Burgo Palembang, Sarapan Gurih Berkuah Bikin Susah Berhenti di Satu Piring
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 39 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ilustrasi/AI
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Burgo Palembang merupakan salah satu kuliner khas Sumatera Selatan yang menawarkan rasa gurih, lembut, dan kaya rempah. Berbeda dari pempek yang terkenal dengan cuko, burgo hadir berupa lembaran lembut berbahan tepung yang disiram kuah santan berbumbu. Ditambah sambal, hidangan ini cocok disantap hangat sebagai sarapan atau makanan ringan yang mengenyangkan.
Bik Moya baru mengenal burgo ketika menghadiri arisan di kampung. Tuan rumah menyajikan beberapa hidangan, termasuk semangkuk burgo yang langsung menarik perhatiannya.
“Ini namanya apa?” tanya Bik Moya.
“Burgo. Coba saja.”
Bik Moya mencicipinya. Kuah santannya terasa gurih dan harum rempah, sementara lembaran burgonya lembut. Setelah diberi sambal, rasa pedasnya membuat hidangan tersebut semakin nikmat.
Satu piring habis. Bik Moya ternyata masih penasaran dan mengambil satu porsi lagi.
“Ini baru namanya sarapan,” katanya sambil tertawa.
Beberapa hari kemudian, ia bertemu Bicik Mina di warung sayur. Karena masih teringat burgo yang dimakannya saat arisan, Bik Moya langsung bertanya.
“Cik Mina, burgo itu dibuat dari apa? Saya sampai makan dua piring kemarin.”
Bicik Mina yang asli Palembang kemudian menjelaskan. Bagian putih burgo dibuat dari adonan tepung beras dan tepung tapioka, sedangkan rasa gurihnya datang dari kuah santan yang dimasak bersama bumbu rempah.
Dari situlah Bik Moya mendapatkan gambaran cara membuat burgo dan berniat mencobanya sendiri di rumah.
Mengenal Burgo, Kuliner Khas Palembang
Burgo adalah makanan tradisional Palembang, Sumatera Selatan, yang mempunyai ciri khas berupa lembaran tipis berwarna putih. Lembaran tersebut dibuat dari adonan tepung, kemudian digulung dan dipotong sebelum disajikan.
Bagian yang membuat burgo berbeda adalah kuah pendampingnya. Kuah santan diberi bumbu seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, ketumbar, serai, dan lengkuas sehingga menghasilkan rasa gurih serta aroma rempah yang kuat.
Burgo biasanya disantap dalam keadaan hangat. Sambal menjadi pelengkap yang pas bagi penyuka rasa pedas.
Resep Burgo Palembang
Untuk membuat burgo di rumah, prosesnya terbagi menjadi dua bagian utama, yakni membuat lembaran burgo dan menyiapkan kuah santannya.
Bahan Lembaran Burgo
- 200 gram tepung beras
- 50 gram tepung tapioka
- 500 ml air
- ½ sendok teh garam
- Minyak secukupnya untuk melapisi wajan
Bumbu Kuah
- 5 butir bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 2 cm kunyit
- 1 sendok teh ketumbar
- 2 cm lengkuas
- 1 batang serai
- 2 lembar daun salam
- 700 ml santan
- 1 sendok teh garam
- ½ sendok teh gula
- Ebi atau kaldu udang secukupnya, bila suka
Untuk Penyajian
- Bawang goreng
- Daun bawang atau seledri
- Sambal
- Jeruk limau sesuai selera
Cara Membuat Burgo
Membuat lembarannya terlebih dahulu
Campur tepung beras, tepung tapioka, dan garam. Tuangkan air secara bertahap sambil diaduk sampai menjadi adonan yang halus dan encer.
Untuk mendapatkan lembaran yang mulus, adonan dapat disaring sebelum dimasak. Langkah sederhana ini membantu mengurangi gumpalan tepung yang bisa membuat permukaan burgo kurang rata.
Panaskan wajan datar dengan api sedang dan olesi tipis menggunakan minyak.
Ambil sedikit adonan, tuangkan ke wajan, lalu segera ratakan hingga membentuk lapisan tipis. Masak sampai adonan berubah menjadi lembaran yang matang dan tidak lagi terlihat basah.
Angkat perlahan.
Tidak perlu membuat lembaran terlalu tebal karena burgo yang tipis akan lebih mudah digulung dan terasa lembut ketika disantap bersama kuah.
Setelah semua adonan selesai dimasak, susun lembaran tersebut dan gulung. Potong gulungan menjadi bagian-bagian kecil sesuai selera.
Menyiapkan kuah santannya
Haluskan bawang merah, bawang putih, kunyit, dan ketumbar.
Panaskan sedikit minyak, kemudian tumis bumbu sampai aromanya keluar. Masukkan lengkuas, serai, dan daun salam agar kuah mendapatkan aroma rempah yang lebih kuat.
Tuangkan santan setelah bumbu cukup matang.
Pada tahap ini, gunakan api kecil dan aduk perlahan. Santan tidak perlu dibiarkan mendidih terlalu keras karena tekstur kuah bisa berubah.
Masukkan garam dan gula. Jika ingin rasa gurih yang lebih kuat, ebi atau kaldu udang dapat ditambahkan.
Biarkan kuah masak sampai bumbu benar-benar menyatu dan aromanya harum.
Saatnya menyajikan
Taruh potongan burgo di dalam mangkuk.
Tuangkan kuah santan dalam keadaan hangat hingga lembaran burgo terendam sebagian.
Taburkan bawang goreng dan irisan daun bawang atau seledri di atasnya.
Sajikan dengan sambal. Bagi yang menyukai rasa segar, sedikit perasan jeruk limau juga bisa menjadi pelengkap.
Biar Burgo Tidak Gagal Dibuat
Ada beberapa bagian yang perlu diperhatikan ketika membuat burgo sendiri.
Pertama, adonan jangan terlalu kental. Adonan yang encer akan lebih mudah diratakan sehingga menghasilkan lembaran tipis.
Kedua, jangan membuat lembaran terlalu tebal. Selain lebih sulit digulung, hasil akhirnya juga bisa terasa berat ketika disantap.
Ketiga, jaga api ketika memasak santan. Kuah santan lebih baik dimasak perlahan sambil sesekali diaduk agar hasilnya tetap lembut.
Keempat, sajikan selagi hangat. Burgo dan kuah santan terasa lebih nikmat ketika baru disiapkan, terutama jika dipadukan dengan sambal.
Bukan Pempek, Tapi Sama-Sama Bikin Penasaran
Palembang memang identik dengan pempek, tetapi kulinernya tidak berhenti di makanan berbahan ikan tersebut.
Burgo menawarkan pengalaman yang berbeda. Teksturnya lembut, kuahnya gurih, dan aroma rempahnya cukup kuat. Ditambah sambal, rasanya bisa semakin menggugah selera.
Tidak heran jika orang yang baru pertama kali mencicipinya bisa saja bernasib seperti Bik Moya.
Awalnya cuma ingin mencoba.
Ternyata sampai dua piring.
Bagi yang sedang mencari kuliner khas Palembang selain pempek, burgo layak dimasukkan dalam daftar. Makanan sederhana ini justru punya karakter rasa yang kuat dan menarik untuk dikenalkan kepada generasi sekarang. (***)
Catatan Redaksi: Bik Moya dan Bicik Mina dalam artikel ini merupakan tokoh rekaan yang digunakan sebagai bagian dari storytelling. Burgo merupakan kuliner tradisional Palembang yang nyata. Resep dan cara pembuatan yang ditampilkan merupakan versi praktis dan dapat memiliki variasi sesuai resep keluarga, penjual, maupun daerah.
- Penulis: Irwan Wahyudi
