Selasa, 29 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Otomotif » M. Badly Ayatullah, Gagal Start tapi Tak Pernah Berhenti Gas

M. Badly Ayatullah, Gagal Start tapi Tak Pernah Berhenti Gas

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • visibility 2.724
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEPANJANG panas, bukan cuma aspalnya, tapi juga hati M. Badly Ayatullah, pebalap muda Astra Honda yang harus menonton dari pinggir lintasan Idemitsu Asia Talent Cup 2025.
Bukan karena malas, bukan karena kalah. Tapi karena cedera, ironisnya, tulang boleh retak, tapi semangatnya malah tambah getar.

“Badly, kau nggak turun?” tanya Davino Britani, sambil menepuk bahu temannya di paddock.
Badly senyum. Senyum itu tipis, tapi jelas-jelas berat.
“Turun juga percuma, Vin, kaki belum kuat nendang motor, tapi tenang, aku tetap ngegas dari sini, lewat doa”

Semua tertawa. Tapi tawa itu aneh, antara geli dan kagum. Soalnya cuma Badly yang bisa nyelipin humor di antara sakit dan sedih.

Di dunia balap, cedera itu bukan berita, tapi cara Badly menyikapinya, nah, itu baru cerita.
Dia cedera pas sesi kualifikasi di Mandalika. Jatuhnya gaya MotoGP, tapi sakitnya gaya rakyat jelata, yaitu perih, mahal, dan susah tidur.
Dokter bilang butuh waktu buat pulih. Tapi jiwa balapnya kayak motor dua tak,  kalau diem, malah ngebul sendiri.

Makanya, waktu rekan-rekannya siap tempur ke Sepang, Badly tetap ikut ke Malaysia.
Bukan buat liburan. Tapi buat nyemangatin, bantu tim, dan kadang jadi “konsultan nggak resmi” di paddock. “Davino, hati-hati di tikungan 9. Aspalnya licin kayak janji mantan,” katanya sambil ketawa.

Semua orang di paddock kenal Badly bukan cuma karena kecepatan di lintasan, tapi karena sense of humor-nya yang bisa bikin mekanik ngopi sambil ngakak di tengah tekanan balapan Asia.

Di pinggir lintasan, Badly belajar sesuatu yang jarang disadari pebalap muda bahwa kadang yang tercepat bukan yang paling duluan nyentuh garis finish, tapi yang paling sabar menunggu kesempatan berikutnya.

Dia tahu, kecepatan bisa dilatih, tapi keteguhan cuma bisa diuji lewat kehilangan. “Kalau cuma ngebut sih gampang, tapi nahan diri buat nggak ngebut, itu yang susah,” ujarnya pelan.

Ada kedewasaan yang nggak bisa dia dapet dari akselerasi motor, tapi justru dari jeda. Dari momen di mana dia harus duduk diam, sementara teman-temannya melesat di sirkuit Sepang.

Di situlah filosofi balap itu terasa yaitu, setiap pebalap butuh pit stop dalam hidupnya, dan bukan buat menyerah, tapi buat isi ulang tenaga dan ngerapiin arah.

Walau satu pebalap absen, tim Astra Honda tetap solid.
Nelson Cairoli Ardheniansyah, Alvaro Mahendra, Davino Britani, dan wildcard Bintang Pranata Sukma jadi ujung tombak di Sepang.
Tapi di paddock, semangat mereka nggak lepas dari teriakan Badly. “Ayo gaspol!, jangan kasih kendor, bro!, kalau podium, kopi aku yang bayar!”

Kopi yang dimaksud mungkin cuma sachet-an, tapi niatnya tulus.
Badly tahu, energi tim bukan cuma datang dari mesin motor, tapi dari kebersamaan.
Dari tawa, candaan, dan semangat yang gak mau kalah sama panasnya Sepang.

Buat banyak orang, nonton balapan mungkin cuma hiburan. Tapi buat anak-anak Astra Honda ini, tiap putaran itu seperti bab dalam buku perjuangan mereka.
Mereka belum selevel Rossi, tapi mereka punya sesuatu yang lebih penting ketulusan dalam belajar jatuh dan bangkit.

Badly jadi contoh nyata. Meski kaki belum bisa nendang starter, semangatnya tetap nyala.
Di saat banyak orang sibuk ngejar kecepatan, dia justru belajar arti “melambat dengan makna.”

Kalau dipikir serius (sedikit aja), semangat seperti Badly ini sebenarnya mencerminkan DNA balap Indonesia.
Kita ini bangsa yang nggak pernah benar-benar berhenti, walau sering “nyungsep” di tikungan hidup.
Kadang jatuh, kadang sakit, tapi tetap cari cara buat ngebut lagi.

Dan Astra Honda sadar betul, pembinaan pebalap muda bukan cuma soal podium, tapi soal membentuk karakter yang tahan banting  mental baja ringan yang lentur tapi nggak gampang patah.

Badly mungkin nggak start di Sepang. Tapi di hati rekan-rekannya, dia tetap starter utama.
Dia mengajarkan satu hal penting bahwa kecepatan bukan cuma soal throttle, tapi soal niat yang nggak mau berhenti.

Kadang hidup memang kayak balapan, kita pengen ngebut, tapi semesta nyuruh masuk pit stop dulu.
Dan kalau udah begitu, jangan ngeluh. Nikmati aja kopinya, betulin mental, dan siap ngegas lagi begitu lampu hijau nyala.

Karena kayak kata Badly sebelum race dimulai “Aku mungkin nggak di lintasan, tapi semangatku tetap di garis start”

Oleh karena itu,  begitulah, dari balik pit dan tawa, M. Badly Ayatullah membuktikan satu hal gagal start itu biasa, tapi berhenti gas, itu yang nggak pernah ada di kamusnya.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pulihkan Ekonomi Nasional, Pemerintah Kucurkan Dana Rp95,13 Triliun

    Pulihkan Ekonomi Nasional, Pemerintah Kucurkan Dana Rp95,13 Triliun

    • calendar_month Selasa, 14 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 519
    • 0Komentar

    REALISASI anggaran penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional melalui program PEN hingga 3 Juni 2022 mencapai Rp95,13 triliun dan ini merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan perekonomian. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (13/06/2022), usai mengikuti Rapat Terbatas mengenai Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan […]

  • Direksi IPC Kasih Wejangan Kepada Mahasiswa Unsri di Program IPC Mengajar

    Direksi IPC Kasih Wejangan Kepada Mahasiswa Unsri di Program IPC Mengajar

    • calendar_month Rabu, 14 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.137
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC [Indonesia Port Corporation ] menggelar program ‘IPC Mengajar’ [Direksi Mengajar] yang diikuti mahasiswa /wi Universitas Sriwijaya [Unsri] Palembang di Gedung Serbaguna, Unsri Bukit Besar, Rabu [14/11/2018]. Program ini merupakan rangkaian kegiatan HUT IPC ke -26 yang jatuh pada 1 Desember mendatang. Menurut Pelaksana Harian GM IPC […]

  • Menaker Tinjau Kelompok  Wirausaha yang Mampu Bertahan di Masa Pandemi, Apa Resepnya

    Menaker Tinjau Kelompok Wirausaha yang Mampu Bertahan di Masa Pandemi, Apa Resepnya

    • calendar_month Selasa, 4 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.886
    • 0Komentar

    MENTERI Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, meninjau penerima program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Tenaga Kerja Mandiri (TKM) pada Senin (3/5/2021). Penerima atas nama Kelompok Wirausaha Baru Ecoprint Sekar Langit Bajong berlokasi di Purbalingga, Jawa Tengah. Sesampai di lokasi, Menaker Ida berbincang-bincang dengan para pengrajin ecoprint. Menaker Ida mengaku senang melihat kain ecoprint yang pewarnaannya menggunakan bahan alami […]

  • Sadar Kebutuhan Berinvestasi untuk Rawat Kesejahteraan Mental Karyawan, MSIG Tingkatkan Aktivitas Online Libatkan Karyawan Sejak Pandemi

    Sadar Kebutuhan Berinvestasi untuk Rawat Kesejahteraan Mental Karyawan, MSIG Tingkatkan Aktivitas Online Libatkan Karyawan Sejak Pandemi

    • calendar_month Sabtu, 16 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 724
    • 0Komentar

    SEBAGAI bagian dari upaya keterlibatan internal berkelanjutan untuk kesejahteraan karyawannya, MSIG Asia mengundang 4.700 karyawannya di seluruh wilayah untuk mengambil cuti kemarin sementara sebagian besar masih bekerja dari rumah, untuk mendengarkan dari pembicara motivasi internasional dan penulis buku terlaris, Chris Bertish, di balai kota regionalnya yang bertema “Kesiapan, Ketahanan, Tanggung Jawab”. Berbicara secara virtual melalui […]

  • Demo ‘Negeri asap, Darurat Asap’, Apa Tuntutan G.ASMA ?

    Demo ‘Negeri asap, Darurat Asap’, Apa Tuntutan G.ASMA ?

    • calendar_month Selasa, 17 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 719
    • 0Komentar

    “Bencana asap sudah merajalela! di mana pemerintah? Ribuan penduduk terjangkit ISPA bahkan sudah ada nyawa melayang. Kita tidak akan diam saja,”

  • Menang Lawan Persela Semalam, SFC Kian Pede Masuk 5 Besar

    Menang Lawan Persela Semalam, SFC Kian Pede Masuk 5 Besar

    • calendar_month Minggu, 3 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 800
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang-  Permainan Sriwijaya FC sabtu malam (2/6/2018) memang patut diberi apreasiasi, kerja keras dari 11 orang pemain SFC plus pengganti mampu menundukan tim tamu, Persela Lamongan dengan skor telah 5-1 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring. “Ini modal SFC untuk mengejar peringkt 1 di Liga I Gojek Indonesia 2018,”ungkap Rahmat Darmawan (RD) pelatih SFC. Kemenangan […]

expand_less
WordPress Archive Modora - Interior Design & Architecture Service Elementor Pro Template Kit Modula Pro - Best WordPress Image Gallery Moge – Motorcycle Repair & Service Elementor Template Kit Mojado – Mobile Friendly Hotel WordPress Theme Mojito – Digital Agency WordPress Theme Mojuri – Jewelry Store WooCommerce WordPress Theme Moko | Creative Digital Agency WordPress Theme + RTL Ready Molla – eCommerce HTML5 Template Molla | Multi-Purpose WooCommerce Theme Molli – Creative Portfolio & Agency Theme