ANCAMAN stunting ternyata tidak dimulai ketika anak sudah tumbuh menjadi balita. Banyak masyarakat belum menyadari, kondisi gagal tumbuh pada anak itu justru bisa bermula sejak bayi masih berada di dalam kandungan apabila ibu hamil mengalami kekurangan gizi dan tidak rutin memeriksakan kesehatan.
Karena itu, upaya pencegahan stunting kini terus digencarkan sejak dini oleh Pemerintah Kota Palembang bersama Tim Penggerak (TP) PKK Kota Palembang dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB).
Salah satu langkah nyata yang dilakukan ialah penyaluran bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan calon pengantin yang masuk kategori berisiko stunting.
Setelah sebelumnya dilaksanakan di Kecamatan Ilir Timur I, kegiatan penyaluran PMT kembali digelar di Kecamatan Alang Alang Lebar, Kamis (21/5/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa.
Dalam kegiatan itu, sebanyak 11 ibu hamil menerima bantuan makanan tambahan guna membantu pemenuhan kebutuhan nutrisi selama masa kehamilan.
“Untuk di Kecamatan Alang Alang Lebar ini terdapat 11 ibu hamil yang menerima bantuan PMT,” ujar Dewi Sastrani.
Menurutnya, bantuan yang diberikan bukan hanya pembagian makanan tambahan biasa, melainkan bagian dari intervensi nyata pemerintah dalam memastikan kebutuhan gizi ibu hamil tetap terpenuhi dengan baik.
Sebab, kondisi kesehatan ibu hamil sangat menentukan tumbuh kembang bayi yang dikandungnya. Jika selama masa kehamilan ibu mengalami kekurangan nutrisi, maka risiko bayi lahir dengan berat badan rendah hingga mengalami stunting akan semakin tinggi.
Karena itu, TP PKK Kota Palembang terus bergerak aktif melakukan pendampingan kepada masyarakat melalui edukasi kesehatan, pemantauan gizi, hingga pemberian bantuan makanan tambahan secara berkala.
“Harapan kami, bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil sehingga kesehatan ibu dan janin tetap terjaga. Ini juga merupakan bagian dari program kolaborasi TP PKK bersama Dinas KB dan Pemerintah Kota Palembang dalam menekan angka stunting,” katanya.
Stunting sendiri masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang mendapat perhatian serius pemerintah. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi tinggi badan anak, tetapi juga perkembangan otak, daya tahan tubuh, hingga kemampuan belajar anak di masa depan.
Oleh karena itu, pencegahan stunting tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Upaya tersebut harus dimulai sejak masa kehamilan, bahkan sebelum pasangan menikah.
Selain memperhatikan asupan makanan bergizi, ibu hamil juga diminta rutin memeriksakan kandungan agar kondisi kesehatan ibu dan janin dapat dipantau secara berkala.
Dewi Sastrani menilai masih banyak ibu hamil yang belum sadar pentingnya pemeriksaan rutin selama masa kehamilan. Padahal, pemeriksaan berkala menjadi langkah penting untuk mendeteksi lebih dini berbagai risiko kesehatan yang dapat membahayakan ibu maupun bayi.
Ia pun mengimbau masyarakat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang telah disediakan pemerintah, termasuk layanan Ultrasonografi (USG) gratis di puskesmas.
“Selain memenuhi asupan makanan bergizi, ibu hamil juga harus rutin memeriksakan kandungannya. Silakan datang ke puskesmas untuk melakukan USG karena layanan tersebut gratis,” tuturnya.
Menurutnya, layanan kesehatan gratis yang disediakan pemerintah seharusnya bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, terutama ibu hamil yang masuk kategori risiko tinggi.
Tak hanya itu, pola hidup sehat juga menjadi faktor penting dalam mencegah stunting. Ibu hamil dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak protein, sayur dan buah, menghindari asap rokok, serta menjaga waktu istirahat agar kondisi tubuh tetap sehat selama kehamilan.
Pencegahan stunting juga membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan sekitar, pasalnya kesehatan ibu hamil itu tidak hanya menjadi tanggung jawab pribadi, tetapi juga perhatian bersama demi melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas.
Melalui program yang terus digencarkan tersebut, TP PKK Kota Palembang berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak semakin meningkat.
Dengan pemenuhan gizi yang baik, pemeriksaan kesehatan rutin, serta dukungan berbagai pihak, angka stunting di Kota Palembang diharapkan dapat terus ditekan sehingga lahir generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki masa depan lebih baik. (***)