Minggu, 23 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Rp774 Miliar Dicuri di Laut, Wah..Bisa Buat 774 Ribu Anak Tidak Stunting!

Rp774 Miliar Dicuri di Laut, Wah..Bisa Buat 774 Ribu Anak Tidak Stunting!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
  • visibility 670
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – “Pak, itu kapal bendera Tiongkok lagi ngambang di selatan Bali, mancing atau nyolong, Pak?”
“Kalau dia mancing, kenapa kita yang boncos?”
“Lha iya, saya mancing di empang belakang rumah aja disuruh bayar karcis, itu di laut lepas kok gratisan!”

Begitulah kira-kira obrolan warung kopi di pinggir dermaga yang belakangan makin panas, bukan karena pemilu atau isu bintang sinetron pindah haluan jadi ustazah, tapi karena laut kita yang katanya zamrud khatulistiwa, malah dijadikan kolam pancing bersama oleh kapal-kapal asing tanpa tiket masuk.

Untunglah, di tengah ombak pencurian ikan yang kadang bikin kita, seperti pemilik rumah yang kecolongan di ruang tamu sendiri, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan taringnya. Bukan taring buaya, tapi lebih mirip taring sersan mayor yang baru diganti posisi jadi komandan patroli laut.

Coba kita bayangkan Rp774,3 miliar yang berhasil diselamatkan  KKP karena menggulung kapal-kapal maling laut itu, kalau dijadikan bantuan untuk mengatasi stunting di Indonesia, bisa jadi gizi nasional naik kelas.

Kalau satu anak butuh sekitar Rp1 juta per tahun buat tambahan gizi (bisa makan telur, sayur, dan susu UHT seminggu dua kali), duit itu bisa menyelamatkan 774 ribu anak dari perut buncit tapi bukan karena kenyang melainkan kurang gizi.

Sudah lama kita dengar pepatah, “laut adalah masa depan bangsa”, tapi kalau isinya malah dijarah asing, ya masa depan itu tinggal tinggal kenangan. Mirip janji mantan waktu masih sayang-sayangnya.

Dari total 32 kapal pelaku illegal fishing, 9 di antaranya adalah kapal asing. Yang paling banyak, dari Filipina, disusul Vietnam, Malaysia, dan bahkan satu kapal dari Tiongkok. Kita jadi mikir, ini laut kita apa laut milik ASEAN plus-plus?

Kalau ini dunia silat, maka mereka ini seperti pendekar dari perguruan sebelah yang diam-diam nyusup ke padepokan kita, ngambil jurus, bawa kabur kitab, dan nyuri pisang goreng di dapur.

Untunglah tim dari Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) seperti pendekar penjaga gapura laut, siap membabat siapa pun yang coba-coba nyuri ikan kita.

Satu lagi modus nyebelin rumpon ilegal. Rumpon itu semacam jebakan betmen buat ikan. Biasanya digunakan untuk menarik ikan berkumpul, biar gampang ditangkap.

Tapi kalau dipasang oleh nelayan asing secara sembarangan dan masif, itu seperti bangun pagar listrik di tengah jalan umum. Akibatnya? Ikan-ikan takut lewat ke laut kita. Nelayan lokal pun harus melaut makin jauh, makin boros solar, dan makin tipis tabungan.

Kata Pak Ipunk (Direktur Jenderal PSDKP), nelayan-nelayan dari Sulawesi Utara, Biak, dan Maluku Utara sampai ngeluh karena lokasi tangkap makin jauh.

Bayangkan, ini seperti kita punya pohon mangga di halaman, tapi nggak bisa metik karena tetangga sudah pasang jaring dari malam.

Kita mesti ngaku, KKP kali ini seperti emak-emak yang pasang CCTV dan sapu lidi di gerbang rumah. Siapa maling lewat, langsung disapu tanpa ampun. Tapi bukan cuma urusan penangkapan, yang penting juga adalah bagaimana kita memanusiakan ikan dan nelayan.
Nelayan lokal harus jadi tuan rumah di laut sendiri, bukan jadi penonton dari kapal asing yang senyum-senyum sambil nyolong.

Menteri Sakti Wahyu Trenggono sendiri sudah menegaskan bahwa illegal fishing ini tak hanya merugikan secara ekonomi, tapi juga menggerus harga diri bangsa.

Lha iya, kalau sumber daya laut kita dikeruk terus, kita ini lama-lama bukan negara maritim, tapi negara mantan maritim.

Laut Indonesia itu ibarat kulkas nasional. Kalau kulkasnya terus-menerus dibobol maling, anak-anak kita besok makan apa?
Kedaulatan laut bukan cuma urusan armada dan bendera, tapi juga urusan isi piring rumah tangga.

Karena itu, langkah KKP patut kita dukung sambil kita teriak bersama
“Jangan kasih kendor, Pak! Laut ini bukan pasar loak!”

Dan kepada kapal-kapal asing yang suka nyelonong seenaknya, kami cuma ingin bilang.“Kalau niatnya nyolong, pulang sana, Bang. Kami di sini sudah cukup banyak utang, jangan ditambah luka ikan kami.”

“Bang, laut kita dijaga siapa sekarang?
“Dijaga KKP, dan semoga kita semua ikut jaga juga. Biar anak cucu nanti bisa mancing, bukan mancing keributan.”

“Lebih baik jaring putus daripada kedaulatan bocor.”– Petuah nelayan senior, sambil ngopi di pinggir perahu. Aamiin.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Cara Jaga Ketersediaan Dan keterjangkauan Pangan

    Ini Cara Jaga Ketersediaan Dan keterjangkauan Pangan

    • calendar_month Minggu, 20 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.269
    • 0Komentar

    SEKTOR pertanian menjadi salah satu sektor penyangga perekonomian Indonesia. Bahkan selama 6 dekade terakhir, sektor pertanian selalu mampu mencatatkan kinerja yang baik, termasuk selama masa pandemi Covid-19. Selama pandemi, inflasi pangan juga terpantau tetap terkendali. Bahkan pada tahun 2022 sampai dengan bulan Februari, bahan makanan tercatat mengalami deflasi sebesar 1,5% (mtm), atau deflasi 0,22% (ytd) […]

  • BPK Datang Bawa Cermin, Muba Siap Audit Diri

    BPK Datang Bawa Cermin, Muba Siap Audit Diri

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.240
    • 0Komentar

    Pemkab Muba dan BPK RI Sinergi Tingkatkan Transparansi DI dunia birokrasi, kata “audit” sering bikin jantung deg-degan. Bagi sebagian pejabat, kedatangan tim BPK bisa terasa seperti tamu yang datang tanpa kabar di saat rumah belum sempat dibereskan. Tapi beda cerita di Bumi Serasan Sekate. Alih-alih panik, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin justru menyambut kedatangan Tim BPK […]

  • Ketika Uban Tak Lagi Disembunyikan (Part 6)

    Ketika Uban Tak Lagi Disembunyikan (Part 6)

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Brewok, wajah yang belajar jujur TIDAK semua yang tumbuh di wajah harus selalu terlihat rapi. Dan mungkin, hidup juga begitu. Kesadaran itu datang pelan ketika aku mulai membiarkan brewok di wajahku tumbuh lebih bebas dari biasanya. Tidak terlalu diatur. Tidak terlalu dipaksa mengikuti bentuk tertentu. Kadang tebal di satu sisi. Kadang tipis di sisi lain. […]

  • Terkait Beredar Isu Bantuan Baju Batik Gratis Dijual Belikan, Begini Penjelasan Pemkab Banyuasin

    Terkait Beredar Isu Bantuan Baju Batik Gratis Dijual Belikan, Begini Penjelasan Pemkab Banyuasin

    • calendar_month Jumat, 6 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.714
    • 0Komentar

    TERKAIT kabar baju batik gratis bantuan Pemkab Banyuasin yang di jual belikan membuat  Wakil Bupati Banyuasin, Selamat dan Dinas Pendidikan Banyuasin angkat suara. Menurut Wabup, kenapa ia harus angkat bicara ? karena agar masalah jelas dan tidak lagi terjadi simpang siur. Selamat mengatakan bantuan baju batik gratis itu diberikan untuk sekolah, guna mengusung program  Banyuasin Cerdas […]

  • Tuntaskan Persoalan Kepemilikan Tanah, Sumsel Susun Strategi Reforma Agraria 2021 

    Tuntaskan Persoalan Kepemilikan Tanah, Sumsel Susun Strategi Reforma Agraria 2021 

    • calendar_month Selasa, 30 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.045
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus melakukan upaya mengurangi persoalan sengketa tanah dan lahan yang sering terjadi di tengah masyarakat. Salah satunya dengan menyusun strategi reforma agraria 2021. Wakil Gubernur Sumsel, H Mawardi Yahya mengatakan, permasalahan agraria selalu dialami masyarakat setiap tahunnya.  Adanya rapat koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria tahun 2021 akan memberikan solusi atas […]

  • Jelang Lebaran, Pemerintah Kucurkan BLT Minyak Goreng

    Jelang Lebaran, Pemerintah Kucurkan BLT Minyak Goreng

    • calendar_month Rabu, 13 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.231
    • 0Komentar

    PEMBERIAN Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng dan Bantuan Tambahan Modal Usaha menjelang Hari Raya Idulfitri sudah tepat. Hal itu, menurut Presiden Joko Widodo, karena sangat bermanfaat untuk mendukung berbagai kegiatan produktif yang dilakukan penerima bantuan. Besaran bantuan yang diberikan yakni BLT minyak goreng sebesar Rp300 ribu yang menyasar kepada pedagang kaki lima dan masyarakat […]

expand_less
WordPress Archive WooCommrece Product Price Visibility WooComposer – Page Builder for WooCommerce FOX - WooCommerce Currency Switcher Professional - Multi Currency [WOOCS] Wood Workshop – Carpenter and Craftsman WordPress theme WoodArt – Artisan Template Kit WooDelivery | Delivery & Pickup Date Time for WooCommerce Woodex – Carpenter and Craftman Business WordPress Theme WoodMart – Responsive WooCommerce WordPress Theme Woodstock – Electronics Responsive WooCommerce Theme Woody – Elementor Coming Soon WordPress Theme