Selasa, 6 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “Jaket Kuning, Sawah Melambai, Saat Alumni Bicara, Padi pun Mengangguk”

“Jaket Kuning, Sawah Melambai, Saat Alumni Bicara, Padi pun Mengangguk”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
  • visibility 629
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

(Kisah Lucu tapi Serius dari IKAPERTA UNSRI yang Kini Lebih dari Sekadar Jaket & Jejak Mantan)

MINGGU pagi akhir pekan ini yang cerah, saat nasi uduk belum habis di warung sebelah Griya Agung, sekelompok manusia berseragam kuning bukan pendemo, bukan kurir, tapi alumni Fakultas Pertanian UNSRI berkumpul dengan khidmat dan sedikit aroma nostalgia. Namanya IKAPERTA UNSRI, singkatan dari Ikatan Alumni Pertanian. Tapi jangan salah sangka, ini bukan sekadar komunitas yang suka tukar kabar dan kirim “Selamat Ulang Tahun” di grup WA.

Mereka dilantik resmi, difoto formal, dan diberi harapan besar menyuburkan ladang-ladang Sumsel yang mulai lelah disiram janji. Di balik jaket kuning mereka yang kinclong itu, tersimpan niat mulia membantu rakyat makan dari tanah sendiri, bukan dari mie instan dan gaji utang.

Kata pepatah, “jangan nilai orang dari jaketnya,” tapi kalau jaket itu kuning dan baunya masih bau laboratorium mikrobiologi, boleh dong kita berharap lebih, karena jaket kuning itu bukan cuma lambang kampus, tapi bisa jadi simbol tekad bahwa alumni pertanian tak hanya bisa bercocok tanam status di media sosial, tapi juga siap menanam mimpi di lahan petani.

Dan… kalau lahan bisa bicara, mungkin dia akan bilang “Akhirnya, kalian balik juga. Kukira kalian cuma datang pas ada lomba KKN”

Ketua barunya, Ir. Hendra Gunawan, SH., MM yang gelarnya lebih lengkap dari rak buku perpustakaan berjanji ingin menjadikan IKAPERTA sebagai ladang harapan, bukan ladang kekecewaan. Ia ingin jaringan alumni bukan cuma tempat saling endorse bisnis pupuk organik, tapi wadah membuka lapangan kerja dan menyuarakan nasib petani.

“Kita dukung RPJMD Sumsel, khususnya sektor pertanian,” katanya dengan nada serius, walau sempat terdengar suara tukang sate lewat. Yah, begitulah suasana pelantikan, serius tapi santai, formal tapi mengandung unsur piring kertas.

Mereka tahu, membangun ketahanan pangan itu bukan sekadar bikin poster bertema “Sumsel Mandiri Pangan”. Harus turun tangan, turun cangkul, dan kalau bisa, turun harga pupuk.

Kata Prof. M.S. Swaminathan, bapak Revolusi Hijau India, “Pertanian bukan hanya soal produksi pangan, tapi soal martabat manusia” (sumber: “From Green to Evergreen Revolution” – M.S. Swaminathan, 2006).

Nah, kalau sudah bicara martabat, ini sudah bukan urusan lucu-lucuan lagi. Petani di Ogan Ilir atau Musi Rawas butuh solusi, bukan hanya selfie alumni di sawah dengan caption “back to my rootz”.

IKAPERTA sebenarnya punya modal besar, alumni yang tersebar dari kepala desa hingga kepala dapur rumah tangga. Tinggal disusun, dikolaborasikan, dan jangan lupa  dieksekusi, bukan cuma dirapatkan. Misalnya kalau IKAPERTA bikin Agri Start-Up, yang ngatur distribusi sayur lewat aplikasi, ngasih pelatihan petani secara daring, dan ngembangin pangan lokal macam nasi jagung organik. Lalu dibuat branding “Dari Alumni UNSRI untuk Perut Negeri” Wah….., bisa jadi lebih viral dari konten tutorial skincare.

Yang penting bukan gelar sarjana, tapi gelar tikar di desa dan duduk bareng petani. Alumni itu seharusnya bukan cuma ahli teori agroforestry, tapi juga ahli merendahkan ego untuk mendengar keluh kesah ibu-ibu tani yang bingung kapan bibit datang,  kata Tan Malaka dalam Madilog (1943), “Terpelajarlah yang tertinggi adalah dia yang mengabdi kepada rakyat”

Oleh karena itu, maka jaket kuning itu jangan disimpan di lemari kaca, keluarkan, kenakan, lalu pergi ke ladang. Karena padi tak pernah menghina lulusan, dia hanya ingin disemai dan dijaga.

Kita semua tahu, alumni pertanian bisa jadi pionir dalam pertarungan pangan di tengah krisis global. Tapi jangan sampai kalah langkah sama artis TikTok yang sudah duluan bikin hidroponik mini di balkon.

Kita ini punya ilmu, punya jaringan, tinggal punya kemauan, IKAPERTA sudah dilantik, tinggal dilacak ke mana langkah selanjutnya? Jangan-jangan habis pelantikan, pulangnya cuma update story “Done acara, Makan enak” Sementara di hulu, petani masih bingung gimana cara panen padi yang diserang hama dan janji manis.

 Untuk alumni pertanian yang jaketnya menguning bukan karena luntur, tapi karena semangat panen, ini waktunya kalian bicara, agar sawah mendengar. Jangan biarkan ladang gersang karena kita sibuk debat di grup alumni.

Waktunya turun, karena kalau bukan alumni pertanian yang menanam harapan, siapa lagi? Masa harus nunggu selebgram tanam kangkung dulu baru rame?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pempek Sangat Familiar Bagi Warga Semarang

    Pempek Sangat Familiar Bagi Warga Semarang

    • calendar_month Rabu, 3 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 898
    • 0Komentar

    “Oleh-oleh Pempeknya mana?” ujar seorang warga Semarang. Pertanyaan ini kerap dilontarkan warga kepada Tim Pawai Budaya Pemerintah Kota Palembang di sepanjang jalur gelaran Pawai Budaya Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Apeksi 2019 di Semarang, Rabu (3/7/2019). Iringan tim Kota Palembang di awali dengan ditampilkannya busana kreasi adaptasi dari pakaian tradisional khas Palembang yang digunakan Nayla,  siswa […]

  • Sumsel Ajak BI Dorong  Ekonomi Sumsel dari Segala Sektor

    Sumsel Ajak BI Dorong  Ekonomi Sumsel dari Segala Sektor

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 825
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru  mengharapkan peran serta dari Bank Indonesia (BI)  dalam mendorong laju perekonomian provinsi ini kedepan  terus ditingkatkan. Bahkan keberadaan Science Techno Park yang berlokasi di Desa Bakung Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir dengan luas lahan 100  hektare  kedepannya dikolaborasikan dengan Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan ternak […]

  • Luar Biasa, Selain Pintar Ngaji, Santri Ponpes Sabillilah OKI Jago Otomatif

    Luar Biasa, Selain Pintar Ngaji, Santri Ponpes Sabillilah OKI Jago Otomatif

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.117
    • 0Komentar

    TIDAK hanyak jago mengaji para santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilillah OKI juga piawai memodifikasi mesin otomatif. Pimpinan Ponpes Sabilililah Ust. A. Uyaina Al Haris mengatakan jurusan otomatif dibuka dipesantren ini untuk mengajari para santri dengan ketrampilan otomatif sebagai bekal ketika lulus nanti. “Hari ini kita buka secara resmi jurusan otomotif bagi para santri Semoga […]

  • Lupakan Kegagalan di Piala Thomas 2022, Ayo Bangkit !

    Lupakan Kegagalan di Piala Thomas 2022, Ayo Bangkit !

    • calendar_month Senin, 16 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.602
    • 0Komentar

    MENTERI Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali terus memberikan semangat kepada tim bulutangkis Indonesia di Piala Thomas 2022. Menpora pun meminta para pemain untuk terus semangat agar bisa bangkit menghadapi Olimpiade Paris 2024. Menpora Amali menyampaikan para pemain harus terus bangkit untuk menghadapi Olimpiade Paris 2024.  “Saya sampaikan kepada mereka yang tadi sempat […]

  • 10 Ribu Santri Sumsel Bebas Buta Aksara Al-Qur’an, Ada Target Besar Setelahnya

    10 Ribu Santri Sumsel Bebas Buta Aksara Al-Qur’an, Ada Target Besar Setelahnya

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Sebanyak 10 ribu santri di Sumatera Selatan (Sumsel) dinyatakan telah terbebas dari buta aksara Al-Qur’an. Capaian ini menjadi salah satu catatan penting dalam upaya memperluas kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan anak-anak di daerah tersebut. Momen itu ditandai melalui Tasyakuran Akbar ribuan Santri Bebas Buta Huruf Al-Qur’an sekaligus Wisuda Akbar Santri TK/TPA BKPRMI di Palembang […]

  • PBAK Revolusi FISIP 2022, Bertema “Bersama PBAK Revolusi, Meningkatkan Kesadaran Moderasi Beragama di Kaum Milenial”, Ini Asanya untuk Mahasiswa UIN Raden Fatah

    PBAK Revolusi FISIP 2022, Bertema “Bersama PBAK Revolusi, Meningkatkan Kesadaran Moderasi Beragama di Kaum Milenial”, Ini Asanya untuk Mahasiswa UIN Raden Fatah

    • calendar_month Senin, 22 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.136
    • 0Komentar

    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah mengadakan Pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Revolusi dengan tema “Bersama PBAK Revolusi, Meningkatkan Kesadaran Moderasi Beragama di Kaum Milenial” diadakan secara langsung  bertempat di Auditorium FISIP dengan tujuan mengenalkan tentang budaya dan akademik di FISIP. Senin, (22/08/22). Kegiatan ini dihadiri […]

expand_less
WordPress Archive Suga – Ecommerce Magazine WordPress Theme Suki – Meditation Channel Elementor Template Kit Sultan – One Page Business WordPress Theme Sultin – Consulting WordPress theme SUMO Affiliates for WooCommerce SUMO Affiliates Pro – WordPress Plugin SUMO Reward Points SUMO Subscriptions – WooCommerce Subscription System SUMO WooCommerce Dynamic Pricing Discounts SUMO WooCommerce Measurement Price Calculator