Selasa, 8 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga & Otomotif » Mau Gak? ‘Gaji Gede, Nama Ngetop, Cuma Modal Nendang Bola!’

Mau Gak? ‘Gaji Gede, Nama Ngetop, Cuma Modal Nendang Bola!’

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
  • visibility 1.075
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KENAPA Jadi Atlet Sepak Bola Itu Nggak Cuma Keren, Tapi Juga Cuan dan Bikin Emak Bangga

Dulu, anak-anak kalau ditanya,
“Cita-cita kamu apa, Nak?”
Jawabannya template “Dokter!”
Yang jawab “Petani digital” belum lahir, yang jawab “Striker andalan Timnas” biasanya malah disuruh nyapu.

Tapi sekarang zaman berubah, sobat rumput hijau!
Cita-cita jadi pemain bola bukan lagi angin lalu yang cuma mampir pas nonton Piala Dunia. Sekarang, jadi pemain bola itu profesi prestisius, penuh cahaya lampu stadion, dan… penuh transferan dari sponsor!

Eh jangan salah. Jadi pemain bola di Indonesia sekarang bisa kaya raya, asal mainnya bener dan klubnya gak telat bayar gaji.
Nih, kita bongkar dompet para pemain dari Liga 1 sampai Liga 3.

Pemain bintang Liga 1 seperti Stefano Lilipaly atau Ricky Kambuaya, bisa kantongin gaji Rp 200-400 juta per bulan. Nilai kontrak tahunan pemain top bisa tembus Rp 3-5 miliar!, pemain asing yang jadi marquee player bahkan bisa dibayar lebih, ditambah fasilitas macam apartemen, mobil, kadang sampai pelatih pribadi diet nasi padang.

Sementara Liga 2, rata-rata pemain dapat Rp 20-75 juta per bulan, tergantung klub dan prestasi, pemain senior dengan nama besar bisa kantongin Rp 1-1,5 miliar per musim. Bahkan klub-klub Liga 2 juga makin serius latihan full, jersey keren, dan kadang manajer klubnya punya lebih banyak followers dari pemainnya.

Selain itu, Liga 3, ini level akar rumput, pemain bisa digaji Rp 3-10 juta per bulan, tapi banyak juga yang masih sistem “uang bensin + makan siang”. Tapi jangan remehkan, banyak klub Liga 3 sekarang mulai profesional. Banyak pemain muda bersinar dari sini ibaratnya, Liga 3 itu seperti kos-kosan bagi calon bintang masa depan.

Sedangkan sepak bola wanita Indonesia,  pemain di Liga 1 Putri, seperti Zahra Muzdalifah atau Shalika Aurelia, masih menghadapi tantangan, gaji per bulan pemain putri biasanya di kisaran Rp 5-15 juta, tergantung klub dan statusnya di Timnas.

Tapi peluang ke depan besar banget, apalagi dengan makin banyaknya turnamen dan perhatian dari sponsor. Sepak bola putri itu sunrise market!

Kalau sepak bola Indonesia mulai ngebul, luar negeri mah sudah kayak kompor turbo 5 tungku, contohnya seperti di Inggris (Premier League), pemain top seperti Kevin De Bruyne (Manchester City) digaji sekitar £400 ribu/minggu alias Rp 8 miliar/minggu!

Pemain muda rata-rata dapat £30.000-50.000/minggu, gaji mingguan, bro. Mingguan, bukan bulanan kayak gaji kita yang baru cair pas ketupat udah basi.

Italia (Serie A), pemain seperti Dusan Vlahovic (Juventus) digaji sekitar €250.000/minggu, pemain level sedang €50.000–100.000/minggu, tergantung klub dan posisi. Bahkan pemain pelapis AC Milan yang jarang main bisa bawa pulang gaji ratusan juta seminggu, padahal cuma lari-lari pas pemanasan.

Spanyol (La Liga), Vinícius Júnior (Real Madrid) gaji sekitar €400.000/minggu, dan pemain lokal senior seperti Jordi Alba dulu sempat dikontrak €10 juta/tahun.

Prancis (Ligue 1), Kylian Mbappé pernah punya kontrak dengan PSG sekitar €72 juta per tahun, belum termasuk bonus dan sponsor dan pemain cadangan PSG aja mungkin gajinya cukup buat beli SPBU mini.

Asia (Jepang, Korea, Arab Saudi)

Di J.League (Jepang), gaji pemain rata-rata pemain asing top $800.000–1 juta per musim, dan pemain lokal senior: $300.000–500.000 per musim, di K-League (Korea), rata-rata pemain asing $400.000–600.000 per musim, dan pemain lokal $100.000–300.000 per musim.

Arab Saudi ini surganya kontrak, Cristiano Ronaldo di Al-Nassr digaji $200 juta per tahun! Pemain top Asia bisa dapat $1-3 juta per musim, plus vila, sopir, dan mungkin… unta pribadi.

Oleh sebab itu, jangan cuma jadi penonton, jadilah pemain, apalagi sepak bola itu bukan cuma tontonan tapi ladang masa depan. Kalau kamu anak muda yang jago nutmeg abang-abang di kampung, seriusin!, kalau kamu orang tua, jangan cuma beliin anak buku rumus matematika, beliin juga sepatu bola!. “Rumput lapangan yang diinjak hari ini, bisa jadi jalan karpet merah menuju masa depan”

Ingat ! latihan keras, jaga disiplin, jangan telat tidur gara-gara main Mobile Legends, dan tetap sekolah, karena pemain bola pintar lebih cepat paham taktik dan bisa ngomong pas konferensi pers.

Pepatah baru dari pinggir lapangan, “lebih baik kena semprot pelatih daripada semprot bos karena telat ngantor.”

“Sepatu bola yang kotor hari ini, bisa jadi sumber dolar besok pagi”

Jadi kalau besok anak kamu bilang,

“Ma, aku pengen jadi striker Timnas!”

Jangan dijawab,
“Main bola melulu, nanti hitam!”

Tapi sambutlah dengan pelukan sambil bilang,

“Nanti Ibu cariin akademi bola ya, Nak. Siapa tahu kamu main di Spanyol, Bunda bisa ikut tinggal di Madrid!”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maknai Idul Adha Untuk Saling Berbagi dan Saling Peduli

    Maknai Idul Adha Untuk Saling Berbagi dan Saling Peduli

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 862
    • 0Komentar

    MEMATUHI protokol kesehatan serta tetap melaksanakan Shalat Idul Adha berjamaah meski di tengah wabah COVID-19, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin dan Wakil Bupati Muba Beni Hernedi kompak melaksanakan Shalat Idul Adha di rumah dinas masing-masing sedangkan Sekretaris Daerah Drs Apriyadi MSi melaksanakan Solat Idul Adha di Masjid Jammi An Nur Sekayu, Jumat (31/7/2020). […]

  • Masih Wawenang Wakita, Palembang Pertanyakan Zebra Cross LRT

    Masih Wawenang Wakita, Palembang Pertanyakan Zebra Cross LRT

    • calendar_month Sabtu, 18 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 744
    • 0Komentar

    WALIKOTA Palembang Fitrianti Agustinda mempertanyakan Zebra cross di sepanjang jalur Light Right Transit/LRT tersebut, padahal masalah tersebut masih tanggung jawab PT Waskita dan Pemrpov. Sumsel. Zebra cross merupakan jalur khusus tempat pengguna pejalan kaki menyeberang jalan, berbentuk garis warna hitam dan putih membujur tebal. Sejak dibangun LRT sampai sekarang disepanjang jalur LRT tersebut belum ada jalur […]

  • Paruh Tahun 2019, Ini yang Bikin Realisasi PAD Muba Tercapai 52%

    Paruh Tahun 2019, Ini yang Bikin Realisasi PAD Muba Tercapai 52%

    • calendar_month Selasa, 23 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 858
    • 0Komentar

    REALISASI Pendapatan Asli Daerah [PAD] Kabupaten Musi Banyuasin [Muba] hingga paruh tahun [Juli 2019] mencapai Rp157 miliar dari target tahun ini Rp287 miliar atau mencapai 52%. 1.Support Bupati Realisasi PAD ini tidak terlepas dari program-program yang dicanangkan, masukan serta support dari Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin. “Ya, salah satunya dengan kegiatan Gebyar Pajak ini,” […]

  • Di Hadapan Ribuan Simpatisan, Harnojoyo – Fitrianti Agustinda Ajak Berpolitik Santun

    Di Hadapan Ribuan Simpatisan, Harnojoyo – Fitrianti Agustinda Ajak Berpolitik Santun

    • calendar_month Selasa, 9 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.562
    • 0Komentar

    Dirinya bersama wakilnya siap untuk memimpin Kota Palembang, karena masih banyak PR tahun lalu yang belum sempurna dikerjakan

  • Kata Pj. Gubernur  untuk KONI Sumsel

    Kata Pj. Gubernur untuk KONI Sumsel

    • calendar_month Selasa, 16 Jan 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.307
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel harus lincah untuk mempersiapkan bibit-bibit atlet berprestasi dan bekerjasama dengan BUMN dan BUMD.Pesan itu disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni. Salah satu langkah yang dapat diambil menurutnya adalah dengan pembinaan dari sekolah-sekolah maupun pelosok daerah di Sumsel. “Pengurus KONI memang harus lincah, bekerjasama dengan BUMN, BUMD dan swasta […]

  • Vaksinasi Lensia di Palembang Capai 20%, Dinkes Palembang : Lensia Lain Diharapkan Tergugah, Masyarakat Tak Perlu Takut

    Vaksinasi Lensia di Palembang Capai 20%, Dinkes Palembang : Lensia Lain Diharapkan Tergugah, Masyarakat Tak Perlu Takut

    • calendar_month Senin, 15 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.068
    • 0Komentar

    Plt Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Palembang dr. Mirza Susanty mengatakan, telah melakukan vaksinasi lansia sebanyak 11.000 atau 20% dari  alokasi 53.200 vaksin untuk lansia dan mentargetkan rampung sampai bulan depan. “Target vaksinasi lansia, kita mendapatkan alokasi vaksin sebanyak 53.200. Sejauh ini kita  sudah memvaksinasi  11.000 atau 20%. Targetnya sampai bulan April 2021,” ungkap […]

expand_less
WordPress Archive Median – Digital Marketing Agency Elementor Template Kit Mediax – Health & Medical WordPress Theme Medibuds – Medical Marijuana Dispensary WordPress Theme Medical & Dentist | Medical WordPress MedicaLife – Health Care & Medical Elementor Template Kit Medicalkit – Health & Clinical Care Elementor Template Kit MediCare – Hospital & Health Service Elementor Template Kit Medicare Responsive WordPress RTL Theme Medicate – Health & Medical Elementor Template Kit MediCenter – Health Medical Clinic WordPress Theme