Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » CATATAN PINGGIR : Gerakan Pangan Mandiri, PR Baru Dunia Sekolah

CATATAN PINGGIR : Gerakan Pangan Mandiri, PR Baru Dunia Sekolah

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
  • visibility 1.468
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BEBERAPA hari lalu, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menerima kunjungan World Agroforestry (ICRAF), topiknya? bukan soal sawit, bukan pula soal kopi, melainkan soal ketahanan pangan masuk ke kurikulum muatan lokal sekolah, singkatnya, anak-anak Sumsel kelak bukan hanya bisa hitung pecahan, tapi juga bisa pecah telur ayam sendiri buat sarapan.

Dinas Pendidikan Sumsel menggandeng World Agroforestry (ICRAF) dan meluncurkan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP). Ada 34 sekolah yang jadi “kelinci percobaan” alias pilot project. Targetnya jelas, yakni murid-murid sejak dini terbiasa dengan nilai kemandirian, bukan cuma kemandirian jajan di kantin.

Gubernur Herman Deru bilang, inti GSMP adalah perubahan mindset, bahasa sederhananya, jangan cuma doyan beli, tapi juga bisa bikin. Masuk akal, kalau sejak SD anak-anak terbiasa melihat sayur tumbuh dari tanah, mereka paham makanan itu bukan mukjizat supermarket, tapi hasil kerja keras.

Pepatah lama mengingatkan, “Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit”, kalau hari ini mereka menanam cabai di halaman sekolah, mungkin 20 tahun lagi mereka jadi generasi yang terbiasa produktif, bukan generasi yang bingung tiap harga bawang merah naik.

Tapi kita juga tahu, program pemerintah seringkali lebih cepat muncul spanduknya daripada hasilnya, ada acara peresmian, anak-anak disuruh pegang cangkul, lalu besoknya kebun sekolah tinggal jadi hiasan Instagram. Nah, ini jangan sampai terjadi.

Pepatah kedua yang relevan “Tong kosong nyaring bunyinya”, jangan sampai muatan lokal ketahanan pangan ini hanya ramai di rapat, tapi sepi di lapangan, kalau cabai sudah ditanam di sekolah, rawat sampai bisa dipetik, lalu masak mi instan di kantin biar terasa manfaatnya.

Oleh sebab itu, kurikulum ini jika, dijalankan dengan serius, ke depannya bisa jadi, pendidikan ketahanan pangan bisa jadi game changer, misalnya dengan  karakter & keterampilan hidup, anak-anak bisa belajar sabar dan telaten, mereka paham proses, tidak semua bisa instan, hal ini sangat penting di era “scroll lima detik lalu bosan”.

Lalu dengan ekonomi rumah tangga, ilmu dari sekolah bisa dibawa pulang, siapa tahu halaman rumah jadi kebun kecil yang membantu dapur keluarga.

Tumbuh lebih tangguh

Kemudian makro, inflasi & ketahanan pangan, maksudnya kalau banyak rumah tangga mandiri pangan, kebutuhan di pasar bisa stabil. Inflasi cabai tidak lagi jadi bahan sindiran tiap tahun.

Namun, jangan lupakan guru karena mereka butuh pelatihan supaya tidak bingung, jangan sampai guru Matematika diminta ngajarin cara bikin kompos, lalu murid malah dihitungin luas lahan pakai teorema Pythagoras.

Tujuan program ini sebenarnya sederhana, tak lain untuk  kemandirian tidak diwariskan lewat kata-kata, tapi lewat kebiasaan. Kalau anak-anak terbiasa tanam dan merawat sejak kecil, mereka akan tumbuh lebih tangguh menghadapi harga pangan yang kadang bikin orang dewasa stres.

Sebab, kemandirian pangan tidak berarti semua orang harus jadi petani, tapi setidaknya semua orang punya kesadaran bahwa makanan itu hasil kerja keras, bukan sekadar hasil transfer uang ke tukang sayur.

Oleh karena itu, program ini luar biasa di atas kertas, namun yang menentukan bukan rapat pejabat, melainkan tangan-tangan kecil murid yang benar-benar menanam, merawat, dan menuai hasil.

Kalau memang serius, Pemprov Sumsel harus pastikan pilot project ini benar-benar berjalan, ada monitoring, ada evaluasi, ada keberlanjutan. Jangan sampai cuma berhenti di 34 sekolah, kalau berhasil, lanjutkan ke ratusan sekolah lain.

Untuk itu biar anak betah, solusinya bikin kreatif, jangan hanya tanam, tapi ajak murid bikin vlog pertanian, lomba masak hasil panen, atau bazar kecil. Latih guru, maksudnya guru butuh pendampingan singkat agar siap jadi fasilitator, bukan sekadar penonton kebun sekolah, dan libatkan orang tua, karena kalau di rumah anak-anak bisa praktik lagi, efeknya lebih kuat.

Gerakan Sumsel Mandiri Pangan bisa jadi warisan penting kalau betul-betul dijalankan. Anak-anak bukan hanya akan belajar sains dan matematika, tapi juga belajar nilai hidup sabar, mandiri, dan produktif.

Singkatnya keberhasilan itu, bukan diukur dari panjangnya pidato gubernur, melainkan dari seberapa banyak murid pulang ke rumah sambil bilang “Bu, jangan beli cabai di pasar, kita tanam saja di halaman”.

Kalau kalimat sederhana itu bisa muncul, barulah kita bisa bilang Gerakan Pangan Mandiri bukan cuma program, tapi investasi karakter bangsa.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bagikan sembako untuk kaum dhuafa di Lais, Pj Bupati minta perusahaan juga pro aktif perbaiki jalan  

    Bagikan sembako untuk kaum dhuafa di Lais, Pj Bupati minta perusahaan juga pro aktif perbaiki jalan  

    • calendar_month Jumat, 22 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 900
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Pembagian sembako gratis untuk kaum dhuafa merupakan rangkaian Safari Ramadhan 1445 H/2024 M Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin yang digelar di Masjid Al-Huriyah Desa Lais Kecamatan Lais. Paket sembako itu dibawa Pj Bupati Apriyadi Mahmud dan rombongan untuk warga desa tersebut, Rabu (20/3/2024). “Alhamdulillah terima kasih kepada pak Bupati Apriyadi dan Pemkab Muba yang telah […]

  • Jalur Kereta Api Khusus Batubara Servo Railway Mulai Dibangun   

    Jalur Kereta Api Khusus Batubara Servo Railway Mulai Dibangun  

    • calendar_month Rabu, 19 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.576
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, MUARAENIM – Ground Breaking Ceremony pembangunan jalur Kereta Api khusus Batubara Servo Railway di Jalan Prabumulih-Baturaja KM. 68 Desa Menanti, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muaraenim Sumsel dilaksanakan menyusul penandatangan prasasti dan pemotongan rangakaian bunga melati oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin bersama Direktur Pengusahaan Batubara, Kementerian ESDM RI, Dodik, Komisaris PT. BME, Apri Reza Fachtoni, Durektur Infrastruktur […]

  • Memprihatin Corona Meningkat Rapid Test Dipalsukan, Itu Terjadi di Wilayah Hukum Polda Kepri

    Memprihatin Corona Meningkat Rapid Test Dipalsukan, Itu Terjadi di Wilayah Hukum Polda Kepri

    • calendar_month Rabu, 30 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.151
    • 0Komentar

    POLDA Kepri berhasil menangkap DSH (36) yang memalsukan surat keterangan hasil tes antigen COVID-19 menggunakan kepala surat dan stempel klinik kesehatan di Batam. “Pelaku merupakan karyawan PT AMK Cabang Batam dengan modus operandi membuat surat rapid test antigen palsu dengan menggunakan kop dan cap stempel klinik kesehatan di Kota Batam sebagai persyaratan pelamar kerja,” kata […]

  • Gerina Mendarat di Banyuasin, Alung Bilang Sumsel Siap Panen Ketahanan Pangan

    Gerina Mendarat di Banyuasin, Alung Bilang Sumsel Siap Panen Ketahanan Pangan

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 776
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Banyuasin, SOFUAN.GON, Siapa sangka, desa yang biasanya tenang dan penuh suara jangkrik di malam hari, mendadak heboh karena kedatangan tamu istimewa, Presiden Prabowo Subianto. Bukan mau panen durian atau cari ikan sepat, tapi kali ini beliau datang bawa “oleh-oleh” nasional Gerakan Indonesia Menanam alias Gerina. Bukan Gerhana, bukan Sabrina. Ini Gerina, program yang disusun […]

  • Bunda Baca Muba Minta Perpustakaan Desa Bikin Inovasi

    Bunda Baca Muba Minta Perpustakaan Desa Bikin Inovasi

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 866
    • 0Komentar

    BUNDA Baca Muba Hj Thia Yufada Dodi Reza berpesan untuk meningkatkan perpustakaan desa supaya lebih maju, harus mampu membuat motivasi  dan inovasi yang baik. Selain itu,  program PKK juga bisa digandengkan dengan desa. Perlu juga disosialisasikan mengenai Stunting dan gizi buruk yang harus kita cegah,”terangnya dalam kegiatan Pembinaan Perpustakaan Desa dalam upaya meningkatkan Literasi Masyarakat di […]

  • Hadir  di Titik Nol IKN,  Gubernur Sumsel Kukuhkan Ketua IKABES Kaltim

    Hadir di Titik Nol IKN, Gubernur Sumsel Kukuhkan Ketua IKABES Kaltim

    • calendar_month Senin, 14 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 760
    • 0Komentar

    DALAM rangkaian agenda kerjanya di Kalimantan Timur (Kaltim)  dalam rangka menghadiri acara kenegaraan bersama  Presiden RI Joko Widodo  di titik nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, pada Minggu (13/3) malam Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)  H Herman Deru  melakukan  silahturahmi dengan Ikatan Keluarga Besar Sriwijaya (IKABES) yang ada di Kaltim. Dalam silaturahmi  yang berlangsung di Ballroom  […]

expand_less
WordPress Archive X - The Theme Xamin – Data Science & Analytics SaaS WordPress Theme Xara – Responsive WooCommerce Shop Theme Xarris – SaaS & Startup Elementor Template Kit Xatcro – Factory Industrial Elementor Template Kit Xavier – PHP Login Script & User Management Admin Panel Xcare – Medical and Health Care WordPress Theme Xenia – Refined WordPress Corporate Theme Xeon – Minimal Portfolio WordPress Theme Xerces – Creative & Digital Agency Elementor Template Kit