Sabtu, 7 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Memahami Anak Muda Melalui Aspek Pop Culture hingga Isu Kesehatan Mental

Memahami Anak Muda Melalui Aspek Pop Culture hingga Isu Kesehatan Mental

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 30 Nov 2023
  • visibility 894
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

ERA digital telah melahirkan generasi muda yang berkembang, tidak hanya sebagai pengikut, tapi juga sebagai pelopor. Mereka membentuk dan dibentuk oleh perubahan dunia dalam berbagai aspek, seperti mengadopsi dan menyesuaikan tren internasional, mendorong inovasi, hingga beraksi dalam isu perubahan iklim. 

 

Narasi bersama Jakpat melakukan survei untuk mengetahui gambaran generasi muda Indonesia dalam merespon hingga mengubah lingkungan mereka di tengah era digital yang semakin berkembang. Laporan yang melibatkan 2.482 responden yang dilakukan selama periode September-Oktober 2023 ini menunjukkan bagaimana mereka berinteraksi khususnya pada pop culture, ekonomi digital, isu lingkungan, dan isu kesehatan mental.

Survei ini adalah hasil kolaborasi bersama Narasi dari movement Bergerak, Bergerak, Berdampak yang berlangsung pada Minggu, 19 November 2023 di Graha Bhakti Budaya, Jakarta. 

 

Generasi Muda dan Pop Culture 

Hasil survei dengan fokus pada generasi Milenial dan generasi Z ini menunjukkan 56% responden khususnya dari kelompok usia 15-19 tahun, menunjukkan identifikasi terhadap pop culture sebagai pengikut setia atau followers tren terkini. 

 

Namun, dari kelompok usia yang sama ini juga menunjukkan tingkat kekhawatiran yang lebih rendah atas dampak negatif dari pop culture, 3,09 untuk kelompok usia 15-19 tahun dibandingkan dengan 2,93 untuk kelompok 30-35 tahun.

 

“Mayoritas generasi muda adalah followers pop culture, dan hanya sebagian kecil yang menjadi trendsetter. Fakta inilah yang menjadi dasar bagi perusahaan, brand, sampai tokoh dan partai politik untuk mengadaptasi isu-isu tren terkini dalam rangka merangkul generasi muda. Di sisi lain, hal ini menjadi tantangan bagi generasi muda untuk bersikap lebih kritis, dan bisa mengidentifikasi benefit dari sebuah produk, ataupun komitmen dari caleg atau capres, yang seringkali tersembunyi di balik tren budaya pop tersebut,” ucap Head of Research Jakpat, Aska Primardi. 

 

Ekonomi Digital dan Kewaspadaan 

Sebesar 18% dari semua responden menunjukkan partisipasi yang sering terhadap kegiatan yang berkaitan dengan tren ekonomi digital, lalu 37% untuk sesekali, dan 45% tidak pernah.

Generasi muda yang melekat akan interaksi digital ternyata menunjukkan kekhawatiran terhadap risiko dalam tren ekonomi digital saat ini. Khususnya pada kelompok responden laki-laki usia 25-29 tahun (35%) yang khawatir akan ancaman hilangnya peluang kerja yang timbul akibat perubahan yang cepat dalam ekonomi dan teknologi.

 

Kelestarian Lingkungan 

Perempuan dengan Status Ekonomi Sosial (SES) yang lebih tinggi memiliki sikap deklaratif yang kuat terhadap lingkungan dengan 70% nilai rata-rata dalam hal pengetahuan dan minat, 65% aktif dalam kegiatan lingkungan dan 75% mendukung bisnis hijau. Selain itu, perempuan kelas menengah juga menunjukkan 60% aktif dalam kegiatan lingkungan dan 70% mendukung bisnis hijau. 

 

Dari segi praktik berkelanjutan menunjukkan seperti konservasi energi (55% untuk perempuan, 48% untuk laki-laki); kendaraan listrik (40% untuk perempuan, 35% untuk laki-laki); green investment (32% untuk perempuan, 26% untuk laki-laki); dan transisi energi (33% untuk perempuan, 25% untuk laki-laki). 

 

Anak Muda dan Isu Kesehatan Mental

Dari semua usia dan gender menunjukkan partisipasi yang tinggi terhadap gerakan kesehatan mental, mulai dari usia 15-19 tahun (73%), usia 20-24 tahun (72%), usia 25-29 tahun (76%), dan usia 30-35 tahun (79%).

Selain itu, 86% dari semua responden menunjukkan bahwa media sosial sebagai saluran utama dalam mengakses informasi mengenai kesehatan mental. 

 

“Mayoritas responden di usia muda ini sudah aware tentang pentingnya aspek kesehatan mental dalam kehidupan sehari-hari. Mereka tidak merasa malu lagi untuk mengakui bahwa dirinya memiliki masalah mental, dan mulai berinisiatif untuk mencari solusinya, baik yang berbentuk self-therapy ataupun melalui psikolog atau psikiater. Indikasi ini bisa dilihat juga dari tumbuhnya platform, web, atau aplikasi yang memberikan pelayanan kesehatan mental,” jelas Aska.

 

Siapa saja yang lebih terpengaruh oleh pop culture? Bagaimana minat generasi muda terhadap perkembangan ekonomi digital? Bagaimana anak-anak muda menangani kesehatan mental? Dapatkan hasilnya dengan data mendetail dalam laporan Narasi dan Jakpat dalam “Memahami Arah Baru Anak Muda Indonesia” pada tautan berikut: https://blog.jakpat.net/understanding-new-direction-of-indonesian-youth/ .[***]

 

Penulis: Fanny Kautsar

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Junaidi Gumay: 2024 Kader Golkar Muba Siap Menangkan Airlangga

    Junaidi Gumay: 2024 Kader Golkar Muba Siap Menangkan Airlangga

    • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 2.549
    • 0Komentar

    DENGAN penunjukan yang dilakukan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar pada Ketua DPP Golkar bidang pemenangan pemilu wilayah Sumatera II (Sumbagsel) Bobby Rizaldi Adhityo sebagai Plt Ketua Golkar Sumsel menggantikan Dodi Reza Alex yang saat ini dirundung masalah hukum. Tentunya, menjadi solusi terbaik menjalankan kesinambungan roda organisasi nahkoda partai beringin ini. Demikian disampaikan, Ketua Fraksi […]

  • Pulang Umrah Tak Harus Langsung ke Indonesia, Yordania Buka Peluang Ini

    Pulang Umrah Tak Harus Langsung ke Indonesia, Yordania Buka Peluang Ini

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 30
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID –  Perjalanan jemaah Indonesia setelah menunaikan ibadah umrah berpeluang memiliki satu persinggahan baru, pasalnya Yordania tengah membuka peluang agar jemaah asal Indonesia dapat singgah dan menikmati berbagai destinasi wisata di negara tersebut sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Tanah Air. Rencana itu sedang dibahas Pemerintah Indonesia bersama Yordania. Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah […]

  • Ketua TPPKK Sumsel Minta PPD Desa Tanggap Terhadap Peristiwa di Lingkungan

    Ketua TPPKK Sumsel Minta PPD Desa Tanggap Terhadap Peristiwa di Lingkungan

    • calendar_month Sabtu, 7 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 984
    • 0Komentar

    USAI kunjungan kerja  di  Kabupaten Ogan Komering Ulu ( OKU) pada  kemarin.Rombongan Ketua TP PKK Sumsel Hj. Febrita Lustia HD (Feby Deru) didampingi Wakil Ketua 1 Hj. Fauziah Mawardi Yahya, meneruskan lawatannya ke Kabupaten OKU Selatan. Kehadiran Hj Febrita Lustia dan rombongan di Bumi Serasan Seandanan itu disambut dengan hangat oleh Ketua TP PKK Kabupaten […]

  • Lantik TP PKK Desa 

    Lantik TP PKK Desa 

    • calendar_month Selasa, 15 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 892
    • 0Komentar

    WAKIL Ketua I Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan dan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Musi Banyuasin Susy Imelda Frederika Beni Hernedi kembali melantik Ketua TP PKK Desa. Kali pelantikan dilakukan kepada 9 (sembilan) Ketua TP PKK Desa dalam Kecamatan Babat Toman, yakni Desa Serekah, Sugi Raya, Sugi Waras, Pangkalan Jaya, Toman, Kasmaran, Bangun Sari, Sri Mulyo, dan Desa […]

  • ikan-air-tawar

    Hebat, Legistatif Ingin Sumsel Jadi Pusat Penelitian Ikan Air Tawar Pertama di Sumatera

    • calendar_month Jumat, 25 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.581
    • 0Komentar

    Anggota DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) ingin menjadikan Provinsi Sumsel menjadi pusat penelitian ikan air tawar pertama di Sumatera menyusul daerah Sumsel memiliki banyak anak Sungai dan rawa.

  • PKK Sumsel Bagi-bagi Face Shield di Pasar

    PKK Sumsel Bagi-bagi Face Shield di Pasar

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 965
    • 0Komentar

    SETELAH beberapa waktu lalu membagikan face shield (perisai wajah/tutup muka) ke sejumlah pasar tradisional di kawasan seberang Ilir, kemarin. Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru beralih ke seberang Ulu persisnya di pasar Kertapati, pasar 3-4 Ulu, dan pasar 10 Ulu guna memberikan bantuan bagi para pedagang berupa masker dan face shield. Saat di pasar Kertapati, […]

expand_less
WordPress Archive Newark – Writing and Personal Blog WordPress Theme Newpress – Blog Magazine WordPress Theme News Addons for Elementor – Ultimate News, Blog and Magazine Widgets News Magazine Papr – News Magazine WordPress Theme News Revolution Layouts for Elementor WordPress Plugin News Ticker For Elementor News24 – Elementor Blog Magazine NewsAtlas – News & Magazine Elementor Template Kit Newsblock – News & Magazine WordPress Theme with Dark Mode Newser – Newspaper & Magazine WordPress Theme