Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » Lombok Terbang Tinggi, Paralayang Bukan Main, Dari Gunung ke Global, Wisata Olahraga Kita Makin Cekatan!

Lombok Terbang Tinggi, Paralayang Bukan Main, Dari Gunung ke Global, Wisata Olahraga Kita Makin Cekatan!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
  • visibility 805
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di langit Lombok Tengah, bukan hanya burung yang bisa terbang bebas. Tapi juga harapan, promosi budaya, dan strategi pariwisata Indonesia yang sedang gaspol pakai parasut. Jangan salah, ini bukan sinetron FTV berjudul “Terjun Cinta di Bukit Rinjani”, melainkan Paragliding Accuracy World Cup 2025, sebuah perhelatan kelas dunia yang bikin angin pun tersipu malu.

Kalau kata pepatah, “sekali merengkuh dayung, dua tiga lomba terlampaui” Ya betul, satu event, tiga hasil wisata naik, ekonomi rakyat berdenyut, dan citra Indonesia terangkat. Belum lagi dagangan warga setempat yang laku keras dari sate bulayak sampai es kelapa muda, semua ikut ambil bagian dalam ‘olahraga mendadak ramai’ ini.

Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa (yang namanya seperti tokoh utama film drama musikal Bali), menegaskan kalau ajang ini bukan hanya lomba terbang gaya bebas, tapi juga ajang unjuk gigi sektor sport tourism. “Ini bukan cuma soal mendarat tepat sasaran, tapi juga tentang menjadikan Lombok sebagai sasaran dunia untuk berwisata,” ujarnya, sambil melirik awan dengan tatapan penuh strategi.

Sementara Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, tak mau kalah gaya. “Paralayang ini bukan olahraga mainstream, tapi justru itu kekuatannya. Di saat dunia sibuk lomba lari, kita malah terbang!” katanya belum lama ini.

Logikanya mirip orang rebutan kerupuk waktu 17-an yang paling unik biasanya paling diingat. Ajang ini diikuti oleh 47 atlet dari delapan negara. Mereka bukan datang sekadar menikmati kelapa ijo dan senja di Kuta Mandalika, tapi benar-benar menguji kemampuan menjejak tanah tepat di titik pendaratan yang telah ditentukan. Kalau meleset, ya malu-maluin negaranya. Tapi kalau sukses, bisa viral satu RT global.

Lalu Muhammad Iqbal, Gubernur NTB yang punya kharisma seperti kepala desa berwibawa, menyambut ajang ini dengan tangan terbuka dan langit yang cerah. “Kita tak hanya menjual pantai dan gunung. Kita menjual mimpi, bahwa Lombok bisa jadi episentrum sport tourism dunia,” katanya. Bukan main!

Wakil Menteri Luar Negeri, Arrmanantha Nasir, bahkan sempat berseloroh, “Kalau diplomasi lewat meja kadang buntu, kita coba diplomasi lewat udara. Siapa tahu negara-negara lain makin jatuh cinta sama Indonesia” Nah, ini baru namanya air diplomacy.

Kalau dipikir-pikir, pariwisata olahraga itu seperti sambal terasi. Awalnya cuma pelengkap, lama-lama jadi menu utama. Apalagi di era pasca-pandemi, wisatawan sudah bosan liburan di hotel doang. Mereka mau lompat jurang, naik bukit, dan ya, terbang dari punggung bukit Sky Lancing!

Sebagai pemanis terakhir, mari kita ingat kata Taleb Rifai, mantan Sekjen UNWTO (Organisasi Pariwisata Dunia) “Tourism is not only about numbers. It’s about making better places to live in, and better places to visit.” [“Pariwisata bukan hanya soal angka. Tapi tentang bagaimana menjadikan suatu tempat lebih baik untuk ditinggali, sekaligus lebih baik untuk dikunjungi”].

Maksudnya, keberhasilan pariwisata tidak cukup diukur dari jumlah wisatawan atau pendapatan saja. Lebih dari itu, pariwisata yang baik harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal meningkatkan kualitas hidup, lingkungan, budaya, dan kesejahteraan. Jadi bukan cuma bikin turis senang, tapi juga bikin warga betah.

Sekjen UNWTO itu menekankan, untuk mengingatkan bahwa pariwisata harus punya dampak positif dua arah bagi penduduk lokal dan pengunjung. [UNWTO Global Conference, 2017].

Dan memang benar. Paralayang bukan cuma olahraga. Ia adalah simbol bahwa Indonesia bisa tampil elegan, tinggi hati dalam prestasi, rendah hati dalam pelayanan. Dan Lombok? Ia sudah bukan anak bawang lagi dalam dunia pariwisata. Ia kini jadi lauk utama di meja makan global.

Jadi, kawan-kawan, jangan cuma ikut lomba balap karung di komplek, mari ikut bangga melihat Indonesia take off  lewat wisata olahraga. Kita sudah lelah jadi penonton, sekarang saatnya jadi tuan rumah yang penuh gaya. Bukan gaya-gayaan, tapi gaya yang terukur, seperti atlet paralayang mendarat di titik akurat.

Dan ingat, jika negara lain jualan musim salju dan aurora, kita punya matahari, laut, dan angin yang bisa mengangkat siapa saja, asal tahu arah angin dan tahu caranya terbang dengan visi. Kalau tidak, ya cuma jadi layangan putus.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Memutar Otak Demi Keberlangsungan Operasional ‘Sepur Dipucuk’

    Memutar Otak Demi Keberlangsungan Operasional ‘Sepur Dipucuk’

    • calendar_month Jumat, 22 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.397
    • 0Komentar

    ‘Sepur Dipucuk’ [Light Rail Transit/LRT] membentang dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin [SMB] II Palembang dengan tujuan akhir Komplek Jakabaring Sport City [JSC], dibangun guna mengurai kemacetan di Kota Palembang. Apalagi ketika itu, Kota Palembang menjadi salah satu kota penyelenggara Asian Games. LRT menjadi moda transportasi yang dianggap lebih efisien  untuk mengangkut  para tamu, atlet Asian […]

  • Akhir Ramadhan, Dodi Reza Alex Silaturahmi Ke Rumah Tokoh Masyarakat

    Akhir Ramadhan, Dodi Reza Alex Silaturahmi Ke Rumah Tokoh Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 4 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 913
    • 0Komentar

    MENUTUP akhir bulan Ramadhan 1440 H, Bupati Muba Dodi Reza didampingi istri tercinta keliling Kota Sekayu, Selasa (4/6/2019).Mengenakan pakaian santai,  inisiator program peremajaan perkebunan sawit ini silaturahi dan membawa buah tangan door to door ke kediaman Tokoh Masyarakat (Tomas) dan Tokoh Agama yang ada di Muba. “Isi waktu penutupan bulan ramadhan ini sengaja saya bersama […]

  • Antisipasi Penyebaran Covid-19, Babinsa 18 Ilir Bagikan Masker

    Antisipasi Penyebaran Covid-19, Babinsa 18 Ilir Bagikan Masker

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2020
    • account_circle Asri
    • visibility 1.647
    • 0Komentar

    DAMPAK Covid-19 makin terasa di Kota Palembang, hal ini tergambar bakal dilaksanakannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Palembang yang rencanaya akan dilaksanakan H+2 Hari Raya Idul Fitri, ini adalah salah satu upaya dari pemerintah Kota Palembang untuk memutus mata rantai Penyebaran Covid-19. Hal ini tertuang di Pasal 1 Permenkes No 9 Tahun 2020: […]

  • Walah, Angka Kemiskinan di 6 Kabupaten di Sumsel Masih di Atas 10%

    Walah, Angka Kemiskinan di 6 Kabupaten di Sumsel Masih di Atas 10%

    • calendar_month Selasa, 13 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.197
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Angka kemiskinan di 6 Kabupaten di Provinsi Sumsel dinilai masih tinggi di atas 10%, oleh sebab itu Provinsi Sumsel Sumsel pada lima tahun ke depan fokus  mengentaskan kemiskinan. Bertempat di ruang rapat Bina Praja, Wakil Gubernur Mawardi Yahya yang juga Ketua Tim Koordinasi Pengendalian Kemiskinan (TKPK) menggelar rapat penanggulangan kemiskinan bersama sejumlah […]

  • Jawab Tantangan Bisnis Masa Depan, 11 BUMN Klaster Pangan & Pupuk Sepakat Luncurkan IFFRI & IFFLI, Wamen BUMN : Kami Butuh Inovasi & Talenta Terbaik

    Jawab Tantangan Bisnis Masa Depan, 11 BUMN Klaster Pangan & Pupuk Sepakat Luncurkan IFFRI & IFFLI, Wamen BUMN : Kami Butuh Inovasi & Talenta Terbaik

    • calendar_month Kamis, 17 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 936
    • 0Komentar

    11 perusahaan BUMN Klaster Pangan dan Pupuk sepakat meluncurkan Indonesia Food and Fertilizer Research Institute (IFFRI) dan Indonesia Food & Fertilizer Learning Institute (IFFLI) atau “Learning & Research Institute” di Jakarta, Rabu (16/6/2021). Dalam kolaborasi ini, Pupuk Indonesia melalui Indonesia Fertilizer Research Institute (IFRI) dipercaya sebagai champion untuk IFFRI. Sedangkan Perum Bulog, melalui Bulog Corporate […]

  • Ubah Jaringan Transmisi dan Distribusi, Fluence Luncurkan Ultrastack, Produk Penyimpanan Energi Berperforma Tertinggi

    Ubah Jaringan Transmisi dan Distribusi, Fluence Luncurkan Ultrastack, Produk Penyimpanan Energi Berperforma Tertinggi

    • calendar_month Rabu, 29 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 564
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, -ARLINGTON, Va., March 29, 2023 (GLOBE NEWSWIRE) — Fluence Energy, Inc. (“Fluence”) (NASDAQ: FLNC), penyedia global terkemuka produk penyimpanan energi, layanan, dan perangkat lunak berbasis cloud untuk energi terbarukan dan penyimpanan, hari ini mengumumkan perilisan Fluence Ultrastack™. Ultrastack adalah produk penyimpanan energi canggih yang dirancang untuk mengubah cara jaringan transmisi dan distribusi beroperasi […]

expand_less
WordPress Archive Elessi – WooCommerce AJAX WordPress Theme – RTL support Eletra – Marketplace Electronics Store ELEVATION – Charity/Nonprofit/Fundraising WP Theme Eleven – Music Concert Event WordPress Theme Eliah – Beauty Salon & Cosmetic Elementor Template Kit Elime – Multipurpose Cosmetics & Fashion WordPress Theme Elira – Adventure Travel & Tourism Elementor Template Kit Elision – Retina Multi-Purpose WordPress Theme Elite Quiz – Trivia Quiz | Quiz Game – Flutter Full App + Admin Panel Elite Quiz – Trivia Quiz | Quiz Game – Web Version