Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Aparat Diserang Saat Tertibkan Sawit di Jalur Gajah

Aparat Diserang Saat Tertibkan Sawit di Jalur Gajah

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • visibility 91
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PENERTIBAN kebun sawit ilegal di dalam Taman Wisata Alam Seblat mendadak berubah tegang. Tim gabungan yang turun ke lapangan diserang oleh orang tak dikenal menggunakan senjata tajam, bahkan tiga kendaraan operasional dirusak di lokasi.

Peristiwa itu terjadi pada 19 April 2026, saat Operasi Gabungan Merah Putih digelar untuk menertibkan aktivitas perambahan kawasan hutan yang selama ini berlangsung diam-diam di dalam area konservasi. Kawasan ini bukan hutan biasa, ia merupakan bagian dari koridor penting bagi kelangsungan hidup Gajah Sumatera.

Situasi di lapangan sempat memanas ketika petugas mendekati titik yang diduga menjadi lokasi kebun sawit ilegal.

Dua orang tak dikenal muncul dan melakukan perlawanan. Selain menyerang, mereka juga merusak kendaraan operasional tim menggunakan senjata tajam sebelum akhirnya melarikan diri.

Di tengah kondisi tersebut, petugas berhasil mengamankan seorang pria berinisial D (40).

Ia diduga sebagai pihak yang menguasai lahan, termasuk pondok dan kebun kelapa sawit yang berada di dalam kawasan konservasi.

Penindakan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Balai Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum LHK) Wilayah Sumatera, BKSDA Bengkulu, BBTNKS, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bengkulu, hingga aparat TNI dan Polri.

Operasi dilakukan sebagai bagian dari upaya penertiban akses keluar-masuk kawasan yang selama ini rawan dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan gelar perkara bersama penyidik Ditreskrimsus Polda Bengkulu,

D kemudian ditetapkan sebagai tersangka pada 20 April 2026. Saat ini, ia dititipkan di Rumah Tahanan Cabang Polda Bengkulu untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Tersangka dijerat dengan ketentuan pidana dalam Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas UU Nomor 5 Tahun 1990 mengenai Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Ia diduga melakukan aktivitas yang tidak sesuai dengan fungsi kawasan pelestarian alam, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda hingga Rp5 miliar.

Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap aktivitas yang merusak ekosistem, terutama di kawasan yang memiliki fungsi vital seperti Seblat. Selain penegakan hukum, langkah lanjutan berupa rehabilitasi lahan dan penataan batas kawasan juga akan dilakukan bersama pemerintah daerah serta lembaga konservasi.

Kepala Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Sumatera, Hari Novianto, dilaman resmi kehutanan.go.id menyebutkan  operasi ini merupakan bagian dari upaya masif untuk mengembalikan fungsi kawasan yang selama ini terganggu oleh aktivitas ilegal.

Menurutnya, keberadaan kebun sawit di dalam kawasan konservasi tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam keseimbangan ekosistem. Apalagi, lokasi tersebut berada di jalur pergerakan satwa dilindungi yang sangat bergantung pada keutuhan hutan.

Ia mengungkapkan koridor yang terganggu dapat memicu dampak berantai, Satwa yang kehilangan jalur alaminya berpotensi keluar dari habitat dan masuk ke wilayah permukiman, yang pada akhirnya meningkatkan risiko konflik antara manusia dan hewan.

Karena itu, penertiban tidak hanya dimaknai sebagai penegakan hukum semata, tetapi juga sebagai upaya menjaga ruang hidup satwa tetap utuh. Pemerintah berharap langkah ini dapat memberikan efek jera sekaligus memastikan kawasan konservasi tetap terlindungi dari tekanan aktivitas ilegal.

Meski demikian, tantangan di lapangan tidak kecil. Perlawanan yang terjadi dalam operasi ini menjadi gambaran bahwa penertiban kawasan hutan sering kali berhadapan langsung dengan kepentingan di lapangan.

Ke depan, pengawasan yang konsisten dan keterlibatan berbagai pihak dinilai menjadi kunci untuk mencegah praktik serupa terulang. Tanpa itu, kawasan yang sudah dibuka berisiko kembali dimanfaatkan secara ilegal.

Apa yang terjadi di Seblat menjadi pengingat bahwa menjaga hutan bukan hanya soal aturan di atas kertas. Di lapangan, upaya itu kerap diuji oleh konflik, kepentingan, dan tekanan yang tidak sederhana. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RPJMD Muara Enim, Target 5 Tahun Wujudkan 5 Hal Ini

    RPJMD Muara Enim, Target 5 Tahun Wujudkan 5 Hal Ini

    • calendar_month Rabu, 17 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.607
    • 0Komentar

    PEMKAB Muara Enim menargetkan pada lima tahun ke depan mewujudkan Muara Enim untuk rakyat yang agamis, berdaya saing, mandiri, sehat dan sejahtera. Hal itu sudah disepakati dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Muara Enim. Dalam gelaran Forum Konsultasi Publik Perubahan (FKPP) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Muara Enim tahun 2018 – 2023 Kepala Bappeda Muara Enim, […]

  • ADPI Award 2026, Dapen PPIP Pusri Raih Terbaik II, Pertahankan Prestasi Nasional

    ADPI Award 2026, Dapen PPIP Pusri Raih Terbaik II, Pertahankan Prestasi Nasional

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Enam kali meraih penghargaan tingkat nasional dalam 18 tahun perjalanan menjadi catatan Dana Pensiun PPIP Pusri di ajang ADPI Award. Pada penyelenggaraan 2026, lembaga ini kembali mempertahankan pencapaiannya dengan meraih posisi Terbaik II untuk kategori Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) Program Iuran Pasti dengan aset neto sampai dengan Rp1 triliun. Konsistensi tersebut menjadi […]

  • Ini Tips Hindari Kejahatan Saat Solo Traveling

    Ini Tips Hindari Kejahatan Saat Solo Traveling

    • calendar_month Minggu, 12 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 818
    • 0Komentar

    MARAKNYA pemberitaan yang mengancam para perempuan di luar sana membuat was-was saat ingin bepergian terutama berwisata sendiri. Berikut tips hindari kejahatan seksual saat solo traveling, tetap waspada agar liburan menjadi aman dan menyenangkan. Yuk simak ulasannya. 1. Pilih Penginapan Dengan Akses Terjangkau dan Aman Pertama pastikan pilih penginapan yang dekat keramaian dengan review baik, aman […]

  • Dari Tali Rapiah, Kita Belajar Siaga

    Dari Tali Rapiah, Kita Belajar Siaga

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 738
    • 0Komentar

    DESA Rantau Panjang, jalan utama mendadak berubah nasib jadi korban PHK oleh alam. Belum sempat pamit, dia amblas begitu saja, seperti cinta sepihak yang digerus waktu dan derasnya air mata… eh, air sungai maksudnya. Sabtu pagi itu, warga Dusun 5 masih santai ngopi dan ngerumpi, ketika suara “krek-krek-kresek” seperti kertas kontrak rumah tangga yang diremas-remas, […]

  • 100 hari menuju dimulainya Piala Dunia FIFA U-20 Indonesia 2023™️

    100 hari menuju dimulainya Piala Dunia FIFA U-20 Indonesia 2023™️

    • calendar_month Jumat, 10 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.981
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Dalam rangka menyambut momen penting yakni 100 hari menuju dimulainya Piala Dunia FIFA U-20 Indonesia 2023™️, PSSI dan pemerintah melakukan event khusus di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta pada Kamis (9/2) sore. Momen ini dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketua INAFOC (satuan kerja yang mengoordinasikan tugas dan hasil […]

  • Apel terakhir, pamit Bupati /wabup OKI kepada ASN, ini pesannya

    Apel terakhir, pamit Bupati /wabup OKI kepada ASN, ini pesannya

    • calendar_month Jumat, 3 Nov 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.206
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H. Iskandar, SE bersama Wakil Bupati Dja’far Shodiq memimpin apel terakhir bersama ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai non ASN di Kantor Bupati OKI, Jum’at, (3/11/23). Suasana apel pagi di Kantor Bupati OKI berlangsung haru. Iskandar, Shodiq dan pejabat teras Pemkab OKI berbaris rapi di tengah lapangan. Ribuan […]

expand_less
WordPress Archive Front - Multipurpose Business WordPress Theme Frontend Publishing Pro FrontFour – Creative Photography Template Kit Frontline – Attorney & Lawyer WordPress Theme FrontOne – Creative Photography Template Kit FrontSix – Creative Photography Template Kit FrontThree – Creative Studio Template Kit FrontTwo – Creative Studio Template Kit Frudbaz – Restaurant WordPress Theme Fruteez – Healthy Food & Drinks Brand Elementor Template Kit