Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga & Otomotif » “Akhirnya Pemain Bola Gak Perlu Ngadu ke Dukun, NDRC Indonesia, Solusi Sengketa Sepak Bola Tanpa Drama Korea!”

“Akhirnya Pemain Bola Gak Perlu Ngadu ke Dukun, NDRC Indonesia, Solusi Sengketa Sepak Bola Tanpa Drama Korea!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
  • visibility 1.033
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ISU gaji pemain bola yang suka ngadat kayak sepeda tua, sehingga bikin panas, kehadiran NDRC Indonesia (National Dispute Resolution Chamber) jadi angin segar, bukan lembaga santet atau forum curhat pemain yang diputusin pelatih pas lagi sayang-sayangnya. Ini adalah lembaga resmi, diakui FIFA pula sejak 2023, yang khusus menyelesaikan sengketa pemain bola dan klub di Indonesia alias, nggak perlu lagi ribut-ribut di medsos atau curhat di Instastory pakai lagu galau.

Dulu, kalau ada pemain bola yang gajinya nggak dibayar, pilihannya cuma dua, kalau gak ngadu ke pengadilan negeri (yang bisa makan waktu seumur kontrak berikutnya) atau pasrah sambil nyambi jualan cilok di pinggir stadion.

Sekarang?, cukup lapor ke NDRC Indonesia, nggak perlu bikin bengek jaksa, cukup datang, ngasih bukti, dan tunggu keputusan yang adil. Seperti kata pepatah, “Lebih baik ke NDRC daripada ke pengadilan yang bisa bikin ubanan sebelum usia”.

NDRC ini kayak wasit VAR dalam kehidupan pemain bola, kalau dulu keputusan wasit bisa bikin pemain ngamuk dan banting sepatu, sekarang ada lembaga penengah. Dan lucunya, NDRC Indonesia ini cuma ada lima di dunia, dan cuma satu di Asia, lho! Gokil kan? Jadi kalau Jepang bangga sama sushi dan Korea bangga sama K-Pop, Indonesia bisa tepuk dada dan bilang, “Eh, kita punya NDRC, Bro!”

Contohnya, di Inggris sana ada NDRC juga, tapi mereka lebih senior. Klub-klub Premier League yang duitnya kayak debit tak terbatas aja tetap butuh NDRC, karena urusan kontrak itu kayak hubungan cinta, kadang indah, kadang jadi horror.

Di Brazil juga ada lembaga serupa, tapi Indonesia?, lebih unik. Klubnya kadang telat bayar, pemainnya kadang telat datang latihan. Nah, NDRC hadir buat nyambungin dua dunia yang sering salah paham ini.

Ketua NDRC Indonesia, Pak Togi, bilang kalau mereka nggak cuma belain pemain. Klub juga bisa dibela, karena nggak semua pemain itu suci bak malaikat penjaga gawang.

Ada juga yang kontraknya tiga tahun, mainnya cuma tiga kali. Jadi NDRC itu adil, netral, dan nggak bisa disogok pakai jersey edisi terbatas. Prosesnya pun simpel, kalau dulu sengketa bola bisa sampai ke pengadilan industrial, sekarang cukup di satu tempat, tanpa drama sinetron.

Jadi, apa pesan moralnya? Di dunia sepak bola, yang penting bukan cuma skill juggling atau sundulan maut, tapi kepastian hukum dan keadilan kontrak, dengan adanya NDRC Indonesia, ekosistem sepak bola kita bisa makin sehat, profesional, dan siapa tahu akhirnya bisa bikin Timnas kita ngacir ke Piala Dunia tanpa drama.

Karena kata pepatah lama “Di mana ada bola, di situ ada harapan. Tapi tanpa hukum yang jelas, harapan bisa offside.”[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waspadai Meningkatnya Mobilitas Masyarakat Untuk Hindari Gelombang Ketiga COVID-19!

    Waspadai Meningkatnya Mobilitas Masyarakat Untuk Hindari Gelombang Ketiga COVID-19!

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 777
    • 0Komentar

    KITA harus waspada! Meningkatnya pergerakan dan kegiatan masyarakat pasca penurunan kasus COVID-19 harus diwaspadai supaya bisa menghindari dari potensi gelombang ketiga kenaikan kasus COVID-19! Semua pihak harus menahan diri agar Indonesia tidak menghadapi lonjakan kasus untuk ketiga kalinya. Kalau tidak mendesak, tetap lebih baik di rumah saja. Jika harus beraktivitas, ingat disiplin protokol kesehatan, senantiasa […]

  • Lantik Pengurus KTNA & KPAD, KTNA, Pesan Bupati Muba untuk 2 Lembaga Ini

    Lantik Pengurus KTNA & KPAD, KTNA, Pesan Bupati Muba untuk 2 Lembaga Ini

    • calendar_month Sabtu, 20 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.034
    • 0Komentar

    PENGURUS Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) harus bisa menyuarakan kepentingan para petani dan pekebun termasuk nelayan yang ada di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Terlebih di masa pandemi COVID -19 salah satu sektor yang membuat pertumbuhan ekonomi di tengah masyarakat tetap berjalan, leading sektor nya adalah  pertanian dan perkebunan yang tidak terkena dampak. “KTNA harus bisa menjadi mitra […]

  • Jumlah Pasien Sembuh Covid-19  di Sumsel Naik Jadi 22 Orang

    Jumlah Pasien Sembuh Covid-19  di Sumsel Naik Jadi 22 Orang

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 982
    • 0Komentar

    JUMLAH pasien sembuh dari Virus Corona [COVID-19] menjadi 22 orang. Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel dr. Zen Ahmad SpPD (K) kembali merilis update perkembangan kasus Covid-19 di Sumsel, dari Command Centre Pemprov Sumsel, Selasa (28/4/2020) sore. Hasilnya jumlah pasien sembuh Corona di Sumsel kembali bertambah 4 orang lagi sehingga totalnya menjadi 22 […]

  • Gelar Lomba Cipta B2SA, Ini Pesan PJ Ketua TP PKK Muba untuk Pengurus Aspenku

    Gelar Lomba Cipta B2SA, Ini Pesan PJ Ketua TP PKK Muba untuk Pengurus Aspenku

    • calendar_month Rabu, 17 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 682
    • 0Komentar

      Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menggelar Lomba Cipta Menu Beragam Gizi Berimbang dan Aman (B2SA), bertempat di Halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Muba, Rabu (17/5/2023). Lomba yang diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan (DPP) Kabupaten Muba tersebut, menghadirkan 30 peserta perwakilan dari 15 kecamatan dalam Kabupaten Muba.   Pada kesempatan yang sama, Pj Ketua […]

  • “Grap Lawan Opik!” Tekan 80% Kecurangan

    “Grap Lawan Opik!” Tekan 80% Kecurangan

    • calendar_month Jumat, 8 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.353
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Perusahaan teknologi berbasis transportasi, Grab mengklaim sejak diluncurkannya kampanye “Grab Lawan Opik!” bisa menekan tindak kecurangan di platform Grab turun 80%. Dalam keterangannya, mengutip Warta Ekonomi.co.id,  Head of Public Affairs Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno, mengemukakan bahwa kampanye tersebut berbuah manis yang berimbas kepada mitra pengemudi. Sebanyak 80% tindak kecurangan di platform Grab […]

  • 50 Sopir Bus Trans Musi Ikut Simulator, Walkot : Keselamatan Penumpang Paling Utama

    50 Sopir Bus Trans Musi Ikut Simulator, Walkot : Keselamatan Penumpang Paling Utama

    • calendar_month Rabu, 6 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.190
    • 0Komentar

    SEBANYAK 50 sopir Bus Trans Musi, PT Trans Musi Palembang [TMPJ] ikut simulator mengemudi kendaraan bus di Ballroom Hoten Santika Premier Palembang. “Yang pasti dalam bertugas harus tetap mengutamakan keselamatan penumpang. Karena disini semua ada standar kecepatannya. Jadi tidak boleh ngebut,”kata Walikota Palembang, Harnojoyo, Rabu [6/1/2021]. Harnojoyo mengharapkan, dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi […]

expand_less
WordPress Archive MyThemeShop Frontpage WordPress Theme MyThemeShop Glamour WordPress Theme MyThemeShop Gridbox WordPress Theme MyThemeShop Hotnews WordPress Theme MyThemeShop HowTo WordPress Theme MyThemeShop Instinct WordPress Theme MyThemeShop Interactive WordPress Theme MyThemeShop Lawyer WordPress Theme MyThemeShop Lifestyle WordPress Theme MyThemeShop Magazine WordPress Theme