Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Jejak Prabowo, Jalan Baru untuk Santri

Jejak Prabowo, Jalan Baru untuk Santri

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
  • visibility 936
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Ada pepatah Arab kuno yang berbunyi, “Man jadda wajada, man MoU-an fadhilah.” Artinya kurang lebih, siapa yang bersungguh-sungguh akan dapat hasil, dan siapa yang teken MoU akan dapat beasiswa dan pelatihan singkat. Ya… kurang lebih begitu, meski agak ngarang. Tapi toh isinya mirip dengan kabar segar dari Timur Tengah beberapa hari lalu.

Kementerian Agama RI resmi menjalin sinergi bareng dua kementerian Kerajaan Yordania. Satu urusannya pendidikan tinggi dan riset, satunya lagi spesialis wakaf, urusan Islam, dan tempat suci. Teken MoU-nya pun nggak main-main, disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Raja Abdullah II. Momen ini bisa dibilang seperti reuni spiritual bagi Prabowo, karena seperti yang banyak orang tahu, beliau pernah lama tinggal di Amman, Yordania, saat masa-masa ngadem politik dulu.

Kata orang, kalau jodoh tak ke mana, rupanya Prabowo dan Yordania bukan cuma cocok secara geopolitik, tapi juga geohati. Sudah seperti pulang kampung bukan kampung halaman, tapi kampung rohani. Kalau biasanya pejabat ke luar negeri itu buat selfie di depan gedung tua dan ngetwit dalam bahasa Inggris dengan grammar ngambang, yang ini justru bawa pulang oleh-oleh penting kerja sama pendidikan, pengembangan Islam moderat, dan bahkan pertukaran qari dan nadhir. Mantap nian.

MoU bidang pendidikan antara Kemenag RI dan Kementerian Pendidikan Tinggi Yordania bakal bikin hidup para santri, dosen, dan mahasiswa jadi lebih berwarna. Ada program double degree, shortcourse, pertukaran pelajar, bahkan pelatihan penyegaran bahasa Arab. Jadi, bukan cuma “marhaban” dan “ana uhibbuki fillah” doang yang dihapal, tapi juga bisa nyusun tesis pakai Arab formal yang bikin pembimbing berkeringat.

Shortcourse ini bukan kursi pendek tempat duduk kalau lagi males, tapi program pelatihan intensif. Bahasa Arabnya naik level, dosennya bisa ke Yordania, mahasiswa bisa nyicipin hummus beneran, bukan cuma yang ada di feed Instagram.

Kata Menteri Agama Nasaruddin Umar, kerja sama ini bakal diperluas juga untuk pertukaran guru besar dan tenaga kependidikan. Jadi bisa jadi suatu saat nanti, ustaz kita ngajar di Amman, dan profesor dari Yordania ceramah di pesantren kita. Cross culture yang bukan cuma saling tukar oleh-oleh, tapi tukar ilmu dan visi keislaman global.

Lanjut ke urusan agama dan wakaf. Di sinilah letak romantika spiritual antara dua negeri. Yordania yang dikenal dengan khazanah keislamannya yang moderat, dan Indonesia yang penuh semangat “rahmatan lil alamin tapi tetap rajin debat di kolom komentar.” Dua negara ini sepakat buat saling belajar dalam hal moderasi beragama, pengelolaan masjid, penguatan zakat dan wakaf, sampai urusan manuskrip keagamaan.

Dan, ini yang menarik ada pertukaran ulama, penceramah, imam, bahkan qari untuk lomba musabaqah internasional. Bisa jadi kelak, lomba MTQ di Indonesia ada peserta dari Amman yang suara tilawahnya bikin merinding, sementara qari dari Aceh tampil di Yordania sambil disorot TV Timur Tengah.

Juga, diperkenalkanlah dua “akta rohani” penting Akta Amman dan Deklarasi Istiqlal. Yang satu lahir di Yordania, yang satu di Indonesia. Kalau digabungkan, ini kayak duet spiritual lintas benua kayak Rhoma Irama feat Maher Zain.

Kalau banyak orang bilang MoU itu cuma seremoni belaka, kali ini beda. Karena akan dibentuk komite gabungan untuk nindaklanjuti semua ini. Artinya, bukan cuma foto bareng terus ngilang, tapi betulan bikin aksi nyata. Semacam janji serius yang bukan PHP. Ini seperti pertunangan antara dua bangsa, yang niatnya bukan main-main.

Dan yang paling bikin hati hangat adalah semua ini terjadi di hadapan Prabowo dan Raja Abdullah II. Bukan cuma simbol persahabatan antar negara, tapi juga momen refleksi bahwa diplomasi bisa kok dibangun lewat jalur pendidikan dan keagamaan. Nggak harus lewat jual beli senjata atau rebutan gas alam. Kadang, yang kita butuh cuma sinergi antar santri dan guru besar.

Yordania bukan cuma punya Petra dan nasi mandhi, tapi juga punya warisan intelektual Islam yang luar biasa. Indonesia, di sisi lain, punya semangat religius dan keragaman yang nggak ada duanya. Kalau dua ini bersatu, maka bukan hal aneh, jika di masa depan kita punya ulama yang bukan hanya hafal kitab, tapi juga melek riset, cakap dialog antariman, dan paham cara ngelola wakaf dengan model kekinian.

Siapa tahu, kelak dari kerja sama ini lahir intelektual Muslim Indonesia yang jadi dosen tamu di Amman, atau bahkan jadi duta besar yang bisa ceramah sekaligus bikin jurnal terindeks Scopus.

Karena ya, begitulah cinta terkadang tidak dimulai dari rayuan, tapi dari MoU.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Grand Opening Uniqlo Palembang Langsung Diserbu Pengunjung

    Grand Opening Uniqlo Palembang Langsung Diserbu Pengunjung

    • calendar_month Kamis, 11 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.214
    • 0Komentar

    TEPAT jam 09.00 WIB pagi ratusan pengunjung sudah memadati Mall Palembang Icon. Dengan menerapkan protokol kesehatan ratusan orang mengantri di depan store Uniqlo yang resmi membuka gerainya yang ke-36 Kamis (11/3/2021). Brand pakaian asal Jepang itu memberikan promo berupa harga spesial serta membagikan beberapa hadiah menarik lainnya seperti tumbler, serta voucher yang dapat di tukar […]

  • Seniman Dulmuluk Bersiasat di era Pandemi

    Seniman Dulmuluk Bersiasat di era Pandemi

    • calendar_month Jumat, 30 Okt 2020
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 2.942
    • 0Komentar

    Selama masa pandemi, kreativitas dan aktivitas seniman hanya tersalurkan melalui daring. Absen berkesenian secara tatap muka selama masa pandemi membuat rasa rindu membuncah di dada para seniman. Termasuk pelaku seni di Palembang. Buncahan kerinduan itu tak pelak direspon Dewan Kesenian Palembang (DKP). Sebuah gagasan untuk bersilaturahmi di penghujung masa pandemi pun telah dilaksanakan. Tentu saja, […]

  • Bedah Rumah, Gubernur Sumsel Serahkan 75 Kunci

    Bedah Rumah, Gubernur Sumsel Serahkan 75 Kunci

    • calendar_month Rabu, 1 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 905
    • 0Komentar

    DALAM rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Provinsi Sumatera Selatan, Gubernur H Herman Deru menyerahkan kunci sebanyak 75 unit rumah dibedah oleh Pemerintah Provinsi Sumsel, dan siap ditempati oleh pemiliknya. Bedah rumah ini hasil bantuan dari Aparatur Sipil Negara (ASN), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). “Jumlah 75 diselerasakan dengan […]

  • Alhamdullilah, 26 Desember Jargas Siap Beroperasi, Disalurkan Secara Serentak di 18 Kecamatan

    Alhamdullilah, 26 Desember Jargas Siap Beroperasi, Disalurkan Secara Serentak di 18 Kecamatan

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.076
    • 0Komentar

    JARINGAN gas [Jargas] siap beroperasi, jika tidak ada halangan pada 26 Desember 2019 ini memunuhi kebutuhan rumah tangga. Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda secara langsung meninjau progres rumah sektor jaringan gas yang ada di Kelurahan Sako. Dalam kunjunganya kelokasi tersebut ia juga memastikan kondisi di dalam serta bagaimana cara mengoperasikan sistem tersebut, sehingga bisa mengaliri 1.300 KK […]

  • Ponpes Darul Qur’an Ucapkan Terima Kasih ke Sekda Apriyadi, ini asanya

    Ponpes Darul Qur’an Ucapkan Terima Kasih ke Sekda Apriyadi, ini asanya

    • calendar_month Jumat, 31 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.257
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Bertahun-tahun hanya mengandalkan bantuan dari masyarakat, kini Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Quran Al Madani Pangkalan Jaya Kecamatan Babat Toman mendapatkan kucuran bantuan dana hibah dari Pemkab Muba yang di inisiasi Sekretaris Daerah Muba Apriyadi Mahmud ketika menjadi Pj Bupati Muba. Kamis (30/5/2024) Pimpinan Ponpes Darul Quran Al Madani Pangkalan Jaya, Ustadz H Asfranza […]

  • Bakal Turunkan ASN ke Desa Untuk Pantau Program SDGs Desa

    Bakal Turunkan ASN ke Desa Untuk Pantau Program SDGs Desa

    • calendar_month Rabu, 24 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 862
    • 0Komentar

    SEKRETARIS  Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Taufik Madjid menjelaskan akan menurunkan ASN untuk terjun ke desa untuk mengetahui jalannya program SDGs Desa. Hal itu disampaikan saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR untuk membahas Program Unit Kerja Eselon I Tahun Anggaran 2021 dan refocusing kegiatan, kemarin. Terkait dengan pengawasan […]

expand_less
WordPress Archive Alkahraba – Electrical Shop & Store WooCommerce Elementor Template Kit All In One Addons for WPBakery Page Builder (formerly Visual Composer) All in One Carousel for WordPress All In One SEO PRO WordPress Plugin All In One Slider Responsive WordPress Slider Plugin All in One Support Button + Callback Request. WhatsApp, Messenger, Telegram, LiveChat and more… All Products for WooCommerce Subscriptions Alleat – Restaurant Elementor Template Kit Alliance | Intranet & Extranet BuddyPress WordPress Theme Alliance | Intranet & Extranet WordPress Theme