Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » “Lansia Berdaya, Anak Muda Layu? Jangan Sampai Bangsa Ini Kurang Gizi Pikiran!”

“Lansia Berdaya, Anak Muda Layu? Jangan Sampai Bangsa Ini Kurang Gizi Pikiran!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
  • visibility 3.193
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI Ogan Ilir, suasananya cerah ceria, Gubernur Herman Deru datang bareng Ibu Feby, acara ramai, panggung megah, tenda penuh senyum, semuanya dalam rangka Hari Kontrasepsi Sedunia, Hari Keluarga, Hari Anak, dan entah hari apalagi yang kalau dijumlahin, kayaknya semua hari dijadikan satu!. Tapi ya…., baguslah, sekalian hemat undangan.

Pak Gubernur bicara soal pembangunan bukan cuma fisik, tapi juga pembangunan manusia. Ini keren! Soalnya selama ini banyak pejabat yang pikir pembangunan itu sama dengan bikin jembatan dan jalan mulus. Padahal, kalau otak rakyatnya masih buntu, jalan mulus pun cuma dipakai buat boncengan lima orang naik motor tanpa helm.

Salut buat program Sekolah Lansia Berdaya di Ogan Ilir. Ada 315 orang lulus, mantap!. Bayangin, para kakek-nenek bukan cuma jago ngasuh cucu, tapi juga melek teknologi, bisa main HP, bahkan mungkin bisa bikin konten TikTok edukatif.

Ini bukti bahwa umur bukan penghalang buat terus belajar.

Tapi… eits…, tunggu dulu!. Kalau yang tua makin berdaya, tapi yang muda malah rebahan sambil scroll TikTok sampai baterai HP nyerah, itu tanda bahaya. Jangan sampai bangsa ini punya lansia produktif tapi pemuda pasif.

Ibarat sawah, lansia itu padi tua yang sudah masak dan siap panen, sementara anak muda itu benih baru.

Kalau benihnya layu sebelum ditanam, mau panen apa? Masa depan bukan di tangan kakek-nenek yang sudah lulus Sekolah Lansia, tapi di anak muda yang sekarang sibuk ngedit video pakai filter kucing.

Pak Gubernur bangga, angka stunting turun sampai 15,9%. Keren tuh!…. tepuk tangan dulu..ya!. Tapi, semoga turunnya bukan karena Excel-nya update, ya. Soalnya kadang di lapangan, dapur rakyat masih kosong, lauknya cuma sambal dan niat baik.

Karena, stunting ini bukan cuma soal tinggi badan anak, tapi juga rendahnya perhatian. Banyak calon ibu muda yang mikir asupan gizi itu cukup dari nasi dan mie instan sebab katanya praktis. Ya…. praktis, tapi juga tragis kadang.

Bayangin, di rumah tangga zaman sekarang, ibu hamil lebih hafal promo gratis ongkir daripada kebutuhan gizi seimbang. Kalau ini dibiarkan, nanti anaknya bukan cuma pendek badan, tapi juga pendek harapan.

Kuncinya bukan cuma di kebijakan, tapi di dapur keluarga. Pemerintah boleh bangun ribuan Puskesmas, tapi kalau ibu-ibu masih sibuk nonton drakor sambil masak mie rebus, hasilnya nihil.

Pemerintah kabupaten dan provinsi sebaiknya bikin Sekolah Pranikah dan Edukasi Gizi Komunitas. Biar calon pengantin ngerti, bahwa menikah bukan cuma soal gaun putih dan prewedding di kebun bunga, tapi juga tanggung jawab lahir batin (dan dapur).

Bikin juga program “Masak Sehat Bareng Bunda KB”, bukan cuma bagi sembako, tapi ajarkan cara bikin lauk sehat dari bahan murah. Percuma dapat beras dari bantuan kalau dimasak pakai minyak jelantah tiga kali pakai.

Oleh sebab itu, Pemprov dan Pemkab jangan cepat puas. Turunnya angka stunting memang bagus, tapi jangan cuma jadi bahan pidato. Kalau mau jujur, masih banyak desa yang anak-anaknya kurus bukan karena diet, tapi karena lauknya cuma tempe separuh dan sayur rebus tanpa bumbu.

Kita nggak butuh seremoni megah dengan spanduk “Cegah Stunting, Menuju Indonesia Emas”, tapi butuh aksi nyata. Kadang, yang dibutuhkan rakyat itu bukan sambutan panjang pejabat, tapi dapur yang ngebul dan isi piring yang bergizi.

Hebat kalau lansia berdaya, tapi lebih hebat lagi kalau anak muda juga nggak ketinggalan daya. Pemerintah jangan cuma bikin pelatihan buat yang sudah ubanan, tapi juga siapkan yang masih berjerawat.

Jadi, anak muda harus diajak mikir jauh ke depan, kalau mau nikah, siapkan bukan cuma mahar, tapi juga rencana makan sehat buat calon anak. Karena stunting itu bukan kutukan, tapi akibat dari kurangnya perencanaan dan perhatian.

Sekolah lansia oke, penurunan stunting juga sip. Tapi pembangunan sejati itu kalau rakyatnya cerdas, sehat, dan kenyang bukan cuma punya trotoar kinclong dan baliho besar.

Seperti kata pepatah, “Rumah megah tak berarti kalau dapurnya sepi”. Maka, pembangunan harus mulai dari dapur dari cara kita makan, berpikir, dan merencanakan keluarga.

Karena masa depan bangsa bukan di gedung pemerintahan, tapi di piring makan anak-anak kita.
Dan seperti kata pepatah kampung. “Yang tua belajar bahagia, yang muda belajar bijak. Karena masa depan bangsa bukan di tangan lansia, tapi di rahim dan dapur keluarga muda”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • OPPO Announces Enhanced AI Strategy to Deliver Next-level Mobile AI Experiences at OPPO AI Tech Summit during MWC25

    OPPO Announces Enhanced AI Strategy to Deliver Next-level Mobile AI Experiences at OPPO AI Tech Summit during MWC25

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 911
    • 0Komentar

    OPPO is one of the first smartphone brands to implement Private Computing Cloud and has further integrated applications with Google Gemini so users can soon take action across OPPO apps in Gemini. During MWC2025, OPPO unveiled new AI features, including AI Call Translator and AI VoiceScribe, and has committed to releasing new AI updates roughly […]

  • Gubernur : Kemajuan Sumsel Tidak Terlepas dari Peran PII

    Gubernur : Kemajuan Sumsel Tidak Terlepas dari Peran PII

    • calendar_month Jumat, 19 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 718
    • 0Komentar

    Kemajuan Sumatera Selatan tidak terlepas dari peran serta Persatuan Insinyur Indonesia sehingga hasil karya organisasi tersebut sangat diharapkan untuk kemajuan daerah, kata Gubernur Sumsel H Herman Deru. Memang keberadaan  organisasi Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Sumsel  telah banyak memberikan  kontribusi besarnya  dalam kemajuan daerah baik dari tingkat provinsi hingga Kabupaten/Kota, namun itu perlu ditingkatkan lagi, kata […]

  • OKI Gencar Deteksi Dini Covid-19 di Instansi Pemerintah

    OKI Gencar Deteksi Dini Covid-19 di Instansi Pemerintah

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.466
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melakukan deteksi dini penularan virus corona (Covid-19) dengan menggencarkan pelaksanaan tes di instansi pemerintahan dan pusat layanan publik. Seperti pada Rabu, (26/8) Pemkab OKI menggelar rapid test bagi 2020 pegawai di sejumlah instansi pemerintahan dan perkantoran di Pemkab OKI. Tes dilakukan di Ruang Rapat Bende Seguguk Setda OKI. Kepala […]

  • Desak PSU Pilgub Sumsel, Ratusan Massa Demo Panwas OKI

    Desak PSU Pilgub Sumsel, Ratusan Massa Demo Panwas OKI

    • calendar_month Jumat, 6 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 884
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, OKI –  Ratusan massa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Pilkada (PMMPP) Sumsel melakukan aksi demonstrasi ke Sekretariat Panwaslu OKI, Jumat (6/7/2018) siang. Massa mendesak agar Panwaslu OKI merekomendasikan KPUD OKI untuk membatalkan hasil pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel. Pantauan dilapangan, massa membawa spanduk, karton yang diantaranya […]

  • Gelar Safari Ramadhan, IPC Palembang Santuni 1.000 Anak Yatim Piatu

    Gelar Safari Ramadhan, IPC Palembang Santuni 1.000 Anak Yatim Piatu

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.066
    • 0Komentar

    PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) Palembang menggelar kegiatan Safari Ramadhan 1440 H dengan tema “Ramadhan Bersama BUMN Penuh Cinta dan Kebahagiaan” di Kantor IPC Palembang, Boom Baru, Jum’at (17/5/2019). General Manager IPC Palembang, Agus Edi Santoso, menyampaikan kegiatan Safari Ramadhan merupakan agenda rutin dilaksanakan manajemen PT Pelabuhan Indonesia II (Persero). Dengan acara […]

  • Muaraenim Siap Wujudkan Pelayanan Kepegawaian Berkualitas

    Muaraenim Siap Wujudkan Pelayanan Kepegawaian Berkualitas

    • calendar_month Rabu, 31 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 881
    • 0Komentar

    PEMKAB Muaraenim siap mewujudkan  pelayanan kepegawaian berkualitas  sehingga kinerja, fungsi dan tuntutan sebagai ASN dapat dilaksanakan dengan semaksimal mungkin. Plh. BUPATI  Muara Enim Drs. H. Nasrun Umar, S.H., M.M., menjelaskan saat menerima kunjungan kerja dari Kepala Kantor Regional (Kanreg) VII Badan Kepegawaian Negara (BKN) Palembang Drs. Margi Prayitno, M.AP., rabu [31/3/2021]. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan […]

expand_less
WordPress Archive Athletex – WooCommerce Sport Equipment Theme Atik – A Simple WordPress Theme for your Online Store Atisa – Interactive Portfolio Showcase WordPress Theme Atoms – Blog & Magazine Elementor Template Kit Atos – Construction Elementor Template Kit AtoZ – Blog & Magazine Elementor Template Kit AtoZ SEO Tools – Search Engine Optimization Tools Atra – Creative Agency Elementor Template Kit Atravel – Travel Agency Elementor Pro Full Site Template Kit Atria – Animals & Shelter Charity WordPress Theme