise, 18 Ekor Ungkap Fakta Baru Habitatnya

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 58
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Penemuan 18 ekor ikan purba Coelacanth (Latimeria menadoensis) di perairan Pulau Talise, Sulawesi Utara, membuka babak baru dalam penelitian spesies laut langka yang telah bertahan sejak sekitar 400 juta tahun lalu. Jumlah individu yang berhasil didokumentasikan tersebut menjadi salah satu temuan terbesar di Indonesia dan memperkuat dugaan bahwa Pulau Talise merupakan habitat penting […]

  • Selama 2021, Polda Sumsel Temukan 33 Kasus Konflik Agraria

    Selama 2021, Polda Sumsel Temukan 33 Kasus Konflik Agraria

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 841
    • 0Komentar

    KEPOLISIAN Daerah Sumatera Selatan sepanjang 2021 atau hingga sekarang, memproses 33 kasus konflik agraria antara perusahaan dengan masyarakat maupun masyarakat dengan masyarakat. Kabid Humas Polda Sumsel Kombes. Pol. Drs. Supriadi, M.M., mengatakan untuk menangani kasus tersebut, penyidik Polda Sumsel berkoordinasi dengan Kanwil Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sumsel. “Presiden Republik Indonesia Ir. H. […]

  • Antisipasi Kekurangan Air di Musim Kemarau, Muba Distribusikan Air Bersih ke Warga Desa

    Antisipasi Kekurangan Air di Musim Kemarau, Muba Distribusikan Air Bersih ke Warga Desa

    • calendar_month Jumat, 1 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.197
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pemerintah Kabupaten Muba mendistribusikan air bersih ke beberapa desa di Muba guna mengantipasi kekurangan air bersih musim kemarau dan mensiagakan air bersih. Pj Bupati Musi Banyuasin, H Apriyadi Mahmud telah menunjuk dua Organisasi Perangkat Daerah dan PDAM Tirta Randik untuk mempersiapkan pasokan air bersih untuk konsumsi dan mengirimkan kepada warga Kuba yang membutuhkan. […]

  • Agar Tidak Ada Kesenjangan, Sumsel Siap Perbaiki Jalan Provinsi yang Rusak di Kabupaten

    Agar Tidak Ada Kesenjangan, Sumsel Siap Perbaiki Jalan Provinsi yang Rusak di Kabupaten

    • calendar_month Senin, 13 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.050
    • 0Komentar

    Mengapresiasi atas saran dan harapan yang disampaikan beberapa fraksi diantara fraksi Demokrat dan Golkar yang menyoroti persoalan kerusakan jalan milik provinsi yang ada di kabupaten kota

expand_less
WordPress Archive Lovims – Nonprofit WordPress Theme Lovus – Wedding Planner WordPress Theme Lucci – WooCommerce WordPress Theme Lucille – Music WordPress Theme Lucky – Magazine and Blog WordPress Theme LuckyWP Table of Contents for AMP Lumburr – Handmade & Ceramics WordPress Theme Lumi – Tech Startup WordPress Theme Lumia – Multipurpose Shopify Theme OS 2.0 – Multilanguage – RTL Support Lumilux – Jewelry and Accessories WooCommerce Theme