Minggu, 16 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga & Otomotif » Sundulan Semilyar Kenangan, Gol Messi Jadi Karya Seni

Sundulan Semilyar Kenangan, Gol Messi Jadi Karya Seni

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
  • visibility 1.027
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumseterkini.co.id,- Kalau hidup ini ibarat telenovela, maka babak final Liga Champions 2009 antara Barcelona dan Manchester United adalah episode paling nangkring di kepala buat Lionel Messi. Lebih dari 800 gol yang sudah ia cetak,  entah itu dari kaki kiri sakti, chip elegan, solo run ala maling dompet di pasar, atau tendangan bebas penuh intrik si nomor 10 ini tetap pilih satu sundulan langka sebagai gol favorit sepanjang kariernya. Dan itu, saudara-saudara, bukan gol sembarangan. Itu adalah Sundulan Roma, gol cinta pertama yang bikin Messi susah move on sampai sekarang.

Mari kita rewind sebentar ke tahun 2009, lokasinya di Stadio Olimpico, Roma. Barcelona dan Manchester United bertemu dalam final Liga Champions. Di tengah panggung megah itu, Lionel Messi  si mungil dari Rosario, Argentina  terbang, seperti burung gereja dikejar layangan putus. Lalu… plak! Sundulannya meluncur anggun, seperti tembakan cinta langsung ke jantung Van der Sar.

Padahal, Messi nyundul itu seperti kambing nyanyi dangdut  jarang, tapi kalau kejadian, semua orang langsung tepuk tangan. Ia bukan penyundul ulung.

Tingginya cuma 170 cm kurang dikit, lebih pendek dari rata-rata tiang jemuran. namun malam itu, gravitasi seolah cuti, sundulannya bukan cuma masuk ke gawang, tapi masuk ke memori umat manusia pencinta bola, dan yang paling penting gol itu mengunci treble untuk Barcelona. La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions dikantongi, seperti tukang kredit yang berhasil nagih tiga rumah sekaligus.

“Gol itu bukan yang paling indah atau paling penting secara teknis,” kata Messi, “tapi selalu jadi favorit saya.”
Ya, sama seperti kita yang mungkin pernah pacaran sama yang lebih kaya, lebih rupawan, tapi tetap saja mantan yang pernah ngajak hujan-hujanan beli mi instan di warung ujung gang yang paling membekas.

Kini, si gol sundulan itu bakal naik pangkat, bukan lagi sekadar highlight YouTube atau koleksi fans, tapi akan dijadikan karya seni digital oleh seniman visual Refik Anadol.

Proyek ini adalah bagian dari kampanye “A Goal for Life” milik Inter Miami CF Foundation  semacam transfer kenangan dari rumput stadion ke galeri seni, dan akan dilelang untuk kegiatan amal.

Bayangkan, sebuah sundulan diubah jadi mahakarya yang bisa dipajang di ruang tamu miliarder, atau minimal di kafe hipster ber-AC sentral.

Dan di babak terbaru hidupnya, Messi kini berseragam Inter Miami CF, dari Catalonia pindah ke Florida Selatan, dari tapas ke taco, dari Camp Nou ke pantai berjemur. Tapi walau kausnya berganti, sentuhan magisnya belum pensiun. Juni dan Juli nanti, Messi bakal tampil di FIFA Club World Cup 2025.

Inter Miami masuk Grup A, bareng SE Palmeiras (yang mainnya seperti ayam jago tiap sore), FC Porto (yang suka bawa kejutan seperti kado arisan), dan Al Ahly (klub Mesir yang bisa main bola sambil bikin kita lapar kebayang nasi kebuli).

Jadi siapa tahu, di kompetisi itu nanti Messi kembali menyundul bola,  tapi dengan gaya bapak-bapak yang rambutnya sudah agak minggir dan matanya agak juling lihat matahari. Mungkin bukan setinggi dulu, tapi tetap bikin lawan panik dan kita terharu.

Gol terbaik dalam hidup bukan soal keindahan, tapi soal momen, sundulan Messi di Roma adalah bukti bahwa kepala kecil bisa bikin dunia terbalik. Bahwa dalam hidup, yang membekas itu bukan cuma prestasi besar, tapi juga kejadian ganjil yang muncul di saat paling krusial.

Gol itu bukan hanya masuk gawang, tapi masuk sejarah. Sundulan itu tidak hanya melawan Van der Sar, tapi juga melawan segala logika gravitasi dan stereotip soal tinggi badan. Dan kini, ia berubah menjadi seni, amal, dan kenangan abadi.

“Tak perlu jadi tinggi untuk terbang, cukup punya tujuan dan momen yang pas, seperti Messi kepala kecil, tapi kenangan besar.”

Messi mengajarkan satu hal penting dalam hidup, momen berharga tidak harus megah, tidak harus sempurna, tapi harus punya rasa. Gol sundulan di Roma bukan sekadar angka di papan skor, tapi simbol bahwa kenangan yang paling dalam sering kali datang dari tempat yang tak terduga, seperti kepala kecil Messi yang melayang di udara malam Roma, menyundul bola, dan menyundul sejarah.

Bak pepatah bilang “Yang penting bukan seberapa tinggi kita bisa melompat, tapi seberapa dalam kenangan yang kita tinggalkan saat mendarat.”[***]/disadur dari fifa.com diganti dengan kreatif bahasa.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kades Segera Salurkan BLT, Dananya Sudah Distrafer

    Kades Segera Salurkan BLT, Dananya Sudah Distrafer

    • calendar_month Jumat, 16 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.078
    • 0Komentar

    MENTERI Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi meminta desa yang telah menerima pencairan dana desa untuk segera menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa. Menurutnya, percepatan penyaluran BLT Desa penting dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga di Bulan Ramadhan. “Saya sangat berharap, tolong kepada kepala desa, perangkat desa, yang dana desanya sudah ada, plotting BLT Desa […]

  • Gempa

    Gempa M 7,1 Guncang Malut

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 982
    • 0Komentar

    KEPALA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan hingga saat ini peringatan mengenai potensi tsunami belum dicabut. Dwikorita mengatakan SOP pencabutan peringatan tsunami diakhiri dalam dua jam. “Kaya di Palu, tsunami. Makanya kami belum bisa mengakhiri peringatan tsunami karena masih berbagai kemungkin SOP-nya dua jam,” kata Dwikorita saat dilaporkan detik, Jumat (15/11/2019). Dwikorita […]

  • Layar Tak Lagi Aman, Anak Terpapar Konten Seksual

    Layar Tak Lagi Aman, Anak Terpapar Konten Seksual

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 8
    • 0Komentar

    SENIN pagi kemarin, di sebuah forum literasi digital di Jakarta, para narasumber kembali menyoroti satu hal yang makin sulit diabaikan, anak-anak kini tumbuh di tengah layar yang tidak pernah benar-benar berhenti bergerak. Anak-anak sudah terbiasa memegang ponsel bahkan sebelum benar-benar memulai aktivitas hari mereka. Mereka membuka layar lebih dulu sebelum membuka percakapan dengan orang di […]

  • Listrik 2,5 Juta Pelanggan Sudah Berhasil Menyala, PLN Terus Melakukan Upaya Penormalan Sistem Kelistrikan di Sumsel, Jambi dan Bengkulu

    Listrik 2,5 Juta Pelanggan Sudah Berhasil Menyala, PLN Terus Melakukan Upaya Penormalan Sistem Kelistrikan di Sumsel, Jambi dan Bengkulu

    • calendar_month Rabu, 5 Jun 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.333
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – PT PLN (Persero) terus bergerak memulihkan gangguan kelistrikan yang terjadi pada jaringan transmisi di Sumatera bagian selatan secara bertahap. Hal ini diakibatkan adanya gangguan pada jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV Linggau-Lahat. Sistem transmisi ini merupakan jaringan interkoneksi yang terhubung dengan sejumlah wilayah di Sumatera. Saat ini, kondisi kelistrikan 2,5 […]

  • 20 Finalis MUSI 2025, Bootcamp Bikin UMKM Mendadak Melek Hidup!

    20 Finalis MUSI 2025, Bootcamp Bikin UMKM Mendadak Melek Hidup!

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.743
    • 0Komentar

    SEBANYAK  20 finalis Mitra Usahawan Pusri (MUSI) Competition 2025 mengikuti rangkaian Bootcamp pada 13–14 November 2025 di Graha Pupuk Sriwidjaja Palembang. Pelatihan ini menjadi momentum penting bagi para pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha, sekaligus menyadarkan bahwa dunia bisnis bukan hanya soal mengurus dagangan, tetapi juga mengurus mental. Bootcamp dibuka langsung  Alde Dyanrini, VP TJSL […]

  • Palembang Masuk 7 Kota Indonesia Menari 2019

    Palembang Masuk 7 Kota Indonesia Menari 2019

    • calendar_month Selasa, 10 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.416
    • 0Komentar

    KOTA Palembang menjadi kota ke tujuh di ajang Indonesia Menari yang diselenggarkan www.indonesiakaya.com. Tahun sebelumnya indonesiakaya sukses menyelenggarakan di empat kota, yakni Jakarta, Bandung, Solo, dan Semarang. Tahun ini ada tambahan 3 Kota lagi, salah satu Palembang untuk ajangIndonesia Menari 2019.Perwakilan dari www.indonesiakaya.com, Renitasari Adrian menyampaikan, setelah menambah kota Semarang tahun lalu, kali ini pihaknya menambah lagi […]

expand_less
WordPress Archive WhatsApp Chat Support – WordPress Plugin WhatsApp Chat WordPress WhatsApp Chat – WordPress WhatsApp Chat WhatsApp Click to Chat Plugin for WordPress Wheel of Fortune – HTML5 Casino Game Whistle – Sports Club WordPress White Hall – Municipal and Government WordPress Theme White Label Branding for WordPress White Label Branding for WordPress Multisite White Label – Business And Company Theme