Rabu, 16 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » “Apakah Meritokrasi ASN di Sumsel Sudah Profesional & Objektif?”

“Apakah Meritokrasi ASN di Sumsel Sudah Profesional & Objektif?”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
  • visibility 1.132
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU dulu karier ASN kadang seperti ikut undian lotre politik, siapa yang sering ngopi bareng bos atau rajin membantu pejabat, ya dia yang “beruntung”. Skill dan prestasi?, kadang cuma bonus, ibarat pepatah “Yang menanam benih kebaikan, yang menuai hasil bukan yang menjilat kaki orang”.

Untungnya, kini ada BKN dengan manajemen talenta, sistem yang memberi jalur karier jelas, obyektif, berbasis kompetensi. Bayangkan ASN seperti naik ojek online tanpa GPS. kadang sampai tujuan, kadang nyasar, kadang malah diturunkan di tempat yang salah. Manajemen talenta ini seperti GPS digital karier, menunjukkan arah yang benar dan memastikan ASN yang tepat berada di posisi strategis.

Gubernur Herman Deru bangga Sumsel menjadi pelopor meritokrasi ASN dan menerima penghargaan Mitra Strategis BKN RI, tapi jangan sampai kebanggaan itu seperti “medali cantik di etalase toko”, bagus dilihat, tapi kenyataan di lapangan ASN masih harus bersaing dengan politik internal dan kedekatan pribadi.

Ibarat pepatah “Pohon boleh tinggi, tapi buahnya belum tentu manis”, pernyataan Pemda terdengar heroik, tapi praktik di lapangan kadang masih harus “menyapa bos dulu baru naik jabatan”.

Dalam acara Pembangunan Meritokrasi Instansi Daerah se-wilayah kerja Kantor Regional VII BKN di Ballroom Hotel Novotel Palembang, Rabu (10/9/2025) diselenggarakan BKN RI sebagai upaya membangun sistem manajemen ASN yang lebih profesional, Kepala BKN, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, menegaskan Manajemen talenta membangun karier ASN seobyektif mungkin, pengisian jabatan tidak lagi sekadar memindahkan atau mengangkat pegawai”.

Artinya, ASN yang kompeten dan punya prestasi nyata akan diakui, bukan yang jago main kode politik atau dekat dengan pejabat. Digitalisasi jadi senjata utama data analytics memetakan potensi dan pengalaman ASN, sehingga instansi tahu siapa yang siap ditempatkan di posisi kritis.

Tapi jangan salah, sistem sehebat apapun hanya efektif bila budaya kerja Pemda mendukung, kalau budaya lama masih bertahan “yang penting kenal bos dulu” atau “yang paling rajin menemani rapat politik”, ya….. percuma data canggih.

Ibarat pepatah “Besi yang keras tanpa panduan tukang tetap sulit dibentuk”, ASN harus dibiasakan bekerja profesional, disiplin, dan transparan, budaya baru ini memang tidak mudah, tapi wajib demi birokrasi yang sehat.

Manajemen talenta juga menjawab tantangan klasik kekurangan ASN di daerah pemekaran, tanpa orang yang tepat, pelayanan publik tersendat seperti motor mogok di tanjakan.

Dengan pemetaan berbasis kompetensi, posisi-posisi kritis bisa cepat diisi, sehingga masyarakat tetap menerima pelayanan optimal. Sistem ini tidak hanya mempermudah karier ASN, tapi juga memberi dampak nyata bagi rakyat.

Lucunya, sistem baru ini bikin “ngakak kecil” karena drama internal berkurang drastis,  tidak ada lagi tarik-menarik politik kecil yang biasanya bikin pusing. Semua transparan dan berbasis data. Pepatah modernnya “Data tak pernah bohong, manusia kadang bohong pada data”, kocak tapi benar…he..he..

Bumbu rahasia

Namun, mari kita lihat angka dan penghargaan itu,  Sumsel mendapat Indeks Meritokrasi 281, bagus, tapi jangan keburu bangga, angka dan stiker cantik itu belum tentu menjamin jabatan diberikan karena prestasi dan profesionalisme, bisa jadi sistemnya masih bias, jika budaya kerja lama belum berubah. Meski gubernur bilang ASN berkembang objektif, kenyataannya ASN kadang masih harus “main kode” atau dekat dengan pejabat agar cepat naik jabatan.

Oleh sebab itu, digitalisasi menjadi bumbu rahasia reformasi birokrasi, analisis data memetakan kompetensi, pengalaman, dan potensi ASN, sehingga instansi tahu siapa yang siap di posisi kritis, namun  semua ini hanya berjalan kalau budaya kerja mendukung, disiplin, terbuka, profesional. Tanpa itu, manajemen talenta hanyalah “peta indah yang digantung di dinding, tapi tidak dipakai”.

Gubernur Herman Deru patut bangga, tapi tetap harus waspada, inovasi ini harus diikuti pengawasan dan budaya profesional yang kuat. Penghargaan dan indeks hanyalah alat ukur, prestasi dan profesionalisme ASN tetap harus diuji nyata di lapangan, bukan sekadar angka di kertas.

Kalau diibaratkan masakan, manajemen talenta ini seperti bumbu rahasia yang mengubah sayur hambar menjadi hidangan lezat, ASN punya peluang adil untuk bersinar, instansi lebih sehat, dan masyarakat puas akan pelayanan publik. Moralnya jelas “Jalan lurus tetap membawa kita ke tujuan, meski jalan berliku”

Selain itu, sistem ini memberi saran terselubung bagi Pemda, jangan biarkan jabatan hanya dipengaruhi politik atau kedekatan pribadi. Budaya profesional harus ditanamkan, agar ASN kompeten, instansi solid, dan publik puas, serta bangga dengan penghargaan saja tidak cukup kalau praktik masih jauh dari meritokrasi sejati.

Manajemen talenta BKN bukan sekadar program, tapi filosofi ASN modern, obyektif, berbasis kompetensi, transparan, dan didukung budaya kerja sehat.

ASN kompeten, instansi solid, publik puas itulah visi reformasi birokrasi yang bikin semua tersenyum, sambil memberi pelajaran budaya kerja yang salah bisa merusak sistem terbaik sekalipun.

Oleh karena itu, dengan langkah ini, Sumsel tidak hanya memodernisasi birokrasi, tapi juga menanamkan budaya kerja profesional, mendorong karier ASN berbasis kompetensi, dan memastikan jabatan tidak lagi jadi ajang politik kecil-kecilan.

Dan pada akhirnya, reformasi ASN bukan cuma soal penghargaan cantik di etalase atau angka Indeks Meritokrasi yang bikin bangga di rapat. Ini soal budaya kerja, integritas, dan keberanian berinovasi.

Kalau Pemda benar-benar menanamkan prinsip meritokrasi, ASN nggak perlu lagi “main kode rahasia” atau ikut lomba senyum sama bos untuk naik jabatan. Mereka bisa fokus kerja, tunjukin skill, dan, ya…, sambil sesekali ngakak kecil melihat drama politik internal yang dulu bikin kepala pusing.

Sumsel punya peluang jadi contoh provinsi lain birokrasi profesional, transparan, berbasis kompetensi, tapi tetap bisa bikin semua tersenyum karena ASN-nya kerja serius tapi nggak kehilangan sense of humor.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 10 Provinsi Ini Usung Sistem EMIS 4.0

    10 Provinsi Ini Usung Sistem EMIS 4.0

    • calendar_month Minggu, 23 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 942
    • 0Komentar

    SISTEM pendataan mutakhir yang dikembangkan oleh Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, mulai digunakan. Sistem ini mengusung nama Education Management Information System atau EMIS 4.0. Kasubdit Kelembagaan pada Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Abdullah Faqih mengatakan, EMIS 4.0 sudah mulai digunakan oleh operator sistem untuk pemutakhiran data madrasah sejak April 2021.  Menurutnya, sejumlah provinsi […]

  • Waktu mepet, pelatih langsung tancap gas TC Tim U-19 wanita

    Waktu mepet, pelatih langsung tancap gas TC Tim U-19 wanita

    • calendar_month Rabu, 28 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.549
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Pelatih Tim U-19 Wanita, Rudy Eka Priyambada langsung tancap gas di pemusatan latihan (TC) menyusul tak punya banyak waktu lagi mempersiapkan diri menghadapi ajang AFF U-19 Women’s Championship 2023 di Palembang. Bahkan dalam sehari sampai menjalani dua kali latihan, pagi dan sore. “Latihan hari ini, kita pemantapan tim saja ya, taktikal-taktikal, karena waktu hanya tinggal sedikit, […]

  • Hj Ailuny Husni Mertua HD Terima Anugerah Ratu Sinuhun Awards

    Hj Ailuny Husni Mertua HD Terima Anugerah Ratu Sinuhun Awards

    • calendar_month Minggu, 23 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.133
    • 0Komentar

    Palembang – Hj  Ailuny Husni  yang merupakan Ibu Mertua dari Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menerima penghargaan Ratu Sinuhun Awards dari Dharma Wanita Persatuan Sumsel. Penghargaan tersebut diserahkan, yang bertempatan dengan peringatan Hari Ibu, kemarin. Anugerah Ratu Sinuhun Awards  diserahkan langsung oleh Gubernur Herman Deru didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi  yang juga turut hadir […]

  • Momen Harkitnas, Pj Sekda OKI ajak jaga persatuan dan kesatuan bangsa

    Momen Harkitnas, Pj Sekda OKI ajak jaga persatuan dan kesatuan bangsa

    • calendar_month Senin, 20 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 885
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- 116 tahun yang lalu dimana tahun berdirinya organisasi Boedi Oetomo menjadi simbol awal Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), semangat para pemuda untuk berdiri sebagai bangsa yang merdeka pada akhirnya terwujud dalam peristiwa proklamasi 17 Agustus 1945. Dalam momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-116 tahun 2024 ini hendaknya memantik semangat kita agar lebih maju dan bersatu […]

  • Sidak Pasar Sekip Ujung, Ini kata Pj Wako Palembang

    Sidak Pasar Sekip Ujung, Ini kata Pj Wako Palembang

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 769
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Penjabat (Pj) Wali Kota Palembang Abdul Rauf Damenta bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang,Selasa (8/10/2024) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Sekip Ujung Kecamatan Kemuning Palembang. Sidak yang dilakukan saat para pedagang baru menggelar lapak dagangan pukul 06.00 Wib pagi ini, Damenta terlihat berbincang dengan sejumlah pedagang ,terutama […]

  • Ini Hasil Rapat Paripurna ke -26 Antara DPRD dengan Pemkab Muba

    Ini Hasil Rapat Paripurna ke -26 Antara DPRD dengan Pemkab Muba

    • calendar_month Senin, 26 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.213
    • 0Komentar

    “Masukan kepada eksekutif untuk memaksimalkan penyerapan anggaran sesuai dengan target yang telah ditetapkan serta memastikan alokasi anggaran betul-betul tepat guna dan tepat sasaran sehingga memberikan manfaat kepada masyarakat”

expand_less
WordPress Archive WP Rich Snippets Locations WP Rich Snippets Ranking Table WP Rich Snippets Software Specs WP Rich Snippets WooCommerce Reviews WP Rocket GPL Wordpress Plugin WP Schema Pro Plugin WP Setup Wizard WP Sheet Editor Pro (Premium) WP Simple Pay Pro WP Smart Recruit – Jobs Plugin for WordPress