Nasional

Tips Kapolri Menyeimbangkan Hati, Strategi & Teknologi

ist,

KAPOLRI Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menekankan  membangun ketahanan nasional membutuhkan keseimbangan antara kepedulian sosial, strategi yang matang, dan pemanfaatan teknologi.

Pernyataan itu ia sampaikan saat Safari Ramadhan 1447 Hijriah di Polda Sumatera Selatan, Sabtu (7/3/2026).

Menurut Kapolri, pengalaman pandemi dan dinamika global menunjukkan  kerja sama lintas sektor antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi pondasi stabilitas sosial dan ketahanan pangan nasional.

“Ketahanan nasional bukan sekadar tugas aparat. Kita harus menggabungkan hati untuk kepedulian sosial, strategi untuk efektivitas, dan teknologi untuk pengawasan real-time,” ujarnya.

Dalam kunjungan ini, Kapolri memperlihatkan implementasi nyata prinsip tersebut.

Bersama Gubernur Sumatera Selatan Dr. H Herman Deru, ia menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim dari beberapa panti asuhan.

Kegiatan ini menunjukkan  aparat keamanan hadir sebagai bagian dari masyarakat, memperkuat kepercayaan publik sekaligus menanamkan nilai humanis dalam kepemimpinan.

Selanjutnya, program tanam jagung serentak kuartal I 2026 menargetkan ±500 hektar lahan dengan perkiraan produksi 3.000 ton jagung, mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ribuan anak sekolah di Sumsel.

Kapolri menegaskan  keberhasilan program pangan nasional membutuhkan perencanaan matang dan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, petani, hingga masyarakat.

Selain itu, Kapolri meninjau Command Center Polda Sumsel, yang memanfaatkan teknologi digital untuk memantau keamanan dan ketertiban masyarakat secara real-time.

Sistem ini memungkinkan pengambilan keputusan cepat dan terintegrasi, meningkatkan efektivitas kolaborasi antar-elemen bangsa. Gabungan antara kepedulian sosial, strategi, dan teknologi ini menjadi model yang bisa diterapkan secara nasional, memperlihatkan kolaborasi lintas sektor bukan sekadar seremoni, tetapi dampak nyata bagi masyarakat.

Motivasi jajaran

Gubernur Herman Deru menambahkan  Sumatera Selatan kini telah mencapai swasembada jagung dan menempati posisi ketiga nasional dalam produktivitas padi.

Ia menekankan  keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan Polri dan pemangku kepentingan lain yang berperan aktif dalam memperkuat sektor pertanian sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho menyebut kehadiran Kapolri sebagai motivasi bagi seluruh jajaran Polda Sumsel untuk memperkuat sinergi dengan Forkopimda.

Intinya Safari Ramadhan menekankan pendekatan humanis, membuktikan aparat hadir sebagai bagian dari masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial dan kondusivitas daerah.

Pendekatan Kapolri  ini keterkaitan antara kegiatan sosial, program pangan, dan teknologi. Santunan anak yatim memperkuat kepercayaan dan hubungan sosial, program tanam jagung dan MBG memastikan ketahanan pangan dan gizi anak.

Sementara Command Center memungkinkan pengawasan cepat dan pengambilan keputusan berbasis data.

Gabungan ketiga elemen ini menjadi model kolaborasi yang bisa direplikasi di daerah lain, memperlihatkan  sinergi antar-elemen bangsa menghasilkan dampak nyata, bukan sekadar liputan kegiatan.

Kapolri menekankan  keberhasilan model kolaborasi ini bukan hanya soal program yang dijalankan, tetapi bagaimana semua elemen bangsa bekerja bersama, menyeimbangkan hati, strategi, dan teknologi untuk membangun ketahanan nasional yang berkelanjutan.

Pendekatan ini menjadi contoh nyata b kolaborasi lintas sektor, jika dilakukan secara terintegrasi, mampu menciptakan ketahanan pangan, stabilitas sosial, dan keamanan nasional secara bersamaan. (***)

To Top