Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga & Otomotif » VAR, Ogawa & Oya [“Liga Kita Kini Tak Lagi Main Bola di Lapangan Bebek”]

VAR, Ogawa & Oya [“Liga Kita Kini Tak Lagi Main Bola di Lapangan Bebek”]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
  • visibility 1.269
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DULU, nonton Liga Indonesia itu kayak naik angkot tanpa rute tetap kadang nyasar, kadang muter-muter, kadang malah mogok di tengah jalan. Tapi sekarang, kita patut mengacungkan dua jempol dan satu lutut untuk perubahan yang mulai terasa.

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) mulai serius membenahi isi dapur. Pak Erick Thohir, Ketua Umum PSSI, bilang “Kita nggak cuma masak air doang sekarang, udah mulai rebus daging”.

Salah satu langkah yang bikin tepuk tangan netizen bukan cuma dari grup WA, tapi juga dari tribun stadion, adalah penerapan VAR alias Video Assistant Referee. Ini seperti mengajak CCTV buat bantu emak-emak di warung  biar nggak ada yang curi gorengan.

Menariknya, VAR tak hanya muncul di Liga 1, tapi juga bakal masuk Liga 2. Ini bukan kaleng-kaleng, Bung! Bahkan di Inggris sana, Liga Championship tempat Oxford United bermain aja belum pake VAR. Kita malah udah selangkah lebih maju. Boleh dong kita sombong dikit ke negara Ratu Elizabeth “Oi Britania, Liga 2 kita udah VAR-an, kamu kapan?”.

Lihat Jepang, negeri yang kalo ngebangun toilet umum aja bisa seindah taman meditasi. J League mereka rapi, terstruktur, dan penuh inovasi. Nah, kita kebagian berkahnya LIB merekrut Takeyuki Oya, eks petinggi J League selama 16 tahun, untuk menjadi GM Kompetisi.

Ini kayak ngajak mantan koki sushi Michelin bintang 3 buat bantu warung tegal sebelah rumah. Kalau diseriusin, menunya bisa naik kelas dari telur dadar jadi beef teriyaki.

Dan jangan lupakan Ogawa, pelatih wasit yang sudah lebih galak dari guru BP zaman Orba. Bersama dia, sistem perwasitan mulai beresin dosa-dosa masa lalu. Bahkan tahun depan akan masuk wasit asing, tapi nggak lebih dari 30 persen. Kayak bumbu lada harus ada pedasnya, tapi jangan sampai bikin sendok patah.

Kita bisa belajar juga dari Qatar, mereka sukses bikin Liga jadi industri, bukan cuma tontonan. Infrastruktur mentereng, manajemen rapih, dan Liga mereka jadi panggung bagi para pemain internasional. Bahkan mereka rela “impor pemain” demi prestasi, walau kadang agak berlebihan kayak orang beli gadget tiap bulan.

Tapi jangan lupa, Pak Erick juga bilang, PSSI cuma punya 1 persen saham di LIB. Artinya, PSSI tak mengatur semuanya. Ini kayak punya saham satu lot di perusahaan tahu bulat bisa nonton, tapi jangan coba-coba ngatur harga jual.

Yang bikin adem hati adalah, baik PSSI maupun LIB sudah sepakat soal kalender liga tiga tahun ke depan. Ini penting. Supaya pemain tidak lagi bingung, “Saya latihan buat Timnas apa Liga, ya?”, karena sebelumnya jadwal sering tumpang tindih kayak nasi uduk campur nasi goreng.

Lalu, soal hasil kerja Oya Pak Erick berpesan “Jangan buru-buru nanya hasil”. Benar sekali, membangun Liga ini bukan bikin mie instan, tapi bikin rendang! Perlu waktu, perlu bumbu, dan harus pakai api kecil. Kalau buru-buru, dagingnya bisa alot, apalagi kalau makannya sambil nonton wasit salah tiup peluit.

Perubahan di tubuh Liga Indonesia sedang menuju arah yang lebih waras. Teknologi diterapkan, manajemen dibenahi, SDM diasah, dan kita belajar dari negara-negara yang sudah sukses mengelola sepak bola sebagai industri dan kebanggaan nasional. Tapi semua itu butuh proses. Kita ini lagi ngerakit mobil, bukan nyewa taksi.

Sekarang tinggal PR-nya di kita semua suporter, media, pemerintah, bahkan tukang jualan cilok depan stadion untuk ikut jaga komitmen.

Kalau Jerman bisa konsisten sejak 2000-an membangun dari level junior sampai jadi juara dunia, kenapa kita harus nyerah cuma karena hujan deras waktu pertandingan?

Karena seperti kata pepatah “Bola itu bulat, tapi mimpi sepak bola Indonesia harus lurus dan fokus”. dan buat yang masih nyinyir, ingatlah satu nasihat dari tribun belakang “Daripada terus nyalahin wasit, mending ikut bantu bangun stadion”.

Dukung sepak bola kita, karena sekarang, nonton Liga Indonesia itu bukan lagi nonton drama, tapi nonton masa depan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Investor Tiongkok Serbu Sumsel

    Wow, Investor Tiongkok Serbu Sumsel

    • calendar_month Jumat, 8 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.314
    • 0Komentar

    Palembang – Konsulat Jenderal RRC di Medan, Mr. Sun Ang mengadakan kunjungan ke Palembang, Provinsi Sumsel dengan membawa para investor dan pimpinan perusahaan Tiongkok di Sumsel.

  • Positif COVID-19 Sumsel Tembus di Angka 995 Orang

    Positif COVID-19 Sumsel Tembus di Angka 995 Orang

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.065
    • 0Komentar

    POSITIF Virus Corona [COVID-19] di Sumsel menjadi 995 orang setelah  ada penambahan sebanyak 13 orang kemarin sehingga total menjadi 995 orang, kasus virus dari Wuhan, China tersebut saat ini mendekati angka seribu kasus. Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel, Yusri, di Command Center Pemprov Sumsel, Senin (1/6/2020). Sebanyak 12 pasien Covid-19 juga dinyatakan sembuh […]

  • BSB Harus Tingkatkan Layanan Digital

    BSB Harus Tingkatkan Layanan Digital

    • calendar_month Selasa, 26 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.443
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,Palembang – Gubernur Sumsel H.Herman Deru menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumsel dan Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Tahun Buku 2018 di Kantor Utama Jakabaring, Senin (25/3/2019) pagi. Kepada jajaran direksi, mantan Bupati OKU Timur itu meminta agar bank pelat merah ini lebih berani  bersaing meningkatkan layanan pada nasabah. Menurutnya BSB […]

  • PPKM Direncanakan Berlanjut, Palembang dan Prabumulih Masih Level 4, Kabupaten Kota di Sumsel Lainnya Turun

    PPKM Direncanakan Berlanjut, Palembang dan Prabumulih Masih Level 4, Kabupaten Kota di Sumsel Lainnya Turun

    • calendar_month Sabtu, 21 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 611
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Ir H Mawardi Yahya menyebut selama digelarnya PPKM di sejumlah daerah di Sumsel efektif tekan kasus Covid 19. Ini juga berdampak pada turunnya prosentase keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di Rumah Sakit rujukan pasien Covid. “BOR dari 75 persen menurun menjadi 25 persen saja. Artinya ini […]

  • Harus Tingkatkan Pelayanan, Gubernur Ingin BPJS Sumsel Jadi Percontohan di Tingkat Nasional

    Harus Tingkatkan Pelayanan, Gubernur Ingin BPJS Sumsel Jadi Percontohan di Tingkat Nasional

    • calendar_month Rabu, 9 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 618
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H. Herman Deru katakan keakuratan data BPJS diperlukan sehingga persoalan yang dihadapi terkait data secara parsial perlu dikonritkan dan koordinasi dengan Kabupaten/Kota sehingga pelayanan semakin baik. Hal tersebut disampaikan gubernur saat menerima Direktur Pengawas Pemeriksaan dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan DR. Mundiharno, M.SC., CSEP., CSA., QRGP., CERG., GRCP., GRCA beserta jajarannya […]

  • CSR Perusahaan Majukan UMKM di Sumsel
    CSR

    CSR Perusahaan Majukan UMKM di Sumsel

    • calendar_month Kamis, 4 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.028
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang– Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru mengapresasi perusahaan yang telah merealisasikan tanggung jawab Sosial Perusahaan melalui  Corporate Social Responsibility (CSR), terhadap masyarakat sekitar. Salah satu perusahaan yang dinilainya telah banyak membantu melalui dana CSR adalah  PT Sampoerna terutama dalam hal  membantu pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) dan usaha rakyat lainnya. “Usaha yang dikembangkan melalui dana […]

expand_less
WordPress Archive Colio – jQuery Portfolio Content Expander Plugin Coliv – Restaurant Template Kit Collective – Minimal WordPress Theme Cologne – Perfume & Fragrance Elementor Template Kit Colova – Clean & Multi-Concept WordPress Theme Colza – Mining & Industry WordPress Theme Comed – Comedian Elementor Template Kit Coming Soon and Maintenance Mode Coming Soon Counter Page / Maintenance Mode WordPress Plugin – Lacoming Soon Coming Soon Products for WooCommerce