Nasional

Jagung, Presiden & Zoom yang Mengenyangkan, Walikota Palembang Menyimak

ist

Sumselterkini.co.id, – Di tengah riuh jagung yang siap dipanen dan kamera zoom yang siap menangkap senyum Pak Presiden, ada satu hal yang tak berubah semangat rakyat (dan pejabat) untuk tetap kelihatan produktif, meski dari balik layar monitor dan sambungan WiFi yang kadang suka buffering.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa, pagi itu, duduk manis di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian sambil mengikuti Zoom Meeting Panen Raya Kuartal II bersama Presiden Prabowo Subianto. Ini bukan panen biasa, ini panen serentak nasional yang kalau diibaratkan, seperti nonton konser via YouTube bareng-bareng tapi semua manggung di tempat masing-masing.

Dan di Palembang, jagung-jagung tampak pasrah. Mereka tahu, nasibnya bukan lagi direbus untuk pasar, tapi jadi simbol ketahanan pangan. Luar biasa! Ternyata jagung bisa naik kelas jadi “aktor utama” dalam sandiwara nasional ini.

Kalau dahulu kala rakyat sibuk panen padi sambil menari di sawah, kini panen dilakukan sambil menari-nari sinyal internet. Dulu panen butuh cangkul dan caping, sekarang panen butuh Zoom dan ID Meeting.

Tapi kita tidak mau sinis, sebab semangatnya ada. Walau panen via layar, jagungnya tetap nyata. Walau sambutan dari Presiden pakai mic wireless, niatnya tetap keras: Indonesia jangan lapar lagi.

TNI dan Polri juga ikut turun sawah, eh, maksud kami, ikut menggerakkan semangat panen. Ini kolaborasi yang patut dipuji, meski kita berharap ke depan jangan sampai polisi harus turun tangan karena hama jagung melakukan demo minta pupuk subsidi.

Gerakan panen seperti ini bagus, tapi alangkah baiknya jika tidak hanya berhenti di simbolis dan seremoni daring. Jagung tak perlu disorot kamera terus-menerus, yang ia butuh adalah irigasi yang hidup, pupuk yang sampai, serta harga beli yang tidak bikin petani meringis sambil nyusupin bibit ke celengan.

Jika hari ini panen dilakukan bareng Presiden, jangan lupa besok pagi ada petani yang tetap bangun lebih dulu dari matahari, mengurus ladangnya dengan harapan, bukan dengan sambungan Zoom. Solusi bangun sistem Pertanian yang nyata,  tak sekadar euforia tahunan, pupuk jangan sekadar janji  karena tanaman tidak tumbuh dengan motivasi, tapi dengan nutrisi. libatkan petani lokal dalam setiap kebijakan, bukan hanya aparat dan birokrat, pastikan pasca-p anen juga didukung  jangan sampai petani panen jagung tapi tetap beli beras di warung karena sistem distribusi amburadul. “Jagung bisa tumbuh di ladang, tapi ketahanan pangan tumbuh dari ladang kebijakan yang tidak asal tanam wacana”

Zoom Meeting panen jagung bareng Presiden mungkin terdengar modern, tapi mari pastikan pangan kita tidak sekadar panen gaya, melainkan panen berdaya. Jangan sampai jagung jadi alat selfie nasional tiap kuartal, tapi nasib petani tetap seperti modem rusak  sering diputar-putar tapi tak pernah nyambung. Mari kita tanam harapan, panen kebijakan, dan siram ladang dengan akal sehat, bukan hanya sorotan media.

Kalau kata tetangga saya yang juga petani sambil beternak burung perkutut.“Panen itu bukan soal kamera, tapi soal dapur yang tetap ngebul meski listrik naik,”.[***]

Terpopuler

To Top