Selasa, 20 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Otomotif » M. Badly Ayatullah, Gagal Start tapi Tak Pernah Berhenti Gas

M. Badly Ayatullah, Gagal Start tapi Tak Pernah Berhenti Gas

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • visibility 2.736
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEPANJANG panas, bukan cuma aspalnya, tapi juga hati M. Badly Ayatullah, pebalap muda Astra Honda yang harus menonton dari pinggir lintasan Idemitsu Asia Talent Cup 2025.
Bukan karena malas, bukan karena kalah. Tapi karena cedera, ironisnya, tulang boleh retak, tapi semangatnya malah tambah getar.

“Badly, kau nggak turun?” tanya Davino Britani, sambil menepuk bahu temannya di paddock.
Badly senyum. Senyum itu tipis, tapi jelas-jelas berat.
“Turun juga percuma, Vin, kaki belum kuat nendang motor, tapi tenang, aku tetap ngegas dari sini, lewat doa”

Semua tertawa. Tapi tawa itu aneh, antara geli dan kagum. Soalnya cuma Badly yang bisa nyelipin humor di antara sakit dan sedih.

Di dunia balap, cedera itu bukan berita, tapi cara Badly menyikapinya, nah, itu baru cerita.
Dia cedera pas sesi kualifikasi di Mandalika. Jatuhnya gaya MotoGP, tapi sakitnya gaya rakyat jelata, yaitu perih, mahal, dan susah tidur.
Dokter bilang butuh waktu buat pulih. Tapi jiwa balapnya kayak motor dua tak,  kalau diem, malah ngebul sendiri.

Makanya, waktu rekan-rekannya siap tempur ke Sepang, Badly tetap ikut ke Malaysia.
Bukan buat liburan. Tapi buat nyemangatin, bantu tim, dan kadang jadi “konsultan nggak resmi” di paddock. “Davino, hati-hati di tikungan 9. Aspalnya licin kayak janji mantan,” katanya sambil ketawa.

Semua orang di paddock kenal Badly bukan cuma karena kecepatan di lintasan, tapi karena sense of humor-nya yang bisa bikin mekanik ngopi sambil ngakak di tengah tekanan balapan Asia.

Di pinggir lintasan, Badly belajar sesuatu yang jarang disadari pebalap muda bahwa kadang yang tercepat bukan yang paling duluan nyentuh garis finish, tapi yang paling sabar menunggu kesempatan berikutnya.

Dia tahu, kecepatan bisa dilatih, tapi keteguhan cuma bisa diuji lewat kehilangan. “Kalau cuma ngebut sih gampang, tapi nahan diri buat nggak ngebut, itu yang susah,” ujarnya pelan.

Ada kedewasaan yang nggak bisa dia dapet dari akselerasi motor, tapi justru dari jeda. Dari momen di mana dia harus duduk diam, sementara teman-temannya melesat di sirkuit Sepang.

Di situlah filosofi balap itu terasa yaitu, setiap pebalap butuh pit stop dalam hidupnya, dan bukan buat menyerah, tapi buat isi ulang tenaga dan ngerapiin arah.

Walau satu pebalap absen, tim Astra Honda tetap solid.
Nelson Cairoli Ardheniansyah, Alvaro Mahendra, Davino Britani, dan wildcard Bintang Pranata Sukma jadi ujung tombak di Sepang.
Tapi di paddock, semangat mereka nggak lepas dari teriakan Badly. “Ayo gaspol!, jangan kasih kendor, bro!, kalau podium, kopi aku yang bayar!”

Kopi yang dimaksud mungkin cuma sachet-an, tapi niatnya tulus.
Badly tahu, energi tim bukan cuma datang dari mesin motor, tapi dari kebersamaan.
Dari tawa, candaan, dan semangat yang gak mau kalah sama panasnya Sepang.

Buat banyak orang, nonton balapan mungkin cuma hiburan. Tapi buat anak-anak Astra Honda ini, tiap putaran itu seperti bab dalam buku perjuangan mereka.
Mereka belum selevel Rossi, tapi mereka punya sesuatu yang lebih penting ketulusan dalam belajar jatuh dan bangkit.

Badly jadi contoh nyata. Meski kaki belum bisa nendang starter, semangatnya tetap nyala.
Di saat banyak orang sibuk ngejar kecepatan, dia justru belajar arti “melambat dengan makna.”

Kalau dipikir serius (sedikit aja), semangat seperti Badly ini sebenarnya mencerminkan DNA balap Indonesia.
Kita ini bangsa yang nggak pernah benar-benar berhenti, walau sering “nyungsep” di tikungan hidup.
Kadang jatuh, kadang sakit, tapi tetap cari cara buat ngebut lagi.

Dan Astra Honda sadar betul, pembinaan pebalap muda bukan cuma soal podium, tapi soal membentuk karakter yang tahan banting  mental baja ringan yang lentur tapi nggak gampang patah.

Badly mungkin nggak start di Sepang. Tapi di hati rekan-rekannya, dia tetap starter utama.
Dia mengajarkan satu hal penting bahwa kecepatan bukan cuma soal throttle, tapi soal niat yang nggak mau berhenti.

Kadang hidup memang kayak balapan, kita pengen ngebut, tapi semesta nyuruh masuk pit stop dulu.
Dan kalau udah begitu, jangan ngeluh. Nikmati aja kopinya, betulin mental, dan siap ngegas lagi begitu lampu hijau nyala.

Karena kayak kata Badly sebelum race dimulai “Aku mungkin nggak di lintasan, tapi semangatku tetap di garis start”

Oleh karena itu,  begitulah, dari balik pit dan tawa, M. Badly Ayatullah membuktikan satu hal gagal start itu biasa, tapi berhenti gas, itu yang nggak pernah ada di kamusnya.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Serahkan DIPA, Herman Deru Minta Penggunaan Anggaran Bermanfaat Bagi Masyarakat Sumsel

    Gubernur Serahkan DIPA, Herman Deru Minta Penggunaan Anggaran Bermanfaat Bagi Masyarakat Sumsel

    • calendar_month Selasa, 7 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 784
    • 0Komentar

    DAFTAR Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Dana Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun 2022 secara resmi telah diserahkan Gubernur Sumsel H. Herman Deru didampingi Kepala Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumsel Lydia Kurniawati Christyana di Griya Agung, Selasa (7/12) pagi. Gubernur mengatakan secara keseluruhan Provinsi Sumsel termasuk semua kab/kota pada tahun […]

  • Kementerian PUPR Laksanakan Rehabilitasi Irigasi, Tingkatkan Ketahanan Pangan Pemerintah

    Kementerian PUPR Laksanakan Rehabilitasi Irigasi, Tingkatkan Ketahanan Pangan Pemerintah

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.634
    • 0Komentar

    YAlhamdulillah. Dengan adanya pekerjaan rehabilitasi ini air yang mengalir ke sawah kami melimpah. Sawah kami meski musim kemarau tidak akan kekeringan karena air dari irigasi ini melimpah dan mengalir ke sawah-sawah.” Ungkapan syukur itu disampaikan Rohman, petani di Desa Putri Dalem Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Adapun yang dia maksud dengan pekerjaan rehabilitasi itu adalah proyek […]

  • Atlet Perpaprov Muba Optimistis Raih Medali

    Atlet Perpaprov Muba Optimistis Raih Medali

    • calendar_month Jumat, 6 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 973
    • 0Komentar

    SEBANYAK 14 atlet Peparprov II Kontingen Muba turun di ajang olahraga bergengsi di tingkat Provinsi Sumsel tersebut. Tahun kedua pelaksanaan Peparprov ini menjadi panggung pertama atlet Muba turun di ajang tersebut. Diketahui, sebelumnya bertepatan di ajang Asia Auto Gymkhana beberapa waktu lalu di Sirkuit Internasional Skyland, Bupati Muba Dodi Reza melepas secara resmi atlet Peparprov Kontingen […]

  • “Ternate Menuju Timnas, Bola Bukan Sekadar Tendang-Tendang, Nak!”

    “Ternate Menuju Timnas, Bola Bukan Sekadar Tendang-Tendang, Nak!”

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.175
    • 0Komentar

    DI sudut Lapangan Gambesi, Kota Ternate, sore itu terdengar suara tifa menggema, bukan suara gendang sembarangan, tapi pukulan resmi dari Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Dito Ariotedjo, yang jadi penanda Piala Menpora U12 dan U15 2025 resmi dimulai!. Dari sini, bukan cuma bola yang digulirkan, tapi juga asa, impian, serta mungkin bibit  bintang Timnas masa […]

  • Terpaksa Tidak Bisa Bertanding, Satu Pebasket Putri DKI Jakarta Terkonfirmasi Positif Covid

    Terpaksa Tidak Bisa Bertanding, Satu Pebasket Putri DKI Jakarta Terkonfirmasi Positif Covid

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 801
    • 0Komentar

    SATU pebasket putri kontingen DKI Jakarta terkonfirmasi positif covid-19 satu hari sebelum pertandingan perdana, sehingga atlet tersebut tidak bisa ikut bertanding melawan Sulawesi Selatan (Sulsel). Hal ini membuat tim basket putri DKI Jakarta alami tekanan dalam pertandingan perdana, sebagai mana dilansir dari situs PB PON. Pelatih Tim DKI Jakarta, Andrew Tambunan mengatakan hal ini yang […]

  • Raperda Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD TA 2021 Disetujui

    Raperda Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD TA 2021 Disetujui

    • calendar_month Selasa, 5 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 612
    • 0Komentar

    SETELAH agenda pembahasan yang cukup panjang akhirnya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggung Jawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2021 disepakati dan diterima oleh legislatif  Sumsel. Kesepakatan antara Ketua DPRD Sumsel, Hj. Anita Noeringhati dengan Gubernur H Herman Deru tersebut dilakukan dalam bentuk penanda tanganan nota kesepahaman bersama pada  sidang paripurna DPRD […]

expand_less
WordPress Archive Modora - Interior Design & Architecture Service Elementor Pro Template Kit Modula Pro - Best WordPress Image Gallery Moge – Motorcycle Repair & Service Elementor Template Kit Mojado – Mobile Friendly Hotel WordPress Theme Mojito – Digital Agency WordPress Theme Mojuri – Jewelry Store WooCommerce WordPress Theme Moko | Creative Digital Agency WordPress Theme + RTL Ready Molla – eCommerce HTML5 Template Molla | Multi-Purpose WooCommerce Theme Molli – Creative Portfolio & Agency Theme