Olahraga & Otomotif

Ketika MAAGC Mampu Bius Warga Muba Hingga Kepelosok Desa

MESKIPUN cuaca di minggu pagi akhir pekan lalu masih terlihat mendung, namun tak menghalangi niat ribuan warga untuk berbondong-bondong mendatangi Skyland International Circuit, yang jaraknya dari Kota Sekayu bisa ditempuh sekitar 40 menit.

Yang menariknya lagi penonton yang tumpah ruah di tribun tersebut tersebut bukan saja berasal dari masyarakat yang tinggal di Sekayu [ibukota], Kab.Musi Banyuasin saja, melainkan ada yang berasal dari beberapa kecamatan di Kabupaten Muba.

Bahkan ada pula yang datang dari daerah perairan yang sengaja ingin menyaksikan Muba Asia Auto Gymkhana Cup (MAAGC) 2019 secara gratis diselenggarakan Pemkab Kabupaten Musibanyuasin [Muba].

Uniknya lagi, yang menyaksikan MAAGC itu bukan saja yang berasal dari kalangan pencinta otomotif, komunitas atau kaum milenial di Muba, melainkan emak-emak, bahkan emak-emak yang berumur di hampir sentegah abad lebih pun turut memadati tribun dengan mengajak anggota keluarganya.

Ratusan kendaraan roda dua juga terlihat terparkir rapi di areal parkir, tak ketinggalan pula puluhan kendaraaan roda empat sudah terparkir hingga keluar areal parkir Sirkuit Skyland.

Maklum memang, Muba Asia Auto Gymkhana Cup (MAAGC) 2019 yang digelar Skyland International Circuit itu, merupakan salah satu kejuraan Internasional, sehingga membuat warga sangat antusias untuk menyaksikannya. Apalagi sejak diberlakukan peraturan daerah tentang jam malam hiburan/pesta rakyat, seakan mereka memang haus hiburan.

Kota Sekayu memang kondisinya tak seramai, seperti kota -kota kabupaten yang ada di Provinsi Sumsel, karena keberadaan Sekayu bukan daerah menyanggah ataupun kota yang dilintasi kendaraan jalur mudik, seperti Kab. Banyuasin, Indralaya Kab. OKI, Kabupaten Muara Enim, Baturaja, Martapura, ataupun Kota Linggau.

Oleh sebab itu, pemerintah yang kaya dengan sumber daya minyak ini berupaya mengadakan even-even penting dan positif, agar warganya tetap terhibur. “Kami sangat terhibur, meski  memang kami tak mengerti apa itu Muba Asia Auto Gymkhana Cup (MAAGC) 2019,”aku Lina Warga Lalan.

 

 

Dia berharap dengan adanya kejuaraan ini, setidaknya dapat menghibur warga Muba, apalagi perlombaan seperti ini jarang dilakukan di Muba. “Tahu sendiri mas,  Muba ini sepi, tapi dengan seringnya diadakan lomba seperti ini menjadi ramai,”harapnya.

Hal senada dijelaskan, Anto Warga Lais, “Kami sangat bangga Muba bisa menyelenggarakan even sekelas Internasional sehingga Muba dapat dikenal luas.

Kami sangat berterima kasih dengan Pemkab Muba, terutama Bupatinya Dodi Reza yang memiliki jiwa entertainment, mampu menyelenggarakan even sekelas Internasional,”kata Anto kaum milenial Muba ini.

Apalagi, katadi sirkuit ini merupakan hutan rawa yang terlihat seram, namun sulap menjadi salah satu arena. Tentu ke depannya dapat menjadi ramai kegiatan. “Saya baca di beberapa media even ini merupakan even pertama diadakan disirkuit, bahkan di Indonesia, sudah barang tentu sangat bangga,”urainya.

Pioner

Presiden Gymkhana Dr. Kwong Wing Yeung saat menyaksikan pemanasan dan uji treck kejuaraan Asia Auto Gymkhana 2019 di Sirkuit Skyland, Sekayu Muba menilai Muba sangat pioner, apalagi kejuaraan Slalom Asia untuk kali pertama dilakukan di dalam sirkuit. Untuk itu, ia berharap kedepannya dapat menyelenggarakan World Cup Gymkhana.

Kejuraan di Sekayu ini lanjutnya bisa dimanfaatkan dengan baik, karena diselenggarakan di sirkuit memberikan pengalaman menarik. Dia menyarankan, agar ke depannya Sirkuit Skyland dibangun bisa lebih lebar, karena bisa menyimpan cone dan membuat jalurnya lebih menantang.

Ketua Panitia Pusat Muba Auto Gymkhana Cup 2019 Siswanto Budi mengucapkan terima kasih kepada Bupati Muba Dodi Reza dan seluruh warga Muba yang sangat sukses menjadi tuan rumah yang baik. “Muba memang surganya pecinta olahraga, khususnya pecinta otomotif. Bangga bisa menggelar dan menyukseskan event balap internasional di sirkuit Skyland Muba,” ungkapnya.

Menurutnya, event Asia Gymkhana dan Super Moto sangat pas dan pantas digelar di Skyland Muba. “Tidak hanya dukungan warga, kenyamanan melaksanakan event balap di Muba ini juga karena sarpras dan fasilitas yang lengkap dan sangat menunjang untuk level internasional,” tukasnya.

Sementara itu, sang juara 1 Asia Auto Gymkhana, M Adrianzah mengaku sangat takjub dan kagum dengan fasilitas dan lintasan sirkuit Skyland. “Ini sirkuit yang sangat bagus dan punya tantangan tersendiri. Terus terang, sirkuit ini benar-benar menguji adrenaline,” ucapnya.

Senada dikatakan pebalap asal Malaysia, Ng Aik Sha, ia mengakui jika track dan settingan sirkuit sangat berbeda dari beberapa negara yang pernah diikutinya. “Track dan settingan berbeda, ini sangat menyenangkan karena harus mengetahui track baru. Ini sangat menantang,” ungkapnya.

 

 

Bupati Muba Dodi Reza Alex menambahkan, kejuaraan Muba Asia Auto Gymkhana Cup (MAAGC) 2019 bukan semata target utama, target utama bagiamana Muba dapat dikenal di Indonesia, bahkan negara yang ada di Asia.

Menurutnya, ada satu kejuaraan lagi di Sirkuit ini untuk menutup tahun ini, yakni Muba Supermoto International Cup pada 7-8 Desember 2019. Harapannya dengan dua agenda di akhir tahun ini dapat memicu kinerja Pemkab Muba untuk lebih berinovasi dalam membuat kegiatan.

Dia mengatakan pembangunan sirkuit memanfaatkan lahan tidur, yang merupakan aset daerah Muba, agar ke depannya dapat menghasilkan pendapatan asli daerah [PAD].

Selain itu dengan adanya sirkuit yang didesain menyerupai Sirkuit Catalunya di Spanyol ini tentu akan membuat menarik bagi peminat otomotif, bukan saja di Muba, melainkan di daerah lain di Sumsel khususnya dan Indonesia umumnya. “Silahkan bagi pencinta otomotif dari berbagai daerah yang ingin menggunakan untuk even, kami sangat menyambut baik,”terang Bupati yang berpredikat pembina olahraga terbaik di Indonesia.

Dia berharap dengan diselenggarakan beberapa even ini tentu dapat meningkatkan pertumbuhan masyarakat di Muba. Setidaknya para pedagang dapat meraih dampak positif, sehingga dapat menekan angka kemiskinan di Muba. Para UKM yang ada di Muba dapat mengenalkan hasil industri untuk masyarakat umum. Hal ini menurutnya menjadi tujuan utamanya.

Memang Sirkuit Skyland telah sukses melaksanakan Muba Asia Auto Gymkhana Cup (MAAGC) 2019, dan terakhir Muba Supermoto International Cup pada 7-8 Desember 2019 siap dilaksanakan.

Meski sudah berstandar Internasional, Srikuit Skyland beberapa infrastuktur masih dalam finishing, sejumlah pengunjung berharap infrastruktur ke depannya, seperti akses jalan menuju sirkuit tersebut lebih mulus lagi sehingga dapat memudahkan para pengunjung, selain itu juga akses internet pun dapat lancar, sehingga juga memudahkan penonton mengakses jaringan internet.

Selain itu, penghijau di areal tersebut perlu juga menjadi prioritas pemerintah setempat, sebab dengan ditanam pohon-pohon pelindung, sudah barang tentu dapat mempercantik dan memperindah Sirkuit tersebut, dan membuat para penonton nyaman.

Keberanian pemimpin dalam membangun Muba sangat dibutuhkan, apalagi Muba dikenal bukan sebagai kota yang dilalui jalur mudik atapun penyanggah. Hanya keberanian, visioner, inovasi, inovatif serta memiliki jiwa entertainment yang bisa membawa Muba maju dan dikenal masyarakat umum.

Sebelumnya dalam ajang Muba Asia Auto Gymkhana Cup (MAAGC) 2019 di Skyland International Circuit itu. Ada 28 pebalap dari 10 negara yang mengaspal di ajang Gymkhana, antar lain, Jakasem- Jadjang (Thailand), Pov Techeng-SCM Sokosal (Kamboja).

Selain itu, Ho Ynwaverick-Wai Ming (Hongkong), Tseng Kun Yao-Chu Chin Yi (Taiwan), Nguyeh Hong Vinh-Truong Nam Thanh (Vietnam), Magendram Arunasalam-Mohd Shazly Farith (Malaysia), Ng Aik Sha-Lho Wei Min (Malaysia), Lim Boon Seng-Low Chor Yong Jeremy (Singapura), Kan Tsz Kong-Yap Hui Ching (Singapura), Vidit Jain-Ashad (India), James Sanger-Andriansya (Indonesia), Anggiana OHP-Ananta OHP (Indonesia), Hardiko-Rinaldo (Indonesia).

Dua pembalap Indonesia pun, yaknu M Adriansyah Yunial dan Herdiko Setyaputra memperoleh juara 1 dan 2. Keduanya mendapatkan catatan waktu tercepat, yakni Adrianzah pada Heat 1 tercatat 01:57,671 detik dan Heat 2 01:58,379 detik, kemudian Herdiko tercatat di Heat 1 02:00,423 dan Heat 2 01:58,055, dan Pebalap India Vidit Jain di Heat 1 02:02,269 dan Heat 2 01:59,693.[**]

 

Penulis : one

 

 

 

 

Comments

Terpopuler

To Top