Selasa, 8 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » Wisata Kebugaran, Healing Hijau ala Ekonomi Masa Depan

Wisata Kebugaran, Healing Hijau ala Ekonomi Masa Depan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
  • visibility 1.504
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KATA healing sering muncul di timeline kita, biasanya sih dipakai sebagai alasan liburan dadakan atau kabur dari kerjaan, tapi di level global, healing berubah jadi industri serius wellness tourism yang nilainya tembus triliunan dolar. Indonesia? sudah siap unjuk gigi sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman sehat sekaligus ramah lingkungan.

Umpamanya begini, kamu capek kerja, stres karena target kantor, lalu kabur ke Jogja atau Solo bukan hanya buat makan gudeg atau nonton wayang, tapi ikut sesi meditasi di kompleks keraton, minum jamu legit bikinan mbok jamu yang ramah lingkungan, terus ditutup yoga di tepi sawah sambil mendengar jangkrik berorasi. Nah, itu bukan sekadar wisata, tapi green economy berjalan dengan sandal jepit.

Tren global sudah jelas, menurut Global Wellness Institute, ekonomi wellness dunia tahun 2023 mencapai 6,32 triliun dolar AS, diproyeksikan jadi hampir 10 triliun dolar di 2029.

Bahkan Indonesia? diam-diam nyumbang 56,4 miliar dolar, tertinggi di Asia Tenggara, luar biasa bukan…?. Itu artinya, orang di luar negeri sudah mengakui kalau Indonesia bukan sekadar destinasi pantai, tapi juga tempat cari ketenangan.

Masalahnya, selama ini kita sering kejebak dalam pola wisata selfie economy, orang datang, foto, upload, pulang. Padahal wellness tourism jauh lebih dalam. Ia mengajarkan harmoni manusia dengan alam, makanan sehat dari bumi sendiri, sampai pengalaman spiritual yang bisa bikin dompet tipis tapi hati plong.

Pepatah Jawa bilang, “Urip iku urup” – hidup itu menyala, Wellness tourism memberi kita api, bukan hanya untuk tubuh, tapi juga buat menjaga bumi supaya nggak kebakaran akibat ulah manusia.

Di Surakarta dan Yogyakarta, wellness itu bukan tren Instagram, tapi tradisi turun-temurun, filosofi “Salarasing Urip, Wiraga, Wirasa, Wirama” di Yogya misalnya, ngajarin bahwa hidup itu harus selaras, badan, rasa, dan irama harus nyambung. Sementara di Solo, ada konsep “Titi, Ngadi, Ngusadi”, belajar menyembuhkan diri dulu sebelum mengatasi problem hidup.

Kalau dipikir-pikir, tradisi ini adalah blueprint green economy, Wellness lokal kita berbasis jamu dari tanaman yang tumbuh alami, makanan dari sawah, terapi tubuh dari bahan organik, hingga meditasi tanpa listrik. Tidak ada jejak karbon, paling banter jejak sandal di tanah.

Bandingkan dengan wellness modern ala negara lain spa dengan AC menyala 24 jam, makanan impor, dan aroma terapi sintetis. Indonesia punya keunggulan authentic plus sustainable.

Wellness tourism bukan cuma peluang uang, tapi juga peluang bikin model pariwisata baru yang nggak merusak alam. Kalau biasanya hotel besar berdiri dengan beton yang bikin tanah panas, event seperti Wonderful Indonesia Wellness 2025, justru menawarkan paket-paket wisata ramah lingkungan healthy dining dari dapur tradisional, yoga di alam terbuka, sampai spiritual journey yang bikin kita sadar, ternyata hidup tak harus ribet.

Seperti pepatah lama, “Alon-alon waton kelakon” – pelan-pelan asal sampai, begitu pula dengan wellness tourism, ia tak buru-buru mengejar turis massal, tapi merawat turis berkualitas yang rela bayar lebih untuk pengalaman autentik. Imbasnya? uang masuk, budaya terjaga, alam tetap lestari.

Kalau ditelisik, wellness tourism ini bisa jadi tiga keuntungan sekaligus dampaknya ke ekonomi, yakni ikut menggerakkan UMKM lokal, dari mbok jamu, pengrajin batik, sampai homestay desa, lingkungan, yakni minim polusi, konsumsi lokal, energi rendah serta budaya, artinya menghidupkan kembali filosofi Jawa, Bali, hingga Nusantara sebagai gaya hidup modern.

Dengan cara ini, Indonesia bukan hanya jadi pemain wellness tourism, tapi bisa tampil sebagai model pariwisata sehat plus hijau dunia.

Oleh karena itu, healing tak lagi sekadar alasan bolos kerja, ia bisa dikatakan sudah berubah menjadi industri hijau yang bisa menopang ekonomi bangsa. Indonesia punya bekal kuat, budaya keraton, jamu, kuliner sehat, dan filosofi hidup yang menekankan harmoni. Tinggal bagaimana kita mengemasnya agar menarik sekaligus ramah bumi.

Jadi, lain kali kalau ada yang bilang mau healing, jangan diremehkan, bisa jadi, mereka sedang ikut andil dalam revolusi ekonomi hijau. Ingat!, masa depan pariwisata bukan hanya soal jalan-jalan, tapi soal bagaimana kita berjalan bersama bumi, pelan, sehat, dan lestari.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemuda Muhammadiyah Dilantik, Ratu Dewa Bernostalgia ke Tahun 1980: Saat Rambut Masih Tebal & BBM Masih Murah

    Pemuda Muhammadiyah Dilantik, Ratu Dewa Bernostalgia ke Tahun 1980: Saat Rambut Masih Tebal & BBM Masih Murah

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 825
    • 0Komentar

    DI Palembang, pelantikan itu bisa macam-macam bentuknya dari yang serius pakai toga sampai yang santai pakai sandal jepit di balai RW. Tapi Senin kemarin, pelantikan Pemuda Muhammadiyah Kota Palembang digelar di Rumah Dinas Wali kota, [Rumah Aspirasi],  tempat yang biasanya dipakai rapat pejabat dan menampung keluhan proyek molor bahkan keluhan warga Palembang,   kini berubah jadi […]

  • Dachser perluas jejak dengan dua kantor baru di Asia Tenggara

    Dachser perluas jejak dengan dua kantor baru di Asia Tenggara

    • calendar_month Senin, 13 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.085
    • 0Komentar

      HONG KONG SAR – Media OutReach – Penyedia layanan logistik internasional Dachser hari ini mengumumkan pembukaan dua kantor barunya di Chiang Mai, Thailand dan Da Nang, Vietnam. Kantor baru semakin memperluas jejak perusahaan dan memperkuat posisinya di kawasan ini untuk melayani permintaan pelanggan yang terus meningkat, terutama dari industri elektronik, mode, dan olahraga. “Dachser […]

  • Gandeng SMAN 1, Ketua DPRD Pagaralam Dirikan Posko Penggalangan Masker

    Gandeng SMAN 1, Ketua DPRD Pagaralam Dirikan Posko Penggalangan Masker

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.864
    • 0Komentar

    Ketua DPRD Kota Pagaralam Jenny Shandiyah, SE MH menggandeng SMAN 1 Pagaralam mendirikan Posko guna menggalang masker yang rencananya dibagikan kepada masyarakat.   PENGGALANGAN  masker tersebut tak lain guna mencegah penyebaran COVID-19 yang tengah mewabah. Selain itu, juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dalam menggunakan masker. Posko penggalangan masker ini ditempatkan di Gedung SMA Negeri 1, […]

  • Nataru, Kemenhub Buka Posko Monitoring

    Nataru, Kemenhub Buka Posko Monitoring

    • calendar_month Sabtu, 18 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 797
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) bersama pemangku kepentingan terkait lainnya berkomitmen dan bekerja sama mengawasi dan memastikan implementasi kebijakan pengetatan prokes dilakukan secara konsisten guna mencegah terjadinya penyebaran dan peningkatan kasus COVID-19 usai libur Nataru. Untuk itu pada Jumat (17/12/2021) Kemenhub telah membuka Posko Monitoring Penyelenggaraan Transportasi di kantor Kemenhub, Jakarta untuk memantau penanganan transportasi di masa […]

  • HUT ke -64, Bank Sumsel Babel Bikin Kegiatan Sunday Morning Virtual Run

    HUT ke -64, Bank Sumsel Babel Bikin Kegiatan Sunday Morning Virtual Run

    • calendar_month Minggu, 31 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.318
    • 0Komentar

    BANK Sumsel Babel [BSB] menyelenggarakan kegiatan Sunday Morning Virtual Run,yang diikuti 597 peserta dan dilaksanakan secara virtual.Kegiatan itu guna memperingati hari HUT Bank Sumsel Babel ke- 64, berlangsung 18-31 Oktober 2021. Kegiatan olahraga tersebut diikuti seluruh Cabang BSB, Capem, dan Kantor Pusat BSB. Dilaksanakan secara virtual menurut Derektur Keuangan BSB Samiludin karena saat ini masih […]

  • Wah, banyak dilantik & rotasi 172 pejabat Muba, begini asanya..

    Wah, banyak dilantik & rotasi 172 pejabat Muba, begini asanya..

    • calendar_month Rabu, 14 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 813
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – Sebanyak 172 pejabat eselon II, III di lingkungan Pemkab Muba dilakukan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pejabat oleh Pj Bupati Apriyadi Mahmud, Selasa (13/6/2023) di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate. Diketahui, rincian pejabat yang dilantik dan dilakukan rotasi yakni diantaranya Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) enam orang, Fungsional 37 orang, dan administrasi 129 orang. Adapun […]

expand_less
WordPress Archive AIT Special Offers AIT Stripe Payments AIT Subscribe Form Aixor - Marketing Agency Ajax Search Pro – Live WordPress Search & Filter Plugin Ajax Search Pro – Live WordPress Search & Filter Plugin Ajax Tabs – WooCommerce Categories Tab WordPress Plugin Ajaxer – Ajaxify Your WordPress Site and Comments Ajzaa – Auto Parts Store WordPress Theme Akamsi – Personal Influencer Elementor Template Kit