Rabu, 30 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » Angkot Feeder : “Si Kecil jadi Tulang Punggung LRT “

Angkot Feeder : “Si Kecil jadi Tulang Punggung LRT “

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
  • visibility 982
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kemacetan di Palembang bukan lagi sekadar gangguan, tapi sudah menjadi momok bagi warganya. Dengan 31 titik kemacetan yang tersebar di berbagai sudut kota, perjalanan yang seharusnya singkat bisa berubah menjadi drama panjang di jalanan. Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tak tinggal diam. Bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub), mereka terus berupaya mencari solusi jangka panjang.

Salah satu gebrakan terbaru adalah penambahan angkot feeder LRT Koridor 8 yang menghubungkan Asrama Haji dengan Talang Betutu. Langkah ini bukan hanya sekadar menambah jalur transportasi umum, tapi juga bagian dari strategi besar untuk mengajak masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke moda transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Namun, pertanyaan besar masih menggantung, karena apakah masyarakat siap beralih? atau justru tetap memilih “berjuang” di kemacetan dengan kendaraan pribadi mereka?

Sejak diperkenalkan pada 2022, angkot feeder telah melayani lebih dari 12 ribu penumpang. Bahkan, 30 persen pengguna LRT di Palembang berasal dari feeder ini, menandakan bahwa angkot feeder bukan sekadar pelengkap, tapi menjadi elemen vital dalam sistem transportasi kota.

Menurut Rode Paulus, Kepala Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel, Koridor 8 yang baru ini diharapkan bisa semakin meningkatkan akses masyarakat ke LRT.

“Rute ini memiliki panjang sekitar 17 km, dan kami harap dengan adanya feeder, lebih banyak orang tertarik naik LRT. Tapi ini perlu dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat,” ujar Rode dalam peresmian koridor baru  Jumat akhir pekan lalu.

Jika masyarakat semakin terbiasa menggunakan angkot feeder, LRT bisa menjadi pilihan utama dalam mobilitas harian, mengurangi beban jalanan, dan tentu saja, mengurangi kemacetan yang semakin menggila.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, optimistis bahwa kehadiran feeder bisa menjadi game changer dalam upaya mengatasi kemacetan di kota ini.“Angkot feeder ini lebih aman, nyaman, dan murah. Bahkan kita akan mendorong lebih banyak ASN serta masyarakat umum untuk naik LRT agar kemacetan berkurang,”tegasnya.

Bukan hanya itu, Pemkot Palembang juga berencana menambah 5 hingga 10 koridor feeder baru agar semakin banyak wilayah terhubung langsung dengan stasiun LRT. Dengan begitu, masyarakat tak perlu lagi ragu untuk beralih ke transportasi umum.

Namun, menambah koridor feeder saja tidak cukup jika masyarakat tetap enggan meninggalkan kendaraan pribadinya. Budaya “lebih nyaman pakai motor atau mobil sendiri” masih menjadi tantangan besar.

Satu hal yang seharusnya menjadi daya tarik utama angkot feeder adalah gratis ! Ya, semua delapan koridor feeder yang sudah beroperasi saat ini bisa digunakan tanpa biaya sepeser pun.

Gratis

“Angkot feeder ini nyaman, aman, dan yang paling penting, gratis! Jika masyarakat semakin banyak yang memanfaatkannya, maka impian Palembang bebas macet bukan sekadar wacana,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Agus Supriyanto.

Tapi kenyataannya? Masih banyak masyarakat yang enggan beralih. Sebagian besar merasa bahwa kendaraan pribadi lebih fleksibel, meskipun harus terjebak di tengah kemacetan yang mengular.

Bahkan, ada juga yang belum terbiasa dengan pola pikir “park and ride”—yakni menggunakan kendaraan pribadi hingga titik tertentu, lalu melanjutkan perjalanan dengan transportasi umum.

Menambah angkot feeder dan memperluas jaringan transportasi adalah satu hal, tapi mengubah kebiasaan masyarakat adalah tantangan yang jauh lebih besar.  Apakah Warga Palembang Siap Berubah?

Karen meskipun feeder LRT sudah gratis, nyaman, dan bisa menghindarkan dari stres macet, tetap saja banyak yang memilih membawa kendaraan pribadi. Ini bukan sekadar soal fasilitas, tapi tentang mengubah pola pikir.

Sebagai contoh, di banyak negara maju seperti Jepang atau Singapura, masyarakatnya lebih memilih transportasi umum karena sudah terbiasa dengan sistem yang efisien. Di Indonesia, terutama di Palembang, mindset ini masih dalam tahap awal.

Jika masyarakat tetap enggan beralih, maka kemacetan akan terus terjadi, dan pada akhirnya, tidak ada solusi yang benar-benar bisa mengatasi masalah ini.

Dengan bertambahnya angkot feeder LRT, Palembang sedang menuju sistem transportasi yang lebih modern dan efisien. Apakah warga siap berubah?

Jika masyarakat masih lebih nyaman terjebak macet di kendaraan pribadi, maka tambahan feeder, LRT, dan berbagai fasilitas lainnya tidak akan banyak berarti. Namun, jika semakin banyak yang sadar dan mulai menggunakan angkot feeder serta LRT, Palembang bisa benar-benar terbebas dari kemacetan dalam beberapa tahun ke depan. Sekarang, pilihan ada di tangan kita.Mau stuck di macet atau pindah ke transportasi umum yang lebih nyaman dan gratis? [***]

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PR Iskandar-Shodiq, Apa Saja ?

    PR Iskandar-Shodiq, Apa Saja ?

    • calendar_month Kamis, 17 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 931
    • 0Komentar

    Sumselterkini,co,id Kayuagung – Menurunkan angka kemiskinan dan mengurangi pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah Iskandar Shodiq untuk mewujudkan visi OKI Mandira 2024. Untuk menuntaskan tugas tersebut Iskandar-Shodiq akan melakukan pemberdayaan masyarakat mulai dari desa. “Kita ingin masyarakat OKI sejahtera berlandaskan iman dan taqwa dengan berkurangnya jumlah penduduk miskin dan menurunnya angka pengangguran dan meningkatnya daya beli […]

  • Dukung BBI,UMKM Terus Tingkatkan Kualitas

    Dukung BBI,UMKM Terus Tingkatkan Kualitas

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 642
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menggembleng usaha, mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk naik kelas. Total, 500 UMKM se-Indonesia dijaring untuk dibekali materi manajemen finansial, branding hingga digital marketing agar memang benar benar bangga akan buatkan Indonesia. “Ini bagian dari gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan komitmen kita untuk meningkatkan kapasitas UMKM,” jelas Direktur […]

  • Delapan Atlet Legendaris Papua Tampil Dalam Pembukaan PON, Ini Profil Atlet Pernah Mengharumkan Bangsa Itu

    Delapan Atlet Legendaris Papua Tampil Dalam Pembukaan PON, Ini Profil Atlet Pernah Mengharumkan Bangsa Itu

    • calendar_month Minggu, 3 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 899
    • 0Komentar

    SUATU kebanggaan bagi masyarakat Papua ketika delapan atlet legendaris Papua dipercaya membawa bendera Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pada pembukaan Pekan olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Delapan atlet legendaris yang telah mengharumkan nama Papua maupun Indonesia pada tingkat nasional maupun internasional adalah para mantan atlet, Raema Lisa Rumbewas (angkat besi), Benny Maniani (tinju), Erni […]

  • Cara Pemerintah Stop Jual Beli Jabatan

    Cara Pemerintah Stop Jual Beli Jabatan

    • calendar_month Kamis, 25 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.373
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Bupati Cirebon, Rabu (24/10) kemarin terjaring Operasi Tangkap Tangan dari Komisi Pemberantasan Korupsi karena terkait dugaan jual beli jabatan. Kasus ini diyakini hanyalah salah satu dari sejumlah kasus yang terjadi. Menurut Komisi Aparatur Sipil Negara, saat ini jabatan setingkat eselon I di daerah bisa diperjualbelikan seharga 500 juta – 1 miliar rupiah. […]

  • Alex Jamin Tidak Ada Masalah Transportasi Asian Games

    Alex Jamin Tidak Ada Masalah Transportasi Asian Games

    • calendar_month Jumat, 4 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.015
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta- Kesiapan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Palembang sebagai tuan rumah Asian Games XVIII tahun 2018 sudah sepantasnya tak perlu diragukan lagi. Khususnya dari sisi transportasi selama pelaksanaan event olahraga terakbar di Asia tersebut. Hal tersebut dipertegas Gubernur Sumsel Alex Noerdin saat menjadi narasumber pada diskusi panel dengan topik Kesiapan Pemerintah Provinsi Sumsel dalam penyelenggaraan […]

  • Setiap Harinya Palembang Hasilkan 1200 Ton Sampah Tanpa Dikelola

    Setiap Harinya Palembang Hasilkan 1200 Ton Sampah Tanpa Dikelola

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.336
    • 0Komentar

    PEMKOT Palembang tengah fokus memperbanyak tempat pengelolaan sampah terpadu berkonsep daur ulang atau reduce, reuse dan recycle (3R). Metode ini akan sangat baik untuk menekan kuantitas sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tanpa dimanfaatkan. Apalagi masalah penanganan sampah di Kota Palembang masih menjadi persoalan. Hal ini dikarenakan total sampah di perkotaan sudah mencapai […]

expand_less
WordPress Archive Publisher – Newspaper Magazine AMP Pubzinne – Sports Bar WordPress Theme Puca – Optimized Mobile WooCommerce Theme Puddy – Food Delivery App Elementor Template Kit Puff Clouds – Vape Store Elementor Template kit Pulse – Academic Personal WordPress Theme Pulse Animation – Map pulsating for WordPress Pupi – Pet Shop & Pet Supplies Elementor Template Kit Pur – Spa WordPress Theme Puregiven – Charity WordPress Theme