BMKG Perkuat Layanan di NTB, Informasi Cuaca Jadi Kunci Keselamatan di Mandalika
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 14 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :bmkg.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika (MKG) di Nusa Tenggara Barat (NTB), terutama untuk memastikan informasi cuaca dan kebencanaan dapat diterima masyarakat secara cepat dan akurat.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan penguatan layanan di daerah penting karena informasi MKG digunakan untuk mendukung keselamatan dan pengambilan keputusan di berbagai sektor, termasuk transportasi dan kegiatan internasional di Sirkuit Mandalika.
“Informasi cuaca yang tepat sangat penting dalam mendukung pengambilan keputusan operasional, termasuk untuk menjamin aspek keselamatan,” kata Faisal saat mengunjungi sejumlah UPT BMKG di NTB, Kamis (27/8/2026).
Faisal mengunjungi Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Stasiun Klimatologi NTB, dan Stasiun Geofisika Mataram. Kunjungan tersebut turut dihadiri jajaran Balai Besar MKG Wilayah III, Koordinator Provinsi BMKG NTB, kepala UPT, serta pegawai BMKG di wilayah NTB.
Menurut Faisal, informasi cuaca yang akurat diperlukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi cuaca maupun peralihan musim. Hal itu menjadi semakin penting bagi sektor yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap informasi meteorologi, termasuk transportasi dan pariwisata.
Selain cuaca, layanan BMKG di daerah juga berperan dalam penyampaian informasi gempa dan peringatan dini bencana.
Faisal mencontohkan peran UPT BMKG dalam mendukung mitigasi setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, pada pertengahan Agustus lalu. Kecepatan penyampaian informasi menjadi salah satu faktor penting dalam membantu masyarakat dan pemangku kepentingan mengambil langkah mitigasi.
“UPT-UPT BMKG di daerah bekerja keras memastikan informasi dapat diterima masyarakat dengan cepat sehingga mendukung upaya mitigasi dan mengurangi risiko bencana,” ujarnya.
Faisal menegaskan penguatan layanan tersebut juga harus diikuti peningkatan kompetensi pegawai serta penguasaan teknologi observasi. BMKG menilai kualitas sumber daya manusia dan teknologi menjadi bagian penting untuk menjaga keandalan informasi yang disampaikan kepada masyarakat.
Ia juga meminta jajaran BMKG memperkuat diseminasi dan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan. Informasi MKG, kata Faisal, harus dapat dipahami dan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.
“Informasi yang kita hasilkan harus sampai kepada masyarakat dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan di berbagai sektor,” katanya.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009, layanan BMKG mendukung berbagai sektor, antara lain transportasi, infrastruktur, energi dan sumber daya mineral, kesehatan, kemaritiman, pertanian, kehutanan dan lingkungan hidup, pariwisata, serta kebencanaan.
BMKG juga terus mendorong pemanfaatan informasi iklim untuk mendukung pertanian dan peternakan, kesehatan, serta mitigasi kebakaran hutan dan lahan.
Faisal mengatakan penguatan UPT menjadi bagian dari upaya BMKG memastikan layanan MKG semakin andal dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di daerah. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
