Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » OKI Terkini » Pulihkan Ekonomi Pasca Pandemi Ala Bupati OKI, Mau Tahu ?

Pulihkan Ekonomi Pasca Pandemi Ala Bupati OKI, Mau Tahu ?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2020
  • visibility 975
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PANDEMI  Virus Corona atau COVID-19 bukan lagi masalah krisis kesehatan tapi juga ekonomi. Hal ini menjadi sebuah dilema oleh semua pemimpin di dunia dari level kepala negara sampai kepala daerah. Namun demikian optimisme bangkitnya ekonomi harus di kedepankan ditengah Covid-19 yang masih mewabah. Untuk itu pasca focus pada penanganan dampak kesehatan kosentrasi pemerintah ke depan pada recovery dampak ekonomi Covid-19.

Demikian dikatakan Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE saat menjadi narasumber pada Webinar “Politik Anggaran Penanganan Covid-19: Komitmen dan Kiat Daerah”. yang digelar Program Studi Magister Administrasi Publik FISIP Universitas Sriwijaya, kemarin.

Menurut Iskandar, harus ada upaya ekspansi terhadap pemulihan ekonomi tersebut. Khususnya pada sektor usaha riil pertanian, perkebunan dan UMKM.“Covid-19 ini dampaknya signifikan terhadap ekonomi rakyat untuk itu kita lakukan maping mana yang paling terdampak dan mampu bertahan diterpa oleh pandemi ini” ungkapnya.

 Disektor pertanian sebagai daerah penghasil utama pangan pokok beras, OKI ungkap dia patut bersyukur karena mampu mensuplai kebutuhan pangan. “Alhamdulilah petani kita masih bisa surplus ditengah pandemi ini. Beras dari OKI bisa penuhi kebutuhan untuk daerah lain” Ungkapnya.

Ditambahkan Iskandar kebijakan anggaran penanganan Covid-19 di OKI sudah dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan.

 “Kekhawatiran cuma satu, seberapa besar anggaran dapat terserap. Sasaran apa yang akan dicapai. Tak lain percepatan penangan Covid-19. Aksi apa yang akan dilakukan dalam penanganan anggaran, hasilnya perlu kita pertanyakan. Rasio harus sesuai dengan cost,” jelas Iskandar.

Untuk itu, disampaikan Iskandar bahwa sejak 8 Juni Kabupaten OKI tidak ada penambahan lagi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. “Terakhir kami mendapat dari data yang kami terima pada 25 Mei 2020. Sampai akhir ini Kabupaten OKI zero positif Covid. Kami ingin mempertahankannya dengan cara menerapkan protokol kesehatan dan memulihkan ekonomi,” tegasnya.

Dipaparkannya pula, Pemkab OKI telah menyiapkan refocusing Rp 345 miliar untuk tahap kedua dari sebelumnya Rp 92 miliar pada refocusing anggaran tahap pertama. Menurut Iskandar, ketersediaan anggaran penanganan Covid tersebut bersumber dari APBD Kabupaten OKI sebesar Rp 325 miliar, BTT Rp 1,855 miliar, dan dana desa Rp 58,102 miliar.

Meski demikian, lanjut Iskandar, Kabupaten OKI membutuhkan dukungan kontribusi dari pemerintah pusat.

“Kami memerlukan anggaran proporsional (dari pusat) agar dapat terserap untuk melakukan aksi, seperti dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional, memulihkan ekonomi” harapnya.

Sementara Ketua Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPRRI) Said Abdullah mengatakan pemerintah dan wakil rakyat telah memberikan sinyal untuk berdamai dengan Covid-19. Kebijakan itu terkait penggunaan anggaran yang telah dikeluarkan untuk penanganan Covid-19.

“Bagaimana mengombinasikan penanganan Covid-19 dengan pemulihan ekonomi. Kalau bertahan sampai Desember 2020, tahun depan (2021) akan susah. Kita (Indonesia) sesungguhnya masuk pada perang dunia ketiga melawan ‘makhluk gaib’ yang tidak tahu kapan vaksinnya ditemukan,” ungkap Said Abdullah.

Ditegaskannya, pada kuartal ketiga, selesai atau tidak selesai penanganan pandemi Covid-19, semua harus sepakat untuk berdamai. Menurutnya, pemerintah daerah sudah melakukan sedemikian rupa. Pemerintah daerah sudah membantu pemerintah pusat.

“Kita tidak bisa berkutat terus-menerus. Ini harus diakhiri, berdamai dengan Covid. Tidak bisa tidak. Kalau Covid tidak tertengahi, ekonomi kita hancur.  Kemiskinan kita sudah naik dari 9,2 persen menjadi  11,2 persen. Kita harus berdamai. Mulai dari Presiden,  gubernur bupati/wali kota dan pejabat lainnya harus dapat mensosialisasikan kepada masyarakat untuk hidup dalam tatanan baru. PSBB boleh dibuka, masker jangan dibuka. Social distancing tetap dijaga,” terangnya.

Said menambahkan, sinergi antara pusat dan daerah sebenarnya tidak pernah ada persoalan. Kepala daerah melakukan kebijakan dan mencari lubang kosong yang tidak dideteksi dan masuk data pusat. “Persoalan ada pada data yang tidak pernah sama. Itu yang menjadi problem yang menghantui kita,” ungkapnya.

Sejak Perppu terkait refocusing anggaran diterbitkan, lanjut Said, sejak itu pula peraturan berlaku. Dikatakannya, semua sudah disiapkan anggarannya, tidak ada yang luput. “Semua diberikan stimulan. Cuma pertanyaannya, sampai kapan kuat melakukan itu. Banggar DPR bersetuju dengan pemerintah, kita harus berdamai dengan Covid-19. Bangsa-bangsa di Eropa sudah melakukan lockdown tapi tidak ada hasilnya,” serunya.

Masih kata Said, pemerintah pusat dan daerah punya keterbatasan anggaran. Meski demikian, ini harus diakhiri agar ekonomi bisa pulih. “Bansos tidak akan membuat orang jadi kaya dan klaster orang jadi naik. Bagaiamana dengan uang 300 ribu rakyat bisa sejahtera,” paparnya.[***]

Ril

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • M Sajid Belajar Politik Saat di Sospol ABRI

    M Sajid Belajar Politik Saat di Sospol ABRI

    • calendar_month Sabtu, 20 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.100
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG –  Calon Legislatif (Caleg) DPR-RI dari Partai Berkarya Nomor 1 Daerah Pemilihan (Dapil) Sumsel 1, Drs Muhammad Sajid, MBA menyatakan Ia belajar politik praktis dari sosok Susilo Bambang Yudhoyono [SBY] saat menjadi komandan di Sospol ABRI tahun 1998. “Kesiapan memasuki dunia politik, saya nilai tidak terlalu harus bagaimana, karena ketika saya selesai melaksanakan SESKOAD […]

  • Kemenag Luncurkan Sehati, Program Sertifikasi Halal Gratis bagi UMK

    Kemenag Luncurkan Sehati, Program Sertifikasi Halal Gratis bagi UMK

    • calendar_month Kamis, 9 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 726
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Agama hari ini meluncurkan Program Sertifikasi Halal Gratis atau Sehati bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Program Sehati dirilis oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Peluncuran program berlangsung secara hybrid dan dipusatkan di Aula KHM Rasjidi Gedung Kemenag RI di Jl Thamrin, Jakarta dengan protokol kesehatan ketat dan tes Swab Antigen. Hadir, Sekretaris […]

  • Beberapa Tahapan Pergerakan Jemaah Yang Wajib Dijalani, Jika Ada Pemberangkatan Haji 1442H

    Beberapa Tahapan Pergerakan Jemaah Yang Wajib Dijalani, Jika Ada Pemberangkatan Haji 1442H

    • calendar_month Minggu, 2 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.001
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Agama telah menyusun alur pergerakan jemaah, jika ada pemberangkatan haji 1442 H/2021 M. Alur pergerakan tersebut dirumuskan sebagai bagian dari mitigasi penyelenggaraan haji yang telah disiapkan pemerintah. “Sampai hari ini kita belum memiliki kepastian pemberangkatan jemaah haji. Tapi kita terus berharap agar kita dapat memberangkatkan jemaah haji. Karenanya kami terus mempersiapkan berbagai skenario serta […]

  • Petani Hutan Masuk Radar Perbankan

    Petani Hutan Masuk Radar Perbankan

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 755
    • 0Komentar

    DULU bank cuma sibuk ngurusin orang kota dengan jas licin dan tanda tangan wangi parfum impor, kini giliran petani hutan ikut masuk radar. Ya, setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) gandeng Kementerian Kehutanan lewat Nota Kesepahaman terbaru di Bandar Lampung, nasib petani hutan yang biasanya dipandang sebelah mata akhirnya mulai diperhitungkan. Sederhananya begini: dulu kalau petani […]

  • “Belum Selesai Nyuci Sarung, Sudah Disuruh Jahit Kain Ihram Lagi”

    “Belum Selesai Nyuci Sarung, Sudah Disuruh Jahit Kain Ihram Lagi”

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 737
    • 0Komentar

    SEBAGIAN jemaah haji Indonesia baru saja ngelurusin punggung setelah menggotong koper penuh kurma dan air zamzam, eh, tetiba terdengar kabar dari Arab Saudi “Haji 2026, ayo kita gas dari sekarang!”. Mantap!!. Weleh-weleh, ini ibarat emak-emak yang baru nyimpen rantang habis kendurian, langsung ditanya, “Bu, besok nyumbang tumpeng lagi ya buat hajatan sebelah” Kementerian Haji dan […]

  • Palembang Perketat Reklame Agar Aman Saat Hujan

    Palembang Perketat Reklame Agar Aman Saat Hujan

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 133
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang memperketat standar keselamatan untuk semua media reklame, billboard, dan videotron selama hujan berkepanjangan yang telah terjadi sejak tahun lalu. Langkah ini menargetkan perlindungan warga dan memastikan setiap pemasangan memenuhi prosedur resmi. Satgas gabungan yang dibentuk Pemkot secara aktif memeriksa setiap reklame di seluruh kota. Tim terdiri dari Satpol PP, Badan Pendapatan Daerah […]

expand_less
WordPress Archive D’Urban – Digital Agency Elementor Pro Full Site Template Kit Dustri – Factory & Industrial Elementor Template Kit Dustro – Construction Company Elementor Template Kit Dvents – Events Management Companies and Agencies WordPress Theme DVPN | Multipurpose VPN WordPress Theme DW Gamez – Responsive WordPress Gaming Theme DW Question & Answer Pro Dydeux - Personal CV Elementor Pro Template Kit Dyelex – Painting & Wallpapering Service Elementor Template Kit Dynamic Content for Elementor