Jumat, 21 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Kalau Dokter Spesialis Masih Minim, Nanti yang Operasi Kita Robot atau Dukun?

Kalau Dokter Spesialis Masih Minim, Nanti yang Operasi Kita Robot atau Dukun?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
  • visibility 847
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

COBA misalnya, suatu hari anda sakit gigi geraham yang rasanya kayak digigitin rayap nonstop, begitu cari dokter spesialis gigi bedah mulut, ternyata antreannya sampai enam bulan ke depan. Kalau nungguin, bisa-bisa geraham sudah pindah alamat ke dunia lain. Ujung-ujungnya, orang Indonesia sering ambil jalan pintas, cabut sendiri pakai tang potong, atau lebih ekstrem lagi,   pergi ke dukun gigi di pasar yang pegangannya bukan izin praktik, tapi palu kecil dan doa semangat 45.

Nah, beginilah gambaran krisis dokter spesialis kita, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sampai harus menggelar Konferensi Internasional demi mempercepat reformasi pendidikan spesialis.

Katanya, rumah sakit pendidikan akan ditambah dari 26 sentra jadi 300–500. Targetnya, produksi dokter spesialis naik dari 2.700 per tahun jadi 20 ribu per tahun. Kalau benar tercapai, ini bukan lagi kabar gembira, tapi bisa bikin rakyat terharu sambil nyanyi lagu perjuangan.

Kita sering bangga bilang penduduk Indonesia itu besar, 280 juta jiwa, potensial, pasar luas, tapi begitu dibandingin dengan negara lain, jumlah dokter spesialis kita ibarat nasi padang tanpa rendang.

Contoh Korea Selatan, penduduknya cuma seperenam Indonesia, tapi jumlah spesialisnya lebih banyak. Inggris, penduduknya 68 juta (seperlima Indonesia), tapi tiap tahun bisa produksi 48 ribu dokter spesialis dan Amerika punya 900 rumah sakit pendidikan. Kita? baru 26, itu pun sering penuh kayak kos-kosan pas musim masuk kuliah.

Pepatah lama bilang “besar pasak daripada tiang, rumah bisa roboh”. dalam konteks ini, besar penduduk tanpa dokter cukup, rakyat bisa roboh beneran.

Kalau krisis dokter spesialis dibiarkan, jangan heran besok-besok ada pasien datang ke rumah sakit, tapi yang menyambut bukan dokter, melainkan robot dengan suara Google Translate “Selamat siang, pasien terhormat, silakan buka mulut, saya akan operasi pakai tutorial YouTube”

Kalau bukan robot, ya mungkin balik lagi ke dukun, bedanya, dukun zaman sekarang bukan cuma pakai jampi-jampi, tapi juga pakai paket data. “Tenang, saya sudah lihat caranya di TikTok, operasinya gampang kok!” Lah, bukannya sembuh, malah jadi konten viral.

Supaya tragedi “dokter spesialis langka” tak jadi komedi gelap, Menkes mulai menggandeng pihak internasional ACGME-I dari Amerika, SingHealth, dan JCST dari Singapura, tujuannya jelas, bikin sistem pendidikan dokter kita setara standar global.

Pendidikan spesialis nanti dijanjikan bebas diskriminasi, bebas pemerasan, bebas bullying, semua pakai sistem elektronik. Jadi calon dokter tak perlu lagi setor ayam kampung atau durian musang king ke dosen pembimbing. Pepatah bilang, “kalau mau menanam pohon, tanamlah yang berbuah.” Nah, kalau mau melahirkan spesialis berkualitas, tanamlah sistem yang jujur dan transparan.

Bayangkan, 7.000 pulau Indonesia punya akses dokter spesialis yang merata, di Papua, orang sakit jantung tak perlu terbang ke Jakarta. Di Maluku, pasien mata tak perlu antre sampai berbulan-bulan di Makassar. Di pedalaman Kalimantan, ibu hamil tak perlu naik perahu dua hari hanya untuk cari spesialis kandungan.

Itu bukan mimpi, tapi pekerjaan rumah, kalau bisa tercapai, kesehatan rakyat bukan lagi barang mewah, melainkan hak dasar.

Krisis dokter spesialis ini sebetulnya cermin klasik dari negeri +62, jumlah penduduk banyak, sumber daya berlimpah, tapi manajemen kadang kayak warung bakso yang kehabisan mie pas jam makan siang. Kita butuh sistem yang kuat, bukan tambal sulam. Butuh rencana matang, bukan janji yang cuma jadi headline berita.

Seperti kata pepatah Jawa, “alon-alon asal kelakon,” tapi untuk urusan kesehatan, kalau kelamaan alon-alon, bisa keburu kelakon di rumah duka, jadi jangan ditunda-tunda lagi.

Reformasi pendidikan dokter spesialis ini ibarat upgrade sistem operasi, dari Windows 95 langsung lompat ke Windows 11. Kalau serius dijalankan, rakyat bisa merasakan layanan kesehatan cepat, merata, dan berkualitas. Tapi kalau cuma jadi jargon konferensi, ya sama saja kita nonton film tanpa ending bikin penasaran sekaligus kecewa.

Jadi,  kita dukung langkah ini, sambil tetap awasi, karena sehat itu hak, bukan barang langka,  jangan sampai di masa depan, kita harus memilih operasi sama robot, cabut gigi di dukun, atau cukup doa sambil berharap sakitnya hilang sendiri.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadiri pelantikan DPRD Kota Palembang masa bakti 2024-2029, begini asa Pj Walikota

    Hadiri pelantikan DPRD Kota Palembang masa bakti 2024-2029, begini asa Pj Walikota

    • calendar_month Senin, 14 Okt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.125
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pj Wali Kota A Damenta mengucapkan selamat atas pelantikan pimpinan definitif DPRD Kota Palembang masa bakti 2024-2029.   Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Rapat Paripurna Pengambilan Sumpah/Janji Pelantikan Pimpinan DPRD Definitif Kota Palembang, Senin (14/10/2024).   Susunan pimpinan DPRD Kota Palembang yang baru terdiri dari Ketua DPRD Ali Subri, Wakil Ketua I […]

  • Di Luar Tugas Sering Ajak Wartawan Berolahraga, Terbuka Dalam Informasi Hingga Dirikan MC,  SMSI OKI Anugerahi Kapolres Sahabat Pers di HUT  Bhayangkara ke 75, Begini Respon Orang Nomor 1 di Polres OKI Itu.. 

    Di Luar Tugas Sering Ajak Wartawan Berolahraga, Terbuka Dalam Informasi Hingga Dirikan MC,  SMSI OKI Anugerahi Kapolres Sahabat Pers di HUT  Bhayangkara ke 75, Begini Respon Orang Nomor 1 di Polres OKI Itu.. 

    • calendar_month Jumat, 2 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.262
    • 0Komentar

    KAPOLRES Ogan Komering Ilir (OKI) AKBP Alamsyah Pelupessy SH, S.IK, M.Si dianugerahi sebagai Sahabat Pers oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten OKI. Penghargaan tersebut diberikan sekaligus juga dalam rangka peringatan HUT Bhayangkara Ke 75 di Ruang Vidcon Sedulur Polres OKI, Jumat (2/7/2021). Penghargaan ini sebagai apresiasi kepada Kapolres yang memiliki kepedulian kepada para awak […]

  • Kemarin Bertambah 8 Kasus Sembuh, 14 Positif di Muba

    Kemarin Bertambah 8 Kasus Sembuh, 14 Positif di Muba

    • calendar_month Rabu, 9 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 683
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Selasa (8/3/2022) mengkonfirmasi penambahan 8 kasus sembuh dan 14 positif. “Ada penambahan 8 kasus sembuh dan 14 positif per 8 Maret 2022,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. Sefti merinci, adapun penambahan kasus positif diantaranya kasus 3258 Laki-laki usia 35 tahun asal Lalan, kasus 3259 Laki-laki […]

  • Menkeu Nyatakan, Stabilitas Sistem Keuangan RI Normal

    Menkeu Nyatakan, Stabilitas Sistem Keuangan RI Normal

    • calendar_month Rabu, 27 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 820
    • 0Komentar

    KOMITE Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan bahwa berdasarkan asesmen terhadap kondisi fiskal, monter, dan sektor keuangan, kondisi stabilitas sektor Keuangan (SSK) pada triwulan III tahun 2021 tetap berada dalam kondisi Normal dengan tingkat permodalan dan likuiditas dalam kondisi memadai. “Stabilitas sistem keuangan untuk triwulan III-2021 berada dalam kondisi normal seiring dengan penurunan signifikan dari kasus […]

  • Propan Raya Hingga Bank Mandiri Bantu CSR untuk Dua Sektor Ini, Respon Walikota Palembang Begini..

    Propan Raya Hingga Bank Mandiri Bantu CSR untuk Dua Sektor Ini, Respon Walikota Palembang Begini..

    • calendar_month Kamis, 2 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 925
    • 0Komentar

    MESKI masih dalam kondisi Pandemi Covid-19, bantuan CSR nampaknya hingga saat ini masih terus diterima oleh Pemerintah kota Palembang, hal tersebut diketahui melalui kehadiran PT. Bank Mandiri serta PT. Propan Raya di Rumah Dinas Walikota, Jalan Tasik Palembang, Kamis [2/9/2021]. Dalam hal ini, PT. Bank Mandiri menyampaikan bantuan CSR dalam Pengembangan Usaha Sub Sektor Ekonomi […]

  • “Investasi Energi Sumsel, Antara Deru Mesin Ekonomi  & Desah Alam yang Minta Nafas”

    “Investasi Energi Sumsel, Antara Deru Mesin Ekonomi & Desah Alam yang Minta Nafas”

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 882
    • 0Komentar

    BICARA soal energi di Sumatera Selatan, jangan bayangkan cuma colokan listrik di dapur yang kadang suka ngadat pas kita lagi goreng kerupuk. Energi di sini itu kelas berat, levelnya sudah main di ladang minyak, gas, sampai wacana energi terbarukan yang kadang lebih sering nongol di seminar ketimbang di lapangan. Minggu ini, Gubernur Sumatera Selatan H. […]

expand_less
WordPress Archive Healingy – Therapy & Counseling Psychologist WordPress Theme Healsoul – Medical Care, Home Healthcare Service WP Theme Health Coach Blog & Lifestyle Magazine WordPress Theme Health Coach – Mentor & Lifestyle Master WordPress Theme HealthHub – Health & Medical Doctor WordPress Theme Healthic – Sports Center & Fitness Gym WordPress Theme Healthy Living – Nutrition and Wellness WordPress Theme Healthy Pregnancy – Health & Medical WordPress Theme HEAP – A Snappy Responsive WordPress Blog Theme Hearity – Charity & Donation WordPress Theme