Rabu, 30 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » Wisata Kebugaran, Healing Hijau ala Ekonomi Masa Depan

Wisata Kebugaran, Healing Hijau ala Ekonomi Masa Depan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
  • visibility 1.512
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KATA healing sering muncul di timeline kita, biasanya sih dipakai sebagai alasan liburan dadakan atau kabur dari kerjaan, tapi di level global, healing berubah jadi industri serius wellness tourism yang nilainya tembus triliunan dolar. Indonesia? sudah siap unjuk gigi sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman sehat sekaligus ramah lingkungan.

Umpamanya begini, kamu capek kerja, stres karena target kantor, lalu kabur ke Jogja atau Solo bukan hanya buat makan gudeg atau nonton wayang, tapi ikut sesi meditasi di kompleks keraton, minum jamu legit bikinan mbok jamu yang ramah lingkungan, terus ditutup yoga di tepi sawah sambil mendengar jangkrik berorasi. Nah, itu bukan sekadar wisata, tapi green economy berjalan dengan sandal jepit.

Tren global sudah jelas, menurut Global Wellness Institute, ekonomi wellness dunia tahun 2023 mencapai 6,32 triliun dolar AS, diproyeksikan jadi hampir 10 triliun dolar di 2029.

Bahkan Indonesia? diam-diam nyumbang 56,4 miliar dolar, tertinggi di Asia Tenggara, luar biasa bukan…?. Itu artinya, orang di luar negeri sudah mengakui kalau Indonesia bukan sekadar destinasi pantai, tapi juga tempat cari ketenangan.

Masalahnya, selama ini kita sering kejebak dalam pola wisata selfie economy, orang datang, foto, upload, pulang. Padahal wellness tourism jauh lebih dalam. Ia mengajarkan harmoni manusia dengan alam, makanan sehat dari bumi sendiri, sampai pengalaman spiritual yang bisa bikin dompet tipis tapi hati plong.

Pepatah Jawa bilang, “Urip iku urup” – hidup itu menyala, Wellness tourism memberi kita api, bukan hanya untuk tubuh, tapi juga buat menjaga bumi supaya nggak kebakaran akibat ulah manusia.

Di Surakarta dan Yogyakarta, wellness itu bukan tren Instagram, tapi tradisi turun-temurun, filosofi “Salarasing Urip, Wiraga, Wirasa, Wirama” di Yogya misalnya, ngajarin bahwa hidup itu harus selaras, badan, rasa, dan irama harus nyambung. Sementara di Solo, ada konsep “Titi, Ngadi, Ngusadi”, belajar menyembuhkan diri dulu sebelum mengatasi problem hidup.

Kalau dipikir-pikir, tradisi ini adalah blueprint green economy, Wellness lokal kita berbasis jamu dari tanaman yang tumbuh alami, makanan dari sawah, terapi tubuh dari bahan organik, hingga meditasi tanpa listrik. Tidak ada jejak karbon, paling banter jejak sandal di tanah.

Bandingkan dengan wellness modern ala negara lain spa dengan AC menyala 24 jam, makanan impor, dan aroma terapi sintetis. Indonesia punya keunggulan authentic plus sustainable.

Wellness tourism bukan cuma peluang uang, tapi juga peluang bikin model pariwisata baru yang nggak merusak alam. Kalau biasanya hotel besar berdiri dengan beton yang bikin tanah panas, event seperti Wonderful Indonesia Wellness 2025, justru menawarkan paket-paket wisata ramah lingkungan healthy dining dari dapur tradisional, yoga di alam terbuka, sampai spiritual journey yang bikin kita sadar, ternyata hidup tak harus ribet.

Seperti pepatah lama, “Alon-alon waton kelakon” – pelan-pelan asal sampai, begitu pula dengan wellness tourism, ia tak buru-buru mengejar turis massal, tapi merawat turis berkualitas yang rela bayar lebih untuk pengalaman autentik. Imbasnya? uang masuk, budaya terjaga, alam tetap lestari.

Kalau ditelisik, wellness tourism ini bisa jadi tiga keuntungan sekaligus dampaknya ke ekonomi, yakni ikut menggerakkan UMKM lokal, dari mbok jamu, pengrajin batik, sampai homestay desa, lingkungan, yakni minim polusi, konsumsi lokal, energi rendah serta budaya, artinya menghidupkan kembali filosofi Jawa, Bali, hingga Nusantara sebagai gaya hidup modern.

Dengan cara ini, Indonesia bukan hanya jadi pemain wellness tourism, tapi bisa tampil sebagai model pariwisata sehat plus hijau dunia.

Oleh karena itu, healing tak lagi sekadar alasan bolos kerja, ia bisa dikatakan sudah berubah menjadi industri hijau yang bisa menopang ekonomi bangsa. Indonesia punya bekal kuat, budaya keraton, jamu, kuliner sehat, dan filosofi hidup yang menekankan harmoni. Tinggal bagaimana kita mengemasnya agar menarik sekaligus ramah bumi.

Jadi, lain kali kalau ada yang bilang mau healing, jangan diremehkan, bisa jadi, mereka sedang ikut andil dalam revolusi ekonomi hijau. Ingat!, masa depan pariwisata bukan hanya soal jalan-jalan, tapi soal bagaimana kita berjalan bersama bumi, pelan, sehat, dan lestari.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Kesadaran Tsunami Sedunia, BNPB Ingatkan Lapisan Masyarakat Agar Selalu Waspada Akan Bencana

    Hari Kesadaran Tsunami Sedunia, BNPB Ingatkan Lapisan Masyarakat Agar Selalu Waspada Akan Bencana

    • calendar_month Sabtu, 6 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.301
    • 0Komentar

    HARI Kesadaran Tsunami Sedunia diperingati setiap tanggal 5 November. Peringatan ini dimulai sejak Badan PBB menetapkannya pada Desember 2015 lalu. Pada Hari Kesadaran Tsunami Sedunia ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengajak semua unsur pentaheliks untuk selalu ingat dan waspada terhadap potensi bahaya tsunami, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir pantai. Dengan mengetahui […]

  • Jangan Di Contoh, DPW PAN Sumsel Mobilisasi Kader Ditengah Pandemi Covid 19

    Jangan Di Contoh, DPW PAN Sumsel Mobilisasi Kader Ditengah Pandemi Covid 19

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.335
    • 0Komentar

    DITENGAH wabah pandemi Covid 19 yang melanda seluruh Indonesia bahkan dunia seluruh masyarakat hendaknya kompak dan mematuhi aturan protokol kesehatan demi memutus rantai wabah corona. Namun pemandangan itu berbanding terbalik di Provinsi Sumatera Selatan tepatnya di Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Pasalnya pengurus Partai Amanat Nasional (PAN) malah menggelar rapat pengurus harian Dewan Pengurus […]

  • Ribuan personil bergabung di Apel, Siap amankan FORNAS VI Sumsel

    Ribuan personil bergabung di Apel, Siap amankan FORNAS VI Sumsel

    • calendar_month Selasa, 28 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 700
    • 0Komentar

    SEBANYAK 1.200 personel gabungan TNI-Polri dan instansi terkait siap mengamankan penyelenggaraan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VI Sumsel yang digelar 1-7 Juli 2022 mendatang. Hal ini terungkap saat Apel Gelar Pasukan Pengamanan FORNAS VI 2022, di halaman Griya Agung Selasa (28/6) pagi. Usai menjadi Irup apel Gubernur Herman Deru mengatakan bahwa apel gelar pasukan ini […]

  • 3 Tips Bikin Catatan Fun dan Aesthetic, Belajar jadi Anti Boring!

    3 Tips Bikin Catatan Fun dan Aesthetic, Belajar jadi Anti Boring!

    • calendar_month Senin, 27 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 5.744
    • 0Komentar

    Galaxy Tab S6 Lite yang dilengkapi S Pen buat pengalaman mencatat di Samsung Notes terasa menyenangkan, jadikan catatanmu terlihat menarik dan gak template! Catatan Anti Boring dengan Galaxy Tab S6 Lite   Membuat catatan adalah kegiatan “wajib” bagi pelajar dan mahasiswa. Namun, catatan yang polos dan seragam ala template kadang membosankan, tidak menimbulkan semangat untuk dibaca kembali. […]

  • Wagub Mawardi Sepakat Sumsel Punya Tim Pengendali CSR
    CSR

    Wagub Mawardi Sepakat Sumsel Punya Tim Pengendali CSR

    • calendar_month Senin, 18 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.562
    • 0Komentar

    Sumselterkini.coid, Palembang – Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya menghadiri Paparan Program Forum CSR Kesos dalam Penanggulangan Kemiskinan dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) oleh Forum CSR Kesejahteraan Sosial Sumatera Selatan, di Ruang Rapat Gubernur, Senin (18/2/2019). Dalam kesempatan itu, Mawardi sepakat dengan usulan Forum CSR Kesos soal pembentukan tim pengendali CSR Kesos Sumsel. Keberadaan tim […]

  • Dandim 0401 Muba Minta Posko Karhutla, Kapolres : Rubah Mindset Masyarakat

    Dandim 0401 Muba Minta Posko Karhutla, Kapolres : Rubah Mindset Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 952
    • 0Komentar

    DANDIM 0401 Muba Letkol Arm M. Saifudin Khoiruzzamani, S.Sos M.Han menyampaikan perlunya seluruh pihak  melakukan evaluasi karhutbunlah tahun 2019 baik soal data peralatan dan perlengkapan tiap Stakeholder yang  belum valid. Selain itu, menurutnya, partisipasi masyarakat masih kurang terhadap pencegahan penanggulangan Karhutbunlah. “Sebagai masukan agar lebih cepat lagi mengaktifkan posko pantauan karhutbunlah, bukan hanya Posko BPBD […]

expand_less
WordPress Archive AIT Special Offers AIT Stripe Payments AIT Subscribe Form Aixor - Marketing Agency Ajax Search Pro – Live WordPress Search & Filter Plugin Ajax Search Pro – Live WordPress Search & Filter Plugin Ajax Tabs – WooCommerce Categories Tab WordPress Plugin Ajaxer – Ajaxify Your WordPress Site and Comments Ajzaa – Auto Parts Store WordPress Theme Akamsi – Personal Influencer Elementor Template Kit