Rabu, 28 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Cegah Stunting, Ini Makanan Lokal Yang Perlu Dikonsumsi

Cegah Stunting, Ini Makanan Lokal Yang Perlu Dikonsumsi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 4 Des 2021
  • visibility 793
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BAIZUL Fitri terkejut saat membawa anaknya ke posyandu. Bidan posyandu di sebuah di desa di Kabupaten Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyebut anaknya mengalami stunting. Berat dan tinggi badan tidak sesuai dengan usia anaknya. “Padahal saya paling rajin kasi anak saya susu,” kata dia.

Keluarga Baizul Fitri tidak sendirian mengalami hal itu. Di Indonesia, ada jutaan keluarga yang anak-anaknya mengalami stunting.

Mengutip dashbord Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri 2021, di NTB ada 368.865 atau 21,7 persen anak mengalami stunting. Dari data itu, NTB merupakan provinsi kedua yang punya angka prevalensi stunting tinggi. Urutan pertama ditempati provensi NTT.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), stunting adalah gangguan perkembangan pada anak yang disebabkan oleh gizi buruk, infeksi yang berulang, dan simulasi psikososial yang tidak memadai. Apabila seorang anak memiliki tinggi badan lebih dari -2 standar deviasi median pertumbuhan anak yang telah ditetapkan oleh WHO, maka ia dikatakan mengalami stunting.

Masalah stunting di Indonesia adalah ancaman serius yang memerlukan penanganan yang tepat. Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2019, prevelensi stunting di Indonesia mencapai 27,7 persen. Artinya, sekitar satu dari empat anak balita (lebih dari delapan juta anak) di Indonesia mengalami stunting. Angka tersebut masih sangat tinggi jika dibandingkan dengan ambang batas yang ditetapkan WHO yaitu 20 persen.

Angka stunting di Indonesia memang sangat mengkawatirkan. Dalam rilis tentang laporan level malnutrisi anak edisi 2021 UNICEF memprediksi di Indonesia ada 31,8 persen anak yang mengalami stunting. Dengan angka itu Indonesia meraih predikat very high (sangat tinggi).

Jika dibanding negara-negara di Asia, angka stunting di Indonesia memang lebih tinggi. Di Korea Selatan angka stunting hanya 2,2 persen, Jepang (5,5 persen), Malaysia (20,9 persen), Cina (4,7 persen), Thailand (12,3 persen), Filipina (28,7 persen), dan Kenya (19,4 persen).

Namun angka stunting di Indonesia masih lebih rendah dibanding Kongo (40,8 persen), Ethiopia (35,3 persen), dan Rwanda (32,6 persen).

Pada awal 2021 lalu, Presiden Joko Widodo menunjuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk memimpin penurunan angka prevalensi stunting. Dalam arahannya, Jokowi meminta agar BKKBN membuat program luar biasa untuk menangani stunting ini. Ditargetkan pada 2024 angka prevalensi stunting bisa sampai 14 persen. Artinya, setiap tahun harus berkurang 27,6 persen.

Penekanan target kembali diulang Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat menerima kunjungan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo di Istana Wapres, Selasa (30/11/2021).

Dalam pertemuan itu Ma’ruf menekankan agar daerah-daerah menggali potensi pangan lokal untuk jadi makanan masyarakat. Banyak potensi pangan lokal yang punya nilai gizi di sekitar kita. Namun kita kerap abai.

“Masing-masing daerah (tentu) punya kearifan lokal sendiri-sendiri. Bagaimana ibu-ibu ataupun keluarga sejak dini, dengan kearifan lokalnya memanfaatkan sumber-sumber gizi yang ada di sekitarnya secara maksimal,” ujar Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi, dalam siaran pers, Rabu (1/12/2021).

Ma’ruf tak salah. Banyak pangan lokal di sekitar kita yang punya nilai gizi tinggi. Beberapa komoditas itu yakni:
1. Singkong
Sebagai komoditas pangan, singkong sangat mudah kita temui di berbagai daerah. “Singkong sangat potensial untuk dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai bahan pangan bernutrisi karena memiliki kandungan betakaroten yang tinggi,” ujar peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Ahmad Fathoni.

Sayangnya, singkong belum menjadi sumber pangan utama. Sebagai konsumsi pangan, singkong kalah populer dengan padi, jagung, dan kedelai.

Menurut Fathoni, salah satu faktor yang menyebabkan singkong kurang populer karena minimya inovasi olahan. “Karena itu LIPI mengembangkan singkong sebagai bahan pangan olahan berupa tepung termodifikasi atau mocaf kaya beta karoten, untuk bahan baku pembuatan mie sayur,” kata dia.

2. Sorgum
Sorgum bisa dikonsumsi sebagai pengganti nasi. Bahan pangan ini bebas gluten sehingga bisa menjadi solusi bagi anak berkebutuhan khusus.

Renata Puji Sumedi Hanggarawati, Agroecosystem Program Manager dari Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) menerangkan di NTT terdapat banyak sekali varian sorgum yang kaya serat dan tumbuh subur di lahan kering.

Sorgum memiliki kandungan protein, kalsium, zat besi, fosfor, dan vitamin B1 yang lebih tinggi dibanding beras. Sorgum mengandung mineral khususnya unsur Fe yang cukup memadai yaitu 4-5,5 mg/100g, mineral yang terkandung dapat mengatasi stunting (terhambat pertumbuhan & perkembangannya) pada anak usia tumbuh.

3. Jewawut
Jewawut dibuat seperti bubur jagung dengan cita rasa yang agak manis. Di NTT bisanya jewawut dijadikan menu sarapan atau snack sore.

Bubur dari jewawut ini kerap dimanfaatkan oleh masyarakat NTT untuk memulihkan kesehatan orang yang baru melahirkan. “Ini seperti tradisi yang diterapkan secara turun temurun. Setiap kali ada yang baru melahirkan, mereka akan membuatkan bubur jewawut, yang bentuknya seperti jali-jali,” kata Puji.

3. Kacang-kacangan
NTT adalah surganya kacang. Ada kacang tanah dari Sumba, kacang hijau dari Flores Timur, kacang merah pun macam-macam. Ada pula kacang merah Ende, Paleo, dan Flores Timur, dengan rupa polos maupun seperti batik.

4. Daun Kelor
Selain mengandung antioksidan yang sangat tinggi, daun kelor juga mengandung vitamin C. Kandungan vitamin C-nya 7 kali lipat lebih tinggi daripada jeruk. Sementara potasiumnya 15 kali lipat lebih banyak daripada pisang.

Sayangnya, sumber pangan itu semua belum mendapat tempat di meja makan penduduk Indonesia. Ironisnya dengan sumber pangan melimpah itu, prevalensi stunting di Indonesia berada pada urutan keempat di dunia.
InfoPublik (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bayung Lencir Juara Umum MTQ Muba

    Bayung Lencir Juara Umum MTQ Muba

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.073
    • 0Komentar

    MUSABAQAH  Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke 29 Tingkat Kabupaten Musi Banyuasin resmi ditutup oleh Asisten bidang Kesejahteraan rakyat,  Yudi Herzandi di halaman Mesjid Raya Baitul Makmur  Sekayu, kemarin. Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kabupaten muba telah dilaksanakan mulai tanggal 16 Februari 2020 yang lalu berjalan lancar dan sukses. Dalam sambutannya, Plt Asisten bidang  Kesejahteraan rakyat […]

  • Ekonomi Sumsel Alami Perbaikan, BI Fasilitasi UMKM Go Ekspor & Go Digital

    Ekonomi Sumsel Alami Perbaikan, BI Fasilitasi UMKM Go Ekspor & Go Digital

    • calendar_month Jumat, 20 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.858
    • 0Komentar

    KEPALA Perwakilan Wilayah BI Sumsel, Harri Widodo mengatakan, saat ini perkembangan ekonomi di Sumsel terus menunjukkan perbaikan. Hal ini tampak dari perbaikan pertumbuhan ekonomi dari sebelumnya terkontraksi -1,56 persen pada triwulan II berkurang menjadi -1,4 persen pada triwulan III. “Hal ini menyiratkan optimisme, bahwa pertumbuhan ekonomi akan terus membaik pada periode berikutnya karena hal ini […]

  • Ketua BKMT ajak ibu -ibu majelis taklim teladani sifat Rosulullah SWT

    Ketua BKMT ajak ibu -ibu majelis taklim teladani sifat Rosulullah SWT

    • calendar_month Selasa, 31 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.205
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  – Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Hj Asna Aini Apriyadi mengunjungi majelis taklim Kecamatan Babat Toman, dalam rangka menghadiri Tabligh Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1445 H. Acara berlangsung di Masjid Catur Prasetya Pondok Pesantren Al-Ma’arif Kelurahan Babat Kecamatan Babat Toman, Senin (30/10/2023). Pada kesempatan tersebut, Ketua […]

  • Ma’ruf  : 1 Suara Punya Nilai Besar

    Ma’ruf  : 1 Suara Punya Nilai Besar

    • calendar_month Rabu, 17 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.134
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin menggunakan hak pilihnya di Koja, Jakarta Utara. Ma’ruf yang sebelumnya berada di kediamannya di Jl Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, pagi ini berangkat ke Koja untuk nyoblos. Pantauan di kediaman Ma’ruf di Menteng, Jakpus, Rabu (17/4/2019), Ma’ruf Amin berangkat ke Koja, Jakarta Utara, sekitar pukul 09.04 WIB dengan busana serba […]

  • 1.600 Sertifikat Hak Milik Diserahkan kepada Warga

    1.600 Sertifikat Hak Milik Diserahkan kepada Warga

    • calendar_month Senin, 9 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 938
    • 0Komentar

    BUPATI Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic menyerahkan secara simbolis Sertifikat hak Milik (SHM) kepada Masyarakat Kabupaten, di Auditorium Pemkab Muba,Senin [9/11/2020]. Dimana pelaksanaan Penyerahan Sertifikat Hak Milik (SHM) ini di serahkan secara online serentak seluruh Indonesia oleh Presiden Republik Indonesia. Dikatakannya, pembagian sertifikat tanah gratis dilakukan melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). […]

  • PKK Palembang Perangi TBC dengan Telur & Susu

    PKK Palembang Perangi TBC dengan Telur & Susu

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.159
    • 0Komentar

    PERANG melawan TBC tak lagi pakai jarum suntik atau jargon medis. Nah, di Palembang kali ini, pasukan daster alias ibu-ibu PKK Kota Palembang turun tangan, lengkap dengan senjata andalan telur dan susu!Ya, bukan sembarang bantuan, tapi strategi gizi buat mendukung kesembuhan pasien TBC yang sedang berjuang lawan penyakit membandel ini. Jumat (31/10/2025), Ketua Tim Penggerak […]

expand_less
WordPress Archive Humanite – Charity & Donation Elementor Template Kit Humton – Personal Portfolio Elementor Template Kits Hundred & Three — Responsive Multipurpose WordPress Theme Hungrybuzz – Restaurant WordPress Theme Hunian – Real Estate Elementor Template Kit Hurama – Multipurpose WooCommerce WordPress Theme HUSKY – WooCommerce Products Filter Professional [WOOF Filter] HuskyPaws – Dog Breeder Elementor Template Kit Hyani – Bold Blog and Magazine Hydd – Creative Multi-Purpose WordPress Theme