Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » Di Balik Kartu Kuning, Perjuangan Mengembalikan Kilau Geopark Kaldera

Di Balik Kartu Kuning, Perjuangan Mengembalikan Kilau Geopark Kaldera

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
  • visibility 735
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,  – Kaldera Toba, salah satu ikon alam Indonesia, ternyata lagi kena ‘yellow card’ dari UNESCO. Ibarat pemain bola yang baru dapat peringatan wasit karena dianggap ngelanggar aturan, Geopark Kaldera Toba sekarang lagi diingatkan supaya jangan sampai kena ‘red card’ alias diskualifikasi sebagai UNESCO Global Geopark. Ini bukan soal siapa yang paling jago jaga bola, tapi soal bagaimana kita mengelola warisan alam yang super keren ini agar bisa tetap bertahan di level internasional.

Dapat kartu kuning itu ibarat guru bilang, “Nak, kamu bisa lebih baik lagi kok.” Jadi, jangan sampai peringatan ini bikin kita nyerah, malah harus jadi cambuk semangat. Kemenpar bersama pengelola Geopark Kaldera Toba sudah ngumpul, diskusi, dan bikin strategi dua bulan ke depan untuk memperbaiki pengelolaan geopark supaya kembali ke “green card” alias status aman dari UNESCO.

Bayangin aja, geopark itu kayak rumah besar yang kita wariskan dari nenek moyang alam, lengkap dengan cerita geologi dan budaya yang kaya. Kalau rumah ini dibiarkan berantakan, siapa yang mau datang dan tinggal? Kan sayang!

Kunci utama biar Kaldera Toba kembali berjaya adalah kolaborasi. Mulai dari pemerintah pusat, provinsi, sampai kabupaten yang menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) sekitar Rp 56,6 miliar untuk perbaikan infrastruktur dan pelatihan SDM. Ini ibarat mobil mewah yang harus rutin diservis, jangan cuma diparkir di garasi, kinclong di luar tapi mesinnya mogok.

Delapan kabupaten yang mendapat alokasi dana itu juga harus bergandengan tangan, karena kalau cuma satu kabupaten jalan sendiri, yang lain malah nge-prank. Dan jangan lupa, event-event keren seperti MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) bakal jadi panggung unjuk gigi supaya geopark makin dikenal dunia.

UNESCO menyoroti beberapa hal yang harus diperbaiki diversifikasi cerita geologi, inventarisasi warisan alam dan budaya, serta peningkatan visibilitas lewat panel interpretasi yang informatif. Ini ibarat menu restoran, jangan cuma satu rasa doang, tapi harus lengkap dan menggoda lidah pengunjung. Kalau pengunjung paham dan terpesona, bukan cuma selfie doang, tapi bawa pulang cerita dan pengalaman.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana bilang, “Kaldera Toba itu aset yang luar biasa. Pengelolaannya harus berkelanjutan agar manfaatnya dirasakan masyarakat dan pariwisata Indonesia.”

Nah, pepatah bilang, “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.” Kita memang harus kerja keras dulu, berbenah bersama supaya geopark kita jadi kebanggaan dunia, bukan cuma tempat selfie cantik yang akhirnya ditinggal.

Kartu kuning dari UNESCO sebenarnya adalah kesempatan emas, bukan masalah besar kalau kita bisa tangkap pesan dan segera berbenah. Kaldera Toba punya potensi bak permata langka yang cuma ada di Indonesia kalau dijaga dan dikelola dengan benar, bukan cuma akan jadi magnet wisata, tapi juga pembangkit ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ingat, geopark itu bukan cuma soal alam, tapi soal cerita, budaya, dan manusia yang hidup di dalamnya.

Jadi, ayo jangan cuma jadi ‘tukang parkir’ geopark yang diam di tempat. Mari kita gas pol, bersinergi, dan tunjukkan bahwa Indonesia bisa jadi juara dunia geopark. Kalau sudah begini, ‘yellow card’ akan berubah jadi ‘gold medal’ yang membanggakan!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HD Tertarik Perdayakan CSR, Tapi Jangan Kaku Dong!
    CSR

    HD Tertarik Perdayakan CSR, Tapi Jangan Kaku Dong!

    • calendar_month Rabu, 7 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.381
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Usai mengukuhkan Pengurus Wredatama Republik Indonesia (PWRI) di Griya Agung, Gubernur Sumsel Herman Deru menerima audiensi Pengurus Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Kesos Provinsi Sumatera Selatan di ruang tamu gubernur Rabu (7/11/2018). Dia mengakui, sangat senang bisa bertemu dengan pengurus forum CSR ini, karena sosok para anggotanya sudah sangat dekat dengan kesehariannya […]

  • Pedagang Bagian Pelayanan Publik, Vaksinasi Diutamakan

    Pedagang Bagian Pelayanan Publik, Vaksinasi Diutamakan

    • calendar_month Rabu, 3 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 815
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H Herman Deru mengatakan, pedagang di pasar masuk dalam kategori pelayan publik yang harus mendapat prioritas di vaksinasi. Hal ini karena pedagang banyak berinteraksi dengan pembeli, sesama pedagang yang berada di area padat sehingga sangat beresiko terjadi penularan Covid 19,” kata gubernur saat meninjau vaksinasi Covid pedagang pasar Cinde Palembang, Rabu. Pememberian […]

  • Silaturahmi Rasa Reuni : Cik Ujang Ketemu Kawan Lamo, Guyon Tanpa Jarak!

    Silaturahmi Rasa Reuni : Cik Ujang Ketemu Kawan Lamo, Guyon Tanpa Jarak!

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.146
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Macem-macem aja pribahasa, ada yang bilang silaturahmi itu bisa memperpanjang umur dan melancarkan rezeki, ada juga kata orang, “jauh di mata, dekat dihati [bukan cuma dekat di hati, tapi juga dekat di meja makan!] Ada pula yang bilang pertemanan itu ibarat pohon, maka silaturahmi ini adalah pupuknya! Memang malam itu, di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, bukti nyatanya! […]

  • Ini Aturan bagi Pelaku Perjalanan Internasional Saat Pandemi Yang Wajib Diikuti

    Ini Aturan bagi Pelaku Perjalanan Internasional Saat Pandemi Yang Wajib Diikuti

    • calendar_month Kamis, 8 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 788
    • 0Komentar

    PELAKU perjalanan internasional tidak boleh dijadikan tersangka utama dalam penyebaran wabah COVID-19 di tanah air. Hal tersebut, sesuai dengan intruksi yang direkomendasikan oleh organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO). “Pelaku perjalanan internasional tidak boleh dianggap sebagai tersangka utama penyebaran COVID-19,” ujar Juru Bicara Menteri Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi secara virtual pada Rabu […]

  • Begini Cara Kejari OKI Musnahkan Narkoba dan Senjata

    Begini Cara Kejari OKI Musnahkan Narkoba dan Senjata

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 117
    • 0Komentar

    DI halaman Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ilir (Kejari OKI) belum lama ini terlihat proses pemusnahan barang bukti dari narkotika hingga senjata tajam, semua dihancurkan dengan prosedur aman yang dirancang untuk mencegah penyalahgunaan. Rangkaian pemusnahan dimulai dari narkotika. Sabu-sabu seberat ±46,411 gram, ekstasi ±73,303 gram, dan ganja ±0,362 gram, diblender dan dicampur deterjen sebelum dibuang ke […]

  • Polda Jateng dan Kodam Tambah 32 Bus untuk Evakuasi Warga Kudus, Ini Karena Lonjakan Covid Tinggi

    Polda Jateng dan Kodam Tambah 32 Bus untuk Evakuasi Warga Kudus, Ini Karena Lonjakan Covid Tinggi

    • calendar_month Jumat, 11 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 789
    • 0Komentar

    KAPOLDA Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi ajak Pemda Kudus dan tokoh masyarakat untuk bahu membahu dalam menangani lonjakan angka covid-19 di wilayah Kudus, hal tersebut disampaikan Kapolda Jateng di Kodam IV Diponegoro Selasa (8/7/2021). Pada kegiatan tersebut Kapolda ditemani oleh Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Rudianto, Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol M. Rudy Syafirudin dan […]

expand_less
WordPress Archive WP Rich Snippets Call To Action WP Rich Snippets Compare WP Rich Snippets Customizer WP Rich Snippets DataTables WP Rich Snippets Front-End Entry Submit WP Rich Snippets Locations WP Rich Snippets Ranking Table WP Rich Snippets Software Specs WP Rich Snippets WooCommerce Reviews WP Rocket GPL Wordpress Plugin