Ado Gawe dan Sedulang Ketan Palembang, Warga Sudah Terbantu?
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID, – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mengandalkan dua inovasi pelayanan publik, Ado Gawe dan Sedulang Ketan, untuk memperluas akses masyarakat terhadap pekerjaan dan pelayanan kesehatan.
Kedua inovasi itu dipaparkan Wali Kota Palembang Ratu Dewa dalam penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026 yang diselenggarakan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, Selasa (3/11/2026).
Presentasi berlangsung secara daring dari Ruang Video Conference Rumah Dinas Wali Kota Palembang.
Ado Gawe dikembangkan Dinas Tenaga Kerja menyediakan akses informasi lowongan pekerjaan dan pelatihan kerja berbasis digital. Sementara Sedulang Ketan dari Dinas Kesehatan menghadirkan pelayanan kesehatan jemput bola dengan mendatangi masyarakat yang mengalami keterbatasan akses fasilitas kesehatan.
Dalam paparan, Ratu Dewa menjelaskan tingkat pengangguran terbuka di Palembang turun dari 6,98 persen pada 2024 menjadi 6,81 persen pada 2025.
Turunnya pengangguran disampaikan sebagai bagian dari capaian upaya pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan kerja, termasuk melalui Ado Gawe.
Melalui inovasi ini, pencari kerja diharapkan lebih mudah memperoleh informasi lowongan sekaligus mengakses pelatihan untuk meningkatkan keterampilan.
Namun, angka pengangguran menurun belum menunjukkan secara langsung berapa banyak masyarakat yang berhasil mendapatkan pekerjaan melalui akses Ado Gawe.
Data jumlah pengguna, peserta pelatihan, hingga penempatan tenaga kerja menjadi indikator penting untuk melihat jangkauan program tersebut.
Sedangkan di sektor kesehatan, Sedulang Ketan mencatat peningkatan kegiatan pelayanan dari tahun ke tahun. Pada 2024, kegiatan pelayanan tercatat sebanyak 103 kali. Jumlah itu meningkat menjadi 447 kegiatan sepanjang 2025 dan mencapai 833 kegiatan hingga Oktober 2026.
Melalui program itu, petugas kesehatan mendatangi masyarakat rentan yang menghadapi hambatan akses akibat faktor geografis, sosial maupun ekonomi.
Pelayanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan langsung, pelayanan jemput bola hingga rujukan melalui koordinasi lintas sektor.
Peningkatan dari 103 menjadi 833 kegiatan menjelaskan bertambahnya intensitas pelayanan di lapangan. Meski begitu, angka tersebut merupakan jumlah kegiatan, bukan jumlah warga yang telah menerima layanan.
Data penerima manfaat dan tindak lanjut pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui seberapa luas pelayanan tersebut menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Indeks inovasi
Selain dua inovasi, Ratu Dewa juga memaparkan perkembangan indeks inovasi daerah Kota Palembang yang terus meningkat.
Indeks inovasi Palembang tercatat 68,13 pada 2023, kemudian naik menjadi 84,24 pada 2024 dan mencapai 88,02 pada 2025 dengan predikat sangat inovatif.
Untuk memperkuat pengembangan inovasi, Pemkot Palembang telah melaksanakan Deklarasi Budaya Inovasi pada 3 Maret 2025. Deklarasi tersebut ditandatangani bersama seluruh perangkat daerah.
Pengembangan inovasi juga diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah serta diperkuat melalui kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), perguruan tinggi, pemerintah daerah lain hingga media massa.
Ratu Dewa menegaskan, inovasi daerah tidak semata-mata dikembangkan untuk mengejar penghargaan, tetapi harus menjadi budaya dalam penyelenggaraan pemerintahan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pengembangan inovasi daerah bukan semata-mata untuk mendapatkan penghargaan. Yang paling penting adalah bagaimana inovasi tersebut menjadi budaya dalam penyelenggaraan pemerintahan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia mengatakan, Ado Gawe diharapkan membuka akses kesempatan kerja lebih luas, sedangkan Sedulang Ketan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat rentan yang selama ini mengalami keterbatasan akses.
Kedua inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Palembang meningkatkan kualitas pelayanan publik, terutama dalam urusan ketenagakerjaan dan kesehatan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
