Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Presiden Prabowo, Demonstrasi & Pepatah “Air Tenang Jangan Dibikin Badai”

Presiden Prabowo, Demonstrasi & Pepatah “Air Tenang Jangan Dibikin Badai”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
  • visibility 754
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU bicara soal demonstrasi di Jakarta, itu mirip kayak pesta kawinan kampung, ada yang datang benar-benar ingin kasih doa restu, ada juga yang datang sekadar numpang makan, dan ada pula yang tiba-tiba joget di depan panggung sampai bikin gaduh. Nah, di momen inilah Presiden Prabowo buka suara, dengan gaya yang agak serius tapi tetap tegas.

Beliau bilang, kebebasan berpendapat itu dijamin, bahkan sampai dicatat manis di Pasal 19 Kovenan Internasional PBB dan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998. Intinya, rakyat boleh bicara, boleh teriak, bahkan boleh bikin spanduk sepanjang jalan protokol asal jangan merusak lampu merah. Soalnya, kalau lampu merah rusak, yang pusing bukan cuma polisi lalu lintas, tapi juga tukang ojek online yang lagi ngejar orderan.

Prabowo juga mengingatkan, tindakan anarkis yang bikin fasilitas umum terbakar itu ibarat orang bikin hajatan tapi malah bakar kursi sendiri. Katanya mau bahagia, tapi ujung-ujungnya bikin rugi tetangga. Pepatah bilang, “Api kecil jadi kawan, api besar jadi lawan.” Demonstrasi itu boleh panas, tapi jangan sampai kebakaran.

Negara, kata Prabowo, wajib melindungi rakyat, jadi jangan sampai rakyat jadi korban karena aksi yang kelewat batas. Polisi pun diminta tetap menjaga fasilitas umum, bukan malah ikut “ngegas” macam komentator sepak bola.

Yang bikin menarik, Presiden juga menyinggung soal petugas yang mungkin salah langkah. Kata beliau, kalau ada aparat yang kebablasan, ya harus diperiksa cepat, transparan, dan terbuka. Biar rakyat tahu, biar publik percaya, karena, seperti pepatah Jawa, “Becik ketitik, ala ketara”, kalau salah, ya kelihatan kalau benar, makin dipercaya.

Ini ibarat wasit sepak bola. Kalau wasit salah kasih kartu merah, ya harus ada VAR, bedanya, VAR di sini bukan “Video Assistant Referee”, tapi “Verifikasi Aparat Rakyat”

Nah, bagian paling lucu, Prabowo juga menyinggung soal anggota DPR yang kelewat nyeleneh bikin pernyataan di publik. Katanya, para Ketua Umum Partai sudah ambil langkah tegas. Ada yang dicabut tunjangan, ada moratorium kunjungan kerja ke luar negeri. Wah, kasihan juga. Biasanya ke luar negeri bisa foto di depan Menara Eiffel, sekarang paling banter selfie di depan Monas.

Peribahasa lama bilang, “Mulutmu harimaumu” kalau ngomong sembarangan, ya siap-siap diterkam netizen yang lebih galak daripada singa Afrika.

Presiden Prabowo juga meminta DPR segera undang tokoh masyarakat, mahasiswa, dan kelompok lain buat duduk bareng. Biar semua suara bisa masuk, nggak sekadar adu balap teriak di jalan.

Kalau dipikir-pikir, ini mirip forum rembug desa. Semua orang boleh ngomong, dari yang tua sampai yang muda, dari yang paham sampai yang sotoy. Tapi tetap ada aturan main, biar musyawarah nggak berubah jadi lomba adu volume suara.

Dari pidato semalam itu, ada pesan moral yang bisa kita simpan di dompet pikiran. Demonstrasi itu sah, tapi jangan kebablasan. Pemerintah wajib terbuka, tapi rakyat juga wajib tertib. Jangan sampai kebebasan jadi alasan merusak, dan jangan pula ketegasan jadi dalih menutup telinga.

Pepatah bilang, “Air jernih jangan dikotori”. Kalau demo niatnya murni, jangan sampai tercoreng ulah segelintir yang suka bakar ban. Kalau aparat niatnya jaga keamanan, jangan sampai rusak gara-gara satu dua orang kebablasan.

Pada akhirnya, negara ini bukan panggung dagelan, meski kadang kelakuan pejabat dan rakyatnya bisa bikin kita ketawa sendiri. Demonstrasi memang bagian dari demokrasi, tapi jangan sampai berubah jadi drama Korea yang kebanyakan episode.

Presiden Prabowo sudah kasih sinyal, kebebasan dihormati, anarkis dilarang, aparat diawasi, DPR ditegur, rakyat diajak dialog. Tinggal kita semua, mau jadi bagian dari solusi atau sekadar komentator di pinggir lapangan.

Karena, seperti pepatah Minang, “Alam takambang jadi guru”, kalau kita mau belajar, semua peristiwa bisa jadi pelajaran. Termasuk demo kemarin, yang harusnya jadi cermin suara rakyat jangan diabaikan, tapi juga jangan dijadikan alasan bikin rusuh.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia Rawan Akan Bencana,  Wapres Minta Masyarakat Harus Selalu Waspada

    Indonesia Rawan Akan Bencana, Wapres Minta Masyarakat Harus Selalu Waspada

    • calendar_month Rabu, 27 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.255
    • 0Komentar

    GUGUSAN kepulauan yang dikelilingi lautan, serta gunung berapi sering kali menyebabkan Indonesia menjadi rawan bencana. Untuk itu, keluarga Indonesia harus meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan, sehingga siap menghadapi bermacam-macam bencana yang datang kapanpun dan di manapun terjadi. “Penyelenggaraan HKB tahun ini saya harap semakin mendorong kesadaran dan kewaspadaan keluarga Indonesia dalam menghadapi dan bertahan di tengah […]

  • Beri Dukungan Ifandi, Ini Pesan Wabup Muba

    Beri Dukungan Ifandi, Ini Pesan Wabup Muba

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 750
    • 0Komentar

    SETELAH mampu menjuarai Kelas Atom Weight 48 kilo gram di Cabang Olah Raga Tarung Bebas One Pride MMA yang di gelar oleh Stasiun Televisi Swasta pada Agustus 2018 yang lalu,  Ifandi Saputra putra asli Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali mengikuti pertarungan One Pride MMA Perbaikan Peringkat Atom Weight. Bertempat di Tenis Indoor Senayan GBK Jakarta, […]

  • Kasus Sembuh Bertambah 10 Orang, Bayung Lencir Jadi Zona Hijau

    Kasus Sembuh Bertambah 10 Orang, Bayung Lencir Jadi Zona Hijau

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 923
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Covid-19 Kabupaten Musi Banyuasin, Rabu (24/6/2020) mengkonfirmasi penambahan 10 kasus pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang ke kediaman masing-masing, 1 pasien di RSUD Sungai Lilin dan 9 pasien RSUD Bayung Lencir. Sebanyak 10 penambahan kasus sembuh tersebut menambah daftar pasien covid-19 yang dinyatakan sembuh yakni dengan total sebanyak 35 kasus sembuh. […]

  • Generasi cerdas harus bebas stunting

    Generasi cerdas harus bebas stunting

    • calendar_month Minggu, 17 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 905
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id  – Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Hj Asna Aini Apriyadi, menghadiri puncak peringatan Hari Ibu ke- 95 Tahun 2023 yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (14/12/2023). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Pj Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni didampingi oleh Pj Ketua Tim Penggerak (TP) […]

  • Berminatkah ? 29 Sekolah Kedinasan Bakal Menerima 6.464 Calon Siswa/wi/Taruna/ni

    Berminatkah ? 29 Sekolah Kedinasan Bakal Menerima 6.464 Calon Siswa/wi/Taruna/ni

    • calendar_month Sabtu, 10 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 946
    • 0Komentar

    MENTERI Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengumumkan pendaftaran sekolah kedinasan tahun anggaran 2021 resmi dibuka, Jumat (9/4/2021). Sebanyak 29 sekolah kedinasan dari delapan instansi akan menerima sebanyak 6.464 calon siswa/siswi/taruna/taruni. “Sebanyak 6.464 alokasi siswa hasil persetujuan prinsip disediakan bagi calon pegawai negeri sipil jalur sekolah kedinasan tahun 2021,” ungkap Menteri PANRB Tjahjo […]

  • Sigap Aparat Cegah Kerawan Sosial di Lokasi Penemuan Benda Bersejarah, Diapresiasi Tim Arkeolog

    Sigap Aparat Cegah Kerawan Sosial di Lokasi Penemuan Benda Bersejarah, Diapresiasi Tim Arkeolog

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 891
    • 0Komentar

    TIM arkeologi yang terdiri dari  Balai Arkeologi Sumatera Selatan, Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumbagsel, mengapresiasi upaya sigap Pemerintah Daerah dan Polres OKI dalam mengantisipasi kerawanan sosial lokasi ditemukannya benda-benda yang diduga cagar budaya di Kecamatan Cengal. “Kami apresiasi upaya sigap Pak Bupati dan Kapolres untuk mengantisipasi kerawanan di lokasi tersebut, bahkan Kapolres turun langsung ke lokasi […]

expand_less
WordPress Archive Pixion – Developer Portfolio WordPress Theme Pixlab – Agency WordPress Theme Pixwell - Magazine WordPress Pizza House – Restaurant / Cafe / Bistro WordPress Theme Pizzaro – Fast Food & Restaurant WooCommerce Theme Pizzeria Trattoria – Italian Restaurant Elementor Template Kit PJ | Life & Business Coaching WordPress Theme Plamen – Tobacco Store WordPress Theme Plan My Day | Wedding / Event Planning Agency Planet Shakers | Church & Religion WordPress Theme