Minggu, 16 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » Wisata Kebugaran, Healing Hijau ala Ekonomi Masa Depan

Wisata Kebugaran, Healing Hijau ala Ekonomi Masa Depan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
  • visibility 1.500
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KATA healing sering muncul di timeline kita, biasanya sih dipakai sebagai alasan liburan dadakan atau kabur dari kerjaan, tapi di level global, healing berubah jadi industri serius wellness tourism yang nilainya tembus triliunan dolar. Indonesia? sudah siap unjuk gigi sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman sehat sekaligus ramah lingkungan.

Umpamanya begini, kamu capek kerja, stres karena target kantor, lalu kabur ke Jogja atau Solo bukan hanya buat makan gudeg atau nonton wayang, tapi ikut sesi meditasi di kompleks keraton, minum jamu legit bikinan mbok jamu yang ramah lingkungan, terus ditutup yoga di tepi sawah sambil mendengar jangkrik berorasi. Nah, itu bukan sekadar wisata, tapi green economy berjalan dengan sandal jepit.

Tren global sudah jelas, menurut Global Wellness Institute, ekonomi wellness dunia tahun 2023 mencapai 6,32 triliun dolar AS, diproyeksikan jadi hampir 10 triliun dolar di 2029.

Bahkan Indonesia? diam-diam nyumbang 56,4 miliar dolar, tertinggi di Asia Tenggara, luar biasa bukan…?. Itu artinya, orang di luar negeri sudah mengakui kalau Indonesia bukan sekadar destinasi pantai, tapi juga tempat cari ketenangan.

Masalahnya, selama ini kita sering kejebak dalam pola wisata selfie economy, orang datang, foto, upload, pulang. Padahal wellness tourism jauh lebih dalam. Ia mengajarkan harmoni manusia dengan alam, makanan sehat dari bumi sendiri, sampai pengalaman spiritual yang bisa bikin dompet tipis tapi hati plong.

Pepatah Jawa bilang, “Urip iku urup” – hidup itu menyala, Wellness tourism memberi kita api, bukan hanya untuk tubuh, tapi juga buat menjaga bumi supaya nggak kebakaran akibat ulah manusia.

Di Surakarta dan Yogyakarta, wellness itu bukan tren Instagram, tapi tradisi turun-temurun, filosofi “Salarasing Urip, Wiraga, Wirasa, Wirama” di Yogya misalnya, ngajarin bahwa hidup itu harus selaras, badan, rasa, dan irama harus nyambung. Sementara di Solo, ada konsep “Titi, Ngadi, Ngusadi”, belajar menyembuhkan diri dulu sebelum mengatasi problem hidup.

Kalau dipikir-pikir, tradisi ini adalah blueprint green economy, Wellness lokal kita berbasis jamu dari tanaman yang tumbuh alami, makanan dari sawah, terapi tubuh dari bahan organik, hingga meditasi tanpa listrik. Tidak ada jejak karbon, paling banter jejak sandal di tanah.

Bandingkan dengan wellness modern ala negara lain spa dengan AC menyala 24 jam, makanan impor, dan aroma terapi sintetis. Indonesia punya keunggulan authentic plus sustainable.

Wellness tourism bukan cuma peluang uang, tapi juga peluang bikin model pariwisata baru yang nggak merusak alam. Kalau biasanya hotel besar berdiri dengan beton yang bikin tanah panas, event seperti Wonderful Indonesia Wellness 2025, justru menawarkan paket-paket wisata ramah lingkungan healthy dining dari dapur tradisional, yoga di alam terbuka, sampai spiritual journey yang bikin kita sadar, ternyata hidup tak harus ribet.

Seperti pepatah lama, “Alon-alon waton kelakon” – pelan-pelan asal sampai, begitu pula dengan wellness tourism, ia tak buru-buru mengejar turis massal, tapi merawat turis berkualitas yang rela bayar lebih untuk pengalaman autentik. Imbasnya? uang masuk, budaya terjaga, alam tetap lestari.

Kalau ditelisik, wellness tourism ini bisa jadi tiga keuntungan sekaligus dampaknya ke ekonomi, yakni ikut menggerakkan UMKM lokal, dari mbok jamu, pengrajin batik, sampai homestay desa, lingkungan, yakni minim polusi, konsumsi lokal, energi rendah serta budaya, artinya menghidupkan kembali filosofi Jawa, Bali, hingga Nusantara sebagai gaya hidup modern.

Dengan cara ini, Indonesia bukan hanya jadi pemain wellness tourism, tapi bisa tampil sebagai model pariwisata sehat plus hijau dunia.

Oleh karena itu, healing tak lagi sekadar alasan bolos kerja, ia bisa dikatakan sudah berubah menjadi industri hijau yang bisa menopang ekonomi bangsa. Indonesia punya bekal kuat, budaya keraton, jamu, kuliner sehat, dan filosofi hidup yang menekankan harmoni. Tinggal bagaimana kita mengemasnya agar menarik sekaligus ramah bumi.

Jadi, lain kali kalau ada yang bilang mau healing, jangan diremehkan, bisa jadi, mereka sedang ikut andil dalam revolusi ekonomi hijau. Ingat!, masa depan pariwisata bukan hanya soal jalan-jalan, tapi soal bagaimana kita berjalan bersama bumi, pelan, sehat, dan lestari.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BNPB Telah Gelontorkan Dana Rp 114 M di Lampung, Untuk Apa

    BNPB Telah Gelontorkan Dana Rp 114 M di Lampung, Untuk Apa

    • calendar_month Sabtu, 20 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.122
    • 0Komentar

    BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyalurkan kurang lebih 114 miliar rupiah untuk percepatan program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana Tsunami Selat Sunda 2018 di Provinsi Lampung. Adapun dalam pelaksanaannya, hibah rehab-rekon tersebut terbagi atas dua segmen. Pertama adalah untuk pembangunan rumah dengan total Rp 79 miliar lebih yang dibagi atas tiga daerah masing-masing; Kabupaten […]

  • Bagikan Masker Gratis, Ketua Satgas COVID-19 Melepas Mobil Masker untuk Masyarakat

    Bagikan Masker Gratis, Ketua Satgas COVID-19 Melepas Mobil Masker untuk Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 12 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 979
    • 0Komentar

    PEMERINTAH melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 memasifkan pembagian masker kepada masyarakat melalui ‘Gerakan Mobil Masker untuk Masyarakat’. Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Ganip Warsito secara simbolis melepas keberangkatan Mobil Makser BNPB beserta para rombongan dari halaman gedung IS Plaza di Bilangan Pramuka, Jakarta Timur, Kamis (12/8/2021). “Dengan […]

  • Cegah Penyebaran Covid, Menag Minta Jajarannya Intensifkan Sosialisasi Panduan Ibadah Ramadhan

    Cegah Penyebaran Covid, Menag Minta Jajarannya Intensifkan Sosialisasi Panduan Ibadah Ramadhan

    • calendar_month Sabtu, 1 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.056
    • 0Komentar

    MUNCULNYA dua klaster baru Covid-19 di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang diduga berasal dari kegiatan Salat Tarawih membuat banyak pihak prihatin. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, klaster ini muncul bisa jadi dipicu ketidaktaatan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) sebagaimana yang telah dibuat pemerintah. “Kasus di Banyumas ini menjadi pelajaran berharga bagi kita […]

  • Pekan ini Tim Menhub RI Tinjau Terminal Karya Jaya Kertapati

    Pekan ini Tim Menhub RI Tinjau Terminal Karya Jaya Kertapati

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 882
    • 0Komentar

    KEINGINAN Gubernur Sumsel H. Heman Deru untuk menjadikan terminal terpadu atau multimoda dengan memanfaatkan Terminal Tipe A Karya Jaya Kertapati Palembang langsung direspon cepat oleh Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Budi Setyadi. Pasalnya berselang satu hari saat Gubernur Herman Deru menggelar rapat pemanfaatan Terminal Karya Jaya bersama Kementerian Perhubungan melalui virtual, Rabu (16/9) kemarin. […]

  • Pingin Buat KTP-Akte Kelahiran di Mall ? Baca Ini

    Pingin Buat KTP-Akte Kelahiran di Mall ? Baca Ini

    • calendar_month Jumat, 17 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.109
    • 0Komentar

    “Sejak dibuka beberapa hari yang lalu, tercatat 20 orang yang membuat akta kelahiran, merekam KTP-e sebanyak empat orang,”

  • Go Food Festival Dorong Minat Pariwisata Kuliner Lokal

    Go Food Festival Dorong Minat Pariwisata Kuliner Lokal

    • calendar_month Selasa, 3 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 903
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Bandung – Selain mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner untuk meningkatkan skala bisnisnya, Go-Food Festival juga dimaksudkan sebagai upaya dalam meningkatkan minat wisatawan terhadap kuliner lokal. “Banyak mitra merchant kami yang memulai bisnis kuliner hanya dari dapur rumahan dengan peralatan seadanya dan kini usaha mereka sudah berkembang lebih besar dengan hadirnya infrastruktur dari Go-Food,” […]

expand_less
WordPress Archive AIT Special Offers AIT Stripe Payments AIT Subscribe Form Aixor - Marketing Agency Ajax Search Pro – Live WordPress Search & Filter Plugin Ajax Search Pro – Live WordPress Search & Filter Plugin Ajax Tabs – WooCommerce Categories Tab WordPress Plugin Ajaxer – Ajaxify Your WordPress Site and Comments Ajzaa – Auto Parts Store WordPress Theme Akamsi – Personal Influencer Elementor Template Kit