Jumat, 23 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga & Otomotif » Kristian Tareo & Rahasia Kemenangan Tanpa Rapat Tim

Kristian Tareo & Rahasia Kemenangan Tanpa Rapat Tim

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
  • visibility 975
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUNIA sepak bola, ada dua hal yang tak bisa diajarkan oleh pelatih mana pun naluri mencetak gol dan hati yang tak kenal lelah.

Nah, di pertandingan perempat final HYDROPLUS Piala Pertiwi 2025 antara Papua vs Yogyakarta kemarin, dua-duanya nongol kayak sinyal WiFi tetangga nggak bisa ditebak tapi mematikan.

Adalah Kristian Tareo Bapan, kapten yang tak cuma punya nama panjang macam formulir pendaftaran kuliah, tapi juga kaki yang seperti sudah disponsori oleh energi matahari. Empat gol ia borong sendirian, dengan tempo yang mirip promo flash sale: menit 2, lalu gas lagi di 53, 55, dan 58. Gawang Yogyakarta sampai kayak ATM rusak tiap ditekan malah keluar angka.

Sementara itu, tim Yogyakarta sempat membalas satu lewat penalti sang kapten, Ratu Aisha Binar. Tapi sayangnya, setelah gol itu, stamina mereka mulai seperti baterai ponsel jadul hanya tahan sampai WhatsApp dibuka dua kali.

Pelatih Papua, Touskha Oktafia Stevelien Iba yang namanya kalau diundang ke acara seminar bisa makan dua baris spanduk menyampaikan rasa syukur dan sadar betul bahwa timnya baru ngumpul dua hari sebelum latihan. Boro-boro uji coba, kumpul buat kenalan aja baru sempat. Tapi seperti kata pepatah, “Air bisa menemukan jalannya sendiri, apalagi kalau dibantu doa dan semangat kolektif yang nyala kayak kompor gas empat tungku”

Touskha tahu persis bahwa timnya belum sempurna. Tapi toh di dunia ini siapa sih yang sempurna? Bahkan Lionel Messi pun pernah kena offside. Yang penting, katanya, “Kami akan terus memperbaiki semua lini, dari belakang sampai kiper, termasuk gaya selebrasi kalau menang”. Nah, ini baru pelatih yang paham bahwa sepak bola juga soal drama.

Di sisi lain, pelatih Yogyakarta, Ixsan Fajar Pranoto, dengan jujur mengakui bahwa anak asuhnya kalah dari segi fisik. Ini seperti balapan lari antara yang tiap pagi jogging sama yang tiap pagi rebutan kerupuk. Niatnya kuat, tapi nafasnya pendek.

Menurut Ixsan, lima menit terakhir jadi neraka kecil bagi timnya. Tiga gol Papua seperti hujan es di tengah konser bikin buyar semua konsentrasi. Tapi tetap, Yogyakarta tampil sportif dan menunjukkan bahwa semangat tak harus selalu dibayar dengan skor.

Coba tengok Jepang saat membentuk tim sepak bola wanita mereka sebelum jadi juara dunia 2011. Tim itu dulunya bukan siapa-siapa. Tapi dengan latihan disiplin, semangat pantang menyerah, dan nasi kotak yang penuh cinta, mereka mampu mengejutkan dunia.

Atau lihat Islandia, negeri kecil yang bahkan jumlah penduduknya kalah sama penonton konser dangdut. Tapi sepak bolanya bisa tembus Piala Dunia. Kuncinya? Sistem pembinaan dan mentalitas baja. Sisanya tinggal percaya dan nari Viking Clap rame-rame.

Seperti kata Nelson Mandela “Sport has the power to inspire. It has the power to unite people in a way that little else does”. [“Olahraga punya kekuatan untuk menginspirasi. Ia punya kekuatan untuk menyatukan orang-orang dengan cara yang tak bisa dilakukan oleh hal lain”].

Dan benar saja, semangat anak-anak Papua ini bukan cuma bikin gol, tapi bikin kita semua percaya bahwa dengan persiapan seadanya pun, kemenangan bisa dicetak asal hati dan kaki satu ritme.

Di dunia yang penuh kompetisi ini, kadang yang kita butuh bukan teknologi canggih atau taktik luar biasa. Tapi cukup dengan niat yang jujur, usaha yang ulet, dan satu dua doa yang dikirim dari rumah-rumah di pelosok Papua. Maka hasilnya pun manis, bahkan lebih manis dari teh manis di warung padang.

Kemenangan Papua ini bukan sekadar skor. Ini cerita tentang semangat, tentang kerja keras yang tak menunggu sempurna dulu baru jalan. Ini juga tentang doa dan keyakinan yang seringkali diremehkan di zaman serba hitung-hitungan statistik.

Kristian Tareo bukan cuma pencetak gol. Ia simbol bahwa kalau kita percaya dan terus menekan hidup dengan semangat press, press, press, lama-lama dunia juga akan memberikan ruang untuk kita mencetak gol-gol terbaik dalam hidup.

Dan kalaupun nanti kalah di semifinal, setidaknya Papua sudah membuktikan satu hal Bahwa dalam sepak bola dan hidup, semangat tak pernah tahu arti kekalahan.

Sebab seperti kata pepatah lama dari tanah Bugis, “Sekali layar terkembang, pantang surut ke tepian” atau kalau dalam bahasa fans bola “Sekali tendang kena mistar, besok tetap latihan, bukan nyerah jadi komentator”

Salam semangat, dan jangan lupa: kalau hati masih panas, jangan langsung komentar di medsos komentarlah di lapangan, biar lebih berbobot dan nggak bikin jempol orang lain panas juga.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Teladani Warga Bayar PBB, Bupati Bayar Pajak Rumdin

    Teladani Warga Bayar PBB, Bupati Bayar Pajak Rumdin

    • calendar_month Selasa, 23 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 776
    • 0Komentar

    TIDAK hanya menghimbau, dalam upaya memaksimalkan warga Musi Banyuasin (Muba) untuk membayar pajak Bupati Muba Dodi Reza memberikan teladan agar warga Bumi Serasan Sekate tepat dan taat membayar pajak sebagai kontribusi untuk memajukan daerah. Dalam kesempatan kegiatan Gebyar Pajak Daerah 2019 di Desa Tanjung Agung Barat Kecamatan Lais, untuk membayar PBB rumah dinas (rumdin) secara langsung. Orang […]

  • Wawako Palembang Edukasi 9 Pelanggar yang Tidak Gunakan Masker Di Pasar Palimo

    Wawako Palembang Edukasi 9 Pelanggar yang Tidak Gunakan Masker Di Pasar Palimo

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.348
    • 0Komentar

    MASIH padat dan ramainya aktivitas jual beli di Pasar Palimo kota Palembang yang sempat menjadi perhatian  Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda bersama Dinas terkait untuk melakukan tindak tegas kepada pedagang dan pembeli yang tidak tertib akan protokoler kesehatan . Dalam kegiatan sidak wajib pakai masker, setidaknya sembilan pelanggar terjaring Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota […]

  • Perdagangan Semakin Luas, RUU Niaga Elektronik se-ASEAN Disahkan, Mendag Optimistis Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional

    Perdagangan Semakin Luas, RUU Niaga Elektronik se-ASEAN Disahkan, Mendag Optimistis Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional

    • calendar_month Kamis, 9 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.889
    • 0Komentar

      MENTERI Perdagangan Muhammad Lutfi menyambut gembira keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengesahkan Rancangan UndangUndang (RUU) tentang ‘Persetujuan ASEAN tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (ASEAN Agreement on Electronic Commerce/AAEC)’ menjadi undang-undang. Dengan disahkannya RUU tersebut, perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) Indonesia yang sejak awal sudah berlari kencang di dalam negeri dapat diperluas […]

  • Karhutla Kalsel Capai 595 Hektare, Pemadaman Diperkuat dari Darat dan Udara

    Karhutla Kalsel Capai 595 Hektare, Pemadaman Diperkuat dari Darat dan Udara

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Karhutla Kalsel masih ditangani secara intensif hingga Jumat (21/8). BNPB mencatat 53 titik api dengan estimasi luasan lahan terbakar mencapai sekitar 595 hektare di sembilan wilayah. Data tersebut masuk dalam laporan perkembangan situasi dan penanganan bencana BNPB periode Kamis hingga Jumat, 20–21 Agustus 2026. Selain kebakaran hutan dan lahan, BNPB juga mencatat kejadian […]

  • Perlu Sungguh-sungguh Jalankan GTRA Agar Dapat Kurangi Ketimpangan Penguasaan Lahan Pesan Sekda, Gugus Tugas Reforma Agraria Sumsel Sarankan Ini Untuk Muba

    Perlu Sungguh-sungguh Jalankan GTRA Agar Dapat Kurangi Ketimpangan Penguasaan Lahan Pesan Sekda, Gugus Tugas Reforma Agraria Sumsel Sarankan Ini Untuk Muba

    • calendar_month Minggu, 13 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 788
    • 0Komentar

    MENGUSUNG tema strategi penataan aset dan akses yang berkeadilan dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bersama Kantor Pertanahan  Kabupaten Muba menggelar rapat koordinasi (Rakor) Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) tahun 2021. Rakor dibuka oleh Sekretaris Daerah Muba H Apriyadi mewakili Bupati Muba DR H Dodi Reza Alex dihadiiri OPD terkait, belum lama […]

  •  Dorong Kura-kura Bali jadi Kawasan Ekonomi Khusus

     Dorong Kura-kura Bali jadi Kawasan Ekonomi Khusus

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.042
    • 0Komentar

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mendorong Kura-kura Bali yang berlokasi di Pulau Serangan dapat menjadi salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).   Menparekraf Sandiaga saat meninjau kawasan Kura-kura Bali pada Kamis (18/8/2022) mengatakan, proses pengajuan Kura-kura Bali sebagai Kawasan Ekonomi Khusus terus berlanjut dan didorong secara […]

expand_less
WordPress Archive Hotline Call Center &Telemarketing Elementor Template Kit HotLock | Locksmith & Security Systems WordPress Theme + RTL Hotte – Take Away Food Elementor Template Kit Housedeco – Interior Design Elementor Template Kit Houseland – Real Estate WordPress Theme Houzez – Real Estate WordPress Theme Houzing – Real Estate WordPress Theme Hover Box Elementor Page Builder Addon Hoverex Cryptocurrency & ICO Elementor Template Kit Howello : Hotel and Resort WordPress Theme