Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » KABAR GREENPEACE INDONESIA : COP26, Lalu Apa?

KABAR GREENPEACE INDONESIA : COP26, Lalu Apa?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 20 Nov 2021
  • visibility 1.171
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERHELATAN COP26 sudah berakhir minggu lalu. Setelah dua minggu berdiskusi dalam forum tentang iklim terbesar itu, para petinggi dunia melahirkan Glasgow Climate Pact (GCP) atau “Pakta Iklim Glasgow” — yang berisi harapan dan kekecewaan.

Let us start with some good news.

Kalau sebelumnya para petinggi negara harus melaporkan update capaian NDC setiap 5 tahun setelah Perjanjian Paris, GCP mempercepat timeline aksi iklim ini. Negara yang terlibat diminta hadir dengan rencana pengurangan emisi yang lebih ambisius di akhir tahun 2022.

GCP juga menyatakan perlunya mengurangi emisi CO2 secara global sebanyak 45% di tahun 2030 dari tingkat tahun 2010 untuk bisa menekan kenaikan suhu bumi di bawah 1,5 derajat.

Kedua hal ini memunculkan kata kunci penting: dibutuhkan peta jalan & kebijakan yang jelas untuk bisa mencapai target di 2030.

Setelah 25 tahun COP terlaksana, akhirnya frasa fossil fuel atau bahan bakar fosil masuk dalam GCP. Frasa ini setidaknya telah mengakui efek bahan bakar fosil terhadap Krisis Iklim yang terjadi saat ini.

Here comes the disappointment: Kalimat asli dalam pakta tersebut bukan phase-out atau penghentian sepenuhnya seperti apa yang dibutuhkan bumi saat ini, melainkan phase-down atau pengurangan bertahap. Padahal dekade ini adalah penentuan untuk mencapai target di bawah 1,5 derajat celcius.

“Di menit-menit terakhir justru sejumlah negara besar seperti India, Saudi Arabia, dan Australia mengusulkan pelonggaran target berdasar kepentingan nasional masing-masing. Padahal upaya memerangi Krisis Iklim membutuhkan kerja sama global yang benar-benar harus berdasarkan bukti saintifik,” ujar Kepala Greenpeace Indonesia Leonard Simanjuntak.

Tanggapan Greenpeace Indonesia terhadap COP26 bisa kamu baca di sini dan tonton konferensi pers terkait hal ini dengan klik gambar di bawah.

Lalu mungkin kamu bertanya, apa selanjutnya bagi Indonesia setelah COP26?

Target NDC Indonesia dengan bantuan internasional adalah pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 41%. Ini berkaitan dengan pendanaan internasional sebesar 100 miliar US dollar setiap tahun dari negara-negara maju ke negara-negara berkembang mulai 2020, yang hingga kini belum terealisasi sempurna.

Mengutip Washington Post, masalah pendanaan ini tetap tidak terselesaikan di COP26 karena negara-negara maju tidak mau bertanggung jawab, meskipun perwakilan daerah terdampak mendesak kompensasi atas kerugian yang disebabkan oleh emisi negara-negara maju. GPC mengakui bahwa kerusakan akibat perubahan iklim sudah terjadi, tapi tidak ada pendanaan tambahan terkait ini.

Artinya, Indonesia harus fokus pada pengurangan emisi gas rumah kaca dengan usaha sendiri sebesar 29%. Baik dari sektor energi maupun kehutanan.

Indonesia sudah membuka jalan dengan masuk dalam negara-negara yang berkomitmen melakukan penutupan operasi PLTU batu bara secara bertahap.

Tapi dibutuhkan target & kebijakan yang jelas untuk mendukung rencana ini. No more lip service. Karena rencana moratorium PLTU batu bara pun baru akan dimulai pada tahun 2023, dengan menyelesaikan pembangunan PLTU baru yang telah mendapatkan kontrak.

Di sektor kehutanan, pemerintah harus segera mewujudkan nol deforestasi apalagi setelah menandatangani komitmen bersama 140 negara lainnya. Jangan sampai pembangunan dijadikan alasan untuk terus melakukan deforestasi. Hal ini menjadi penting, tidak hanya untuk menjawab tantangan global tapi juga bagi warga Indonesia yang saat ini menjadi korban banjir akibat deforestasi terus menerus.

Yang juga harus kamu tahu:

  • Para peneliti dari Climate Action Trackermengungkapkan bahwa kenaikan suhu akan mencapai 2,4 derajat celcius pada akhir abad ini, berdasarkan target jangka pendek yang telah ditetapkan negara-negara. Mengutip The Guardian, cuaca ekstrem akan meluas di seluruh dunia jika kita sampai di tingkat tersebut.
  • Penelitian lainnya ungkap bagaimana Kabupaten Berau di Kalimantan Timur jadi saksi naiknya suhu secara signifikan dalam rentang 2002-2018 akibat deforestasi. Jurnal Lancet Planetary Healthmenyebutkan telah terjadi peningkatan suhu maksimum harian rata-rata hampir satu derajat dan menyebabkan risiko kematian dini, seperti dikutip dari Kompas.

Sekali lagi, ini adalah dekade terakhir kita untuk mengurangi dampak Krisis Iklim yang permanen di Bumi. Bersama desak pemerintah pusat dan daerah untuk bergerak nyata dalam upaya mengurangi Krisis Iklim. ACT NOW!

Salam hijau damai,
Greenpeace Indonesia

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PS OKI Masuk Semifinal, Ayo, Warga OKI Dukung, Yuk !!

    PS OKI Masuk Semifinal, Ayo, Warga OKI Dukung, Yuk !!

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 951
    • 0Komentar

    TURNAMEN Piala Soeratin U-15 Asprov PSSI Sumsel tahun 2019 kini telah memasuki babak empat besar atau semifinal. PS OKI yang bertindak selaku tuan rumah ikut lolos bersama tiga tim lainnya yakni Persila Lahat, PS Jhalta Soccer dan Tunas Sriwijaya asal Palembang. Babak semifinal ini akan digelar hari ini, Rabu (30/10) siang di Stadion Mini Kayuagung. […]

  • Pemkot Terus Dukung Pengembangan UKM, Wawako Kunjungi Pengusaha Ikan Hias

    Pemkot Terus Dukung Pengembangan UKM, Wawako Kunjungi Pengusaha Ikan Hias

    • calendar_month Selasa, 16 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 982
    • 0Komentar

    DALAM upaya meningkatkan perekonomian mayarakat kota Palembang terus dilakukan oleh Pemerintah kota Palembang, salah satunya yaitu terus mendukung para pengusaha kecil yang hingga saat ini masih sangat membutuhkan bantuan dari Pemerintah. Seperti yang dilakukan Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda dalam kunjungannya ke lokasi pembudidaya ikan hias, khususnya ikan Cupang di Jalan Sungai Sedapat, Lorong Setia […]

  • Cegah Paham Ekstrim, Kemenag Sampaikan Modernisasi Beragama

    Cegah Paham Ekstrim, Kemenag Sampaikan Modernisasi Beragama

    • calendar_month Senin, 16 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 607
    • 0Komentar

    IKHTIAR Kementerian Agama melakukan penguatan moderasi beragama tidak hanya dilakukan di dalam negeri, tetapi juga di dunia internasional seperti di Abu Dhabi. Program prioritas Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ini mulai ditawarkan kepada dunia Islam sebagai solusi membendung ektremisme dan terorisme yang selalu . “Untuk mengatasi dan membendung ekstremisme dalam beragama, Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan […]

  • Digitalisasi Bagian Tiga Strategi Besar Pemerintah Pulihkan Perekonomian

    Digitalisasi Bagian Tiga Strategi Besar Pemerintah Pulihkan Perekonomian

    • calendar_month Kamis, 26 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.590
    • 0Komentar

    DIGITALISASI pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) termasuk dalam strategi besar ekonomi yang akan dilakukan pemerintah. Supaya, pemulihan perekonomian dalam negeri dapat segera pulih seperti sedia kala. Presiden Joko Widodo mengatakan, seluruh jajarannya kini berupaya optimal mengalihkan kegiatan para pelaku UMKM ke ruang digital. Sehingga, para pelaku UMKM dapat melakukan kegiatan dagangnya secara daring […]

  • Gubernur Akui Kerjasama Pemprov dan Kejati Cukup Baik

    Gubernur Akui Kerjasama Pemprov dan Kejati Cukup Baik

    • calendar_month Rabu, 2 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 679
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada selama  Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel M. Rum yang telah menjalin kolaborasi dan kerjasama  secara baik dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan selama yang bersangkutan bertugas di Sumsel. “Saya bersama jajaran Pemprov Sumatera Selatan mengucapakan selamat atas promosi abang dan terimakasih atas kolaborasi, kerja samanya […]

  • Budaya Sehat Jamu Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO

    Budaya Sehat Jamu Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO

    • calendar_month Kamis, 7 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.245
    • 0Komentar

    ​ Sumselterkini.co.id, – Kasane, Botswana –  Komite Konvensi Warisan Budaya Takbenda/WBTB (Intangible Cultural Heritage/ICH) UNESCO telah menetapkan Budaya Sehat Jamu sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada (6/12). Budaya Sehat Jamu menjadi WBTB Indonesia ke tiga belas yang berhasil diinskripsi ke dalam daftar WBTB UNESCO. Sebelumnya, Indonesia telah menginskripsi dua belas elemen budaya lainnya sebagai WBTB UNESCO, yaitu […]

expand_less
WordPress Archive Limme – Limousine Transfers & Car Dealer WordPress Theme + RTL Linden — Single Property RealEstate Agent WordPress Line Agency | Interior Design & Architecture WordPress Theme Liner – SVG Animation for Elementor Linguini — Restaurant WordPress Theme Lingvico | Language Center & Training Courses WordPress Theme Link Whisper Pro Linoor – Digital Agency Services WordPress Theme Liotta – a Responsive Blog Theme For WordPress Liquory – Drinks Shop WooCommerce Theme