Selasa, 20 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga & Otomotif » Sumsel United : Menendang Asa, Menyatukan Talenta, Membangun Cerita dari Tanah Sriwijaya

Sumsel United : Menendang Asa, Menyatukan Talenta, Membangun Cerita dari Tanah Sriwijaya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
  • visibility 886
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Bayangkan sepak bola kita ini seperti masak pempek kapal selam, kalau telurnya kurang, airnya keasinan, atau ikannya tinggal aroma, ya.. hasilnya bukan pempek, tapi tragedi kuliner.

Nah, Sumsel United, klub bola anyar dari tanah Sriwijaya, baru saja masak logo baru, jersey baru, pelatih baru, dan janji-janji segar, seperti tukang bubur yang bilang “besok gratis ya, Bang, kalau laris”. Namun  pertanyaannya rasa dan isi dari klub ini, beneran mantap atau cuma gimik sabtu malam?.

Acara peluncuran yang digelar di ballroom Hotel Harper itu, seperti pesta tunangan meriah, penuh asa dan banyak foto, tapi seperti tunangan juga, perjalanan menuju pelaminan alias “juara liga” itu butuh lebih dari sekadar niat dan senyuman manis. Butuh sistem, strategi, dan stamina, bukan hanya ganti seragam lalu berharap wasit kasihan.

Dunia sepak bola Indonesia ini kadang lebih dramatis dari sinetron, Kadang main bagus, stadion penuh, euforia menggila. Tapi minggu depannya pelatih dipecat, gaji belum turun, atau malah ada keributan di tribun. Apalagi sekarang, setelah FIFA sempat menyorot tata kelola sepak bola kita kayak guru BP memperhatikan murid paling bandel, Sumsel United mesti belajar dari klub-klub lain yang sudah duluan berlari kencang dan mapan, bukan cuma pakai jersey, tapi juga pakai otak dan rencana jangka panjang.

Agar Sumsel United semangat, lihat contoh Persis Solo, klub ini dirombak total oleh Kaesang Pangarep, bukan cuma pakai duit dan nama, tapi juga tata kelola profesional. Stadion direnovasi, akademi jalan, bahkan branding klub digarap serius sampai merchandise-nya laris kayak kaos anak band karenasepak bola bukan cuma soal tendang-menendang, tapi juga manajemen seperti mengelola startup.

Lalu Berneo FC, klub ini jadi raksasa baru di Liga 1, karena konsisten merawat pemain muda, memberi pelatih kepercayaan, dan gak terlalu sering gonta-ganti haluan, seperti petani yang sabar menunggu panen, Borneo FC tahu bahwa membangun tim itu butuh proses bukan instan kayak mie rebus.

Klub Terengganu (Malaysia),klub negeri jiran ini sukses menata ulang akademi lokalnya. Fokus pada pengembangan usia dini, pelatih berkualitas, dan fasilitas latihan yang beneran standar FIFA.
Masa depan sepak bola ya dimulai dari bocah-bocah bersandal jepit yang punya mimpi besar.

Kawasaki Frontale (Jepang), dulu klub biasa, sekarang rajin juara di J-League, mereka investasi pada data scouting, akademi usia muda, dan pelatih berkualitas, kalau mau juara, jangan pelit sama ilmu dan teknologi.

Lain lagi dengan Ajax Amsterdam (Belanda), Ajax jadi salah satu pabrik pemain terbaik dunia, karena akademi mudanya yang mendunia. Bahkan Messi pun ngaku respek ke sistem Ajax. Kalau Sumsel United ingin juara masa depan, ya mulai dari bocah-bocah SMA yang main bola bukan cuma buat mabar, tapi buat mimpi jadi legenda. FC Basel (Swiss), gak segede MU atau Madrid, tapi Basel rutin masuk Liga Champions karena rapi di manajemen, scouting, dan infrastruktur, bisa ambil pelajarannya, klub kecil kalau dikelola niat bisa bikin geger se-Eropa, jangan remehkan klub dari daerah asal niatnya bukan sekadar syuting launching.

Brighton dan Hove Albion (Inggris), dulu klub gurem, sekarang jadi kuda hitam Premier League, mereka pakai data analytics untuk rekrut pemain, bukan pakai katanya bagus. Bayangkan kalau Sumsel United pakai data statistik pemain dari desa-desa, bukan asal ambil anak bupati main di starting line-up. Real Socoedad (Spanyol), fokus ke akademi, scouting anak daerah Basque, dan sistem jangka panjang, klub ini langka pecat pelatih. Kalau pelatih Sumsel United belum bawa juara di musim pertama, tolong jangan langsung diganti kayak ganti status WhatsApp.

Jangan nantinya Sumsel United cuma jadi tim dekoratif, penuh gaya tapi minim hasil, jangan seperti ponsel baru tapi sinyalnya lemah. Kalau niatnya memang membina, ya buatlah akademi yang hidup, bukan sekadar plang nama. Kalau katanya merangkul semua kabupaten/kota, pastikan scouting-nya beneran turun ke lapangan, bukan cuma lewat Zoom atau laporan asal-asalan.

Sumsel ini ke depannya bisa menjadi  lumbung bakat bola, dari Ogan Komering Ulu sampai Musi Banyuasin, banyak bocah berbakat yang tendangannya lebih kencang bak dalam film “Shaolin Soccer”dan “Kung Fu Dunk”. Tapi kalau tidak ada sistem rekrutmen dan pembinaan, mereka akan hilang tersimpan rapi, tapi tak bermanfaat.

Solusinya setidaknya bikin Akademi Desa, bangun akademi berbasis kabupaten, gabungkan PSSI daerah, sekolah-sekolah, dan pelatih lokal. Buat liga antar kabupaten yang rutin, terukur, dan diliput media lokal. Jangan gonta-ganti pelatih, beri waktu 3 musim buat pelatih, jangan kayak hubungan LDR yang putus di tengah jalan.

bikin digitalisasi klub, streaming pertandingan, hadir di TikTok, bikin serial dokumenter YouTube, anak muda itu lebih suka lihat highlight daripada wawancara bupati, libatkan Suporter, ajak suporter jadi bagian klub, beri ruang aspirasi, bahkan ikut dalam penyusunan agenda sosial jangan cuma dimintai yel-yel pas tim menang dan kerjasama dengan klub dunia [tapi kalau bisa], kalau bisa Kirim pelatih magang ke Jepang atau Belanda, tunjuk satu akademi Sumsel jadi kembaran Ajax kecil-kecilan.

Sumsel United bisa jadi secercah harapan, asal tidak berhenti di launching logo dan jersey, sepak bola adalah simfoni yang butuh banyak alat pemain, pelatih, suporter, manajemen, bahkan tukang cuci jersey pun punya peran. Jangan sampai semangat launching ini seperti lagu hits TikTok viral sebentar, lalu hilang ditelan scroll.

Mari kita dukung dan  dorong Sumsel United untuk jadi contoh klub yang bukan hanya mengejar tropi, tapi juga martabat. Yang bukan hanya menghibur 90 menit, tapi membina selama puluhan tahun. Sumsel ini bukan hanya kaya minyak, tapi juga kaya mimpi. Tinggal mau dijaga atau cuma dipakai buat pidato malam Minggu.

Kalau kata Cik Ujang “Juaro itu artinya juara”. Nah, mari kita tambahkan  Juara bukan cuma menang pertandingan, tapi juga menang hati sporter dan rakyat Sumsel, apalagi sepak bola yang benar-benar hidup, adalah yang dimainkan bukan hanya dengan kaki, tapi juga dengan hati dan otak.

Sumsel United bukan sekadar klub baru yang dibentuk dengan gegap gempita di ballroom hotel, tapi sebuah janji masa depan yang ditulis dengan semangat wong kito. Kita tentu tak berharap klub ini hanya ramai di acara peluncuran, tapi kemudian sunyi senyap begitu peluit kompetisi dibunyikan. Jangan sampai jersey-nya rapi, tapi tak pernah berkeringat. Jangan cuma viral di media sosial, tapi nir-gol di klasemen.

Kalau klub-klub Eropa bisa sukses karena konsisten membina akademi, punya pelatih yang fokus pada kualitas latihan, dan manajemen yang tak mudah gonta-ganti, maka Sumsel United juga bisa. Selama niatnya sungguh-sungguh, programnya jelas, dan talenta lokal diberi panggung maka “Juaro” bukan sekadar jargon, tapi tujuan nyata karena sepak bola bukan soal menang atau kalah saja, tapi soal menyatukan semangat, di setiap tendangan, ada harapan, di setiap gol, ada kebanggaan. Kalau bukan kita yang percaya pada Sumsel United, siapa lagi?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alex Noerdin : Sang Pisang Milik Anak Jokowi Patut Dicontoh Anak Muda di Sumsel

    Alex Noerdin : Sang Pisang Milik Anak Jokowi Patut Dicontoh Anak Muda di Sumsel

    • calendar_month Sabtu, 3 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.428
    • 0Komentar

    “Kreatif menciptakan usaha yang bisa menciptakan lapangan kerja,”

  • Serahkan Bantuan Kemanusiaan, Bupati Muba akan Berangkat ke Jalur Gaza

    Serahkan Bantuan Kemanusiaan, Bupati Muba akan Berangkat ke Jalur Gaza

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 952
    • 0Komentar

    “Seluruh umat muslim dan warga yang ada di Muba akan berjuang bersama-sama untuk Gaza, saya berencana dari pengumpulan hasil donasi konser amal Muba untuk Gaza nantinya akan saya bawa dan salurkan langsung ke jalur Gaza,”

  • PERMAK Usul Walikota Alihkan Dana Tunkin Pejabat & ASN untuk Fakir, Miskin & Anak Terlantar

    PERMAK Usul Walikota Alihkan Dana Tunkin Pejabat & ASN untuk Fakir, Miskin & Anak Terlantar

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.117
    • 0Komentar

    KETUA Aliansi Peduli Ekonomi Rakyat Miskin dan Anti Korupsi (PERMAK), Afdhal Azmi Jambak, SH. Sekretariat Jl. Ariodillah Komplek Kehutanan No. 4405 RT.004 RW.002 Kelurahan 20 Ilir D III Kecamatan Ilir Timur  I Kota Palembang meminta kepada H. Harnojoyo, S.Sos, Walikota Palembang agar memberikan uang untuk semua rakyat di Kota Palembang yang fakir, miskin dan anak-anak […]

  • Kadinkes Sumsel : Jumlah Pasien Sembuh Melebihi Jumlah Kasus Aktif, Banyuasin Luar Biasa

    Kadinkes Sumsel : Jumlah Pasien Sembuh Melebihi Jumlah Kasus Aktif, Banyuasin Luar Biasa

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.110
    • 0Komentar

    PENCEGAHAN dan Penanganan dampak covid 19 yang telah dilakukan Pemkab Banyuasin dalam hal ini Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 di Kabupaten Banyuasin sudah berjalan sangat efektif. Karena semuanya sudah berjalan sesuai dengan Standar Operasi Prosedur (SOP) yang telah di tetapkan Pemerintah Pusat. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Dra Lesti Nurainy, Apt.MKes yang […]

  • Meski Terbilang Aman, Prov. Sumsel Bentuk Tim Satgas Kemanusiaan Cegah Covid-19

    Meski Terbilang Aman, Prov. Sumsel Bentuk Tim Satgas Kemanusiaan Cegah Covid-19

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.346
    • 0Komentar

    MESKI saat ini Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) masih tergolong aman dari virus corona, namun tak menyrutkan upaya Gubernur Sumsel H. Herman Deru untuk tetap melakukan pencegahan masuknya virus tersebut. Salah satunya yakni dengan membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) Corona Virus Diseases 19 (Covid-19). Pembentukan satgas khusus yang di ikuti oleh seluruh Bupati, Walikota, OPD terkait […]

  • Saiful Mujani Reaearch Sebut Tingkat Kepuasan Masyarakat Terhadap Walikota Palembang Kalahkan Jokowi

    Terkait Sampah, Walkot Palembang : Tak Kompeten, Camat Siap Diganti

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 946
    • 0Komentar

    WALIKOTA Palembang H Harnojoyo tidak main-main terkait masalah penanganan masalah sampah di kota Palembang. Bahkan, Orang Nomor Satu di Palembang ini memberikan peringatan kepada Camat sekota Palembang terkait permasalahan sampah. “Camat yang baru harus tahu seluk beluk jalan disetiap kelurahan, lorong jalan, dan kondisi jalan, jika tidak berkompeten siap-siap diganti,” kata Harno, Senin (10/02/2020). Apa […]

expand_less
WordPress Archive ListingPro – Directory & Listing WordPress Theme ListingPro - Directory & Listing WordPress Theme Listio – Directory Listing & Real Estate WordPress Theme Listivo – Classified Ads & Directory Listygo – Directory & Listing WordPress Theme Litl’ Pal – Animal Shelter & Charity WordPress Theme Litmus – Creative MultiPurpose WordPress Theme Live Chat Complete Live Chat Experience Live Chat Pro