Minggu, 6 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » JEDA » Sejarah Televisi, Dari Layar Berbayang hingga Jadi Jendela Dunia

Sejarah Televisi, Dari Layar Berbayang hingga Jadi Jendela Dunia

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
  • visibility 24
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Sejarah televisi ternyata tidak dimulai dari layar tipis yang kini menempel di dinding rumah. Jauh sebelum orang bisa memilih film hanya dengan menekan remote, atau menonton berita dari belahan dunia lain sambil rebahan, televisi pernah menjadi eksperimen rumit yang gambarnya bahkan belum tentu bisa dikenali.

Hari ini, televisi mungkin sudah menjadi benda biasa.

Semua rumah pasti memiliki televisi, benda itu bahkan sering menyala meski tidak benar-benar ditonton. Suara pembawa berita terdengar dari ruang tengah. Film berjalan ketika seseorang sedang makan. Anak-anak sesekali melirik layar sebelum kembali bermain, apakah ada film kartun yang bikin menarik bagi mereka.

Namun dulu, kemampuan sebuah mesin menampilkan gambar bergerak dari tempat lain merupakan sesuatu yang luar biasa.

Barangkali itulah sebabnya perjalanan televisi menarik untuk diceritakan.

Bukan karena televisi ditemukan oleh satu orang.

Justru sebaliknya.

Televisi lahir dari mimpi, percobaan, kegagalan, dan sumbangan banyak penemu yang datang pada zaman berbeda.

Sebelum Televisi Ada, Manusia Sudah Ingin Mengirim Gambar

Keinginan untuk mengirim gambar dari satu tempat ke tempat lain sebenarnya sudah muncul jauh sebelum televisi hadir.

Pada akhir abad ke-19, para ilmuwan mulai memikirkan bagaimana sebuah gambar dapat dipecah menjadi bagian-bagian kecil, dikirim melalui sinyal, lalu disusun kembali di tempat tujuan.

Kedengarannya memang sederhana.

Dalam praktiknya, hampir tidak sesederhana itu.

Salah satu tonggak penting datang pada 1884 ketika penemu asal Jerman, Paul Nipkow, mematenkan perangkat menggunakan cakram berlubang untuk memindai gambar. Cakram tersebut kemudian dikenal sebagai Nipkow disk.

Gagasan Nipkow menjadi salah satu dasar perkembangan televisi mekanik.

Cara kerjanya memang masih jauh dari televisi modern. Gambar harus dipindai melalui lubang-lubang pada cakram yang berputar. Hasilnya pun sangat terbatas.

Namun ada satu hal penting yang berhasil dibuktikan, yaitu gambar ternyata dapat dipecah menjadi informasi dan dikirim sebagai sinyal.

Hingga akhirnya perjalanan panjang televisi mulai menemukan jalannya.

John Logie Baird dan Gambar yang Akhirnya Bisa Bergerak

Puluhan tahun kemudian, seorang penemu asal Skotlandia bernama John Logie Baird mencoba membawa gagasan tersebut lebih jauh. Baird mengembangkan sistem televisi mekanik yang menggunakan cakram berputar untuk memindai gambar.

Perangkatnya tidak terlihat seperti televisi modern, jangan mengambarkan layar lebar dengan gambar tajam. Teknologinya masih sederhana, bahkan gambarnya kecil dan kualitasnya rendah.

Namun pada 26 Januari 1926, Baird melakukan demonstrasi publik di London yang kemudian menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah televisi. Sistemnya mampu menampilkan gambar bergerak melalui transmisi televisi mekanik.

Bagi orang-orang yang melihatnya saat itu, pengalaman tersebut tentu berbeda dengan menonton televisi hari ini.

Tidak ada layar besar, tidak ada warna, dan tidak ada suara jernih, tetapi ada sesuatu yang jauh lebih penting, sebuah mesin berhasil membuat manusia melihat gambar bergerak dari jarak jauh.

Baird kemudian terus mengembangkan teknologinya. Pada 1928, sistem televisinya bahkan digunakan untuk transmisi dari London ke New York dan untuk eksperimen televisi berwarna.

Oleh sebab itulah Baird sering disebut sebagai penemu televisi, namun, menyebutnya sebagai satu-satunya penemu televisi sebenarnya terlalu menyederhanakan sejarah.

Sebab ketika Baird mengembangkan televisi mekanik, penemu lain sedang mengejar sesuatu yang berbeda. Mereka ingin menghilangkan bagian mekaniknya.

Ketika Televisi Mulai Meninggalkan Roda Berputar

Televisi mekanik memiliki keterbatasan.

Cakram yang berputar dapat digunakan untuk memindai gambar, tetapi kualitasnya sulit ditingkatkan. Para penemu kemudian mulai mencari pendekatan baru.

Bagaimana kalau gambar tidak dipindai secara mekanik?

Bagaimana kalau seluruh prosesnya dilakukan menggunakan listrik dan komponen elektronik?

Pertanyaan itu kemudian membawa televisi memasuki babak baru.

Pada 1927, seorang penemu muda asal Amerika Serikat, Philo T. Farnsworth, berhasil mendemonstrasikan sistem televisi elektronik.

Farnsworth mengembangkan image dissector, sebuah teknologi yang mengubah gambar menjadi sinyal listrik melalui proses pemindaian elektronik.

Usianya ketika itu baru 21 tahun.

Penemuan tersebut menjadi salah satu tonggak penting menuju televisi elektronik yang kemudian berkembang menjadi dasar televisi modern.

Di samping itu, ada pula Vladimir Zworykin, insinyur kelahiran Rusia yang bekerja di Amerika Serikat.

Zworykin mengembangkan teknologi kamera televisi elektronik dan mengajukan paten untuk Iconoscope. Teknologi tersebut ikut berperan dalam perkembangan sistem televisi elektronik.

Sehingga, semakin jelas pertanyaannya “siapa penemu televisi?” sebenarnya tidak memiliki jawaban sesederhana satu nama.

Ada Baird.

Ada Farnsworth.

Ada Zworykin.

Dan masih banyak ilmuwan serta insinyur lain yang memberikan kontribusi.

Mereka tidak semuanya mengerjakan hal yang sama.

Tetapi masing-masing membantu membawa televisi selangkah lebih dekat kepada bentuk yang kita kenal sekarang.

Dari Laboratorium, Televisi Mulai Masuk ke Rumah

Penemuan besar tidak otomatis menjadi teknologi massal.

Televisi pun membutuhkan waktu.

Perangkat awal berukuran besar, mahal, dan belum mudah digunakan. Siarannya pun masih terbatas.

Namun perlahan keadaan berubah.

BBC mulai melakukan eksperimen televisi pada akhir 1920-an. Layanan televisi reguler kemudian berkembang dan pada 1936 BBC meluncurkan layanan televisi definisi tinggi dari Alexandra Palace di London.

Televisi mulai meninggalkan ruang eksperimen.

Ia masuk ke ruang publik.

Kemudian masuk ke rumah.

Dan ketika semakin banyak orang memiliki televisi, benda itu mulai berubah fungsi.

Ia bukan lagi hanya alat untuk membuktikan gambar bisa dikirim dari satu tempat ke tempat lain.

Televisi menjadi media.

Satu Layar, Banyak Orang Menonton Hal yang Sama

Ada sesuatu yang membuat televisi berbeda dari teknologi sebelumnya.

televisi mampu membuat orang yang berada jauh dari suatu peristiwa merasa seolah-olah berada di sana.

Sebuah pertandingan bisa disaksikan dari ruang keluarga.

Pidato seorang tokoh bisa ditonton oleh masyarakat di berbagai kota.

Peristiwa besar yang berlangsung ribuan kilometer jauhnya bisa hadir di depan mata.

Salah satu contohnya terjadi pada 1953, ketika penobatan Ratu Elizabeth II disiarkan melalui televisi.

Science Museum mencatat sekitar 2,5 juta perangkat televisi diperkirakan telah berada di rumah-rumah Inggris menjelang peristiwa tersebut.

Televisi mulai memperlihatkan kekuatan sebenarnya.

Bukan hanya menampilkan gambar.

Tetapi mengumpulkan perhatian manusia pada waktu yang sama.

Itulah yang kemudian membuat televisi berkembang menjadi salah satu media paling berpengaruh di dunia.

Dari Hitam Putih hingga Layar Pintar

Perkembangan televisi tidak berhenti pada gambar hitam putih.

Teknologi warna mulai berkembang.

Kemudian datang televisi tabung dengan ukuran yang semakin besar, siaran kabel, televisi satelit, remote control, televisi digital, layar datar, LCD, LED, hingga smart TV.

Televisi yang dulu membutuhkan ruang cukup besar kini bisa dibuat sangat tipis.

Dulu orang menunggu jadwal tayang.

Sekarang penonton dapat memilih apa yang ingin ditonton.

Dulu siaran hanya berasal dari stasiun televisi.

Sekarang satu layar bisa terhubung ke internet dan berbagai layanan streaming.

Bahkan batas antara televisi dan internet semakin kabur.

Namun kebutuhan dasarnya masih sama.

Manusia ingin melihat sesuatu.

Manusia ingin tahu apa yang terjadi di luar dirinya.

Dan manusia selalu memiliki rasa ingin tahu terhadap dunia yang lebih luas.

Jadi, Siapa Penemu Televisi Sebenarnya?

Pertanyaan ini kembali membawa kita kepada John Logie Baird.

Jika harus menyebut satu nama yang paling sering dikaitkan dengan sejarah awal televisi, John Logie Baird memang salah satunya. Demonstrasi publiknya pada 1926 menjadi tonggak penting dalam perkembangan televisi mekanik.

Tetapi sejarah tidak berhenti di sana, ada Paul Nipkow memberikan gagasan penting melalui cakram pemindai. John Logie Baird mengembangkan dan mendemonstrasikan sistem televisi mekanik. Philo Farnsworth menjadi salah satu tokoh utama dalam pengembangan televisi elektronik.

Bahkan Vladimir Zworykin turut mengembangkan teknologi kamera dan sistem televisi elektronik.

Jadi, jika pertanyaannya adalah “Siapa penemu televisi?”, jawaban yang paling populer mungkin John Logie Baird.

Tetapi jika pertanyaannya adalah “Bagaimana televisi ditemukan?”, jawabannya jauh lebih panjang sebab, televisi merupakan hasil perjalanan teknologi yang dibangun oleh banyak orang.

Dari Eksperimen Kecil Menjadi Jendela Dunia

Sekarang, menonton televisi mungkin tidak lagi terasa istimewa. Layar bahkan bisa menyala sepanjang hari tanpa ada yang benar-benar memperhatikannya.

Kita mengganti saluran dengan satu sentuhan.

Menonton pertandingan sambil makan.

Melihat berita sambil bersantai.

Atau memilih film hanya dengan beberapa kali menekan tombol.

Sulit membayangkan bahwa semua itu berawal dari eksperimen dengan cakram, sinyal, tabung elektronik, dan gambar yang masih sangat sederhana.

Para penemu pada masa itu mungkin tidak pernah membayangkan televisi akan berkembang sejauh ini.

Mereka hanya mencoba menjawab satu pertanyaan yang terdengar sederhana:

Bisakah manusia mengirim gambar bergerak melalui jarak jauh?

Jawabannya ternyata bukan sekadar bisa.

Jawaban itu kemudian mengubah cara manusia mendapatkan informasi, menikmati hiburan, menyaksikan sejarah, bahkan memahami dunia.

Dari gambar yang nyaris tidak jelas, lahirlah sebuah jendela.

Dari laboratorium kecil, lahirlah sebuah industri.

Dan dari eksperimen para penemu yang tidak mau menyerah, lahirlah teknologi yang selama puluhan tahun menjadi salah satu benda paling penting di ruang keluarga.

Mungkin karena itu, ketika layar televisi menyala malam ini, ada baiknya kita sesekali mengingat bahwa benda sederhana di depan mata itu menyimpan perjalanan sejarah yang sangat panjang.

Sebuah perjalanan yang bermula dari keinginan manusia untuk melihat lebih jauh daripada apa yang bisa dilihat oleh matanya sendiri. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkokoh syiar agama, borong resmikan 3 masjid, Ratu Dewa : Jumat penuh barokah

    Perkokoh syiar agama, borong resmikan 3 masjid, Ratu Dewa : Jumat penuh barokah

    • calendar_month Jumat, 8 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 950
    • 1Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pejabat [Pj] Walikota Palembang Ratu Dewa memborong peresmian tiga masjid, diharapkan masjid yang baru selesai dibangun tersebut dapat bermanfaat untuk memperkokoh syiar agama di Kota Palembang. “Saya menghadiri tiga undangan meresmikan masjid, mungkin ini tanggal yang baik sehingga banyak pengurus yang melaksanakan peresmian masjid hari ini,” ucap Ratu Dewa saat meresmikan Masjid Al […]

  • RT Di Kelurahan Sei -Selayur Keluhkan Warganya Banyak Tak Peroleh BLT dan Sembako

    RT Di Kelurahan Sei -Selayur Keluhkan Warganya Banyak Tak Peroleh BLT dan Sembako

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.542
    • 0Komentar

    KETUA Rukun Tetangga di Kelurahan Sei – Selayur, Kecamatan Kalidoni, Palembang mengeluh lantaran warganya masih banyak belum mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp600 ribu dan bantuan sembako dari Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang. Irsan, Ketua RT 38, RW 008 Kelurahan Sei- Selayur, Kecamatan Kalidoni Palembang menjelaskan, dari 107 Kepala Keluarga [KK], warganya. 34 KK merupakan […]

  • Kabupaten dan Kota Terus Berbenah, OKI Kembali Dapat 56 Pembangunan Infrastruktur

    Kabupaten dan Kota Terus Berbenah, OKI Kembali Dapat 56 Pembangunan Infrastruktur

    • calendar_month Kamis, 29 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.104
    • 0Komentar

    PEMERATAAN pembangunan yang selalu didengungkan Gubernur Sumsel H.Herman Deru terus dibuktikannya. Pembuktian itu dilakukannya dengan diresmikannya  sebanyak 56 kegiatan pembangunan infrastruktur yang dibiayai Pemprov tahun anggaran 2019 dan 2020 di Kelurahan Paku, Kecamatan Kota Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKl), Kamis (29/4/2021). Pembangunan ini perlahan melepaskan OKI dari keterbatasan infrastruktur selama ini. “Bantuan itu belum […]

  • Jangan Terpancing Tawaran Pinjaman Online, Polda Jateng Imbau Masyarakat Tidak Takut Laporkan Kegiatan Pinjol llegal

    Jangan Terpancing Tawaran Pinjaman Online, Polda Jateng Imbau Masyarakat Tidak Takut Laporkan Kegiatan Pinjol llegal

    • calendar_month Jumat, 22 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 749
    • 0Komentar

    POLDA Jawa Tengah mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati terkait pinjaman online (pinjol) ilegal dan jangan mudah terpancing. Petugas Kepolsiian meminta masyarakat tidak menanggapi pesan WhatsApp atau SMS yang berisi tawaran pinjaman online. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. M Iqbal Alqudusy mengatakan penggrebekan yang dilakukan Polri serta penetapan sejumlah tersangka pinjaman online ilegal, […]

  • Gubernur Ajak Para Bupati dan Wako Se-Sumbagsel Tingkatkan Koordinasi, Sinergi Penting Dalam Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi 

    Gubernur Ajak Para Bupati dan Wako Se-Sumbagsel Tingkatkan Koordinasi, Sinergi Penting Dalam Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi 

    • calendar_month Sabtu, 12 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 659
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumse) H. Herman Deru hadir langsung pada seminar kajian Masyarakat Profesional Sumatera Bagian Selatan (Maspro Sumbagsel) secara virtual  di Command Center Kantor Gunernur Sumsel, Sabtu, (12/3). Dalam seminar Maspro Sumbagsel tersebut  melibatkan lima Gubernur se- Sumbagsel masing-masing Gubernur Sumsel, Gubernur Jambi, Gubernur Bangka Belitung, Gubernur Lampung, dan Gunernur Bengkulu serta menghadirkan  48 […]

  • IndoMXGP Dongkrak Kunjungan Wisata dan Naikan UKM Palembang

    IndoMXGP Dongkrak Kunjungan Wisata dan Naikan UKM Palembang

    • calendar_month Rabu, 26 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 937
    • 0Komentar

    KEJUARAAN Dunia Motocross Grand Prix (MXGP) 2019 yang digelar pada 5-7 Juli diyakini mampu mendongkrak kunjungan wisata Palembang dan menaikan pendapatan disektor UKM masyarakat. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru dalam Press Conference IndoMXGP 2019, sekaligus penandatanganan kesepahaman bersama Memorandum of Understanding (MoU) dengan tiket.com selaku sponsor utama Motocross Grand Prix (MXGP) 2019 kemarin mengungkapkan, dari kejuraan itu, Pemprov Sumsel tidak sama sekali  berorienstasi […]

expand_less
WordPress Archive MyThemeShop WooCommerce Checkout Field Modifier MyThemeShop WooCommerce Products Already Added To Cart Or Purchased MyThemeShop Woodie WordPress Theme MyThemeShop WooShop WordPress Theme MyThemeShop WordX WordPress Theme MyThemeShop WP Contact Widget MyThemeShop WP Google Translate MyThemeShop WP Notification Bar Pro MyThemeShop WP Quiz Pro MyThemeShop WP Real Estate Pro