Kamis, 10 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Balita Superhero di Seluma: Lawan Cacing dengan Imunisasi

Balita Superhero di Seluma: Lawan Cacing dengan Imunisasi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
  • visibility 1.303
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BALITA Superhero, 1 tahun 8 bulan, sedang asyik merangkak dan menyusun lego ketika musuh paling licin muncul cacing yang keluar dari hidungnya. Di Seluma, Bengkulu, anak kecil itu tiba-tiba harus menghadapi lawan yang membuat semua orang panik. Tapi daripada fokus pada seramnya, mari kita lihat sisi heroiknya.

KNS sebenarnya punya “superpower” yang unik, program imunisasi dan obat cacing dari Posyandu. Sayangnya, kekuatan itu baru setengah terpakai, karena obat cacing kadang tak diminum atau lupa diminum. Jadi musuhnya cacing nakal bisa bikin balita ini terluka dulu sebelum superhero-nya benar-benar bangkit.

Kondisi rumah KNS sendiri bisa kita bayangkan, seperti markas rahasia musuh. Lantai tanah, lembab, tanpa jendela, dan sumber air bersih dekat septic tank. Kalau rumah itu diibaratkan komik superhero, ini semacam lair cacing super jahat. Balita kita, dengan tubuh kecil tapi semangat besar, harus bertarung di medan yang nggak adil.

Gejala yang muncul bikin seru sekaligus mengerikan, demam, sesak napas, hingga cacing keluar dari hidung dan feses. Dokter pun menempelkan label superhero medis yakni bronkopneumonia (sindrom Loeffler), ascariasis, gizi buruk, dan anemia defisiensi besi. Bisa dibilang, musuhnya multi-level boss!

Tapi setiap superhero pasti punya tim, di sini, timnya bukan Avengers atau Justice League, tapi Kemenkes, Kemenko PMK, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan Baznas. Mereka datang dengan strategi “super power-up”, POPM cacingan digencarkan dengan mekanisme minum obat langsung di depan petugas, penyuluhan berkala, kunjungan rumah, dan program bedah rumah untuk memperbaiki markas superhero kita.

Kalau dibayangkan lucu, Balita Superhero ini kayak sedang main game RPG, level awal, yakni cacing jahat bikin chaos, sementara Power-up, obat cacing, gizi seimbang, rumah bersih.

Sedangkan Boss fight musuh cacing akhirnya kalah kalau semua strategi dijalankan, dan yang penting, pemain utama adalah si balita, tapi timnya (orang tua, petugas kesehatan, pemerintah) membuat strategi jalan mulus.

Oleh karena itu, cerita ini mengajarkan beberapa hal penting (dan kocak tapi serius), yakni minum obat itu bagian dari power-up, kalau nggak diminum, power-up nggak jalan, musuh cacing tetap menang, seandainya seperti ngeklik tombol tapi tidak muncul efek, frustasi kan?.

Gizi seimbang sama dengan armor superhero, anak sehat, kuat, lebih kebal serangan cacing. Lingkungan bersih sama dengan arena aman, rumah lembab, lantai tanah sama dengan medan perang yang berat. Tim kerja sama dengan kunci kemenangan, artinya Kemenkes, Baznas, pemerintah daerah bukan cuma obat, tapi solusi menyeluruh.

Jadi, Kasus Seluma bukan sekadar cacingan, tapi kombinasi gizi buruk ditambah lingkungan kumuh dan  kepatuhan obat rendah. Anak dengan gizi baik punya pertahanan alami lebih kuat. Obat cacing tanpa kepatuhan sama dengan kekuatan separuh. Lingkungan kotor sama dengan level boss tambahan sehingga jadi kemenangan superhero bukan otomatis, tapi harus strategi matang.

Anak-anak itu kecil tapi bisa jadi pahlawan, jika didukung lingkungan dan edukasi yang tepat. Seperti pepatah mengatakan, “Sedia payung sebelum hujan”. Jangan tunggu cacing keluar baru panik, cegah sejak awal dengan gizi, obat, dan lingkungan bersih.

Balita Superhero KNS mengajarkan kita program kesehatan anak, imunisasi, dan obat cacing bukan sekadar rutinitas, tapi senjata super untuk menang melawan penyakit.

Dengan demikian, kepatuhan, gizi baik, rumah bersih, dan dukungan tim lintas sektor, semua anak bisa jadi superhero versi mereka sendiri. Jadi, mari kita dukung mereka, jangan cuma bertepuk tangan dari jauh, karena setiap cacing nakal bisa dikalahkan kalau strategi dijalankan.

Ingat!, kadang balita kecil bisa mengajarkan kita pelajaran besar, yakni kekuatan sejati datang dari kombinasi heroik antara diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muba Serahkan LHP

    Muba Serahkan LHP

    • calendar_month Rabu, 10 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 676
    • 0Komentar

    MESKI masih dihadapkan pada pandemi COVID-19 namun tak menyurutkan kinerja dan capaian positif dari Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) di bawah kepemimpinan Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA. “Jadi, Kabupaten Muba ini tidak hanya tercepat di Indonesia dalam penyerahan LHP atas LKPD TA 2020, tetapi juga mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) […]

  • Sebagai Kepala Daerah Pembina K3 Terbaik di Indonesia, Gubernur SumseI Kembali Terima Penghargaan

    Sebagai Kepala Daerah Pembina K3 Terbaik di Indonesia, Gubernur SumseI Kembali Terima Penghargaan

    • calendar_month Kamis, 29 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.704
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru dan beberapa kepala daerah lainnya terpilih sebagai Kepala Daerah Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)  terbaik di Indonesia Tahun 2021. Atas prestasi tersebut Herman Deru mendapatkan Anugerah Penghargaan K3 Tahun 2021 yang diserahkan langsung oleh   Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Ida Fauziah diterima Wakil Gubernur Ir H. Mawardi Yahya di Ballroom Hotel […]

  • Jumlah Penonton Piala Dunia U-17 di Indonesia Lampaui Target FIFA

    Jumlah Penonton Piala Dunia U-17 di Indonesia Lampaui Target FIFA

    • calendar_month Senin, 4 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.745
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id – Piala Dunia U-17 akan memulai laga final pada Sabtu (2/12/2023) malam. Saat ini, tingkat rata-rata kehadiran penonton di stadion sudah melampaui target FIFA. Hal ini diungkapkan Tenaga Ahli Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Bidang Diaspora dan Kepemudaan Hamdan Hamedan di Information Center Piala Dunia U-17 Surakarta, Sabtu (2/12/2023). “Piala Dunia U-17 perdana buat […]

  • Walikota Minta BPKP Berikan Arahan, Insenerator Keramasan,  Harapan Besar dalam Permasalahan Sampah di Palembang

    Walikota Minta BPKP Berikan Arahan, Insenerator Keramasan, Harapan Besar dalam Permasalahan Sampah di Palembang

    • calendar_month Kamis, 14 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 767
    • 0Komentar

    UPAYA dalam percepatan penyelesaian terkait Adendum (Perubahan) ataupun Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama pihak ketiga (Investor), yakni dalam rencana pembangunan Insenerator di Keramasan hingga saat ini masih terus dikebut oleh Pemerintah kota Palembang. Diketahui sebelumnya, Pemerintah kota Palembang melalui Walikota Palembang, H. Harnojoyo juga sempat meminta BPKP untuk memberikan petunjuk secara keseluruhan terkait Adendum PKS […]

  • Gandeng KWT Teratai Desa Mainan, Mahasiswa KKN Tematik STISIPOL Candradimuka Tanam Sayur

    Gandeng KWT Teratai Desa Mainan, Mahasiswa KKN Tematik STISIPOL Candradimuka Tanam Sayur

    • calendar_month Selasa, 15 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.343
    • 0Komentar

    Tim KKN Tematik Kelompok 13 STISIPOL Candradimuka Palembang 2020 yang beranggotakan 20 mahasiswa Bantu Kelompok Wanita Tani [KWT] Teratai Desa Mainan, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Foto : Amd  TIM KKN Tematik Kelompok 13 STISIPOL Candradimuka Palembang 2020 yang beranggotakan 20 mahasiswa kembali turun ke lapangan. Di bawah bimbingan Hj. Siti Lady Havivi, M.Soc.Sc, Tim KKN Tematik Kelompok […]

  • Mengapa BI Ubah Cara Main Cadangan Devisa?

    Mengapa BI Ubah Cara Main Cadangan Devisa?

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 325
    • 0Komentar

    MENGAPA BI ubah cara main cadangan devisa?, kalau pertanyaan ini diajukan lima tahun lalu, jawabannya mungkin pendek, demi stabilitas dan imbal hasil. Namun  sekarang ceritanya tentu sudah beda. Sebab, dunia sudah keburu ribut, ekonomi global makin gampang kaget, dan Bank Indonesia tampaknya sadar satu hal penting, yaitu kalau masih pakai cara lama, bisa-bisa bukan untung […]

expand_less
WordPress Archive Hongo – Modern & Multipurpose WooCommerce WordPress Theme Hono – Multipurpose WooCommerce WordPress Theme Honor | Shooting Club & Weapon and Gun Store Theme Honshi – Creative Portfolio WordPress Theme Honshi – WordPress Elementor Theme for Agencya Hoom – News & Magazine WordPress Theme HoomPotact – Smart Alarm & Security Systems Template Kit Hoope – Charity & Donation Elementor Template Kit Hooray — Blog WordPress theme for Professional Writers Hoppers – Pet Store WordPress Theme