Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga & Otomotif » Sumsel United : Menendang Asa, Menyatukan Talenta, Membangun Cerita dari Tanah Sriwijaya

Sumsel United : Menendang Asa, Menyatukan Talenta, Membangun Cerita dari Tanah Sriwijaya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
  • visibility 862
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Bayangkan sepak bola kita ini seperti masak pempek kapal selam, kalau telurnya kurang, airnya keasinan, atau ikannya tinggal aroma, ya.. hasilnya bukan pempek, tapi tragedi kuliner.

Nah, Sumsel United, klub bola anyar dari tanah Sriwijaya, baru saja masak logo baru, jersey baru, pelatih baru, dan janji-janji segar, seperti tukang bubur yang bilang “besok gratis ya, Bang, kalau laris”. Namun  pertanyaannya rasa dan isi dari klub ini, beneran mantap atau cuma gimik sabtu malam?.

Acara peluncuran yang digelar di ballroom Hotel Harper itu, seperti pesta tunangan meriah, penuh asa dan banyak foto, tapi seperti tunangan juga, perjalanan menuju pelaminan alias “juara liga” itu butuh lebih dari sekadar niat dan senyuman manis. Butuh sistem, strategi, dan stamina, bukan hanya ganti seragam lalu berharap wasit kasihan.

Dunia sepak bola Indonesia ini kadang lebih dramatis dari sinetron, Kadang main bagus, stadion penuh, euforia menggila. Tapi minggu depannya pelatih dipecat, gaji belum turun, atau malah ada keributan di tribun. Apalagi sekarang, setelah FIFA sempat menyorot tata kelola sepak bola kita kayak guru BP memperhatikan murid paling bandel, Sumsel United mesti belajar dari klub-klub lain yang sudah duluan berlari kencang dan mapan, bukan cuma pakai jersey, tapi juga pakai otak dan rencana jangka panjang.

Agar Sumsel United semangat, lihat contoh Persis Solo, klub ini dirombak total oleh Kaesang Pangarep, bukan cuma pakai duit dan nama, tapi juga tata kelola profesional. Stadion direnovasi, akademi jalan, bahkan branding klub digarap serius sampai merchandise-nya laris kayak kaos anak band karenasepak bola bukan cuma soal tendang-menendang, tapi juga manajemen seperti mengelola startup.

Lalu Berneo FC, klub ini jadi raksasa baru di Liga 1, karena konsisten merawat pemain muda, memberi pelatih kepercayaan, dan gak terlalu sering gonta-ganti haluan, seperti petani yang sabar menunggu panen, Borneo FC tahu bahwa membangun tim itu butuh proses bukan instan kayak mie rebus.

Klub Terengganu (Malaysia),klub negeri jiran ini sukses menata ulang akademi lokalnya. Fokus pada pengembangan usia dini, pelatih berkualitas, dan fasilitas latihan yang beneran standar FIFA.
Masa depan sepak bola ya dimulai dari bocah-bocah bersandal jepit yang punya mimpi besar.

Kawasaki Frontale (Jepang), dulu klub biasa, sekarang rajin juara di J-League, mereka investasi pada data scouting, akademi usia muda, dan pelatih berkualitas, kalau mau juara, jangan pelit sama ilmu dan teknologi.

Lain lagi dengan Ajax Amsterdam (Belanda), Ajax jadi salah satu pabrik pemain terbaik dunia, karena akademi mudanya yang mendunia. Bahkan Messi pun ngaku respek ke sistem Ajax. Kalau Sumsel United ingin juara masa depan, ya mulai dari bocah-bocah SMA yang main bola bukan cuma buat mabar, tapi buat mimpi jadi legenda. FC Basel (Swiss), gak segede MU atau Madrid, tapi Basel rutin masuk Liga Champions karena rapi di manajemen, scouting, dan infrastruktur, bisa ambil pelajarannya, klub kecil kalau dikelola niat bisa bikin geger se-Eropa, jangan remehkan klub dari daerah asal niatnya bukan sekadar syuting launching.

Brighton dan Hove Albion (Inggris), dulu klub gurem, sekarang jadi kuda hitam Premier League, mereka pakai data analytics untuk rekrut pemain, bukan pakai katanya bagus. Bayangkan kalau Sumsel United pakai data statistik pemain dari desa-desa, bukan asal ambil anak bupati main di starting line-up. Real Socoedad (Spanyol), fokus ke akademi, scouting anak daerah Basque, dan sistem jangka panjang, klub ini langka pecat pelatih. Kalau pelatih Sumsel United belum bawa juara di musim pertama, tolong jangan langsung diganti kayak ganti status WhatsApp.

Jangan nantinya Sumsel United cuma jadi tim dekoratif, penuh gaya tapi minim hasil, jangan seperti ponsel baru tapi sinyalnya lemah. Kalau niatnya memang membina, ya buatlah akademi yang hidup, bukan sekadar plang nama. Kalau katanya merangkul semua kabupaten/kota, pastikan scouting-nya beneran turun ke lapangan, bukan cuma lewat Zoom atau laporan asal-asalan.

Sumsel ini ke depannya bisa menjadi  lumbung bakat bola, dari Ogan Komering Ulu sampai Musi Banyuasin, banyak bocah berbakat yang tendangannya lebih kencang bak dalam film “Shaolin Soccer”dan “Kung Fu Dunk”. Tapi kalau tidak ada sistem rekrutmen dan pembinaan, mereka akan hilang tersimpan rapi, tapi tak bermanfaat.

Solusinya setidaknya bikin Akademi Desa, bangun akademi berbasis kabupaten, gabungkan PSSI daerah, sekolah-sekolah, dan pelatih lokal. Buat liga antar kabupaten yang rutin, terukur, dan diliput media lokal. Jangan gonta-ganti pelatih, beri waktu 3 musim buat pelatih, jangan kayak hubungan LDR yang putus di tengah jalan.

bikin digitalisasi klub, streaming pertandingan, hadir di TikTok, bikin serial dokumenter YouTube, anak muda itu lebih suka lihat highlight daripada wawancara bupati, libatkan Suporter, ajak suporter jadi bagian klub, beri ruang aspirasi, bahkan ikut dalam penyusunan agenda sosial jangan cuma dimintai yel-yel pas tim menang dan kerjasama dengan klub dunia [tapi kalau bisa], kalau bisa Kirim pelatih magang ke Jepang atau Belanda, tunjuk satu akademi Sumsel jadi kembaran Ajax kecil-kecilan.

Sumsel United bisa jadi secercah harapan, asal tidak berhenti di launching logo dan jersey, sepak bola adalah simfoni yang butuh banyak alat pemain, pelatih, suporter, manajemen, bahkan tukang cuci jersey pun punya peran. Jangan sampai semangat launching ini seperti lagu hits TikTok viral sebentar, lalu hilang ditelan scroll.

Mari kita dukung dan  dorong Sumsel United untuk jadi contoh klub yang bukan hanya mengejar tropi, tapi juga martabat. Yang bukan hanya menghibur 90 menit, tapi membina selama puluhan tahun. Sumsel ini bukan hanya kaya minyak, tapi juga kaya mimpi. Tinggal mau dijaga atau cuma dipakai buat pidato malam Minggu.

Kalau kata Cik Ujang “Juaro itu artinya juara”. Nah, mari kita tambahkan  Juara bukan cuma menang pertandingan, tapi juga menang hati sporter dan rakyat Sumsel, apalagi sepak bola yang benar-benar hidup, adalah yang dimainkan bukan hanya dengan kaki, tapi juga dengan hati dan otak.

Sumsel United bukan sekadar klub baru yang dibentuk dengan gegap gempita di ballroom hotel, tapi sebuah janji masa depan yang ditulis dengan semangat wong kito. Kita tentu tak berharap klub ini hanya ramai di acara peluncuran, tapi kemudian sunyi senyap begitu peluit kompetisi dibunyikan. Jangan sampai jersey-nya rapi, tapi tak pernah berkeringat. Jangan cuma viral di media sosial, tapi nir-gol di klasemen.

Kalau klub-klub Eropa bisa sukses karena konsisten membina akademi, punya pelatih yang fokus pada kualitas latihan, dan manajemen yang tak mudah gonta-ganti, maka Sumsel United juga bisa. Selama niatnya sungguh-sungguh, programnya jelas, dan talenta lokal diberi panggung maka “Juaro” bukan sekadar jargon, tapi tujuan nyata karena sepak bola bukan soal menang atau kalah saja, tapi soal menyatukan semangat, di setiap tendangan, ada harapan, di setiap gol, ada kebanggaan. Kalau bukan kita yang percaya pada Sumsel United, siapa lagi?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oh, Begini Cara Muba Selama Ini Turunkan Angka Kemiskinan

    Oh, Begini Cara Muba Selama Ini Turunkan Angka Kemiskinan

    • calendar_month Rabu, 16 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.078
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang- Wakil Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Musrenbang RPJMD) Tahun 2018-2023 dengan tema penandatanganan kesepakatan bersama menuju kemiskinan satu digit di Hotel Santika Premiere Palembang, Rabu (16/1/2019). Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Muba Beni Hernedi mengatakan Pemkab Muba sudah sejak lama membentuk Tim Koordinasi Pengendalian […]

  • Agrowisata Gelar Teknologi Pusat Edukasi Masyarakat

    Agrowisata Gelar Teknologi Pusat Edukasi Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 15 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.459
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang- Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru melakukan panen perdana jagung di lahan kebun Agrowisata Gelar Teknologi milik TP PKK Sumsel yang  berlokasi di Kitchen Garden Jakabaring Sport City Palembang, Selasa (15/1/2018). Keberadaan kebun yang ditanani jagung dan aneka sayur mayur yang diusahakan Tim Penggerak PKK Sumsel  dibawah binaan Dinas Pertanian […]

  • ishak-mekki

    Wagub Sumsel Sambut Baik Pengelolaan KB/PLKB Menjadi Kewenangan Pemerintah Pusat

    • calendar_month Rabu, 26 Jul 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.137
    • 0Komentar

    Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Ishak Mekki menyaksikan acara, Penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) Penyuluh Keluarga Berencana/ Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PKB/PLKB) kepada Bupati/walikota Se- Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), dilanjutkan Penyerahan SK PKB/PLKB Secara Simbolis, di Auditorium Bina Praja Pemprov Sumsel

  • Apel Operasi Ketupat Musi 2018, Ini 4  Potensi Kerawanan Versi Gubernur

    Apel Operasi Ketupat Musi 2018, Ini 4  Potensi Kerawanan Versi Gubernur

    • calendar_month Kamis, 7 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 819
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Guna mengantisipasi keamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H, pihak Kepolisasian, TNI, Dishub, Pol PP dan Dinas terkait melaksanakan Upacara Gelar Pasukan Operasi Ketupat Musi- 2018. Upacara yang berlangsung di Lapangan Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Rabu (6/6) dipimpin langsung Gubernur Sumsel Alex Noerdin. Sebelum memulai sambutan, Gubernur Alex Noerdin bersama […]

  • Ikut LIDA 2021, Gadis Asal Pedamaran OKI Ini Minta Doa Restu Wabup OKI, Shodiq : Dia Aset Kita, Dukung Yuk ! 

    Ikut LIDA 2021, Gadis Asal Pedamaran OKI Ini Minta Doa Restu Wabup OKI, Shodiq : Dia Aset Kita, Dukung Yuk ! 

    • calendar_month Selasa, 2 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.475
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir memberikan dukungan penuh kepada Perwakilan Sumatera Selatan, Alisya, Gadis Asal Pedamaran Kabupaten OKI agar  siap berlaga dan mampu menampilkan terbaik pada ajang kompetisi LIDA 2021. . Audisi LIDA 2021 yang sudah dimulai sejak 15 November 2020 hingga 17 Januari 2021 itu dilaksanakan secara virtual. Meskipun begitu, tidak menyurutkan semangat Alisyah […]

  • 44 Mahasiswa Fisip Unsri Datangi Pemkot Palembang, Kenapa ?

    44 Mahasiswa Fisip Unsri Datangi Pemkot Palembang, Kenapa ?

    • calendar_month Senin, 5 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 996
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Sedikitnya 44 Mahasiswa Fisip Universitas Sriwijaya (Unsri) jurusan Ilmu Komunikasi melakukan kunjungan ke Sekretariat Daerah Kota Palembang untuk belajar langsung tentang manajemen kehumasan ke Bagian Humas, Senin (5/10/2018). Kunjungan mahasiswa Unsri ini diterima langsung oleh Kabag Humas Amiruddin Sandy didampingi Kasubag Bina Hubungan Media Adi Zahri, Kasubag Dokumentasi dan Penerbitan Nur M […]

expand_less
WordPress Archive ListingPro – Directory & Listing WordPress Theme ListingPro - Directory & Listing WordPress Theme Listio – Directory Listing & Real Estate WordPress Theme Listivo – Classified Ads & Directory Listygo – Directory & Listing WordPress Theme Litl’ Pal – Animal Shelter & Charity WordPress Theme Litmus – Creative MultiPurpose WordPress Theme Live Chat Complete Live Chat Experience Live Chat Pro