Selasa, 27 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Prokes Diutamakan, Masyarakat Diminta Jadi Wisatawan Bertanggung Jawab Saat Libur Nataru

Prokes Diutamakan, Masyarakat Diminta Jadi Wisatawan Bertanggung Jawab Saat Libur Nataru

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 31 Des 2021
  • visibility 776
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MEMAHAMI keinginan masyarakat untuk memanfaatkan masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus mengingatkan masyarakat, bahwa jikapun harus bepergian, maka diharapkan menjadi wisatawan yang bertanggung jawab dengan mengikuti protokol kesehatan.

Berpergian Nataru, tetap menegakkan protokol kesehatan (Prokes), serta pastikan sudah tervaksinasi dengan lengkap.

Dalam Siaran Pers dari Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) – KPCPEN, yang diterima InfoPublik Kamis (30/12/2021), Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Nia Niscaya, menyampaikan salah satu alternatif cara berlibur yang relatif aman pada masa Nataru yakni staycation, atau berlibur dengan memanfaatkan fasilitas hotel.

Lebih lanjut, Nia menjelaskan, beberapa alasan mengapa staycation dipandang lebih aman. Pertama, karena kegiatan liburan tersebut dapat dilakukan dari titik terdekat. Dengan demikian, para pelaku tidak harus melakukan pergerakan atau mobilitas yang jauh.

Meski dilakukan di tempat yang tidak terlalu jauh dari rumah, kata Nia, menginap di hotel tetap memberikan pengalaman yang berbeda dan wisatawan bisa merasakan kearifan lokal yang berbeda pula.

“Dan sudah keluar dari lingkungan keseharian, diambil experience-nya, take the local wisdom,” lanjut Nia.

Selain itu, kegiatan tersebut biasanya dilakukan dalam kelompok kecil, sehingga risiko berkerumun dengan orang lain dapat ditekan.

“Kecenderungannya (staycation) dalam kelompok kecil. Keluarga atau teman yang kita tahu persis bahwa mereka sehat, sudah divaksin, bahkan mungkin swab antigen dulu, dan protokol kesehatannya ketat,” tutur Nia.

Kemudian terkait sarana transportasi yang digunakan, Nia menyebutkan bahwa pelaku staycation lebih banyak bergerak dengan kendaraan pribadi, sehingga tidak banyak bertemu orang lain seperti ketika menggunakan moda transportasi umum.

Meski relatif lebih aman, Nia tetap menekankan, bahwa pelaku staycation harus tetap menjadi traveller yang bertanggung jawab, yakni wajib vaksin lengkap dan tidak meninggalkan prokes.

“Pandemi masih ada, jadi please, jadilah traveller yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Di sisi lain, menurut Nia, diperlukan peran dari semua pihak diperlukan untuk memastikan kegiatan berwisata tetap aman dan nyaman. Untuk itu, ia juga meminta para pelaku industri pariwisata seperti pengelola hotel, restoran, dan tempat wisata, untuk juga menjadi pengelola yang bertanggung jawab.

Dalam hal ini, pihaknya telah memfasilitasi para pengelola usaha parwisata dengan sertifikasi CHSE, yang nilai-nilainya merupakan payung besar dalam kampanye Indonesia Care (I Do Care) dari Kemenparekraf. CHSE adalah Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan)/CHSE.

“Usaha-usaha pariwisata yang sudah mendapatkan sertifikasi CHSE artinya dia sudah menerapkan protokol kesehatan di dalam menjalankan usahanya. Misalnya kalau di hotel tentu kita disediakan hand sanitizer, tempat cuci tangan, begitu pula restoran, kemudian suhu dicek, kemudian semua piring, perangkat sudah disterilisasi, kemudian karyawannya juga sudah divaksin dua kali,” kata Nia.

Karena itu, ia menyarankan kepada masyarakat, saat mencari restoran, akomodasi dan lokasi wisata, supaya memilih tempat yang sudah tersertifikasi CHSE tersebut.

Untuk membuktikan keaslian sertifikasi CHSE di tempat bersangkutan, kata Nia, pengunjung dapat mengecek dengan cara scan QR Code di lokasi tersebut untuk kemudian terhubung ke official website Kemenparekraf.

Nia meminta kepada para pengelola usaha wisata untuk juga mengedepankan perlindungan kesehatan para pekerja atau petugas, meski untuk hotel, Nia telah meyakini kepastian prokes dan kebersihannya.

“Kamar dibersihkan ketika kita (pengunjung) tidak di tempat, sehingga potensi bertemu orang di luar keseharian atau petugas juga dapat dihindari,” papar Nia.

Pariwisata, dikatakan Nia, mendapatkan tantangan tersendiri di masa pandemi. “Karena DNA-nya pariwisata adalah bergerak. Sementara hal tersebut dibatasi pada masa pandemi. Karena itu, kalau ingin bergerak, harus bertanggung jawab,” imbaunya sekali lagi.InfoPublik (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jangan Lengah, Tetap Prokes Walaupun Angka Kesembuhan Covid Tinggi

    Jangan Lengah, Tetap Prokes Walaupun Angka Kesembuhan Covid Tinggi

    • calendar_month Minggu, 6 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 803
    • 0Komentar

    BERDASARKAN Data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahwa angka kesembuhan pada Sabtu (5/3/2022) mencapai 46.669> Lebih tinggi dari data pada Jumat (4/3/2022) yang di 40.462. Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi kemaren mengatakan bahwa angka kesembuhan juga lebih tinggi dari kasus konfirmasi yang hari ini berada di posisi 30.156. “Meskipun kasus COVID-19 harian maupun […]

  • Cegah Gajah Liar Masuk Kebun Warga, Muba Bakal Pasang Sirine di Perkebunan

    Cegah Gajah Liar Masuk Kebun Warga, Muba Bakal Pasang Sirine di Perkebunan

    • calendar_month Kamis, 29 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 896
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU- Persoalan gajah liar yang kerap kali masuk ke perkampungan dan perkebunan warga belakangan ini di Kecamatan Batang Hari Leko (BHL) Kabupaten Musi Banyuasin menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Bahkan, Kamis (29/11/2018) pihak BKSDA Sumsel bersama tim dari Pemkab Muba serta perangkat Kecamatan dan Desa di BHL turun ke lokasi di […]

  • Mengenal Tanaman Porang

    Mengenal Tanaman Porang

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.642
    • 0Komentar

    TANAMAN porang atau di Sumsel lebih dikenal juga dengan nama talas ular merupakan spesies dari Amorphophallus muelleri. Dilansir dari Kementerian Pertanian, umbi porang banyak mengandung glucomannan berbentuk tepung. Glucomannan merupakan serat alami yang larut dalam air biasa digunakan sebagai aditif makanan sebagai emulsifier dan pengental, bahkan dapat digunakan sebagai bahan pembuatan lem ramah lingkungan dan […]

  • Karhutla Kubu Raya, Satu Percikan Api Bisa Lahap Ribuan Hektare

    Karhutla Kubu Raya, Satu Percikan Api Bisa Lahap Ribuan Hektare

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 52
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menghadapi ancaman serius di tengah musim kemarau panjang. Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan mengingatkan, satu percikan api saja dapat berkembang menjadi kebakaran yang melahap ribuan hektare lahan. Peringatan itu disampaikan Budi saat meninjau penanganan karhutla di Kabupaten Kubu Raya, […]

  • Pandemi Tak Menghentikan Penyair ini Berkreativitas

    Pandemi Tak Menghentikan Penyair ini Berkreativitas

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2020
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 2.404
    • 0Komentar

    Jiwa seniman senantiasa dirasuki improvisasi dan modifikasi. Makanya, di mana pun dan kapan pun, seniman itu selalu bergerak aktif dan “nakal”. Kenakalan dan keaktifan itulah membuat seniman selalu eksis dan bisa bertahan. Meskipun kenyatannya, ada saja yang tumbang dan silih berganti. Itulah kehidupan, akan menggilas semuanya. Termasuk seniman. Kehadiran pandemi covid 19, memang membatasi semua […]

  • 3 Lembaga Ini Kasih Wejangan Terkait Hukum Terpadu Untuk Warga Lais Muba, Begini Asanya

    3 Lembaga Ini Kasih Wejangan Terkait Hukum Terpadu Untuk Warga Lais Muba, Begini Asanya

    • calendar_month Kamis, 23 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 832
    • 0Komentar

    TIGA Lembaga dari Kepolisian, Inspektorat dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muba diundang Pemkab Muba untuk memberikan penyuluhan terkait Hukum Terpadu kepada warga Kecamatan Lais. Kegiatan ini dilakukan Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Muba di Aula Kantor Kecamatan Lais, Kamis (23/09/2021). Peserta yang hadir meliputi Kepala Desa, Anggota BPD, LPM, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh […]

expand_less
WordPress Archive Kalles - Versatile Elementor WooCommerce Theme Kalliope – Modern Blog WordPress Theme KALLYAS – Creative eCommerce Multi-Purpose WordPress Theme Kalόs – Portfolio WordPress Theme Kamperven – Campervan & RV Rental Elementor Template Kit Kanawa – Modern Travel Blog Elementor Template Kit Kanca – Startup Business Consulting Elementor Template Kit Kango – Architecture Elementor Template Kits Kanni – Home Automation, CCTV Security WordPress Theme Kano – Creative MultiPurpose WordPress Theme