Senin, 17 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » MUBA Terkini » Kalau Sudah Kemarau, Jangan Lagi Main Api, Karhutla Bukan Tamu Langganan!

Kalau Sudah Kemarau, Jangan Lagi Main Api, Karhutla Bukan Tamu Langganan!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
  • visibility 782
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- Setiap tahun, ketika daun-daun mulai gugur bukan karena musim semi, tapi karena suhu panas nyaris setara setrika level maksimal, kita pun kembali diguncang sebuah rutinitas tahunan yang makin akrab karhutla. Ya, kebakaran hutan dan lahan itu seperti mantan posesif, walau sudah diusir berkali-kali, eh datang lagi, bahkan makin berani. Bedanya, mantan kadang cuma bawa luka hati, karhutla bawa sesak napas, kabut asap, dan kadang-kadang surat panggilan dari interpol udara.

Di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), para pemangku kepentingan sudah bersiap. Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Karhutbunlah tahun 2025 digelar seperti gladi resik menghadapi neraka edisi kemarau. Dari Bupati, Sekda, Forkopimda, TNI, Polri, BPBD, hingga 36 perusahaan dari sektor tambang, kebun, dan migas, semuanya dikumpulkan. Lengkap, tinggal nunggu nasi kotaknya dibagikan.

Tapi mari kita jujur, rapat koordinasi itu ibarat nyalain lampu hazard waktu nyelonong di jalan tol, kelihatan keren, tapi belum tentu menolong. Apalagi kalau niatnya cuma rapat, bukan tanggap. Karhutla ini bukan soal siapa yang paling cepat menyalahkan, tapi siapa yang paling siap memadamkan bahkan sebelum api itu sempat menyala.

Bupati Toha sudah wanti-wanti agar perusahaan jangan cuma pasang spanduk bertuliskan “Kami Menolak Karhutla”, lalu balik ke kantor ber-AC sambil ngetik laporan CSR. Kalau cuma begitu, monyet di hutan juga bisa bikin deklarasi pakai daun pisang. Yang dibutuhkan adalah aksi embung disiapkan, sumur bor ditanam, personel dilatih, dan tim patroli dibentuk bukan buat jaga portal kebun, tapi buat cegah kebakaran.

Seperti kata pepatah lama “Lebih baik mencegah daripada menunggu viral”, karena begitu lahan terbakar, yang viral bukan solusi, tapi kabut asap yang kirim salam sampai ke negeri tetangga.

Komandan Kodim Letkol Erry Dwianto sudah menyampaikan bahwa sebagian besar karhutla berasal dari ulah manusia. Entah itu pembukaan lahan dengan cara bakar, atau barbekyuan tidak pada tempatnya. Maka seperti kata orang bijak “Jika kau tak bisa memadamkan, maka jangan nyalakan!”.

Tapi kita juga harus adil, jangan semua disalahkan ke petani kecil. Seringkali, yang nyalakan api justru perusahaan besar, tapi yang ditangkep malah Pak Karyo yang cuma numpang lewat bawa cangkul. Penegakan hukum, seperti yang ditegaskan Kajari Muba, harus merata, tak pandang helm proyek atau sendal jepit.

Tengok negara tetangga, di Australia, yang juga rutin menghadapi kebakaran lahan saat musim panas, mereka punya sistem early warning berbasis satelit dan sensor panas yang disebar bahkan sampai di hutan. Masyarakat diajari sejak kecil bahwa api itu bukan mainan. Di Indonesia, kadang justru anak-anak diajak selfie depan api unggun lahan sambil upload ke TikTok.

Di Jepang, tak ada lahan yang dibiarkan tanpa pemantauan, dan teknologi pemadamnya bisa dikendalikan jarak jauh. Di kita? Baru terbakar 3 hektar, baru sibuk cari nomor BPBD. Padahal call center-nya sering tak aktif karena ‘sedang shalat’ sejak 2019.

Ingat, karhutla itu bukan bencana alam. Itu bencana akal pendek, kalau gempa kita tak bisa cegah, tapi karhutla asal semua pihak punya niat dan akal sehat bisa kita hindari. Musim kemarau pasti datang, Kkalau setiap tahun kita gagap hadapi karhutla, itu bukan karena alamnya jahat, tapi kita yang terlalu santai seperti tahu bulat digoreng dadakan.

Jangan sampai tahun depan, rapat koordinasi ini diulang lagi dengan naskah yang sama, pembicara yang sama, bahkan jokes yang sama “Mari kita cegah sebelum terbakar”.
Tapi realitanya, setiap tahun kita hanya lebih pintar memadamkan, bukan mencegah.

Rakyat tak butuh seremoni, tapi solusi. Alam tak bisa disuap pakai dana CSR, tapi bisa dijaga dengan hati nurani. Mari kita semua berhenti main api, karena kalau sudah terbakar, yang rugi bukan hanya lahan, tapi nama baik kita sebagai manusia yang katanya berakal. Dan ingat, seperti kata pepatah modern “Bumi bukan warisan nenek moyang, tapi pinjaman dari cucu. Kalau mau diwariskan, tolong jangan hanguskan”.

Jangan biarkan karhutla jadi agenda tahunan yang kita rayakan dengan rapat, bukan dengan solusi karena kalau tahun depan kita masih bicara hal yang sama di ruangan yang sama, maka itu bukan bencana alam lagi. Itu sudah jadi bencana budaya, budaya cuek, budaya lambat tanggap, budaya pura-pura sibuk.”Hutan yang terbakar itu bukan hanya lahan yang hilang, tapi akal sehat yang ikut hangus. Maka mari padamkan apinya, sebelum logika dan nurani ikut jadi abu”[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bebas Berekspresi Bikin Konten Unik dengan Filter dan AR Zone di Galaxy Z Flip5

    Bebas Berekspresi Bikin Konten Unik dengan Filter dan AR Zone di Galaxy Z Flip5

    • calendar_month Jumat, 29 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 6.697
    • 0Komentar

    Kamera Galaxy Z Flip5 bukan hanya memberikan hasil gambar yang terbaik, konsumen bisa juga merasakan berbagai fitur yang tidak biasa   Kecanggihan kamera bukan hanya dilihat dari seberapa besar megapiksel yang dimiliki oleh sebuah smartphone, namun dukungan fitur-fitur lain untuk membuat content making menjadi lebih praktis dan seamless juga tidak kalah penting. Galaxy Z Flip5, hadir dengan sejumlah fitur unggulan […]

  • Ini Pesan Ishak Mekki Dihadapan Ikatan Pemuda Muhammadiyah

    Ini Pesan Ishak Mekki Dihadapan Ikatan Pemuda Muhammadiyah

    • calendar_month Kamis, 16 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.119
    • 0Komentar

    Pemprov Sumsel terus mendukung dan mendorong agar generasi muda ini terus maju

  • Terapkan Sistem Belanja Non Tunai, Bank SumselBabel & Pemkot Palembang Berkolaborasi

    Terapkan Sistem Belanja Non Tunai, Bank SumselBabel & Pemkot Palembang Berkolaborasi

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.859
    • 0Komentar

    BANK SumselBabel berkolaborasi dengan Pemkot Palembang guna menerapkan system belanja non tunai melalui aplikasi QRIS. Sistem ini bertujuan untuk mengurangi penyebaran covid 19 akibat sirkulasi jual beli melalui sistem tunai. Penggunaan teknologi informasi di era revolusi industi 4.0 memang terus diandalkan dalam rangka memudahkan manusia dalam memproduksi data dan menyebakan informasi. Salah satunya adalah penggunaan […]

  • Dukungan Jokowi dinilai mengerucut ke Ganjar

    Dukungan Jokowi dinilai mengerucut ke Ganjar

    • calendar_month Senin, 2 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 22.094
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Momen-momen kebersamaan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri, dan bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo di acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV PDI-P di JI-Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (29/9), dinilai sarat dengan isyarat politik. Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad mengatakan Jokowi sengaja mempertontonkan keakraban dengan […]

  • Gantikan Yudi Arian Komarullah, Novri Haryanto Resmi jadi anggota DPRD Kab.OKI

    Gantikan Yudi Arian Komarullah, Novri Haryanto Resmi jadi anggota DPRD Kab.OKI

    • calendar_month Senin, 2 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.037
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Novri Haryanto kini resmi menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumsel, setelah dilantik dan ucapkan sumpah / janji pengganti antar waktu (PAW) pada Senin (2/10/2023). Politisi PDIP tersebut menjadi PAW anggota DPRD OKI sisa masa jabatan 2019-2024, menggantikan Yudi Arian Komarullah yang diberhentikan lantaran telah melanggar […]

  • Stunting Dimulai dari Rahim, Banyak Ibu Belum Sadar

    Stunting Dimulai dari Rahim, Banyak Ibu Belum Sadar

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 40
    • 0Komentar

    ANCAMAN stunting ternyata tidak dimulai ketika anak sudah tumbuh menjadi balita. Banyak masyarakat belum menyadari, kondisi gagal tumbuh pada anak itu justru bisa bermula sejak bayi masih berada di dalam kandungan apabila ibu hamil mengalami kekurangan gizi dan tidak rutin memeriksakan kesehatan. Karena itu, upaya pencegahan stunting kini terus digencarkan sejak dini oleh Pemerintah Kota […]

expand_less
WordPress Archive Multisite Shared Media for WordPress Mumbrass – Full Screen Personal Portfolio WordPress Theme Munhoz – Law Firm & Attorneys Elementor Template Kit Munich – Creative Portfolio WordPress Theme Muntech – IT Solutions & Technology Theme Musart – Music Label and Artists WordPress Theme Muscle – Sports Center & Solarium WordPress Theme Muse — Music WordPress Theme Museum – Responsive WordPress Theme Music Club – Band & DJ WordPress Theme